KING D

KING D
Mata Putih*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Serangan para monster terhadap Black Castle membuat tim Fara memanfaatkan hal tersebut untuk menguji kemampuan. Satu per satu, manusia yang terjangkit penyakit ganas itu berjatuhan dari atap kastil usai terkena serangan dari kemampuan unik Fara, Nero dan Loria.


Di sisi lain, Click and Clack ternyata menyusup keluar melalui pintu rahasia di mana dulu Cassie pernah menyelinap ke Black Castle. Mantan dua algojo Madam tersebut seperti memiliki rencana karena mereka pergi ke suatu wilayah seraya menggendong dua tas khusus berisi perlengkapan tempur.


"Aku mendapatkan sinyal dari sisi luar Black Castle!" seru Q ketika muncul dua tanda berkedip berjalan menuju ke hutan.


"Perbesar tampilan, Q!" pinta Seif ikut fokus melihat.


Q dengan sigap memperbesar gambar itu. Seketika, mata para mafia melebar. Ternyata, Click and Clack berlari kencang saat para monster kini terfokus untuk melawan tim Fara.


"Mereka kabur dari pertempuran!" seru Chen memekik.


"Aku rasa tidak. Lihat, mereka berdua seperti membidik sesuatu. Keduanya membawa RPG. Jangan-jangan ...," sahut Hugo dalam wujud manusia raksasa.


KLIK! SWOSH! BLUARR!!


"Woah!" kejut beberapa orang ketika melihat hutan di sisi Timur Black Castle terbakar. Namun, serangan itu ternyata membuat pelaku yang sedari tadi meluncurkan misil untuk membombardir hunian megah itu keluar dari sarangnya.


"Yeah!" seru Clack gembira dan langsung meletakkan peluncur misil itu ke tanah karena tembakannya tepat sasaran.


Namun, NGENG!


"Lihat! Orang-orang itu terbakar, tapi melaju dengan kecepatan penuh. Bagaimana bisa?" tanya Fabio sampai melotot.


Hal serupa juga terjadi pada Click and Clack yang berada di lokasi. Tujuh orang keluar dari hutan dengan pakaian serba hitam yang dilahap api. Mereka mengendarai motor yang sudah dimodifikasi karena terlihat garang dengan bagian depan berupa tombak tajam siap untuk menusuk lawan. Mata Click and Clack melebar karena orang-orang itu seperti bisa menahan kobaran api di tubuh mereka bahkan tertawa layaknya setan.


"Apa-apaan itu? Mereka bukan manusia!" seru Lucas berwajah tegang ketika Q memperbesar tampilan dari pencitraan satelit GIGA.


"Hahahaha! Hahahaha!"


DOR! DOR! DOR!


"Argh!"


"No! Mereka akan membunuh 2C!" teriak Jonathan panik ketika melihat dua bodyguard-nya dihujani tembakan beruntun dari pasukan musuh.


Click and Clack terkena peluru di kaki yang membuat mereka merintih kesakitan meski telah berusaha menghindar. Wilayah yang lapang dan tak ada tempat berlindung, membuat keduanya menjadi sasaran empuk serangan musuh. Sekumpulan pria bermotor dengan kobaran api melahap tubuh mereka terus melakukan aksi tembak untuk membunuh dua pria gundul itu. Meskipun Click and Clack mengenakan pakaian tempur serta jas anti peluru, tapi pelindung itu tak akan bisa bertahan lebih lama.

__ADS_1


"Hahahaha! Siksa mereka!" seru salah satu pria seraya menekan penuh gas motor, siap untuk melindas tubuh Click and Clack yang jatuh menggelepar dengan luka di beberapa bagian.


Mata dua lelaki itu melebar dan berusaha bangkit, tapi kaki dan tangan mereka terluka karena para penyerang tak segan menyabetkan senjata tajam saat mengepung. Para penyerang itu seperti sengaja tak membunuh mereka secara langsung dan ingin menyiksanya. Click and Clack merangkak menuju ke tempat mereka datang tadi dengan sekuat tenaga, tapi para pengendara lain memblokir jalan dengan motor-motor tersebut.


NGENG! KRAK!


"Arghh!" erang Clack saat betisnya dilindas oleh ban motor hingga terdengar suara tulang yang patah.


Jonathan sampai tak berani melihat karena khawatir jika dua penjaganya itu akan tewas mengenaskan. Click berusaha melakukan serangan balasan, tapi para pengendara itu dengan sigap melakukan penyiksaan lain dengan melindas tubuh dua orang itu secara bergantian dengan tawa kemenangan.


"Polo! Marco! Selamatkan Click and Clack!" titah One, tapi dua pria kembar itu tak kalah sibuk karena helikopter berulang kali hampir berhasil digapai oleh para monster yang ingin menangkap Marco dan Polo.


Saat semua orang dibuat panik karena Fara serta lainnya berusaha melindungi Black Castle yang telah kehilangan daya dan diserang oleh dua pihak yang menginginkan kematian mereka, tiba-tiba saja ....


