
Keesokan harinya, Dina bangun lebih pagi dan merasa badannya jauh lebih baik. Dina keluar kamar dan menuju dapur menghampiri mamanya yang sedang memasak makanan untuk sarapan.
Mama Vera melarang Dina untuk berangkat sekolah karena baru sembuh dari sakitnya, tapi Dina tidak mau. Dina ingin masuk sekolah karena sudah dua hari Dina tidak bisa mengikuti pelajaran. Dina tidak mau kalau harus mengejar ketertinggalan pelajaran yang terlalu banyak.
Dina memutuskan untuk mandi pakai air hangat karena mama Vera memberi syarat kalau mau masuk sekolah mandinya harus paakai air hangat dan istirahat disempatkan makan dan minum yang hangat tidak boleh minum yang dingin atau es. Kalau dirasa tidak kuat Dina disuruh untuk ijin pulang awal. Mama Vera tidak ingin kalau Dina jatuh sakit lagi.
Setelah mandi dan berganti pakaian Dina bergegas makan sarapannya. Setelah selesai sarapan Dina pamit kepada mama Vera saja karene saat Dina berangkat papanya belum bangun adik-adiknya pun juga belum bangun. Dina melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena masih merasa sedikit pusing.
Sesampainya di sekolah Dina memarkirkan motornya di tempat biasa dia parkir yaitu di dekat pos satpam dan menyapa satpam sekolah serta menitipkan motornya kalau-kalau ada anak-anak jahil.
Dengan masih menahan rasa pusing Dina berjalan menuju kelasnya. Di depan kelasnya ternyata sudah ada Gilang yang menunggunya.
"Hai Din...sudah sembuh " tanya Gilang dengan nada sedikit kawatir karena melihat Dina wajahnya masih pucat serta jalannya tampak masih lemas
"sudah lebih baik Lang, tumben kamu jam segini sudah datang?" Dina memaksakan senyumnya agar tidak.ada yang kawatir terhadap dirinya.
"Iya... tadi diminta tante Tari mengantar ke pasar, terus katanya nanti pulangnya naik angkutan umum jadi ya daripada bolak-balik aku ke sekolah saja pagi-pagi" Gilang beralasan padahal dia diminta Dendy untuk menunggu Dina masuk sekolah atau tidak
"Ohhh....begitu...ya sudah Lang aku masuk dulu terlalu lama berdiri membuat aku agak pusing " Pamit Dina karena merasa agak lemas dan pusing
"Iya Din... kalau ada apa-apa katakan saja ya nanti aku temani di uks seperti kemarin "
"itu...maunya kamu mau bolos pakai alasan menemani aku sakit, sudah ah.. Lang " Dina berjalan masuk ke kelasnya meninggalkan Gilang yang masih memperhatikan Dina, memastikan Dina masuk ke kelasnya.
Gilang pun beranjak dari tempat tadi dia menunggu Dina dan berjalan menuju depan sekolah. Tujuan utama Gilang adalah ke telepon umum, ingin menelpon rumah adik sepupunya kali aja adiknya itu belum berangkat sekolah. Gilang ingin mengabarkan kondisi Dina saat ini.
Tut...tut...tut....
^^^☎️ "Halo.." ucap orang di seberang sana^^^
☎️"Halo Den.."
^^^...☎️"Halo mas Gilang ada apa?"...^^^
☎️"Itu Dina sudah masuk sekolah tapi wajahnya masih pucat gitu"
^^^☎️"terus Dina nya tidak apa-apa mas?"^^^
☎️"tidak apa-apa sih... tadi dia langsung masuk kelas"
__ADS_1
^^^☎️"ya sudah nanti kalau ada apa-apa kabari aku mas, nanti pulang sekolah aku mampir sekolahmu"^^^
☎️"oke..."
Gilang menutup teleponnya karena sudah siang. Gilang tahu kalau sudah jamnya Dendy berangkat sekolah.
Siang harinya, saat istirahat jam sore Gilang berjalan keluar sekolah melewati kelasnya Dina. Gilang menyempatkan melihat dulu keberadaan Dina. Gilang melihat Dina masih duduk sendirian di dalam kelasnya sambil meletakkan kepalanya di atas kedua tangannya yang dilipat di atas meja. Gilang masuk menghampiri Dina di dalam kelasnya.
"Din...kamu tidak apa-apa?" tanya gilang pelan takut mengganggu Dina
"eh...Lang.." Dina mengangkat kepalanya dan menatap arah datangnya suara
"kamu tidak istirahat?" tanya Gilang sambil duduk di kursi depan meja Dina
"tidak Lang... malas jalan keluar" ucap Dina menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi
"istirahatnya lama lho Din, masih dua puluh lima menit lagi"ucap Gilang sambil melihat jam yang dia pakai di tangannya
"mau aku belikan sesuatu aku mau keluar, rencana pulang ke rumah sebentar ada buku yang ketinggalan " lanjutnya
"lhoh....memang deket Lang, tidak takut terlambat nanti?"
"oh...tidak usah deh Lang...nanti merepotkan" ucap Dina tidak enak hati
"oh....ya sudah aku balik dulu..." pamit Gilang
Gilang berjalan keluar pintu gerbang sekolah menuju warung depan sekolah. Di sana Dendy sudah menunggu Gilang ditemani oleh Krisna.
"mas..." Dendy memanggil.Gilang yang berjalan ke arahnya
"Dina masih di dalam kelasnya, tidak keluar untuk istirahat" ucap Gilang sambil memesan es teh ke penjaga warung
" masih sakit mas?" tanya Dendy
"tidak tahu masih lemas sepertinya" ucap Gilang sambil meminum es tehnya
"Dina sakit? pantas saja beberapa hari tidak terlihat, biasanya istirahat pertama ke kantin pak Jo ee...ternyata sakit" ucap Krisna menyenggol bahu Dendy
"kamu belikan makanan Den, atau kamu pulang minta tante Tari bungkus makan " ucap Gilang sambil menghabiskan es tehnya
__ADS_1
"memang masih cukup waktunya? " tanya Dendy sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya
"kamu ngebut lah " Gilang tergelak
"Belikan nasi bungkus atau roti saja 'lah Den, atau itu ke kantin belakang kelas IPA, beli bawa piringnya ke kelas nya Dina" usul Krisna
"iya...iya...aku belikan roti saja lah..kalau beli yang lain takut tidak dimakan Dina" jawab Dendy sambil berjalan ke arah toko kelontong yang berada tidak jauh dari gerbang sekolahnya Dina
Tak lama kemudian Dendy kembali membawa satu kantong kresek berisi roti dan sebotol air mineral. Dendy berjalan menghampiri Gilang dan Krisna
"ini bagaimana memberikannya?" tanya Dendy sambil mengangkat kantong kresek yang dia bawa tadi
"ya...kamu masuk ke dalam terus ke kelasnya kasih ke dia lah..." ucap Krisna
"haish....masalahnya aku itu tidak sekolah di sini gembull" ucap Dendy sambil menoyor kepala Krisna
"kamu pakai jaketmu ayo sama aku ke dalam " Ucap Gilang sambil membayar makanan dan minuman yang telah dia makan dan minum tadi
"iya..iya..."Dendy memakai jaketnya "terus nanti kalau satpam tanya bagaimana mas?"
"satpamnya jam segini sedang makan siang juga " jawab Gilang
"sudah ayo..."Krisna menarik lengan Dendy
Tiga orang berbeda umur itu berjalan ke arah gerbang sekolah Dina. Setelah memastikan satpam sekolah tidak ada di tempatnya mereka masuk ke dalam sekolah dan menuju kelasnya Dina yang berada tidak jauh dari pos satpam.
.
.
.
.
.
.
*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.
__ADS_1
Terima kasih sekebon bestie