KING D

KING D
Lake Superior, Canada*


__ADS_3

Semua orang segera bersiap untuk melanjutkan misi sembari menunggu Obama Otong dan Polo mendapatkan kapal.


Mereka mencari persediaan bahan bakar di gudang penyimpanan dan sekitar dermaga. Beruntung, mereka mendapatkan solar dalam drum-drum dan jeriken.


Para mafia itu yakin jika Hope belum menapaki wilayah tersebut. Kini, jeriken kosong bekas avtur terpaksa diisi dengan solar sebagai persediaan bahan bakar selama pelayaran.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Nero, kau tak apa?" tanya Irina karena cucu dari mendiang Bojan terlihat murung.


"Aku ... merindukan kakek," jawabnya terlihat sedih.


Semua orang di sekitar helikopter yang mendengar memilih diam. Irina tersenyum.


"Walaupun aku tak begitu mengenal tuan Bojan, tapi dia dulunya adalah mafia tersohor. Bahkan, kakekmu salah satu mafia favoritku," ucap Irina yang membuat Nero melebarkan mata.


"Benarkah? Kenapa?"


"Dia ... selalu menanggapi beberapa hal rumit dengan santai. Aku sering bertemu dengannya saat menemui nenekku Manda walaupun aku tak mengobrol banyak. Namun, saat ia datang bersama ayahmu Sun, mereka selalu disambut baik. Tak pernah meminta hal yang aneh pada jajaranku. Selain itu, setiap mereka belanja untuk pasokan senjata selalu dalam jumlah banyak. Kakekmu sungguh kaya," ucap Irina yang membuat wajah Nero berbinar seketika.


"Ya, itu benar. Tuan Bojan, tuan Ivan, dan tuan Martin berteman baik. Apakah ... kau kenal dua mafia senior itu?" tanya Daniel menyahut seraya menyiapkan perlengkapan di kabin helikopter.


"Aku pernah bertemu dengan mereka satu kali saat berkunjung ke rumah ketika adikku lahir. Mereka memberikan kado yang hebat! Teman-teman kakek sangat kaya dan mereka orang-orang berkuasa. Aku berharap ... bisa sepertinya," ucap Nero tak lagi terlihat sedih.


"Oleh karena itu, bergurulah pada Sun. Ayahmu itu orang yang sederhana. Meski ia tahu jika kakekmu kaya, tapi ia tak pernah memanfaatkan kekayaan itu. Dia menjaganya dengan hati-hati dan selalu meminta pertimbangan dari tuan Bojan. Aku sering mendengar tuan Bojan mengelu-elukan ayahmu Sun. Entah ada masalah apa antara kau dan ayahmu, tapi yakinlah, ayahmu lelaki yang baik, bertanggungjawab, dan hebat," sahut Arthur.


"Jangan salah, Nero. Ayahmu sangat dihormati atas kesetiaan dan budi pekertinya yang baik meski ia seorang mafia," imbuh Jason.


Nero diam saja terlihat memikirkan hal tersebut.


"Lebih jelasnya, aku menyimpan rekaman saat ayahmu Sun masih menjadi bodyguard pamanku Kim Arjuna. Ini adalah rekaman selama pelatihan di Camp Militer, sekaligus beberapa peperangan yang berhasil disimpan sebagai bukti kekuatan kita di masa lalu. Selama kau menjaga helikopter bersama Marco, kau bisa belajar bertarung sepertinya," ucap King D yang membuat Nero terkejut.


"Benarkah? Kau memilikinya?" tanya Nero langsung menghampiri King D cepat.


King D mengangguk dan menunjukkan sebuah tayangan dari layar televisi yang berada di kabin belakang. Orang-orang yang penasaran ikut menonton sembari menunggu Obama dan Polo kembali.



"Kau mengenal wanita cantik ini?" tanya King D melirik Nero.


"Ya! Dia bibi Naomi! Dia ikut Camp Militer bersama dengan ayah Sun?" tanyanya, dan King D mengangguk. "Pantas saja. Aku sering merasa jika bibiku itu seram karena paman Arjuna seperti takut dengannya. Terlebih, saat bibi marah. Wah ... bibi memang keren!" seru Nero bersemangat.


"Kau akan menghabiskan waktu dengan menonton sekaligus mengetahui orang-orang dalam jajaran kita, Nero. File ini bersifat rahasia, tapi mengingat kau cucu penerus keluarga Nebojsa, kau harus mengetahui banyak hal tentang keluargamu dan jajarannya," tegas King D, dan Nero mengangguk siap.


Semua orang tampak bangga karena Nero seperti bisa menerima takdirnya sebagai penerus mafia meski mereka sudah tak terlibat dalam hal-hal yang berbau merusak seperti dulu.


Kini, mereka bermain cantik seperti saat 13 Demon Heads dalam masa kepemimpinan tuan Charles.


Berbeda dengan kepemimpinan Vesper yang terang-terangan mengungkap keberadaan para mafia tersebut bahkan berani melakukan perlawanan.


