
Wilson berhenti sejenak, memperhatikan sekeliling dari balik helmnya. Akhirnya ia menatap seseorang yang berhenti tak jauh dari dirinya berhenti.
"ada yang memanggil kamu Din..." ucap Wilson
"sudah biarkan saja kak...ayo cepat aku sudah lapar" ucap Dina dengan nada manjanya
"oke..." Wilson mulai melajukan motornya meninggalkan Bimo yang terpaku
"siapa sebenarnya yang pergi dengan Dina, kenapa dia menjadi sangat manja bersamanya? Ada hubungan apa dia dengan Dina?" batin Bimo kemudian ia kembali ke kampus untuk menyelesaikan semua yang harus ia siapkan untuk kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.
.
Hari senin, hari dimana masa pengenalan kampus dimulai. Para mahasiswa baru harus datang sebelum jam tujuh pagi. Dina sudah siap dari jam enam pagi. Dia membeli sarapan yang ada di depan kosnya. Bubur ayam, makanan yang sebenarnya tidak Dina sukai, tapi apa boleh buat ia harus mengisi perutnya sebelum berangkat ke kampus.
Waktu ia masuk ke dalam kosnya ia bertemu dengan Ira.
"oh ya...Din...kemarin sore ada telepon, tapi kamu sedang keluar" ucap Ira sambil berusaha mengeluarkan motornya
"dari siapa ya kak?" tanya Dina membuka pintu kamarnya
"kalau tidak salah Deny atau Dendy begitu" jawab Ira
"oh...terima kasih kak..." ucap Dina tersenyum ramah
Setelah menyelesaikan sarapannya, Dina mengambil tasnya dan membawa serta barang-barang yang harus ia bawa ke kampus. Dina menutup pintunya dan menguncinya kemudian ia berangkat berjalan kaki.
Masih cukup pagi, waktu masih menunjukkan pukul setengah tujuh Dina sampai di kampus. Saat dia hendak naik lift ternyata di depan lift sudah ada Bimo yang menunggunya.
"sepagi ini sudah datang? " ucap Bimo dengan nada tegas menghampiri Dina
Dina hanya menoleh sekilas, pandangannya kemudian menatap lift yang tak kunjung terbuka
"liftnya baru dipakai mengangkut barang, jadi tunggu sebentar" ucap Bimo berdiri di sebelah Dina.
Dina masih enggan membuka mulutnya, ia tidak tahu harus berbicara apa dengan Bimo.
"kamu sudah makan?" tanya Bimo memecah keheningan di antara mereka
"sudah" jawab Dina singkat
"syukurlah kalau sudah, hari ini akan banyak kegiatan yang memungkinkan kamu terlambat makan siang" ucap Bimo
"oh..." Dina hanya beroh ria
Pintu lift pun terbuka dan kondisi lift dalam keadaan kosong karena belum banyak yang datang. Dina masuk ke dalam lift dan disusul oleh Bimo.
Setelah pintu lift tertutup, Dina menggeser tubuhnya menjauh dari Bimo. Dina tidak tahu apa yang harus ia ucapkan, baginya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.
__ADS_1
"kemarin siapa Din?" tanya Bimo menatap Dina dengan rasa penasaran
"oh...itu Wilson" jawab Dina singkat
"pacar kamu?" tanya Bimo dengan nada cemburu
"memangnya ada apa?" tanya Dina menatap heran ke arah Bimo
"dengannya kamu terlihat manja" ucap Bimo menahan rasa cemburunya
Dina hanya tersenyum menanggapi ucapan Bimo, ia tahu Bimo pasti cemburu dan akan mencari tahu apa yang ingin dia ketahui.
Dulu Dina tertarik dengan Bimo, karena sikapnya yang tegas dan penyayang. Bersama Bimo ia merasa aman, perawakannya yang tegap membuat semua yang ingin mengganggu atau menggoda Dina mundur dengan sendirinya.
Pintu liftnya terbuka, Dina bergegas keluar dari lift, tapi dengan gesit Bimo meraih tangan Dina dan menggandengnya. Ia ingin menunjukkan kepada teman-temannya kalau Dina adalah miliknya.
Bukannya tanpa alasan, beberapa temannya sempat memuji dan membicarakan Dina yang cepat menangkap apa yang disampaikan oleh panitia. Dina tidak cantik tapi dengan kecerdasannya, keramahannya dan keceriaannya mampu membuat cowok-cowok terpikat.
