
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Bulan Mei Minggu Pertama.
Di tempat King D dan timnya disekap.
Sebuah ruangan dengan cahaya remang dan berdinding besi telah sukses menyekap King D serta orang-orangnya. Napas pria dengan dua manik mata itu memburu saat melihat Irina dan Junior dimasukkan dalam sebuah krangkeng besi termasuk Han serta James. Pakaian King D ditanggalkan. Ia hanya mengenakan celana panjang hitam dan bertelanjang dada. Semua atribut tempurnya lenyap begitupula Irina dan Junior.
Tampak bocah berkulit pucat itu hanya mengenakan pakaian putih biasa yang menutup tubuhnya termasuk Irina, Han dan James. Namun, mata King D langsung menyorot tajam seseorang dalam kerangkeng besi yang lain. Remaja itu terlihat pucat dengan tubuh gemetaran seraya memeluk lututnya di lantai penjara. Sosok yang King D yakini adalah lelaki sumber petaka dari dugaan para mafia dalam jajaran. Sengkuni.
"Tunjukkan siapa dirimu, Hope!" teriak King D lantang di mana hanya dia yang dirantai dengan besi, tidak dengan lainnya.
"Aku di sini, tak perlu berteriak," jawab pria dengan tato warna hijau keluar dari sebuah pintu besi.
Ingin rasanya putera dari Lysa Herlambang itu mencekik pria yang menutup wajah aslinya dengan topeng. Sayang, rantai besi yang mengurung dua pergelangan tangan, kaki dan lehernya begitu kuat. King D tak bisa berkutik.
"Apa maumu?" geram King D dengan mata warna silver mulai muncul, tapi lenyap lagi karena pria itu berusaha agar tak tersulut emosi.
"Mudah. Kuberikan waktu hingga minggu depan padamu untuk menemukan Dayana Lubava. Bawa padaku ke markas Victor di Australia. Gagal, kau akan menangisi mereka karena ketidakmampuanmu sebagai pemimpin. Kau akan bertemu mereka dalam kantong mayat," jawab Hope tenang seraya menunjuk Irina dan lainnya.
"Argh! Kau keterlaluan! Apa yang kau inginkan dari Dayana Lubava?" tanya King D geram.
"Kau akan tahu nanti. Jadi, selamat bekerja. Kubawakan teman untuk menemanimu mencari Dayana Lubava," jawab Hope dengan dua tangan berada di belakang pinggang.
Kening King D berkerut, dan seketika, KLANG! KLANG!
Pria tampan itu tertegun ketika pengait besi yang menahannya pada kerangkeng terlepas dan membuat rantai itu terjuntai ke lantai. King D melihat Irina, Junior, James, dan Han dibungkam sehingga tak bisa bicara. Mereka diikat pada kursi besi tampak ketakutan. King D mencengkeram kuat jeruji itu berusaha untuk membebaskan diri. Namun, lagi-lagi ....
BRANG!! WHUZZ!!
"Arghh!" teriak King D saat lantai besi itu melontarkan tubuhnya tinggi seperti melompat.
Ia yang tak siap hanya bisa pasrah saat melihat atap yang hampir menghantam kepalanya tiba-tiba terbuka, dan BYURR!!
__ADS_1
"Ohok!"
King D panik saat melihat limpahan air mengepung dirinya. Tubuhnya mengapung dan matanya menyala terang saat mendapati kapal selam yang diyakini membawanya selama ini melaju cepat meninggalkannya di dalam lautan. Saat King D akan menyusul, matanya menangkap pergerakan dari seorang lelaki muda yang terapung tak jauh darinya seperti tak sadarkan diri.
Sengkuni! pekiknya dalam hati dan segera berenang mendatangi putera dari Sandara Liu.
King D menangkap tubuh lunglai pemuda itu dan membawanya berenang ke permukaan dengan segera.
"Hah, hah!" engahnya saat berhasil mencapai permukaan dengan Sengkuni berada dalam dekapan.
King D melihat sekitar dan mencoba agar tak panik. Hingga matanya menangkap sebuah pulau tak jauh dari tempatnya berada. King D menarik napas dalam dan berenang menuju tepian dengan Sengkuni yang tak sadarkan diri. Pria itu berusaha keras mencoba untuk selamat dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga pemuda bernama Sengkuni bisa di penjara bersama orang-orang dalam jajarannya.
"Hah, hah, hah," engah King D saat akhirnya ia berhasil tiba di pantai meski harus bersusah payah di hari yang terik.
BRUK!!
"Terima kasih," ucap pemuda yang diyakini oleh King D adalah Sengkuni. "Agh!" erang lelaki itu saat tiba-tiba saja pria dengan dua manik mata mencengkeram kuat baju di dadanya.
"Kau, hah, hah," engah King D terlihat marah. Ia duduk di atas pinggul remaja itu dengan sorot mata tajam. "Kau, Sengkuni," geramnya.
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu! Aku tak suka!" teriaknya marah menatap King D tajam.
