KING D

KING D
Loria Si Gadis Berlendir


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Polo dan lainnya terkesan dengan kemampuan unik Loria. Para serigala monster itu saling menempel karena bulu mereka menjadi lengket. Loria yang baru mengetahui kemampuannya ikut gembira.


"Pasti mereka sengaja dilepaskan. Anak buah Hope ada di sini!" seru Jason menduga, dan semua orang siaga seketika.


Loria kembali berjongkok dan menempelkan dua tangannya yang masih mengeluarkan lendir. Mata kuningnya kembali menyala.


"Berbahaya jika kita pergi sekarang. Aku khawatir saat pesawat lepas landas, kita diserang entah dengan misil atau semacamnya," ucap Daniel dari bangku pilot.


"Kalau begitu, kita amankan wilayah. Cepat!" titah Polo, dan semua orang mengangguk setuju. Fara dan lainnya turun dari pesawat karena khawatir jika mereka diintai.


Saat Polo dan lainnya menyiagakan senjata, Loria kembali memekik. "Orang-orang itu bersembunyi di bawah tanah!"


"What?" sahut Marco terkejut.


Praktis, mata semua orang langsung terarah pada pijakan kaki masing-masing. Polo mendekati Loria yang tampak serius akan sesuatu.


"Loria, bisa katakan pada kami pergerakan orang-orang itu? Apakah ... ada ruang bawah tanah?" tanya Polo menatap gadis cantik berambut pirang itu saksama. Loria mengangguk cepat. "Semuanya! Ikuti arahan Loria!"


"Oke!" jawab semua orang serempak.


Daniel tetap berada di pesawat didampingi oleh Jason yang melindungi di luar benda terbang itu. Loria tetap berjongkok di mana tangannya yang berlendir ternyata bisa menangkap pergerakan dari getaran yang ditimbulkan.


"Mereka berlari dalam kelompok. Ritmenya teratur. Mereka pasti manusia bukan monster," ucap Loria menyampaikan dengan mata kuning tetap menyala.


"Katakan pada kami harus ke mana untuk menghalau mereka," pinta Polo.


Loria kembali fokus di mana kepalanya bergerak tak menentu seperti terjadi sesuatu padanya. Sedang Marco dan Nero, melepaskan gas halusinasi ke kumpulan para serigala yang masih saling menempel karena terkena lendir dari tangan Loria. Hewan-hewan itu mulai linglung. Nero memberanikan diri untuk melukai salah satu hewan berkaki empat itu dan ternyata, dugaannya benar. Hewan itu baru saja terjangkit serum monster dan masih bisa diselamatkan.


"Haruskah kita membawa makhluk-makhluk bertaring ini?" tanya Nero bergidik ngeri.


"Entahlah. Bagaimanapun, serigala adalah hewan liar. Sebaiknya, kita lepaskan saja mereka. Biarkan naluri hewan yang memutuskan apakah tetap bisa bertahan atau mati," jawab Marco menatap para serigala itu serius.


Nero tampak iba, tapi baginya perkataan Marco benar. Nero menggunakan kemampuan tangan pisaunya untuk mencukur bulu yang menempel dan membuat kulit hewan-hewan itu terlihat. Marco memisahkan serigala-serigala itu agar mereka terbebas dan bisa melanjutkan hidup. Namun, kegembiraan Marco dan Nero terusik saat mendengar suara dari segerombolan orang yang bersembunyi di bawah tanah dan diyakini adalah orang-orang Hope.


"Mereka bergerak ke arah munculnya serigala-serigala tadi!" seru Loria yang membuat kepala Fara, Nero, Marco, dan Polo menoleh ke wilayah tersebut.


"Berhati-hatilah!" seru Jason yang berdiri di tangga pesawat dengan senapan pelontar granat Rainbow Gas.


Polo dipercaya sebagai pemimpin tim. Ia mengajak Nero untuk satu tim dengannya, sedang Marco dengan Fara. Mereka menyebar ke dua sisi. Mata biru Polo melihat ada sebuah palka besi mirip saluran pembuangan gorong-gorong yang telah terbuka, tak jauh dari munculnya para serigala.