"King D! Kita dapat kapal!" seru Obama dari kejauhan padahal suaranya terdengar jelas di sambungan komunikasi.


"Baik! Kami segera ke sana. Persiapkan!" jawab King D seraya melepaskan earphone komunikasi lalu memijat telinganya.


"Wokeh!" jawab Obama mantap lalu memberikan kode pada Polo untuk bersiap.


King D memasang alat komunikasinya lagi dan meminta semua orang yang akan ikut dengannya untuk segera naik ke kapal.


"Aku percayakan Nero dan helikopter padamu, Marco," tegas King D seraya mendatangi pria bermanik merah tersebut.


"Yes, Sir!" jawab Marco mantap.


King D mengangguk lalu beranjak menuju kapal seraya membawa perlengkapan bersama lainnya.


Fara mendatangi Marco memamerkan taringnya yang baru saja ia sikat. Kening Marco berkerut.


"Kenapa kau memasang wajah vampir begitu?" tanya Marco heran.

__ADS_1


"Jangan merindukanku. Akan kubawakan oleh-oleh dari Jumbo Island," jawab Fara lalu pergi sambil melompat riang.


"Kau sedang menjalankan misi! Bukan piknik!" seru Marco lantang, tapi Fara mengabaikannya.


Marco diam saja menatap Fara yang terlihat selalu gembira meski saat ia kesal dan marah cukup menyeramkan.


Lama Marco diam di luar helikopter bahkan saat kapal yang ditumpangi King D sudah berlayar.


"Marco! Apa kau sudah memperbaiki helikopter, D? Kau berjanji padanya, jangan lupa," tanya Nero seraya menikmati apel sambil menonton.


Marco berdecak dan segera membuka kotak perlengkapan layaknya seorang petugas bengkel. Marco mengecek seluruh kondisi helikopter saat Nero asyik menonton.


Siang itu, kapal menyusuri Lake Superior. Sayangnya, tak terlihat manusia di sekitar kawasan.


Namun, kali ini mereka berharap tak mendapat gangguan karena harus segera tiba di Jumbo Island mengingat Yusuke seperti dalam kondisi tak menguntungkan.


Ditambah, jumlah orang-orang dalam jajaran masih belum diketahui keberadaannya. Selain itu, dermaga-dermaga di pinggiran pulau juga tampak sepi seperti tak ada penghuni.


Rumah-rumah ditinggalkan seolah memang para manusia di kawasan tersebut lenyap atau bersembunyi entah di mana.


"Terlalu sepi, Fara gak suka," ucap Fara terlihat takut.


"Begitulah, Fara. Oleh karena itu, kita harus segera menuntaskan kekacauan ini dan mengembalikan populasi manusia yang masih bisa diselamatkan. Pekerjaan kita masih sangat-sangat banyak dan itu akan menghabiskan banyak waktu, tenaga, serta uang," tegas King D, dan semua orang yang mendengar mengangguk paham.


Saat semua orang sedang serius mengawasi sekitar, gelagat Jason membuat kening King D berkerut.


"Ada apa, Paman?" tanya King D heran.


"Aku ... entahlah. Bisakah aku berenang saja? Aku seperti ... merindukan air," jawab Jason terlihat gugup karena sedari tadi ia duduk di tepi pagar kapal dan matanya terus melihat ke dalam genangan air danau tersebut.


"Ya, silakan. Namun, tetap dekat dengan kapal," jawab King D sedikit ragu.


"Yeah!" seru Jason senang seperti anak kecil yang mendapatkan izin untuk bermain dari ayahnya.


Jason langsung melucuti pakaiannya yang selama ini membuatnya gerah agar para manusia tak takut dengan sosoknya.


Irina dan lainnya saling melirik dengan senyum tipis karena Jason terlihat begitu gembira saat ia berenang bebas di danau tersebut.


"Semoga nenek tak terkena serangan jantung jika mengetahui salah satu puteranya menjadi manusia ikan," bisik Irina.


Arthur dan lainnya terkekeh. Mereka merasa jika yang terjadi di masa sekarang sangat di luar imajinasi terliar mereka.


"Irina! Lemparkan aku jaring! Ikannya sangat banyak!" seru Jason dengan setengah badan terlihat di permukaan.


"Oh, o-oke. Tunggu sebentar," jawab Irina kebingungan saat mencari jaring seperti permintaan sang paman.


"Tangkap yang banyak, Om! Asik, makan ikan terus. Coba ada sambel sama lalapan. Wes, jos!" sahut Obama tampak girang.


"Ah ya. Aku merindukan makanan itu. Seandainya ibuku ada. Dia cukup enak membuat sambal," sahut King D, dan diangguki Obama Otong karena sambal ulek buatan Lysa cukup meninggalkan kesan.


"Paman, tangkap!" seru Irina saat mendapatkan jaring seperti kantong untuk mengumpulkan ikan.


