
"Iya ya tidak ada saklarnya."
Kata Ridwan yang setelah keliling ruangan kamar Pak Karto.
Ridwan lantas keluar kamar lagi, Pak Karto ikut keluar,
"Apa saya ikut tidur di kamar panjenengan saja nggih Mas."
Kata Pak Karto.
Ridwan pun mengangguk.
Pak Karto mengikuti Ridwan ke kamar, meninggalkan kamar bagiannya begitu saja karena tidak tahu harus bagaimana.
"Saya mau mandi lalu sholat Pak Karto, kebetulan kamar tempat tidurnya ada dua, monggo barangkali mau istirahat Pak Karto."
Kata Ridwan.
"Oh enggih Mas."
Sahut Pak Karto.
Ridwan lantas bersiap masuk ke dalam kamar mandi, manakala tiba-tiba Pak Karto memanggilnya lagi,
"Ya Pak Karto, ada apa?"
Tanya Ridwan melongok dari pintu kamar mandinya,
"Lauk yang di rantang buatan Mbak Wening sepertinya ketinggalan di mobil nggih Mas?"
Mendengar pertanyaan Pak Karto, tentu saja Ridwan langsung terkesiap.
__ADS_1
"Astaghfirullah... Iya Pak."
Ridwan pun akhirnya keluar lagi dari kamar mandi.
"Tidak apa-apa Mas, saya saja yang ambil."
Ujar Pak Karto.
"Lho Pak Karto nanti tidak bingung?"
Ridwan agak khawatir,
"Oh tidak apa-apa Mas, tidak apa-apa, monggo Mas Ridwan mandi dan sholat saja, biar saya yang keluar dan ambil lauknya, sayang kalau tidak diambil lho Mas, itu enak sekali masakannya."
Ujar Pak Karto.
Ridwan akhirnya mengangguk,
Ujar Ridwan.
Pak Karto lantas bergegas keluar kamar Ridwan.
Ridwan sendiri begitu Pak Karto keluar lantas kembali masuk kamar mandi, karena hari sudah menuju sore.
Ibu kota rasanya jauh lebih panas dari kota tempat kelahiran Ridwan yang sebetulnya sudah masuk daerah pesisir yang juga udaranya cukup kering.
Mungkin karena di ibu kota sudah sangat sedikit lahan hijau, dan juga karena sekarang Ridwan berada di pusat kota yang kanan kirinya banyak gedung pencakar langit.
Ah sungguh Ibu kota rasanya memang seangkuh apa yang Ridwan bayangkan, tapi kejutannya Ridwan melihat orang kaya yang ramah dan tampaknya cukup rendah hati.
Maka benar kata orang, jika di atas langit akan ada langit lagi.
__ADS_1
Dan bisa jadi, langit yang paling atas justeru tidak pernah merasa paling tinggi di antara langit yang lain.
Ridwan ingin kelak bisa seperti itu.
Sukses, kaya, punya kedudukan bagus di tengah masyarakat, tapi tetap rendah hati, tetap membumi, tetap ingat asal dirinya dari mana, dan yang terpenting tetap ingat bahwa semua yang kita miliki adalah karena Allah yang pinjami.
Tak ada sejatinya yang sungguh-sungguh Manusia miliki.
Tak ada. Bahkan sehelai rambut di tubuh kita saja, adalah dipinjami Allah, yang itu berarti kapan saja bisa diambil lagi oleh Allah, dan saat semua diambil, maka kita tak akan memiliki apapun.
Ridwan pun selepas mandi lalu sholat dan kemudian memilih istirahat sebentar.
Sambil istirahat ia yang penasaran dengan sosok Tuan Zion akhirnya mencoba mencari beritanya di internet.
Semakin Ridwan membaca sepak terjang kelurga pendiri sekaligus pemilik perusahaan raksasa itu, semakin Ridwan merasa ia ternyata belum tahu banyak tentang dunia ini.
Sungguh banyak orang yang hidup macam katak dalam tempurung, yang tahu dunia ini hanya atas dasar meraba-raba saja, mengira-ngira saja padahal tidak benar-benar tahu semuanya dengan baik, termasuk adanya orang yang sangat kaya, dengan berbagai macam prestasi dan banyak sekali berbuat sesuatu untuk kemaslahatan banyak orang.
Ridwan jadi merasa bahwa sebetulnya banyak manusia yang terlahir sudah sangat baik dan mereka hidup dengan baik, dengan cara yang baik, dan jadi orang baik.
Meski mungkin mereka belum terlalu paham ajaran agama, tapi mereka sudah baik sebagai manusia.
Orang-orang seperti ini tentunya adalah aset yang sangat bernilai tinggi dan sangat dibutuhkan umat.
Ridwan terus membaca artikel-artikel tentang Tuan Zion dan keluarganya, terutama bagaimana mereka mengelola yayasan sosial mereka dengan sangat baik.
Ini tentu bisa menjadi contoh untuk Ridwan nantinya dalam mengelola yayasan yang akan diamanahkan padanya.
Ridwan begitu antusias mengikuti setiap berita tentang Tuan Zion, sampai ia lupa akan Pak Karto yang sampai detik ini belum juga menampakkan diri, yang kini sedang muter-muter lagi di parkiran karena tidak bisa menemukan mobilnya karena parkiran sudah penuh. Wkwkwk...
**-------------**
__ADS_1