KING D

KING D
Orang-orang Aneh*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Di tempat King D dan tim barunya berada.


Mereka berhasil sampai ke India dan mendarat tanpa hambatan di hanggar peninggalan dari mendiang Jamal. Tempat itu sekaligus dijadikan markas dan penyimpanan tabung. Yohanes menyambut orang-orang itu dengan senyum terkembang. King D melihat sekitar di mana kota-kota yang dilewati oleh pesawat tak menunjukkan pergerakan para monster di mana sebelumnya ia sempat menghadapi para manusia sakit itu bersama tim.


"Kenapa ... sepi sekali?" tanya King D heran.


"Kami sudah berhasil memberantas para monster sampai ke wilayah yang memiliki bandara. Kami bahkan menempatkan dua orang di bandara-bandara itu untuk mengamankan persediaan bahan bakar usai mendengar kasus anak buah Hope mencuri Avtur dan sejenisnya," jawab salah satu anggota geng motor asal Rusia yang membuat King D terkejut.


"Wah, kerja bagus. Oleh karena itu, kalian hanya bertiga di tempat ini? Apakah ... orang-orang yang kalian kirim itu baik-baik saja sampai sekarang?" tanya King D penasaran.


"Ya. Setiap seminggu sekali dengan jadwal tak tentu, mereka kembali ke markas sembari membawa persediaan yang berhasil diamankan sebelum dicuri anak buah Hope. Oleh karena itu, persediaan kami melimpah," jawab salah satu anggota geng motor asal Rusia bernama Forest.


Ivan dan lainnya mengangguk dengan senyuman terlihat bangga. King D sempat menceritakan tentang orang-orang yang menjaga markas Jamal selama penerbangan. Orang-orang itu dulunya tak memiliki kemampuan bertempur, tapi di bawah didikan Yohanes, mereka kini berani berpetualang untuk menjalankan misi.


"Hope sialan. Dia memblokir jaringan komunikasi kami. Sekarang, kami dibuat was-was karena tak bisa mengetahui perkembangan di luar. Namun, jangan khawatir. Orang-orang yang dikirim ke bandara sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk. Intinya, India sudah berhasil kami amankan," jawab Yohanes mantap yang membuat para mafia itu tersenyum lebar. "Jadi ... Australia ya? Lalu bagaimana dengan sisanya?" tanya Yohanes melihat anggota kolektor, tim Shamsa dan Ivan.


"Itulah alasannya kami datang kemari. Kami butuh bantuanmu, Paman," jawab King D yang membuat kening Yohanes berkerut.


Keesokan harinya. Dua tim siap untuk meninggalkan markas yang dijaga oleh Yohanes selama ini dan didampingi dua orang Rusia yang pernah ditolong sebelumnya. Sebuah helikopter dan pesawat siap lepas landas secara bergantian.


"Hajar dia, D! Jangan beri ampun! Jangan berikan apa yang dia mau!" teriak Yohanes saat King D siap menaiki tangga pesawat bersama tim yang ikut dengannya.


King D mengangguk mantap dan segera masuk ke dalam benda terbang itu. Helikopter lepas landas terlebih dahulu berisi anggota kolektor dan sebagian tim Shamsa. Helikopter akan terbang menuju ke Grey House seperti yang diinstruksikan dalam surat. Sejauh ini, King D dan orang-orangnya percaya dengan isi surat itu karena mereka merasa seperti ditolong oleh kelompok tak dikenal. King D menduga, jika orang-orang itu adalah para mafia di bawah jajaran Sandara mengingat ada beberapa mafia yang tak diketahui keberadaannya hingga sekarang.


Pesawat melaju dengan kecepatan 700 km/jam. Perkiraan untuk sampai ke Australia hingga 11 jam penerbangan. King D memanfaatkan hal itu dengan baik dan bertukar tugas sebagai pilot dengan anggota tim yang mampu menerbangkan pesawat.



Sedang di tempat tim Barracuda berada.