"Oakkk!"


GRUDUK! GRUDUK! GRUDUK!


"Cit, cit, cit, cit!"


"Arghh!" erang para pria dengan tubuh dipenuhi kobaran api saat sekumpulan binatang berbagai jenis muncul dari beberapa penjuru dan menyerang mereka dengan buas.


"A-apa yang terjadi?" tanya Verda terheran-heran karena kemunculan tak terduga itu.


"Ada pergerakan yang muncul dari tempat keluarnya Click and Clack!" seru Q saat melihat tanda berkedip dari jajarannya berjalan perlahan mendatangi dua pria gundul yang sekarat itu.


"I-itu Neil!" seru Jonathan saat mengenali puteranya yang ternyata sudah bangkit dari tabung.


Semua orang terkejut akan kedatangan dari putera Cassie tersebut. Saat orang-orang fokus pada gambar Neil yang diperbesar oleh Q, lagi-lagi terlihat pergerakan dari Black Castle.


PIP!


"Oh! Sistem persenjataan di Black Castle kembali aktif! Siapa yang melakukannya?" seru Q saat melihat pergerakan CamGun yang terpasang di beberapa titik bangunan tersebut.


Benar saja, DODODOOR!!


"Apa itu?" tanya Polo saat ia mulai kewalahan karena amunisi menipis demi melumpuhkan para monster yang ingin menyerang Fara, Loria dan Nero di atap Black Castle.


"Cepat menyingkir! Persenjataan CamGun kembali aktif!" seru Marco saat melihat peluru-peluru tajam dari senjata otomatis itu mulai melaksanakan tugasnya yang tertunda.

__ADS_1


"Fara! Nero! Loria! Kembali ke helikopter! Cepat!" titah Polo seraya melemparkan tali tangga agar segera diraih oleh tiga kawannya.


Fara bergegas berlari diikuti oleh Nero. Namun, Loria masih berusaha melindungi kawannya dengan membuat para monster saling menempel akibat terkena lendir.


"Loria!" panggil Polo yang membuat Loria kehilangan fokus akan serangannya, dan BRUKK!!


"Agh!" rintihnya akibat tersandung mayat seorang monster dan membuatnya jatuh terlentang.


GRAB!!


"AAAAA!" teriak Loria dengan mata melotot ketika seorang monster yang belum tewas menangkap pergelangan kaki dan menariknya.


Loria berusaha melepaskan cengkeraman dengan melakukan tendangan, tapi monster itu merayap dan membuat tubuh bagian bawah gadis cantik itu tertindih. Polo dengan sigap melompat dari atas helikopter untuk membantu Loria yang menangis karena ketakutan. Seolah nyali bertarung Loria hilang karena kini tubuhnya ditangkap oleh seorang monster yang ingin menggigit wajahnya.


"Hargh!"


DUAK! BUKK! BUKK! BUKK! KRAK!


"Hah! Hah, hah," kejut Loria dengan napas tersengal saat melihat wajah monster itu ditendang dari samping dengan kuat hingga genggamannya terlepas.


Mata Loria melebar ketika melihat Polo menginjak wajah monster itu dengan tatapan bengis hingga rupa mengerikan tersebut remuk tak berbentuk.


"Polo! Cepat!" panggil Marco seraya mengarahkan helikopter ke tempat saudaranya berada.


Polo bergegas mendatangi Loria yang masih gemetaran dan pucat karena hal mengerikan di depan mata. Polo menarik dua tangan Loria dan membuat gadis cantik itu memeluk tubuh Polo. Pria bermanik biru itu meraih tangga tali dan membuat dirinya serta Loria tergantung saat meninggalkan atap Black Castle yang masih dipenuhi oleh para monster. Namun, CamGun tak mengizinkan orang-orang sakit yang sudah mengotori kastil megah itu untuk melarikan diri. Para monster yang terus bergerak membuat sensor CamGun selalu membidik mereka seraya menggelontorkan peluru-peluru mematikan. Beruntung, sosok Marco, Polo, Loria, Nero, dan Fara dikenali sistem sehingga mereka tak terkena dampak serangan CamGun.


"Lihat itu!" seru Nero seraya menunjuk ke halaman luas Black Castle saat seorang pemuda menggerakkan dua tangannya seperti memberikan perintah kepada pasukan hewan untuk melakukan sesuatu.


"Oh! Dia menatapku! Kalian lihat matanya? Warnanya putih!" seru Fara bergidik ngeri, dan orang-orang yang mendengar hal itu mengangguk setuju meski terlihat takut.



***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Alhamdulilah udah vaksin booster❤️ Tumben gak sakit sama sekali. Kwkwkw. Semoga selalu sehat dan lancar up sampai tamat nanti ya. Semoga keuber sebelum lahiran. Amin🙏

__ADS_1


__ADS_2