Mimpi Ustadz Ridwan

Mimpi Ustadz Ridwan
209. Menuju Akad


__ADS_3

Ridwan malam ini hampir tak tidur sama sekali, setelah acara pengajian di rumahnya selesai, Ridwan pun melanjutkannya dengan membaca Al Qur'an sampai larut malam dan kemudian melanjutkannya dengan sholat sunnah ketika hari telah menjelang subuh.


Di luar rumah, beberapa tetangga laki-laki termasuk Mas Amin terlihat begadang setelah menata pajangan dan juga memasang tenda pernikahan.


Seorang pengrajin juga menyelesaikan membuat janur sebagai hiasan guna di pasang nanti di depan rumah.


"Aku sungguh hanya ingin Engkau meridhoi pernikahan ini ya Allah, jadikan pernikahan ini jalan kami bisa beribadah bersama, menjadikan kami semakin dekat kepadamu ya Allah, menjadikan keluarga hamba dan isteri kelak dapat melahirkan anak-anak yang sholeh dan Sholehah, yang bukan hanya mampu menjalankan perintahMu, namun juga dapat berjalan di jalanMu ya Allah, memiliki ilmu yang bermanfaat, dan mampu mengenalkan agama Tauhid ini kepada lebih banyak orang."


Ridwan berdoa sembari berlinang air mata.


Begitu khusuknya ia dalam doa, hingga ia tak merasakan waktu terus berlalu mendekati subuh, dan ia setelah itu dipastikan tak akan bisa istirahat lagi hingga malam hari nanti acara walimatul ursy.


"Ya Allah, tolonglah hamba agar senantiasa dapat menjadi Imam untuk isteri dan anak-anak hamba, menjadi kepala keluarga yang senantiasa mampu memenuhi kebutuhan mereka dengan rezeki yang halal, yang dapat membimbing mereka senantiasa dekat dengan Mu, yang mampu selalu bersabar di kala diberi ujian musibah, dan selalu menjaga diri dari rasa takabur serta lebih banyak bersyukur apabila diberi ujian kenikmatan dunia."


Ridwan kembali meneteskan air mata, sungguh ia begitu takut apabila nanti tak mampu menjadi imam yang seperti ditauladankan Baginda Nabi,


Hingga kemudian Adzan Subuh pun benar-benar terdengar berkumandang, Ridwan mengusap wajahnya yang basah oleh air mata dan banyak-banyak beristighfar kemudian sebelum akhirnya menutup doanya.


Setelahnya, ia keluar dari kamar dan ambil air wudhu kembali untuk melaksanakan sholat subuh.


Ibunya Ridwan dan Mbak Wening, dibantu Mbok Yem tampak sudah sibuk di belakang memasak nasi dan lauk sarapan untuk para laki-laki yang rewang.


"Sholat dulu Bu, Mbak,"


Kata Ridwan mengingatkan.


"Iya nanti juga sholat, tenang aja."

__ADS_1


Sahut Mbak Wening yang sedang membalik telor dadar.


Aromanya yang khas tercium begitu nikmat.


"Ajeng kata Iis bangun dari jam tiga tadi,"


Tutur Mbak Wening,


Ah iya, Ridwan baru ingat, jika Ajeng hari ini menginap di rumah Iis karena akan jadi pendamping pengantin, ia sangat senang akan dirias dan memakai kebaya untuk duduk di samping Iis nantinya.


Tentu saja, selain Ajeng memang pada dasarnya suka memakai riasan, ia juga ingin bangga karena menjadi pendamping pengantin di mana pengantinnya adalah Iis, Ibu Guru kesayangan teman-temannya, termasuk juga Ajeng sendiri pastinya.


Ridwan tampak tersenyum mendengar cerita soal Ajeng,


"Ning, ini nanti tumis kacangnya diangkat sepuluh menit lagi, jangan lupa dicicipi, kayaknya kurang gula."


Ujar Ibu,


"Tek sholat dulu,"


Ujar Ibu pula.


Mbok Yem yang sedang sibuk mengaduk nasi di wadah besar juga terlihat meletakkan centong nasinya sebentar,


"Saya juga tek sholat dulu Mbak, supaya lebih tenang."


Ujar Mbak Wening.

__ADS_1


"Oh nggih Mbok."


Mbak Wening mantuk-mantuk.


Ridwan tampak sudah menuju sumur, sedangkan Ibu mengambil kain basahan dan juga handuk menuju kamar mandi.


Bersamaan dengan itu Mas Amin muncul membawa nampan berisi piring bekas kue dan gelas-gelas bekas kopi.


"Tek cuci dulu Ning,"


Ujar Mas Amin.


"Sholat dulu saja, itu nanti bisa nyusul."


Kata Mbak Wening.


"Iya nanti habis nyuci ini langsung sholat dan bantu bikin teh."


Kata Mas Amin.


"Nanti jam setengah sembilan sudah harus di rumah Bu Guru Iis, pastikan angkotnya jangan telat juga ya Mas."


Pesan Mbak Wening,


"inshaAllah, kalau Pak Saiful biasanya orangnya selalu ontime, tapi nanti tetap aku ingatkan."


Kata Mas Amin pula.

__ADS_1


Mbak Wening mengangguk lalu tersenyum manis.


**------------**


__ADS_2