Lampu di ruangan tempat anggota Barracuda disekap tiba-tiba padam. Para mafia senior itu panik, terlebih saat mendengar suara mesin kapal seperti dimatikan. Benar saja, para pria tua itu bisa merasakan kapal perlahan tenggelam ke dasar lautan. Orang-orang itu terperangkap dalam kapal selam dengan peledak siap merenggut nyawa. Number 10 dan lainnya tetap berusaha untuk membebaskan diri dari jaring yang mengurung tubuh tua mereka.


"Argh! Tak bisa dilepaskan! Hope kurang ajar!" teriak Number 4 geram.


Para mafia senior yang bekerja khusus di perairan itu tak berdaya melawan Hope karena memiliki anak buah dalam jumlah banyak berikut persenjataan modern. Jason dibawa pergi oleh anak buah Hope usai pria itu tak sadarkan diri dan diambil darah. Suara dari mesin peledak yang menghitung mundur membuat kepanikan semakin menjadi.


"Hah, hah, sial. Aku baru pertama kali ini menyerah dan pasrah menerima kematian. Semoga Nyonya Vesper tak memakiku saat bertemu di alam sana," ucap Number 9 yang membuat anggota tim Barracuda lainnya terkekeh pelan.

__ADS_1


"Setidaknya, kau tak mati sendiri, Number 9. Ada kami yang menemanimu," sahut Number 10 terlihat lelah usai usahanya gagal merobek jaring dan malah membuat telapak tangannya terluka.


"Jadi ... berapa lama lagi waktu yang tersisa? Aku ingin tidur agar saat benda itu meledak, rasa sakitnya tak kurasakan," tanya Number 3 terbaring di lantai kapal siap menerima ajal.


"Hempf ... hitung saja sampai 100, maka kita akan bertemu di neraka," jawab Number 6 yang posisinya paling dekat dengan salah satu peledak.


Para pria tua itu tampak tegang. Mereka diam dengan wajah pucat dalam keheningan. Suara mesin hitungan mundur dari alat peledak membuat kepanikan semakin menjadi.


"Argh! Tidak! Aku tak mau mati. Aku harus keluar dari sini!" teriak Number 4 yang merayap di atas lantai kapal menuju ke salah satu jendela kapal selam.


Anggota Barracuda lainnya menatap kawan mereka saksama yang sedang berusaha keras menggunakan dua kakinya untuk menjebol jendela kapal.


DUK! DUK! DUK!


"Sudahlah, 4. Percuma saja. Jendela itu ...."


PRANGG!! BYURR!!


Tiba-tiba saja, salah satu jendela kapal selam pecah dan membuat air laut membanjiri ruangan. Mata para mafia senior itu melebar saat melihat sebuah tangan besar berbulu masuk dari bingkai jendela yang pecah.


"Hargh, hemf, hemf!" dengkus seorang pria dengan mata melotot saat kepalanya masuk ke dalam jendela.


Mata Match memindai sekitar dengan cepat. Anggota tim Barracuda yang terkurung dalam jaring menatap sosok Match yang telah berubah menjadi manusia setengah monster dengan jantung berdebar. Tiba-tiba, kepala Match keluar dari celah jendela dan membuat air laut kembali masuk ke ruangan.


"Ke mana dia? Kenapa meninggalkan ki— Woah!" pekik Number 9 dengan mata melotot saat melihat sebuah tangan masuk melalui bingkai jendela yang dipecahkan oleh Match menggunakan tangan Yeti-nya.


Para pria tua itu bergidik ngeri saat melihat dua buah tangan masuk ke dalam ruangan tanpa terlihat siapa pemiliknya. Jaring Number 9 ditarik ke arah jendela yang membuat para senior itu makin kebingungan dengan hal ini.


"Oh! Kau ... To-Torin?" tanya Number 9 dengan jantung berdebar.


Saat para Barracuda dibuat kaget akan kedatangan para manusia setengah monster dari jajarannya, lagi-lagi, mereka dikejutkan saat badan kapal selam seperti didobrak kuat dari samping dan membuat cekungan besar ke dalam.


BRANGG!! BYURR!!


"AAAA!"


BLUB! BLUB!


