
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Saat semua orang sedang saling mengutarakan pendapat, Match dengan wujud monsternya masuk ke dalam ruangan. Praktis, kedatangannya dengan sosok baru itu mengejutkan beberapa orang.
"Kau ...," tanya Rayya sampai menunjuk.
"Match? Itu kau?" tanya Roxxane memastikan.
"Hem," jawabnya dengan anggukan.
"Ya Allah. Aku sampai lupa jika ada kau. Jadi ... kenapa kau baru tiba di sini?" tanya Javier heran.
"King D tak memberitahu kalian?" tanyanya.
"Tentang apa?" tanya Lysa bingung.
King D kini ditatap semua orang. "Maaf. Sebelum kita semua turun dari kapal, Match mengatakan jika ia memiliki tugas khusus dari Jordan selain melindungi Dayana dan Junior. Jadi, ia tetap di kapal sampai kita semua tiba di laboratorium dengan selamat," jawab King D serius.
"Oh ya? Kenapa daddy tak memberitahuku?" tanya Dayana bingung.
"Maaf, Dayana. Aku hanya ingin memastikan jalur menuju ke laboratorium benar-benar aman dari monster agar tak ada yang menghalangi perjalananku membawa dua tabung penting ini," jawabnya dengan dua buah tabung berada di belakangnya.
"Itukan ... tabung Vesper dan Kai. Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Zurna menunjuk.
"Saat aku, Barracuda, Cassie dan Torin melakukan aksi pengambilan tabung, kulihat dua tabung itu berada di sebuah ruangan khusus. Aku segera mengamankannya saat mengetahui jika tabung tersebut adalah Vesper dan Kai. Beruntung, aku tak tewas ketika tabung mengalirkan setrum dan juga gas beracun sebagai bentuk pengamanan. Tampaknya, itu karena wujud monsterku sehingga tak terkena dampak," jawab Match menjelaskan seraya melihat dua tangan besarnya.
"Apakah ... Jordan juga memberitahu apa yang disimpan dalam jasad mereka berdua?" tanya Eva penasaran.
"Ya. Jordan memberitahuku tentang serum penetral dalam jasad dua orang ini. Ia mempercayakan tabung mereka padaku untuk dilindungi. King D berjanji melindungi Dayana dan Junior untukku. Sebagai gantinya, aku menjaga dua tabung Vesper dan Kai," jawabnya dengan suara besar.
Semua orang berjalan mendekat untuk melihat lebih jelas jasad Kai dan Vesper yang tampak damai dalam tabung. Dua orang itu tak berubah sejak pertama kali diawetkan. Senyum Lysa terkembang, begitupula para mafia lainnya.
"Jadi ... kapan prosedur untuk mengubah mereka menjadi normal dilakukan?" tanya William penasaran.
__ADS_1
"Setelah protokol pemusnahan dan pembersihan monster selesai. Jordan masih membutuhkan kemampuan unik kita untuk melenyapkan para monster yang tersisa," jawab Melody serius.
"Hem, aku mengerti," ucap William dengan anggukan.
"Jadi ... memusnahkan seluruh monster yang tersisa di seluruh dunia ya? Baiklah kalau begitu. Kita harus cepat. Aku ingin segera menemui kekasihku," ujar Hugo yang membuat semua orang terkekeh.
Match bersama Obama, Hugo, William, Javier dan Arjuna, memindahkan isi bangkai monster yang telah tergiling dalam drum khusus ke drum kosong. Melody dan Eva melabeli drum-drum tersebut yang nantinya akan diangkut menuju ke tempat pembuangan terakhir untuk dimusnahkan.
"Taal Volcano?" tanya King D saat melihat Melody melabeli drum tersebut.
"Ya. Pemerintah Filipina memberikan akses untuk melakukan pemusnahan terhadap limbah monster ke salah satu gunung berapi mereka. Gunung tersebut berada di sebuah pulau dan jauh dari pemukiman warga," jawab Dayana menjelaskan.
Gadis itu lalu menunjukkan sebuah tampilan dari layar tablet yang ia genggam. King D dan para mafia yang berkumpul di ruangan penyimpanan layaknya gudang besar di basement tersebut, menyaksikan cuplikan video yang nantinya akan menjadi tempat pembuangan limbah monster.
"Pemukiman itu ditinggalkan setelah terkena dampak dari erupsi gunung berapi," ujar Souta, dan diangguki Dayana.
"Woah, petirnya seram sekali," ucap Romeo takut saat melihat cuplikan video ketika gunung api tersebut meletus.
"Sebaiknya kita cepat bertindak dan bergegas membersihkan seluruh bangkai monster yang tersisa. Bibi Sandara saja mengatakan, membutuhkan waktu hingga 5 tahun untuk pulih dari dampak kontaminasi. Kita tak bisa beristirahat sampai masalah ini selesai," sahut Eva usai melabeli 5 buah drum hasil pembersihan dari tim King D.
Saat semua orang terlihat letih karena harus berhati-hati ketika proses pemindahan isi drum, tiba-tiba saja terdengar suara ponsel berdering. Mata semua orang sibuk mencari asal suara. Dayana dengan tenang memasang sebuah earphone di salah satu lubang telinganya. Orang-orang menatap gadis cantik itu lekat saat menerima panggilan dari seseorang.
"Yes, Dad?"