"mas...lepas...!" Dina mencoba menepis tangan Bimo
Akhirnya Dina bisa melepaskan genggaman tangan Bimo, kemudian ia berjalan cepat bergabung dengan teman-teman satu kelompoknya yang sebagian sudah datang.
Acara sudah dimulai, masing-masing kelompok menampilkan yel-yel mereka. Pada saat giliran kelompok Dina, dengan tatapan tajam Bimo menatap Dina. Entah apa maksud Bimo seperti itu.
Sudah saatnya untuk istirahat, para mahasiswa baru diberi nasi kotak oleh panitia. Dengan santainya Bimo membawa dua kotak dan berjalan menghampiri kelompok yang ia dampingi.
"aku ingin makan bersama kalian, boleh kan?" tanya Bimo sembari membuka kotak makan siangnya. Bimo melirik ke arah kotak Dina yang masih belum ia buka.
"makanlah" Bimo membuka kotak makan Dina
"ya..." jawab Dina singkat
Bimo melihat Dina hendak membuka bungkus sambal, ia merebutnya dari tangan Dina
"mas...!" ucap Dina kesal
"apa? Kamu mau perut kamu sakit?" Bimo menyingkirkan sambal milik Dina
Dina diam, tidak menanggapi ucapan Bimo, ia melanjutkan makannya. Sebenarnya ia merasa risih karena Bimo terlalu perhatian dengannya.
"aku cari-cari ternyata kamu di sini" ucap Riri duduk di sebelah Bimo
"iya...supaya lebih akrab dengan adik-adik tingkat kita... Betul tidak teman-teman?" ucap Bimo tersenyum sambil melihat ke arah anggota kelompoknya
"betul kak...agar kita semakin akrab" jawab Ardi si ketua kelompok "tapi sepertinya ada yang tidak menghendaki kakak ada di sini?" ucap Bimo menoleh ke arah Dina.
Dina fokus memakan makanannya. Ia mengacuhkan Bimo, biarlah Bimo berbuat sesuka hatinya asal tidak mengganggunya.
__ADS_1
.
Pukul enam belas tepat, masa pengenalan kampus hari pertama telah usai. Para mahasiswa baru dibubarkan agar mereka segera pulang. Ardi ketua kelompok Dina mengumpulkan anggotanya.
Mereka membahas tentang tugas-tugas untuk esok hari. Mereka lupa waktu, sampai pukul delapan malam mereka baru selesai mengerjakan tugas untuk esok hari.
Caca dan Berta mengajak Dina pulang. Dina menyetujuinya karena hari sudah malam lebih aman jika mereka pulang bersama-sama.
"Din...ada Kak Bimo berjalan ke mari" ucap Berta
"biarkan saja, ayo kita pulang keburu malam" Dina meraik lengan Caca dan Berta
"kamu pulang denganku! Ini sudah malam, tidak baik cewek pulang sendirian!" Bimo menarik lengan Dina
Berta dan Caca terperangah mendengar suara dari belakang mereka, dan tiba-tiba menarik lengan Dina.
"mas...aku bisa pulang dengan teman-temanku!" ucap Dina ketus
"Din..sudah kamu dengan kak Bimo saja, kita bisa pulang berdua kok, lagipula kos kamu yang paling jauh kalau kita berdua tinggal belok sekali sudah sampai" ucap Caca
Dina menghembuskan nafasnya kasar. Ia tidak akan mungkin bisa terus-terusan menghindar dari Bimo.
"baiklah..." ucap Dina tak bersemangat
"kami pulang dulu ya Din...kak..." ucap Berta kemudian mereka berdua buru-buru meninggalkan Bimo dan Dina
"kos kamu jauh tidak? kalau jauh aku ambil helm lagi di pos satpam" tanya Bimo
"tidak jauh..." jawab Dina
"ayo...kamu juga belum makan malam kan?" tanya Bimo bersemangat.
Akhirnya Dina mau pulang bersamanya. Meskipun dengan sedikit paksaan setidaknya setelah mengantar Dina ia tahu dimana Dina tinggal.
.
.
.
B E R S A M B U N G
.
Dukung terus karya ini ya Bestie, please like vote dan komennya ya
Terima kasih sekebon bestie
__ADS_1