Para orang tua itu kini melayang di dalam ruangan yang sudah dibanjiri air sepenuhnya. Mereka terpaksa menahan napas sampai diselamatkan. Terlihat, Match menggunakan taringnya yang tajam untuk merobek jaring tersebut. Satu per satu, anggota tim Barracuda berhasil membebaskan diri dan segera berenang ke permukaan.

__ADS_1


"Hah! Hah!" engah Number 9 usai diselamatkan Match dan Torin dari luapan air laut yang siap menenggelamkannya.



Sebuah kapal berwarna putih terlihat mengapung tak jauh dari tempat anggota tim Barracuda berada. Mereka mengenali benda itu sebagai salah satu hadiah dari pihak militer untuk jajaran Vesper ketika berhasil meredam wabah monster kala itu. Kapal selam itu selanjutnya digunakan sebagai salah satu fasilitas pariwisata bagi para turis di salah satu resort milik Vesper di Bali. Anggota tim Barracuda bernapas lega meski tak bisa dipungkiri jika mereka hampir saja pasrah dan menerima kematian jika tak ditolong.



Tak lama, terlihat sebuah kapal sejenis warna hitam melaju kencang menuju ke arah kumpulan orang-orang yang terapung itu. Kapal Hyper-Sub memiliki dua fungsi sebagai speed boat dan juga kapal selam. Anggota tim Barracuda terkejut karena ada kapal lagi yang ternyata datang untuk menolong mereka. Torin segera naik ke atas kapal putih diikuti oleh Match.


Saat jantung mereka masih berdebar, lagi-lagi ....


"Hei," sapa Cassie yang ternyata mengemudikan kapal selam hitam tersebut.


"Kau di sini?" tanya Number 7 terkejut dengan tubuh basah kuyup.


"Maaf mengganggu waktu bahagia kalian karena tak jadi mati. Hanya saja, ada strategi yang harus segera dilakukan sebelum Hope dan anak buahnya menyadari keberadaan kami. Ayo," ajak Cassie di mana terlihat pemancar fatamorgana portabel terpasang pada badan kapal.


Number 10 dan lainnya mengangguk paham meski mata orang-orang itu tak bisa lepas dari sosok Torin yang membantu mereka naik ke kapal dengan dua tangannya yang bisa di panjang pendekkan. Number 4 sampai mengedipkan mata untuk memastikan penglihatannya, tapi memang itulah yang terjadi dengan Torin saat ini, termasuk Match saat ia berdiri di atas geladak kapal seperti ingin memastikan keadaan di luar dengan wujud barunya.


"Dia sudah seram sekarang makin bertambah seram," guman Number 4 saat melihat wujud Match karena bermata merah, memiliki taring yang mencuat, dan dua tangan besar berbulu putih.


Saat orang-orang itu sedang duduk di tepi kapal usai dibantu Torin, tiba-tiba saja, BLUARRR!!


"Woah!" kejut anggota tim Barracuda ketika merasakan guncangan hebat akibat ledakan besar di bawah kapal yang membuat benda hitam itu bergoyang hebat.


Kapal selam yang mengurung mereka meledak di dalam air. Number 10 dan lainnya mengembuskan napas panjang karena berhasil bebas sebelum benda itu meledak.


Orang-orang tua itu segera masuk ke dalam kapal meski dibagi menjadi dua kelompok. Segera, kapal melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah wilayah yang tak diketahui oleh tim Barracuda.


"Kita mau ke mana?" tanya Number 3 bingung karena kapal tak bergerak ke kediaman Victor di mana Vesper dulu pernah mengasingkan diri di sana saat hamil Sandara Liu.


"Ganti baju kalian dan dengarkan instruksi misi dariku baik-baik. Aku tak akan mengulang. Semoga kalian tak pikun karena sudah renta," jawab Cassie frontal seraya mengemudikan kapal yang suaranya terdengar dari sambungan radio berfrekuensi khusus. Namun, ucapannya membuat para pria itu mendesis kesal. Cassie tersenyum tipis.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


Masih eps bonus dari tips jeng Nay ya. Lele agak puyeng nih pas bobo kebangun kaget gegara idung diisep sama si gundul. Dikira dot kali. Adeh semoga aku gak pesek. Amin😁


__ADS_2