
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Q dan Junior merangkak mundur saat menyadari jika terjadi perubahan pada diri Irina. Tubuhnya berwarna merah dan napasnya memburu. Namun, hal yang lebih mengerikan juga ikut terjadi pada Amanda.
"AARRGHHHH!" teriak Irina melampiaskan seluruh kesedihannya karena sangat menyayangi Amanda.
Setelah Irina tahu jika wanita yang dulunya mengaku sebagai kerabat itu adalah nenek kandungnya, termasuk sosok Yena. Irina, William dan Romeo yang mengetahui jika keluarga mereka tak memiliki sanak saudara merasa sepi. Namun, setelah Irina mengetahui fakta yang sebenarnya, ia begitu bahagia. Terlebih, gadis itu kemudian memutuskan untuk ikut terjun dalam kelompok mafia jajaran 13 Demon Heads meski tanpa sepengetahuan sang Ayah dan adik lelakinya.
"I-Irina? Irina!" pekik Q di mana Junior terlihat panik dan melompat ke sana kemari saat melihat saudarinya memeluk sang nenek, tapi hal tersebut malah membuat Amanda terkena imbas.
King D berlari mendekati Irina dan memegang lengannya, tapi, "Argh!" King D langsung melepaskan sentuhan saat dua tangannya terasa seperti terbakar. "Otong!" teriak King D berusaha menahan sakit dan menjauh dari Irina.
Praktis, mata Obama, Q, Junior dan King D melotot lebar saat warna merah di tubuh Irina yang dibarengi dengan asap muncul dari kulitnya. Seketika, WHOOM!!
"Irina!" panggil King D panik saat tubuh sang kekasih dan Amanda terbakar dalam kobaran api yang dahsyat.
Junior seperti ketakutan sampai bersembunyi di balik sebuah pohon karena tak sanggup dengan hawa panas yang dipancarkan oleh Irina. Q berlari menjauh karena bisa merasakan tubuhnya seperti ikut terbakar. King D berusaha memadamkan panas di tubuh Irina sebelum hal lebih buruk lagi. Irina meledak.
Namun, sebuah keajaiban muncul. Obama melangkah dengan wajah datar dan menggendong Irina. Gadis itu terperanjat saat Obama menggendongnya. Tubuh Irina masih dilahap dalam kobaran api, tapi Obama seperti bisa menahannya. King D, Q, dan Junior dibuat takjub saat Obama melangkah seperti tak tanpa terkena dampak panas menuju ke sungai.
CESS! BLUB! BLUB!
Obama membawanya ke dasar sungai hingga keduanya tenggelam. King D, Q dan Junior segera mendatangi sungai dengan tergesa karena keduanya tak tampak. Tangan King D yang terluka, langsung diraih oleh Junior. Pria dengan dua manik mata itu melihat anak lelaki itu seperti berusaha menyembuhkannya karena luka di kulitnya perlahan mengering dan terasa dingin saat Junior meniupnya.
Q merasa kondisi mentalnya dibuat pasang surut sampai tak bisa berkata-kata ketika melihat banyak fenomena aneh di depannya. King D tersenyum saat melihat tangannya pulih dengan cepat bahkan tak terasa sakit lagi.
"Terima kasih, Ju-"
"Hei!" teriak Q tiba-tiba seraya menunjuk.
King D langsung menoleh dan mendapati Irina muncul ke permukaan sungai seraya menarik kerah pakaian Obama di mana lelaki gundul itu batuk-batuk dengan tubuh basah kuyup serta menggigil.
"Irina!" panggil King D berlari mendekat.
"Hah, hah, hah," engah Irina saat ia berjalan ke tepian dengan tubuh sudah seperti manusia normal meski harus basah kuyup.
BRUKK!
"Hoh! Hoh!" ucap Junior saat ia melihat Irina ambruk dan pingsan di tepi sungai.
"Irina? Hah, syukurlah," ucap King D saat berhasil tiba dan kini mendekap sang kekasih dalam pelukannya.
"Hajingg! Uadem!" pekik Obama yang sudah kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
King D bernapas lega saat melihat kawannya baik-baik saja, tapi ia menyadari satu hal. Kemampuan Obama bisa menyelamatkan Irina. Dan kali ini, ia bisa melihat sosoknya. King D mengamati Obama lekat saat kawan gundulnya itu ditolong oleh Q untuk memastikan keadaannya.
"Hei!" panggil seseorang di kejauhan yang membuat King D serta lainnya yang masih berada di pinggir sungai menoleh.
Mereka terkejut karena Jonathan sudah sadar dan kini berdiri di samping mayat Amanda yang terbakar hebat dalam kobaran api. Q sampai membungkam mulutnya rapat ketika melihat tubuh kawannya perlahan menjadi abu. Q memejamkan mata dengan wajah tertunduk disertai tetesan air mata. Wajah semua orang bersedih. Jonathan membiarkan api itu terus membakar karena baginya, akan lebih baik jika Amanda dimakamkan setelah menjadi abu meski jasadnya tak bisa diawetkan layaknya Vesper dan Kai.
"Kami minta maaf tak bisa menjagamu, Nyonya Manda. Dan tolong, jika kau bertemu mama serta lainnya, bicarakan hal-hal baik tentangku. Aku takut jika mama mengamuk, ia akan kembali bangkit dari kematian, dan itu pasti akan sangat mengerikan. Tolong ya," ucap Jonathan sampai menelengkupkan dua tangan layaknya orang memohon.
Q duduk dengan lemas. Ia terlihat pusing dengan banyak hal yang menimpanya dalam satu waktu. Junior mengamati jasad Amanda yang masih terbakar di kejauhan. Junior terlihat sedih, dan tiba-tiba ....
"Huuu ...," ucapnya seperti lolongan serigala, tapi dengan panggilan yang berbeda.
King D spontan terdiam seperti bisa merasakan sesuatu dalam dirinya. Junior masih dalam posisi berjongkok, tapi kepalanya terus mendongak dengan mata terpejam seraya melolong. Jonathan, Q dan Obama menatap Junior saksama. Lagi-lagi, hal menarik muncul. Hewan-hewan di sekitar wilayah itu berdatangan.
Sontak, kedatangan mereka membuat Jonathan serta lainnya terkejut. Orang-orang yang tak memiliki kemampuan itu langsung mendekati King D. Namun, pria dengan dua manik mata itu juga ikut merangkak mendekati Junior seperti terkena hipnotis dari panggilannya. King D merangkak dan kini berjongkok di samping Junior. Bahkan ia ikut melolong.
"Huuu ...," panggilnya dengan suara sedih.
"Hei, kau! Kenapa kau tak seperti King D?" tanya Jonathan menyenggol tubuh Obama dengan kaki kirinya.
"He? Embuhlah, Om Jon. Otong juga gak paham. Apa karena King D dalam mode aktif matanya? Mungkin, ini mungkin loh ya, si Junior itu punya kemampuan memanggil orang-orang yang punya ilmu kanuragan aneh itu, tapi kok hewan-hewan ikut dateng ya? Ini keren plus ngeri sumpah. Berasa ada wewe gombel yang menggerayangi tubuh Otong karena bikin merinding gimana gitu," ucap Obama seraya bergidik ngeri.
Namun, ternyata ....
"Woah!" teriak Q histeris begitupula Jonathan yang langsung melangkah mundur dengan panik.
"Woaaaa!" teriaknya histeris ketika mendapati seekor Musk Ox menggesek-gesekkan wajahnya ke kepala gundul Obama.
Pria Jawa itu langsung berdiri dan berlari kencang mendatangi kawan-kawan manusianya. Q, Jonathan dan Obama ketakutan saat King D serta Junior kini dikerubungi hewan-hewan dari berbagai jenis yang hidup di Greenland.
"Iek!" lengking Junior menatap hewan-hewan yang kini berkumpul di sekitarnya.
DUK! DUK!
Seekor rusa mengetuk-ngetukkan kakinya ke tanah. King D menatap Junior lekat dan anehnya. Junior seperti memahami hewan-hewan itu.
"Hoh! Hoh!" ucap Junior menatap King D lekat, tapi pria dengan dua manik mata itu berkerut kening tak paham. "Rusa melihat benda meraung menuju ke laut. Pasti itu si pria bertopeng. Kita masih bisa mengejarnya," ucap Junior.
"Oh, begitukah?" sahut King D, dan Junior mengangguk.
"Jangan dikejar. Ia pasti kembali ke Islandia untuk melaporkan hal ini pada Hope. Sebaiknya, kita perketat keamanan di markas dan bangkitkan semua penjaga. Ini tak bisa dibiarkan. Satu per satu, orang-orang kita tewas karena Hope. Jika terus-terusan seperti ini, manusia sehat dan pintar akan habis," ucap Jonathan mengemukakan pendapat.
__ADS_1
"Baiklah, Paman. Bangkitkan semua penjaga di Markas Greenland. Kita harus terus bergerak untuk melakukan hal yang sama kepada orang-orang agar semua markas penyimpan tabung aktif," tegas King D.
Jonathan, Q dan Obama bergegas kembali ke markas meski harus berlari. Sedang King D baru menyadari jika terdapat hewan-hewan yang masih selamat meski kekacauan melanda Bumi. King D mengelus wajah Musk Ox dengan senyum terukir di wajah. Entah kenapa, hatinya merasa lega karena harapan untuk mengembalikan Bumi seperti sedia kala masih bisa diwujudkan.
"Ayo, Junior. Kita harus bergegas," ajak King D, dan bocah berwajah pucat itu mengangguk.
King D mendekati jasad Amanda yang sudah terbakar habis dengan cepat karena kobaran panas Irina. Ia mengumpulkan abu dan serpihan dari sisa tubuhnya ke dalam sebuah botol besi tempat menyimpan air minum yang didapat dari mobil bak karena tersangkut di tebing. Junior masih berjongkok di samping Irina usai kawan-kawan hewannya pergi meninggalkan lokasi dan kembali ke habitat masing-masing.
King D memberikan abu Amanda kepada Junior dan minta untuk disimpan. Junior mengangguk paham dan memasukkannya dalam baju tempurnya. King D membopong Irina untuk dibawa kembali ke markas. Setibanya di sana, Obama terlihat sibuk mengecek kondisi helikopter selama ditinggalkan. Ia penasaran dengan pengakuan Jonathan yang mengatakan jika sistem persenjataan helikopter tak menyerang kelompok pria bertopeng. King D merebahkan Irina di kasur di mana Junior kini menemaninya.
"Tetap di sini dan jaga dia. Oke?" pinta King D, dan Junior mengangguk paham.
Q terlihat sibuk memberikan kabar ke semua markas dalam jajaran yang telah aktif. Sedang Jonathan, segera membangkitkan seluruh orang yang tersimpan dalam tabung. King D menyusul Obama ke helikopter untuk mencari tahu.
"Bagaimana, Tong?" tanya King D seraya melangkah masuk ke kabin.
"Si Uasuu pake identitas Red lagi. Apa hapus aja data si Red biar mereka gak semena-mena masuk ke helikoper kita? Udah beberapa kali loh helikopter mau dicolong. Kayaknya Hope demen banget sama ini benda. Padahal doi kan punya banyak menurut pengakuan Junior dan video. Maruk, rakus, serakah! Rasanya mau tak sumpelin ini helikopter ke mulutnya," gerutu Obama terlihat kesal.
"Aku setuju. Kalau bisa, hapus semua data orang-orang dalam jajaran yang sudah tewas. Aku khawatir, jika Hope menemukan jasad mereka dan disalahgunakan untuk bisa mendekati markas agar tak menyalakan alarm," ucap King D, dan Obama mengangguk setuju.
Obama dengan sigap melihat dari catatan di tablet tentang siapa saja yang sudah meninggal menurut informasi dari orang-orang dalam jajaran yang terlibat dalam kasus itu. Obama membacakan satu per satu saat King D menghapus data mereka untuk mengamankan markas serta orang-orang yang masih hidup.
"Lopez, Brian, Pion Diego, Jamal, Bojan, Jeremy, terus Hakim," ucap Obama saat King D menekan tombol hapus pada sistem keamanan penyimpan database di helikopternya. "Selanjutnya ...."
Q yang mendapatkan informasi dari King D, segera meneruskan ke seluruh markas. Mereka sepakat dan setuju untuk melakukan hal yang sama. Semua markas aktif, kini telah melakukan penghapusan data untuk orang-orang yang telah gugur setelah mereka dibangkitkan entah tewas karena berjuang atau cacat organ dalam.
"Selesai," ucap King D yang diakhiri dengan menghapus data Amanda Theresia dari helikopternya.
Wajah semua orang yang melihat foto-foto dari para anggotanya menjadi abu-abu terlihat sedih. Siapa sangka, sudah banyak yang berguguran sejak Marco dan Polo bangkit lalu melakukan penjelajahan di sekitar dengan timnya. Sakura ikut menangis ketika teringat akan Alex yang sudah meninggal ketika di kediaman Han saat bertemu kelompok Polo. Orang-orang yang mengingat hari terakhir bersama orang terkasih hanya bisa mengingat mereka dalam kenangan.
"Yuri," ucap Maksim saat kapal yang mereka kendarai berhasil merapat di Meksiko.
"Maksim!" panggil Souta yang membuat pria gemuk itu langsung menoleh.
Matanya melebar ketika ia mengenali sosok yang sedang berdiri gagah dengan rambut berkilau terhempas angin laut sedang berdiri di atas batu dan menatapnya tajam.
"Sig! Itu Sig Hector Edelweiss!" teriak Maksim girang, dan diangguki Souta. Sig tersenyum lebar.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
uhuy makasih tipsnya❤️ lele padamu 💋 yg blm baca The Ghost Writer segera ya. mau lele tamatin dalam seminggu ini biar bs fokus selesein King D. amin~