
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Praktis, mata semua orang dalam ruangan khusus di perusahaan farmasi tersebut terbelalak lebar.
DODODODOR!
"William!" teriak Sia, seolah pria yang dicintai berada di depannya.
"Matikan sistem persenjataan CamGun! Pasti terjadi kegagalan fungsi!" seru Boas panik.
Bobby dengan sigap melakukan yang diperintahkan Boas. Akan tetapi, perintah untuk menghentikan tembakan ditolak oleh sistem persenjataan tersebut. Tentu saja, hal ini membuat semua orang khawatir jika King D dan timnya tewas terbunuh.
"Kita harus peringatkan mereka!" ucap Peter lantang.
"Aku malah lebih mengkhawatirkan gedungku jika hancur karena mereka melakukan serangan balasan. Kita harus ke sana segera!" sahut Nicolas panik karena asetnya bisa rusak.
"Kita bisa terbang pakai pesawat. Sekalian angkut limbah monster ke Spanyol nanti," ajak Yono dan diangguki semua orang.
Sia ketakutan dan khawatir jika William serta dua anaknya akan tewas terbunuh. Para remaja yang diminta untuk menjaga aset tetap bertahan di tempat itu bersama dengan Bobby dan ditemani oleh kawan-kawan Amerika-nya. Beruntung, untuk mencapai Portugal hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Buffalo dibantu Hadi memaksimalkan kecepatan pesawat kargo yang mampu menempuh 700 km/jam agar segera tiba.
Nantinya, Hadi dan Yono akan terjun bersama dengan drum-drum limbah monster yang telah diberikan parasut begitu melintasi wilayah kawasan gunung La Palma, Spanyol. Gibson akan menggantikan posisi co-pilot saat senior senior mereka terjun meninggalkan pesawat. Demon Kids akan ikut bersama Sia ke Portugal sekaligus melakukan pembersihan di sana. Nicolas selaku pemilik gedung tersebut ingin memastikan sistem keamanan di bangunannya karena dianggap gagal fungsi. Selain itu, ia khawatir jika King D dan orang-orangnya malah akan membumihanguskan salah satu perusahaannya yang bergerak dalam bidang retail.
"Mereka akan baik-baik saja. Percayalah," ujar Hihi mencoba memberikan pengertian.
Sia mengangguk meski wajahnya tetap tegang.
Di tempat King D dan timnya berada.
DODODODOOR!!
"Shitt!!" pekik William yang dengan sigap berlindung karena melihat moncong senapan CamGun muncul dari balik dinding dan membidik mereka.
Beruntung, orang-orang berkemampuan khusus itu menyadari adanya ancaman. Mereka menyebar untuk menghindari serentetan peluru pembunuh mesin tersebut.
"Apa yang terjadi?" tanya Martin karena mendengar suara bising dari lokasi pesawatnya mendarat.
__ADS_1
"Jangan kemari! Segera pergi ke La Palma. Kami akan baik-baik saja!" titah King D dari panggilan radio.
"Aku mengerti. Cepat pergi jika itu berbahaya! Kami akan menjemput kalian nanti di tempat aman!" jawab Martin terdengar panik.
"Copy that!"
King D melihat pesawat yang ditumpanginya terbang meninggalkan lapangan. King D dan lainnya fokus pada serangan tak terduga itu. Ia mempercayakan pemusnahan limbah monster kepada dua seniornya untuk pergi ke La Palma, Spanyol. Hanya saja, melihat CamGun terus menembak saat salah satu diantara mereka menunjukkan diri, membuat King D dan lainnya penasaran.
"Kenapa CamGun menembaki kita? Apa mereka tak bisa memindai?" tanya Irina yang bersembunyi di balik sebuah mobil sedan pinggir jalan.
"Entah. Kita akan cari tahu saat bisa menerobos tanpa harus mati tertembak!" jawab King D lantang yang berada di sisi lain.
"Mungkinkah ini jebakan?" tanya Romeo terlihat pucat yang berjongkok di balik sebuah mobil SUV.
Semua orang dihantui oleh banyak pertanyaan. King D melihat sekitar seperti ingin memastikan sesuatu. Ia yang ikut bersembunyi di balik mobil memejamkan matanya sejenak terlihat fokus akan sesuatu. Saat matanya terbuka, mata silver-nya menyala.
King D menoleh ke arah bangunan bercahaya lampu tersebut. Matanya menajam saat tak melihat satu pun manusia atau monster dalam gedung tersebut. Namun, melihat adanya CamGun terpasang, ia yakin jika bangunan tersebut adalah milik jajarannya karena senjata ciptaan Boleslav Industries hanya diimplementasikan kepada para mafia 13 Demon Heads.
"Kita punya senjata untuk menghancurkan CamGun!" seru William lantang seraya menyiapkan senapan berpeluru ledak.
Semua orang akhirnya mengangguk setuju meski terus dibidik oleh senapan pembunuh itu. Saat Irina, Romeo, Junior dan William sedang memikirkan cara menyusup, tiba-tiba, BRANGG!!
"Oh!" Irina melotot saat King D tiba-tiba menarik pintu mobil hingga terlepas menggunakan cakarnya yang tajam.
"Ayah!" panggil King D seraya melemparkan pintu mobil yang berhasil ia jebol. William dengan sigap mengambil pintu yang dijatuhkan King D di atas tanah dekatnya bersembunyi. "Majulah! Kemampuan mata birumu bisa mengalahkan kecepatan peluru CamGun! Aku akan melindungimu!" seru King D seraya menarik pintu mobil lainnya dan menjadikan benda tersebut sebagai perisai.
"Oke!" jawab William mantap. "Aku akan mematikan sistem persenjataan dalam gedung!" King D mengangguk paham dari tempatnya berada.
William menarik napas dalam dan, WUSS!!
"Wow!" kejut Romeo karena tak menyangka jika sang ayah mampu berlari kencang hingga debu-debu beterbangan saat kakinya bergerak cepat.
DODODODOOR!
William terus melaju pesat untuk menerobos hujan peluru CamGun. Akan tetapi, banyaknya barang-barang berserakan yang menghalangi jalan, membuat William terpaksa bergerak memutar. Mantan agent CIA itu menjadikan pintu tersebut sebagai tameng agar peluru CamGun tak melukainya. King D yang ingin mengalihkan peluru-peluru CamGun dengan cepat melemparkan bongkahan batu besar ke bidikan senjata-senjata tersebut.
__ADS_1
SWINGG!! DODODOOR!
Mata Junior, Irina, dan Romeo melebar saat King D memanfaatkan pintu mobil sebagai pelindungnya. Pria itu melemparkan batu-batu ke arah kamera CamGun seraya terus bergerak maju. Irina yang melihat usaha King D berhasil, akhirnya ikut melakukan hal yang sama. Ia memejamkan matanya rapat, dan seketika ....
"Kakak! Kau terbakar!" teriak Romeo saat melihat tangan kanan Irina berwarna merah layaknya api membara.
Mata Irina menyala hijau terang. Wanita itu meletakkan tangannya ke bagian engsel mobil. Mata Junior dan Romeo melebar saat melihat Irina melelehkan besi tersebut seperti ingin mengambil pintunya. Ternyata, dugaan mereka benar.
BRAKK!!
"Woah, kau hebat!" puji Romeo yang membuat napas Irina tersengal.
"Hoh, hoh!" seru Junior melompat-lompat dalam posisi berjongkok di samping wanita cantik itu.
"Kau tetap di sini. Melengkinglah jika terlihat monster atau orang jahat yang ingin melukai kami. Oke?" pinta Irina dan Junior mengangguk paham.
Romeo yang sadar jika tak memiliki kekuatan super semacam itu memilih untuk melindungi anggota timnya dengan senapan berpeluru ledak. Sayangnya, Romeo yang tak ahli menggunakan senjata, tak bisa membidik kamera CamGun yang letaknya cukup jauh baginya. Pemuda itu terlihat kesal pada dirinya sendiri karena merasa kalah kuat dengan sang kakak.
"Heah!" seru Irina seraya berlari dengan pintu mobil sebagai tameng.
King D yang melihat sang kekasih menyusul semakin berusaha keras untuk melindunginya. Ia menendangi batu-batu ke arah kamera CamGun dengan sepatu magnet. Beruntung, sepatu yang terbuat dari besi itu sangat mampu untuk melakukan pekerjaan ringan tersebut. Irina terus melaju mendatangi King D di mana ayahnya sudah tak terlihat, tapi berhasil masuk dalam gedung dengan selamat.
"Kita habiskan peluru CamGun!" seru King D yang kini berada di samping sang kekasih.
"Oke, lakukan!" jawab Irina yang dengan sigap mengambil pintu mobil King D dan memegangnya erat.
King D melangkah mundur dengan mata silver menyala terang. Ia melihat ayah mertuanya berhasil masuk ke dalam gedung dan berlari menyusuri koridor seperti mencari pusat kendali. Namun, CamGun yang menganggap King D dan Irina sebagai ancaman, kini memusatkan serangan pada pintu mobil yang dijadikan tameng.
DODODODOR!!
"Kita bisa mati jika terus berada di sini!" seru Irina dengan mata mulai berubah kuning layaknya predator.
Pintu mobil tak bisa menahan serangan peluru CamGun lebih lama lagi. Romeo berusaha membantu dengan ikut melemparkan benda-benda di sekitarnya ke arah gedung. CamGun dengan akurat menghancurkan setiap benda yang dianggap ancaman baginya. King D terlihat serius memikirkan sesuatu ditengah-tengah desingan peluru-peluru pembunuh tersebut.
***
__ADS_1
nguantuk berat gaes😴 smg tdk ada tipo yg mengerikan. jangan lupa sedekah poin, koin, vote, rate bintang 5, komen dan like ya biar lele tetep semangat up tiap hari meski jamnya gak tentu. hehe😁