"Diana. Sensor dari alat pendeteksi yang terpasang di beberapa wilayah gunung berapi berbunyi. Di sini data menyebutkan jika gunung berapi La Palma, Spanyol mengalami peningkatan. Aku melihat dari tampilan satelit juga kawah gunung sudah mengeluarkan asap. Terjadi gempa yang memicu retakan tanah dan suhu di sekitar kawasan gunung meningkat. Detektor terus memberikan informasi tentang potensi jika gunung akan meletus. Sebaiknya kau cepat bertindak dan bawa drum-drum limbah ke sana. Berhati-hatilah dan ikuti instruksi seperti yang sudah kuajarkan," ucap Jordan.
"Aku mengerti," jawabnya serius lalu menatap para mafia yang memandanginya tajam.
"Pasti hal penting. Kau tampak serius kali ini," ujar King D. Dayana mengangguk. "Panggil tim Paman Jonathan dan minta mereka semua kembali ke sini. Darurat," tegasnya.
Rayya dan Roxxane mengangguk paham. Dua wanita itu segera pergi meninggalkan basement menuju ke ruang komunikasi.
__ADS_1
"Eva, Melody. Tanyakan ke semua markas aktif. Apakah drum-drum yang sudah mereka kumpulkan siap untuk diantarkan ke Gunung La Palma di Spanyol? Jika belum seluruhnya, minta mereka yang sudah berhasil mengumpulkan untuk segera mengantarnya ke sana," titah Dayana.
"Kami mengerti," jawab dua gadis itu mantap lalu segera pergi menyusul istri-istri Jeremy.
"Dayana. Jika Paman Jordan tahu banyak tentang hal ini, tanyakan padanya, ada berapa banyak para monster yang masih berkeliaran dan berada di negara mana saja? Kita akan fokus untuk melenyapkan mereka di tempat-tempat itu sehingga proses pemusnahan para monster berjalan lebih cepat," pinta King D.
"Hem, usulan bagus. Akan kuhubungi daddy lagi," jawab Dayana yang dengan sigap melakukan pemanggilan ulang.
Para mafia kembali dibuat tegang karena mereka harus bergegas menyelesaikan pekerjaan karena gunung berapi tiba-tiba aktif setelah lima puluh tahun tertidur. Tampaknya, alam sedang bersahabat dengan para mafia yang berusaha untuk membersihkan Bumi dari kekacauan buatan manusia-manusia serakah.
"D. Daddy mengatakan jika ada beberapa monster yang masih berkeliaran di Manila. Lalu di Indonesia, hampir semua pulau di negara itu dihuni oleh para monster meski jumlah mereka sudah tak banyak lagi. Selanjutnya di Afrika. Para monster tak bisa hidup di wilayah gurun sehingga mereka bergerak ke wilayah yang memiliki kawasan hijau seperti Gabon, Angola, Namibia, Mozambik, Zambia dan ... ya Tuhan, masih banyak lagi tempat lainnya. Apakah kita sanggup?" tanya Dayana tampak pusing dengan jawaban Jordan yang mengirimkan pesan ke ponsel gadis cantik itu.
Semua mafia tampak bingung karena negara-negara itu cukup luas dan berada di benua lain.
"Bisa, asalkan kita semua memiliki kemampuan unik para monster dari Planet Mitologi," jawab King D serius yang membuat mata semua orang melebar.
"What!" pekik para mafia tertegun.
"Dengan kemampuan serum monster Mitologi, kemampuan kita akan berkali-kali lipat. Mungkin memang akan berdampak buruk seperti perubahan fisik dan lainnya. Namun, dengan kemampuan itu, pekerjaan pembasmian akan cepat diselesaikan. Selain itu, kita memiliki serum penawar. Jadi, tak perlu khawatir. Yang terpenting sekarang, kita buru para monster, habisi, lalu lenyapkan untuk selamanya," tegas King D menatap para mafia senior dan junior di depannya.
"Muantep bener nih calon Presiden King D. Otong setuju dan dukung semiliar persen!" jawab lelaki gundul itu mantap.
"Yah, jujur. Sebenarnya ... aku juga penasaran jika memiliki salah satu kemampuan dari serum-serum aneh itu," sahut Javier yang membuat kening Lysa berkerut.
"Masalahnya adalah. Apakah ... serum-serum itu masih ada?" tanya Arjuna menimpali yang ternyata sudah menguping di balik dinding dengan Naomi, Sarnai dan Han yang sudah membaik.
"Ada. Tempat ini menyimpan serum-serum itu dari semua jenis dan juga campuran yang menjadi varian unik. Sebagai cadangan, termasuk di Kota Hantu tempat sipil yang berhasil kuselamatkan bermukim. Oleh karena itu, ibu memilih laboratorium Kakek Jeremy sebagai tempat untuk penyembuhan, bukan laboratorium miliknya di Italia," sahut Dayana.
"Pintar. Baiklah, tunggu apalagi. Suntik aku," ucap Lysa mantap yang langsung menggulung lengan baju lalu menyodorkan tangannya.
Para mafia lainnya ikut melakukan hal yang sama di mana mereka siap untuk diubah agar tugas merepotkan itu cepat selesai. King D tersenyum. Di mana kali ini, ia juga akan disuntik lagi entah akan membuatnya memiliki kemampuan seperti apa.
***
__ADS_1
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE