
Mau info dulu. King D baru akan lele up lagi di tgl 26 berikut novel Jono ya. Lele lagi deadline Neon karena mau ditamatin dan disetor paling lambat tgl 25. Jadi lele fokus disebelah dulu biar nanti bisa fokus di sini setelahnya. Itu aja infonya dan makasih sudah sabar menunggu. Oia yg kasih tips koin, lele insert di tgl26 ya. Jangan lupa vote vocer keburu angus. Trims❤️
--- back to Story :
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Suara bisikan yang masuk ke pikiran Sengkuni, membuat pemuda itu terlihat gelisah. Hanya saja, Sengkuni seperti enggan menerima ajakan bertemu itu.
"Tidak! Aku tak mau bertemu denganmu!" teriaknya marah dan melampiaskan kekesalannya kepada para mafia yang sedang berusaha mengalahkan para monster dengan senjata pemberian Melody.
Fara dan Toras tak bisa mengangkut banyak orang sekaligus. Mereka fokus menolong para mafia senior karena kemampuan fisik mereka yang berkurang drastis akibat sudah menua. Anggota Red Ribbon yang terluka akibat pertempuran sebelumnya, dibawa lebih dulu untuk diamankan.
"Hah, Ayah!" panggil Arjuna lantang saat melihat Han dipapah oleh James karena jalan tergopoh tampak kesakitan.
Arjuna berlari kencang mendatangi sang ayah dan menatapnya lekat untuk memastikan tak mengalami luka serius karena tubuh tertutupi darah. Junior melindungi Han dengan melengking kencang saat para monster mencoba mendekati mereka. James dan Han menyumpal lubang telinga dengan robekan kain baju untuk mengurangi dampak sakit.
"Ayah. Kau baik saja?" tanya Arjuna cemas dan mengabaikan serangan Sengkuni ke mafia muda lainnya.
"Aku sudah tua. Apalagi? Cari tahu yang terjadi dengan Naomi. James dan Junior bisa melindungiku," jawab Han dengan napas tersengal.
Saat Arjuna siap untuk meninggalkan area pertempuran, tiba-tiba ....
"Aaaa! Lepaskan aku!" teriak Loria ketika sepatunya digigit oleh monster serigala.
"Loria!" teriak Arjuna melotot.
Dengan sigap, Arjuna berlari mendatangi putrinya yang diserang oleh monster ganas. Saat ia siap menghunuskan pedangnya, JLEB! JLEB!
Langkah Arjuna terhenti seketika. Ia terkejut melihat sosok yang tampak mengerikan, tapi terlihat familiar berhasil mengalahkan monster itu dengan menusuknya.
"Kau mirip dengan ... Yu Jie? Kaukah itu?" tanyanya melotot.
Yu Jie tak menjawab, tapi dengan sigap membantu Loria berdiri.
BROOM!
"Naomi?" panggil Arjuna lagi yang terkejut saat melihat istrinya muncul dalam keadaan baik-baik saja. Malah, sedang mengendarai mobil.
"Untung saja Yu Jie dan Eva datang menolongku dengan cepat. Kau benar-benar suami yang tak bisa diandalkan," gerutu Naomi yang membuat mulut Arjuna menganga lebar.
"Kau menyalahkanku lagi?" tanyanya melotot.
__ADS_1
Naomi diam seketika, tapi kemudian tersenyum. Ia menggerakkan jari telunjuk meminta Arjuna mendekat padanya, tapi pria itu menunjukkan wajah dingin dan tetap berdiri di tempatnya. Naomi terpaksa turun dari mobil saat Eva menaikkan orang-orang yang terluka akibat serangan monster di bak belakang.
CUP!
"Kau tahu jika aku sangat mencintaimu, Tuan Muda. Siapa lagi yang bisa kusalahkan jika bukan suamiku sendiri?" jawabnya yang membuat putra Han tersebut memalingkan wajah.
"Hehe, hehehe, ngambek ni yee ...," ledek Jonathan yang muncul bersama para The Kamvret menggunakan mobil modifikasi.
"Diam!" teriak Arjuna marah, tapi membuat semua orang tertawa pelan.
"Kalian siap, Paman-paman semua?" tanya Jonathan yang sudah duduk dengan mantap di bangku kemudi.
"Yeah!" jawab mereka semua.
"Kill!" teriak Jonathan lantang.
BROOM!!
Mobil-mobil modifikasi Jonathan melesat di area pertempuran itu. Mereka menembaki para monster dengan peluru ledak, menabrak, dan melindas agar para mafia yang tersisa bisa segera diselamatkan. Para monster yang memiliki kemampuan khusus karena serum pemberian Sengkuni, membuat para mafia junior kewalahan menghadapi mereka. Ditambah, kini Sengkuni membantu para monster itu.
"Sengkuni, hentikan!" teriak Nero dengan tangan sudah berlumuran darah hitam karena bertugas untuk membunuh para monster dengan kemampuan tangan pisaunya.
Namun, Sengkuni tak mengindahkan permintaan Nero. Sengkuni mencabut rambut jarumnya lalu dilesatkan ke arah para mafia yang sedang bertarung di ladang pembantaian itu. Praktis, rambut jarum yang tajam itu menusuk kulit dan mengakibatkan darah segar mengalir dari luka tusukan.
Gadis itu gagal melemparkan benda tersebut ke arah para monster. Marco, Polo, Jason dan lainnya dibuat panik karena para monster semakin agresif ketika mereka terluka.
JLEB! CRATT!
"Argh!" rintih Jason saat terkena tusukan dari ujung ekor Sengkuni yang menyerangnya tiba-tiba dari atas drone.
Jason yang sedang membidik anjiing monster langsung jatuh berlutut dan gagal menembak dengan senapan berpeluru ledak. Jason mengerang dan Sengkuni tertawa senang.
"Aku muak melihatmu! Kau sama seperti saudara kembarmu yang sok tahu! Harrgh!" erang Sengkuni yang siap menghujani Jason dengan rambut jarumnya.
Mata Jason melebar dan siap menerima kematiannya. Namun, tiba-tiba, TANG! TANG! TANG!
"Hargh, kau ...," geram Sengkuni saat melihat Hugo datang dan menjadikan tubuh besarnya sebagai tameng.
Rambut-rambut jarum miliknya tak mempan terhadap tubuh perisai Hugo. Saat Sengkuni siap menggunakan ekornya untuk melukai mafia yang paling dekat dengannya agar Hugo menyingkir dari Jason, tiba-tiba ....
"Harghhh! Lepaskan aku!" teriak Sengkuni marah ketika tiba-tiba saja tubuhnya dililit oleh dua buah tangan yang bisa bergerak dengan lentur layaknya karet.
__ADS_1
Mata Sengkuni melebar ketika ia melihat sosok pria yang tak lain adalah Torin sedang menangkapnya dari bawah drone. Sengkuni sampai tak menyadari kehadiran pria itu padahal berada di dekatnya. Namun, seketika muncul sosok berkepala gundul di samping Torin tersenyum lebar seraya memegangi pundaknya.
"Bagus, Obama. Kau kini bisa mengendalikan kemampuanmu," puji Torin.
"Jelas, Otong gitu," pujinya pada diri sendiri.
"Harrgh!" teriak Sengkuni marah dan berusaha melepaskan lilitan tangan itu.
Ekornya yang berhasil menyelinap keluar dari lilitan tangan bagaikan tali, siap untuk menghujani Torin dengan tusukan mematikan. Namun, pergerakannya terbaca.
KRASS!
"Harghhh!" teriaknya lantang saat ekornya dipotong oleh Nero menggunakan tangan pisaunya.
Pemuda itu melompat cukup tinggi dengan bantuan Zurna yang melemparkannya kuat. Wanita perkasa itu telah tiba bersama timnya. James sampai melotot melihat isterinya tiba-tiba berubah layaknya Wonder Women di mana tadinya ia cemas setengah mati jika sang isteri akan bernasib sama seperti Aisha.
"Dia baik-baik saja," ucap Victor dan James bernapas lega.
Han tersenyum di kejauhan saat melihat orang-orang berkemampuan khusus mulai berkumpul satu per satu, fokus untuk menjatuhkan Sengkuni.
SHOOT! PIP! DEMM!!
Sengkuni tertegun saat tiba-tiba saja drone yang dikendarainya jatuh seperti mati mesin. Javier mendatangi isterinya lalu meninggalkan kecupan di kepala. Lysa tersenyum karena usahanya berhasil membuat benda yang melayang itu mati mesin karena panah elektromagnetik ciptaan mendiang BinBin.
"Herggg," erang Hugo yang dengan sigap menangkap drone itu dan memeganginya kuat.
Drone besar itu ia turunkan perlahan sampai menyentuh tanah. Pria besar tersebut menginjak drone dengan satu kakinya yang masih memperangkap dua kaki Sengkuni pada pijakan.
Mata Sengkuni melebar. Ia berusaha membebaskan diri dari lilitan tangan Torin yang begitu kuat di mana pria itu kini berada di sisi kanannya. Obama juga ikut berubah sehingga sosoknya menjadi tak terlihat bagi orang-orang berkemampuan khusus, tapi manusia biasa bisa melihatnya. Obama memegangi kepala Sengkuni kuat karena pemuda itu ingin menggigit tangan Torin.
Sengkuni yang terkekang, membuatnya semakin marah. Melody mendekat dan kini berada di hadapan Sengkuni.
"Tenangkan dirimu, Gusti. Kenapa kau tak mendengarkan permintaan ibumu untuk menemuinya di pantai? Dia ingin bicara padamu. Dia sangat menyayangimu," ucap Melody lembut seraya memegang kedua telinga Sengkuni yang menjadi runcing layaknya Elf.
"Dia tak pernah menyayangiku! Tidak pernah!" teriaknya marah.
"Huu ... u-uhu ... a-aha ...."
Melody menyanyikan sebuah lagu di hadapan Sengkuni. Wanita cantik itu memegangi kedua pipi putra Raden tersebut agar tak memberontak. Hugo dan lainnya dengan sigap dipasangi alat penyumpal telinga oleh Sig agar tak terkena dampak nyanyian hipnotis. Sengkuni memberontak dan melawan suara menenangkan hati serta pikiran itu di dirinya.
Perlahan, Sengkuni memejamkan mata. Tubuhnya yang tegang melemah dan ia seperti tidur dalam posisi berdiri. Senyum para mafia terkembang karena musuh yang sangat sulit dijatuhkan kini telah tumbang. Torin melepaskan lilitannya perlahan. Hugo dengan sigap menangkap tubuh Sengkuni yang tergolek lemah lalu membopongnya.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba ....