Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 10


__ADS_3

Benar apa yang dikatakan Dendy, pemandangan di atas bukit indah memang seindah namanya. Dari atas bukit itu Dina bisa melihat pemandangan kota di kaki gunung tersebut. Semua terlihat kecil, gemerlap lampu kendaraan yang melintas di kota terlihat seperti kunang-kunang yang bertebaran.


Di atas bukit itupun bisa melihat langit gelap yang bertaburan bintang-bintang yang terlihat sangat jelas. Membuat semua orang terhipnotis ketika memandangnya. Mungkin bagi pasangan kekasih yang datang ke situ suasana itu begitu romantis karena pencahayaan hanya dari bintang-bintang dan bulan.


Dina merasa takjub dengan apa yang dia lihat. Baru kali itu dia bisa melihat pemandangan yang seperti itu. Sedari tadi Dendy memperhatikan Dina, melihat raut muka Dina yang terlihat begitu bahagia.


"Kamu suka Din?" tanya Dendy menatap wajah Dina dari samping


"Suka...suka banget Den" jawab Dina dengan mata berbinar


"Syukurlah kalau kamu suka, tidak sia-sia mengajak kamu capek-capek jalan ke sini" Dendy terkekeh


"Jujur aku itu orang yang mudah takjub dengan sesuatu yang berhubungan dengan alam, benar-benar suka melihat pemandangan alam, bahkan sebenernya dulu waktu kelas satu ingin sekali ikut ekstra kurikuler Pecinta Alam" terang Dina


"Terus Din, jadi kamu pernah ikut PA?"


"tidak jadi" Dina dengan raut sendu mengingat larangan orang tuanya


"Lhoh kenapa Din kok tidak jadi?"


"tidak mendapat ijin dari papa?" ucap Dina


"Kenapa tidak diijinkan Din? "

__ADS_1


"Alasannya takut aku kenapa-kenapa, takut aku sakit, takut jatuh lah digigit binatang buas lah, takut hilang di gunung banyak sekali alasannya" Dina terkekeh


"Masuk akal sih, namanya juga orang tua pasti punya kekawatiran ketika anaknya jauh dari pengawasannya" ucap dendy bijak


"Kamu mendadak menjadi bijaksana Den? Sudah merasa punya anak ya?" Dina tergelak


"Aishhhh...kamu itu" Dendy mencebik "Aku cuma melihat dari dua sisi Din, tidak cuma melihat dari sisi kita sebagai anak tapi juga dari sisi papamu"


Dina merasa Dendy cowok yang berbeda. Di umur Dendy yang masih lebih muda dari Dina tapi sudah punya pemikiran sebijaksana itu.


"Hmmm.... mungkin juga Den"


"Tapi kok kamu bisa ikut kegiatan menginap di luar lingkungan sekolah seperti ini Din?"


"Jadi misal aku ingin mengajak kamu jalan-jalan harus membuat surat ijin dulu ke papamu begitu Din?"


"Eh..." Dina kaget


"Becanda Din..." Dendy tergelak


"Eh Gilang dan Widi kemana? kok tidak ikut ke sini?" Dina menoleh mencari-cari keberadaan Gilang dan Widi yang tadi katanya mengikuti mereka.


"Mereka tidak akan ke sini Din, aku menyuruh mas Gilang untuk menunggu di bawah" ucap Dendy dalam hati tentunya

__ADS_1


"Mungkin mereka capek Din jadi paling mampir warung di bawah habis belokan mau ke sini tadi"


"Oh... ya sudah kita turun saja, sudah lama juga kita meninggalkan vila" ajak Dina


"Ya sudah ayo Din" ucap Dendy tak bersemangat


Dina dan Dendy memutuskan untuk kembali turun ke bawah menyusul Gilang dan Widi. Dina jalan dengan cepat karena merasa tidak enak sudah meninggalkan Gilang dan Widi. Sedangkan Dendy merasa kecewa karena dia masih ingin berlama-lama berduaan dengan Dina. Dendy terpaksa menuruti Dina karena takut Dina merasa tidak nyaman dengan dia.


.


.


.


.


.


.


*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.


Terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2