"Aku mencium bau monster serigala dari lubang itu," ucap Marco yang sudah mengenali bau hewan-hewan itu saat menyerang timnya.

__ADS_1


"Mereka memanjat ke atas!" seru Loria dari tempatnya berjongkok.


"Jangan tunggu mereka keluar! Lakukan sekarang!" titah Polo.


Fara dengan sigap melemparkan gas halusinasi ke dalam lubang palka. Polo dan lainnya dengan sigap menyuntikkan serum penawar agar tak terkena dampak. Benar saja, terdengar suara orang batuk-batuk dan beberapa benda seperti jatuh karena suara menggema yang dihasilkan dalam lorong bawah tanah itu.


"Loria, status!" tanya Polo dari kejauhan.


"Mereka tak bergerak lagi. Sepertinya berhasil dilumpuhkan, tapi hati-hatilah ...," jawabnya seraya menoleh.


Polo mengangguk. Ia menuruni tangga besi yang membawanya turun ke lorong bawah tanah. Marco menjaga di luar lubang bersama dengan Fara dan Nero. Semua orang tampak tegang saat Marco memberikan kode jika Polo berhasil turun dan kini sedang berjalan menyusuri lorong gelap.


Namun tiba-tiba, DODODODOOR!!


"Polo!" teriak Marco lantang saat mendengar suara peluru ditembakkan tanpa jeda di mana saudara kembarnya tak terlihat karena menuju ke arah pasukan musuh.


Marco nekat melompat masuk ke dalam. Fara dan Nero menyiapkan diri dengan wujud bertempur jikalau musuh muncul untuk menyerang. Namun, lagi-lagi. Suara peluru terdengar begitu nyaring dan menggema di dalam sana. Semua orang tampak panik hingga tiba-tiba ....


"Menyingkir!" seru Loria langsung berdiri.


Ia menyibakkan tangannya yang berlendir ke arah Nero dan Fara hingga cairan lengket itu mengenai baju tempur mereka.


"AAAA!" teriak dua remaja itu saat tubuh mereka tertarik kuat ke belakang karena lendir Loria.


"Cepat masuk ke pesawat!" seru Polo yang ternyata memiliki kemampuan tak terduga.


Pria bermata biru terang itu bisa melompat tinggi seperti terbang. Jason dan lainnya terkejut ketika melihat pria itu menggendong Marco di punggungnya yang terlihat kesakitan seperti terluka. Mata Fara melebar saat melihat segerombolan orang berpakaian hitam memanjat keluar dari lubang palka mengenakan masker gas.


"Masuk! Masuk!" seru Polo terlihat panik ketika melompat tinggi menuju ke pesawat.


"Mereka membawa senjata api dan juga RPG! Pesawat akan diledakkan!" seru Nero menunjuk terlihat panik.


Jason dan Loria yang sudah masuk ke dalam pesawat, diikuti Polo dan Marco dibuat cemas ketika Nero bersama dengan Fara malah melakukan perlawanan. Namun, hal mencengangkan kembali terjadi saat orang-orang bertopeng itu menyuntikkan sesuatu ke para serigala yang linglung hingga mereka terlihat buas lagi.


"Argh!" erang Fara saat rambut landaknya kembali mencuat.


Nero tak segan mencabut rambut-rambut itu sekaligus. Ia membidik para pria yang mulai berlari ke arah mereka seraya mengacungkan senjata.


"Heyah!"


SWING! JLEB! JLEB! JLEB!


BRUK! BRUK! BRUK!

__ADS_1


"Bagus, Nero!" seru Fara senang saat cucu Bojan berhasil menjatuhkan tiga lelaki sekaligus dan menewaskannya. Rambut jarum Fara tepat mengenai ke wajah para musuhnya.


Namun, masih banyak lelaki lainnya. Loria kembali membantu. Ia mengibaskan tangannya yang berlendir ke arah para lelaki yang masih bertahan dan ingin melukai mereka.


