
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Para mafia yang tersebar hampir di seluruh negara dengan tujuan membasmi para monster, terlihat begitu berusaha mengejar waktu karena gunung La Palma di Spanyol dikabarkan telah meletus lebih cepat dari dugaan. Sierra dan timnya yang berada di negara tersebut segera menuju ke kawasan gunung untuk mengangkut limbah monster hasil perburuan mereka. Namun, pemandangan mengerikan menyambut kedatangan para mafia itu.
"Lihat! Gunung itu sudah menyemburkan awan panas dan magma! Jalur dari aliran lava siap terbentuk. Hubungi markas pusat dan minta semua tim bersiap untuk pengangkutan ke Spanyol!" seru Sierra saat melihat dari jendela di kokpit pesawat ketika kendaraan terbang mereka mendatangi kawasan gunung.
"Kita juga harus menjauh, Sierra. Berbahaya jika terlalu dekat. Kita tak pernah berurusan dengan gunung berapi sebelumnya. Jangan ambil risiko!" ujar Agent S memperingatkan.
Sierra mengangguk paham dan kembali ke kabin. Ia ikut mempersiapkan diri menggunakan sepatu robot karena kakinya masih sering terasa nyeri akibat senyawa aneh di kehidupan masa lalu dan tak bisa disembuhkan.
"Kita akan mendarat di tanah kosong itu. Bersiaplah!" seru Sakura yang bersiap untuk mendaratkan pesawat kargo di mana mereka nantinya juga masih harus menjemput tim lain di beberapa negara.
Sierra duduk dengan seat belt terpasang seraya mengawasi drum-drum limbah yang telah diikat dengan kuat di kabin barang. Drum-drum besar itu nantinya akan diletakkan di jalur sungai lava. Para mafia yang tak memiliki pengalaman sebelumnya terhadap gunung merapi tak ingin mengambil risiko dengan melemparkannya ke dalam kawah gunung karena tak mengetahui dampaknya dikemudian hari. Pemerintah Spanyol menyatakan wilayah kawasan sekitar gunung akan dikhususkan sebagai tempat pembuangan limbah monster dan tak akan dihuni oleh manusia. Pemerintah dunia juga menyatakan hal sama saat kesepakatan itu disetujui bersama oleh para pemimpin dunia.
Pesawat berhasil mendarat dengan sempurna di tanah lapang seperti yang pernah dipetakan sebelumnya oleh tim khusus dari pemerintah kala itu kepada Jordan dan Sandara. Jordan yang sudah mendapatkan kabar dari Q dan para mafia lainnya di lapangan, kembali memetakan jalur untuk tim Sierra dalam misi penjemputan.
"Kita sudah mendapatkan konfirmasi rute penjemputan. Sebaiknya kau dan Sakura saja yang pergi. Aku akan menjaga tempat ini," ucap Agent S saat mereka sudah berada di luar pesawat dan bisa merasakan udara di sekitar kawasan itu mulai memanas.
"Oke!" jawab Sierra siap dan bergegas mengisi bahan bakar dari stok drum yang mereka bawa.
Agent S mengeluarkan mobil yang mereka gunakan selama menjalankan misi di beberapa kota dari pesawat. Drum-drum berisi limbah monster siap dikeluarkan dari kabin kargo untuk dibinasakan selama-lamanya. Sakura dan Agent S hampir tak beristirahat karena harus bergerak cepat agar tak tertinggal momen penting dari letusan gunung berapi. Akan tetapi ....
BRUKK!!
__ADS_1
"Sakura!" seru Agent S karena istri dari Alex jatuh tersungkur saat mendorong drum untuk dikeluarkan dari pesawat.
Beruntung, isi drum itu tak tumpah karena ditutup dengan kuat. Agent S segera keluar dari mobil dan membantunya duduk.
"Aku tak apa. Aku hanya kurang fokus," ucapnya terlihat pucat dengan keringat membasahi tubuh.
"Kenapa kau mendorongnya? Drum-drum ini bisa bergerak sendiri dengan pengendali. Mereka memiliki kaki robot layaknya laba-laba. Kau sepertinya sangat kelelahan. Istirahatlah, jangan bekerja lagi," ujar S lalu mengambil sebuah pengendali dari dalam pesawat.
Sakura tersenyum karena ia baru menyadari kecerobohannya. Saat itu, Sierra yang menunggu di pesawat melihat salah satu drum limbah ketika diangkat oleh S ternyata memiliki rangka baja yang bisa dilipat pada bagian bawah. Sierra yang penasaran, mencoba menanyakan hal tersebut pada Jordan. Kali ini, Jordan tak bisa lolos dari pengamatan jeli keturunan Flame tersebut dan menyadari keteledorannya.
"Om Jordy mbok kalau amnesia itu jangan kebangetan. Selama ini kita ngangkut secara manual loh. Mana itu drum gede dan berat lagi. Tau punya kaki ngapain digendong?" ucap Obama dengan nada kesal.
"Aku minta maaf," jawab Jordan dari sambungan telepon satelit saat mereka terkoneksi.
"Baiklah."