Jason dengan sigap berenang dan mengambil jaring tersebut. Tak lama, sosok Jason tak terlihat. Ia seperti menyelam cukup dalam dan hal itu sempat membuat semua orang cemas ketika berdiri di geladak kapal.


"Seandainya ini piknik, Otong udah bikin api unggun dan tenda sambil mancing," ucap Obama seraya duduk di tepi geladak dan membiarkan dua kakinya tergantung.


"Waspada, Otong. Jangan lengah. Kemampuan anehmu masih belum bisa diprediksi," tegas King D.


"Habis ini Otong yakin jika bakal terjadi hal menegangkan di Jumbo Island. Biarin Otong nyantai bentar napa, D? Otong masih sakit loh ini. Kamu enak tau-tau udah sembuh gitu. Lah aku, Polo sama Jason?" tanya Obama.


"Eh, tapi ... kulihat paman Jason baik-baik saja. Apa tidak apa jika dia masuk ke air? Bagaimana dengan lukanya?" tanya Irina cemas.


Sontak, semua orang yang baru menyadari hal tersebut ikut cemas.


Namun tak lama, "Hahaha! Aku dapat banyak!" serunya Jason riang saat ia muncul ke permukaan seraya menarik jaring yang sudah penuh dengan ikan dengan cepat.


"Jos gandos emang om Jason! Kita gak bakal kelaparan!" seru Obama senang, dan Arthur dengan sigap menerima jaring yang berisi ikan-ikan yang masih hidup tersebut.

__ADS_1


King D menatap Jason saksama yang tampak baik-baik saja. Bahkan, luka di tangannya sudah menghilang.


"Paman. Lukamu ... sudah pulih?" tanya King D memastikan.


Jason yang berenang di samping kapal melihat dua tangannya. Ia sepertinya ikut kaget saat menyadari lukanya telah mengering bahkan tak berbekas.


"Hahahaha! Ini hebat! Aku tak merasakan sakit lagi. Aku sembuh, D!" seru Jason, dan semua orang tampak lega.


"Diskriminasi. Tinggal Otong sama Polo yang masih lecet," sahut Obama berwajah masam.


"Baiklah. Sebaiknya kita simpan ikan-ikan ini. Sebagian akan kita masak selama pelayaran menuju Jumbo Island dan sisanya aku simpan dalam box es," sahut Sakura saat melihat ikan tangkapan Jason sangat banyak.


"Aku bantu, Bibi," sahut Irina.


"Baiklah. Kita tetap harus waspada. Paman, aku minta kau mengawasi dari perairan. Segera laporkan jika menemui hal janggal," pinta King D, dan Jason menunjukkan jempolnya.


Jason kembali menyelam entah ke mana. Orang-orang mulai terbiasa dengan perilaku Jason yang seperti manusia ikan itu.


Saat King D mengecek persediaan obat-obatan jikalau ada kejadian buruk dan harus mendapatkan penanganan intensif, keningnya berkerut ketika mendapati kotak serum Farmasi Elios berkurang satu.


"Kenapa tersisa 7? Siapa yang memakainya? Atau ada yang mencurinya?" tanya King D langsung menoleh ke arah semua orang.


"Hilang? Serum apa?" tanya Daniel ikut mendekat.


"Migren. Serum sakit kepala sebelah itu tak ada!" pekik King D panik.


Semua orang saling memandang, tapi gerak-gerik Obama membuat Sakura menyipitkan mata.


"Obama?" tanya Sakura seraya mendekat. Obama yang tak pandai berbohong itu pucat dan memilih memalingkan wajah. "Jangan katakan kau menggunakan serum itu!" pekik Sakura garang.


"Otong!" teriak King D ikut marah.


"Oh, jangan-jangan kau tiba-tiba memiliki kemampuan karena serum itu? Benar begitu?!" tanya Daniel langsung menunjuk.


Obama yang sudah kepergok hanya meringis. Semua orang kesal bukan main karena lelaki gundul itu dengan sengaja menyuntikkannya.


Polo yang baru tahu hal itu ikut berdecak kesal, tapi memilih bersabar dan terus mengemudikan kapal dengan Fara duduk menemaninya sembari menikmati pisang.


"Polo, boleh tanya gak?" tanya Fara tiba-tiba.


"Hem. Tentang apa?"


"Kamu udah punya pacar belom?"


Seketika, kepala Polo langsung menoleh dan menatap Fara tajam.


"Kenapa kau menanyakan hal itu?"


"Mau tau aja. Kalau Marco, udah punya pacar belum?"


Praktis, senyum Polo terbit meski hanya di sudut bibir.


"Aku ... sudah, tapi Marco belum. Kau sepertinya cocok dengan saudaraku, Fara," jawab Polo kembali menghadap ke depan dengan senyuman.


Fara diam saja terlihat canggung seraya melanjutkan menikmati pisang. Polo menahan senyum seperti menyadari maksud dari pertanyaan Fara tersebut.



***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



kwkwkw makasih tips koin dendanya. lele padamu. kenapa pada demen pelanggaran ya kan aku seneng😆

__ADS_1


__ADS_2