CRATT!!


"Argh! Apa ini?" pekik salah seorang pria bertopeng ketika tubuhnya tiba-tiba terkena lendir.


"Jatuh!" teriak Loria saat lendir yang keluar dari jari-jari tangannya bagaikan ingus menjuntai.


Hal itu membuatnya seperti pengendali boneka. Kedelapan orang bertopeng seperti diatur pergerakannya oleh Loria. Nero dan lainnya tampak kagum saat Loria membuat orang-orang itu jatuh tersungkur dengan keras di landasan aspal pesawat lalu bangun, kemudian dihempaskan ke sisi kiri hingga terjungkal bersamaan dan saling menumpuk. Namun, hal lain terlihat ketika Loria menikmati penyiksaan kepada musuh-musuhnya ketika ia membuat mereka terluka parah karena terlihat darah mulai bercucuran di wajah.


"Loria, sudah, cukup," ucap Fara ketika merasa yang dilakukan oleh puteri Kim Arjuna itu berlebihan.


"Masih belum. Akan kubuat mereka merasakan penderitaan yang teramat sangat karena melukaiku," jawabnya bengis.


Fara dan lainnya yang mendengar hal itu menelan ludah. Loria mengarahkan orang-orang itu ke tempat para serigala berkumpul. Orang-orang itu berteriak saat serigala-serigala monster itu meraung karena mencium bau darah segar dari mereka. Loria tersenyum menyeringai saat ia menyudahi aksinya dan membuat lendir di tangannya mengering.


"Goarrr!"


"Arrghh!" erang para pria itu ketika tubuh mereka dicabik oleh para serigala monster yang dibuat beringas lagi. Bisa dibilang, senjata makan tuan.


Fara ketakutan dan Marco dengan sigap membawa puteri Lysa ke dalam pesawat. Polo merangkul Loria dan mengajaknya masuk setelah dirasa cukup beraksi di tempat itu. Sedang Nero, ia tampak pusing saat melihat para manusia itu disantap hidup-hidup oleh serigala monster. Nero berjalan terhuyung masuk ke pesawat. Namun, hal itu membuat benda terbang yang mereka tumpangi berhasil lepas landas tanpa diserang oleh pihak musuh.


"Loria," panggil Jonathan dari sambungan komunikasi ketika pesawat sudah terbang meninggalkan Italia.


"Ya?" jawab gadis cantik itu dengan senyuman.


"Aku memiliki julukan untukmu. Bagaimana jika ... Loria si Gadis Berlendir. Hehe, menjijikkan, tapi keren," ucapnya.


Loria hanya tersenyum tak menjawab. Sedang yang lainnya tampak tak suka ketika Jonathan juga memberikan julukan kepada orang-orang pemilik kemampuan.


"Gak usah repot-repot, Om Jojon. Sebutan Otong sudah pasti si Gundul Titisan Eko," sahut Obama di mana tim King D juga bersiap untuk meninggalkan Markas Greenland menuju Inggris. Jonathan mendesis kesal dan tak bicara lagi.


"Kerja bagus, teman-teman. Sepertinya, kita sudah mulai mengetahui kemampuan masing-masing. Jika ada waktu, coba pelajari lebih dalam kemampuan unik ini. Aku yakin, Bibi Sandara memiliki maksud tersembunyi dan alasan logis kenapa kita mendapatkan kemampuan tak lazim tersebut," ucap King D.


"Oke!" jawab Fara dengan anggukan seraya mengelus taringnya. Polo dan lainnya ikut mengangguk karena sependapat dengan pemikiran pemimpin seluruh misi.


***



maap gaes, update terkendala lagi karena mami monster, papa monster dan hula2 sakit berjamaah. jadi lele pening nih. semoga bantuan segera datang untuk rawat tiga orang sakit ini alias emak dan bapak, amin. tengkiyuw tipsnya meidy 💋dan ditunggu sedekah koin lainnya😆 kwkwkw lele padamu😘 jaga kesehatan ya❤️

__ADS_1


__ADS_2