Putera Javier tersebut balas menatap Sengkuni saksama yang masih duduk di atas pasir pantai. Sengkuni berdiri dan bertolak pinggang dengan tubuh basah kuyup. King D diam menatap gerak-gerik pemuda yang baru ditemuinya itu.
"Bagaimana kau tahu sebutan itu? Apakah dari ibuku? Sandara?" tanyanya dengan dagu bergoyang. King D mengangguk pelan. "Dia masih hidup?"
"Tidak tahu. Aku hanya tahu sosokmu dari rekaman video," jawab King D jujur.
Sengkuni mengangguk-anggukkan kepala dengan pandangan tertunduk.
"Aku diberikan nama yang tak pernah kuinginkan. Ibuku sungguh keterlaluan. Hanya karena sikapku yang tak sesuai dengan aturannya yang menjengkelkan, seenaknya saja dia merubah namaku. Ayahku memberikan nama hebat dan dia malah mencorengnya. Dasar egois," geram Sengkuni terlihat membenci Sandara.
King D menyipitkan mata. "Siapa nama aslimu?"
__ADS_1
"Gusti Brawijaya. Bukan nama sembarangan karena ayahku berharap, kelak aku menjadi pemimpin kuat dan tersohor layaknya zaman kerjaan Majapahit. Ya, sebuah kisah sejarah dari negaraku. Kau orang luar. Kau tak tahu," tegasnya. King D diam saja menyimak.
"Lalu ... kenapa kau bisa dikurung bersama orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads?" tanya King D mulai angkat bicara.
"Mana aku tahu? Aku sudah ditawan oleh Hope jauh sebelum dia menangkap Han dan lainnya. Jauh sebelum dia menemukan tabung-tabung berisi manusia hidup yang ditidurkan di dalamnya. Dan jangan tanya aku alasan dari semua perbuatan gilanya padaku. Aku, tidak, tahu," tegasnya menunjuk.
King D diam menatap Sengkuni tajam seperti memikirkan sesuatu. "Bagaimana dengan Dayana Lubava? Kenapa Hope mengincarnya? Dan kenapa aku harus bekerjasama denganmu untuk menemukannya sampai repot-repot mengantarkan Dayana ke Australia nantinya," tanya King D dengan wajah datar.
"Sudah kubilang aku tak tahu! Kau tuli ya?" teriaknya marah. King D mengembuskan napas panjang. Ia lalu berdiri dan melihat sekitar.
King D berjalan menuju ke daratan yang lebih kering. Sengkuni mengikuti King D di belakangnya dengan wajah sebal. Ada beberapa perahu yang ditinggalkan begitu saja di tepian pantai dengan nama suatu tempat.
"Kita berada di Cape Verde. Wow, jauh sekali," ucap King D seraya melihat beberapa bagian tubuhnya masih dibelenggu oleh rantai besi.
"Afrika. Aku pernah kemari sebelumnya bersama ayah. Liburan," sahutnya santai seraya melihat satu per satu perahu yang tergeletak itu seperti mencari sesuatu.
King D sepertinya masih mengamati dan waspada akan lelaki bernama Sengkuni karena dianggap ancaman. Sengkuni menunjuk ke arah bangunan tak jauh dari bibir pantai.
"Tak ada apa-apa di sini. Kita cari persediaan dan perbekalan di kota. Setelahnya, kita pikirkan mencari Dayana Lubava. Aku mendengar ancaman Hope, dan kurasa kau tak memiliki banyak waktu. Selain itu, Australia sangat jauh. Tak mungkin 'kan kau akan berenang membawaku ke sana? Beruntung aku segera siuman, jika tidak, kau akan makin kerepotan mengurusku," imbuhnya.
King D diam saja tak menjawab, tapi mengangguk. Sengkuni terlihat cuek saat berjalan lebih dulu seperti memimpin jalan. King D mengamati dengan saksama gerak-gerik pemuda itu di mana masih banyak pertanyaan dalam benaknya tentang putera dari Sandara-Raden tersebut. Terlebih, putera Lysa tersebut tak bersenjata. Ia bisa dengan mudah diserang dan terluka karena tak berpelindung.
Namun, ia merasa rantai besi yang membelenggunya bisa digunakan sebagai senjata untuk sementara waktu. King D menggulung rantai besi yang menjuntai di tangan kanan dan kiri sampai ke lengan seperti melilitkannya. Hal sama juga ia lakukan pada juntaian rantai di kaki serta leher. Sengkuni hanya melirik sekilas saat melihat King D terlihat sibuk dengan aktivitasnya. Tiba-tiba saja ....
"Hei!" teriak King D lantang ketika melihat Sengkuni berlari kencang meninggalkannya. Praktis, mata King D melebar dan dengan sigap mengejar.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Hari ini lele check up kandungan ke dokter. Doain hasilnya baik dan segera brojol ya🙏 Semoga lahirnya normal, lele dan debay sehat selalu. Amin❤️