Agent S dengan sigap mengaktifkan pengendali drum dan membuat tujuh buah drum berisi limbah bergerak secara berurutan keluar dari pesawat. Jordan yang menyadari kesalahannya untuk menginformasikan hal tersebut kepada para tim karena fokus dalam misi dan kesembuhan sang istri, membuatnya lupa akan inovasi dari Sandara untuk drum khusus modifikasi mereka. S mengarahkan drum-drum itu untuk naik ke atas bak mobil di mana keempat kakinya bisa memanjang, memendek, dan bergerak ke semua arah.
Keempat kaki robot itu sangat membantu meski tak bisa bergerak dengan cepat. Sierra melihat di kejauhan saat anggota timnya tampak begitu kelelahan akibat terus menerus bekerja demi memulihkan dunia. Ia sedikit merasa bersalah karena tak ikut dalam melenyapkan para monster yang berkeliaran di kota-kota besar Spanyol dan malah mengistirahatkan tubuhnya yang rentan itu.
"Kau di sini saja, Sakura. Biar aku dan S yang menjemput lainnya," pinta Sierra saat sudah mengisi bahan bakar dengan dua drum yang kemudian ia tinggalkan di samping pesawat.
"Ya. Apa yang dikatakan oleh Sierra benar. Kau kelelahan. Kau bisa beristirahat sejenak di tempat ini. Wilayah ini masih aman, tapi tetap gunakan masker gas karena aku khawatir jika gunung itu akan mengeluarkan asap beracun atau sejenisnya yang merusak paru-parumu," ujar Agent S seraya memberikan masker dan tabung oksigen dari persediaan.
Sakura mengangguk dan duduk di kursi samping sopir mobil sembari mengistirahatkan tubuhnya. Perempuan itu tampak begitu letih saat meneguk air dari dalam botol. Sierra dan S memindahkan seluruh drum berisi limbah monster dengan sigap meski sesekali pandangan mereka tertuju ke arah gunung berapi yang mengeluarkan suara gemuruh. Pesawat mengangkut tiga drum penggiling yang tersisa dan drum-drum kosong temuan S dan Sakura saat menjalankan misi sebagai cadangan. Sakura tersenyum tipis melihat pesawat kargo berhasil lepas landas meninggalkan kawasan gunung untuk menjemput drum limbah lainnya.
__ADS_1
Sakura perlahan turun dari bak mobil saat melihat dari tempatnya berada ketika bagian kawah gunung mulai memuntahkan lahar panas dan siap membuat cekungan yang nantinya akan menjadi sungai lava. Sakura yang merasa energinya mulai kembali, berniat untuk melakukan sesuatu.
"Semoga semuanya berjalan tepat waktu," ucapnya dengan wajah pucat dan bisa merasakan napasnya sedikit sesak karena udara di tempat itu menjadi pekat.
Sakura segera menggunakan masker oksigen dan menarik napas dalam. Di sisi lain, Sierra dengan sigap menghubungi tim yang tersebar di beberapa penjuru Eropa. Kabar gunung merapi telah siap memuntahkan lahar panas, membuat semua orang menjadi bekerja cepat untuk membersihkan bangkai monster sebelum jemputan datang. Siapa sangka, Sakura nekat untuk mendekati gunung berapi dengan mobil berisi drum limbah yang telah ia kumpulkan bersama S.
Ia yang tak ingin membuang waktu, melaju kendaraannya dengan kecepatan sedang melintasi wilayah berbukit. Sakura yakin, aliran lava yang mulai mengalir dari kawah dan akan membentuk jalur seperti sungai. Wanita cantik itu bermaksud menandai lokasi tersebut dan meletakkan drum-drum limbah di sana. Namun, ia melihat debu vulkanik mulai berterbangan layaknya hujan abu di sekitar dan menempel di kaca jendela mobil.
"Oh, ini bahaya," ucapnya panik dengan mata memindai sekitar saat debu-debu tersebut tak bisa dihilangkan dan menjadi lengket saat ia semprot dengan air ketika menyalakan wiper mobil.
Sakura yang tak ingin mengambil risiko, mencari tempat aman untuk berhenti karena jaraknya dengan lokasi aliran lava cukup dekat. Sakura keluar dari mobil dan membuka pintu bak untuk menurunkan drum-drum itu. Naas, Sakura yang terburu-buru tak memeriksa kondisi drum di mana benda-benda bermuatan penuh itu belum diikat.
GLUNDUNG ... GLUNDUNG ....
"AAAAA!" teriaknya saat drum-drum itu menggelinding karena mobilnya dalam posisi menanjak.
Tubuh Sakura terhantam dan membuatnya terlindas silinder besi tersebut. Sakura jatuh dengan posisi terlentang dan tak bergerak ketika sebuah drum berada di atas tubuh bagian bawahnya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
info dl gaes. sblmnya karena eke salah sebut nama anak si Buffalo-Drake jadi Harun yang kudunya Rangga, lele ada koreksian di eps sebelumnya😁 habisnya Rangga sama Harun sama2 item sih jadi ketuker deh coklatnya😆 tengkiyuw jeng Sowlekah krn udh koreksi, lele padamu💋
__ADS_1