Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 103


__ADS_3

Setelah kecanggungan yang terjadi, akhirnya suasana mulai mencair. Dina tak lagi canggung dan sungkan, mereka semua tidak mempermasalahkan kehadiran Dina, karena memang mamanya Dendy yang mengundang Dina meskipun secara tidak langsung.


Mereka bercanda, bersenda gurau tanpa memandang siapa saja yang berada di situ. Bahkan Dina merasa ia sudah dianggap keluarga oleh keluarganya Dendy bukan lagi orang lain yang datang bertamu di keluarga mereka.


Semua makanan sudah tersaji di meja, mereka semua mulai makan diselingi canda tawa. Sungguh menyenangkan berada di tengah-tengah keluarga Dendy. Tidak seperti di keluarga Dina yang selalu pamer harta, jabatan dan prestasi, itulah yang membuat Dina ingin lari dari keluarga besarnya.


Setelah semua selesai makan, satu per persatu pulang, tinggal keluarga inti Dendy. Mereka masih menunggu Rio yang masih ingin memancing. Tak berapa lama Rio menyudahi acara memancingnya karena sudah banyak ikan yang ia tangkap.


Dina 'pun juga mohon ijin untuk pulang, karena hari mulai sore. Dina takut pulang kesorean apalagi perjalanan dari tempat makan dengan rumahnya hampir satu jam perjalanan.


"Tante Dina pulang dulu, selamat ulang tahun ya tante" Dina menyalami mamanya Dendy dan mencium pipi kiri dan kanan mamanya Dendy


"terima kasih Dina..." ucap mamanya Dendy tersenyum ramah


"saya yang terima kasih tante, sudah diajak makan siang, andai tante bilang dari kemarin, 'kan saya bisa menyiapkan kado untuk tante" ucap Dina tak enak hati


"ah...kamu ini Din...tidak perlu repot-repot" ucap mama Tari "karena ada kamu Dendy sekarang jadi anak yang lebih baik itu sudah kado buat tante"


"ah...tante bisa saja, bukan karena Dina tante, tapi memang Dendy sendiri yang mau berubah jadi lebih baik" Dina makin merasa tak enak hati. Mamanya Dendy terlalu berlebihan memuji-muji dia.


"ya sudah... Nanti bawa motornya jangan ngebut ya Den, kamu bawa anak gadis orang" ucap mamanya Dendy yang tahu kebiasaan Dendy suka kebut-kebutan


"iya...iya ma...." ucap Dendy sambil menggerutu


"nanti kalau Dendy bawa motornya ngebut bilang tante ya Din, biar tante jewer telinganya" ucap mamanya Dendy gemas dengan anak sulungnya itu


"tenang tante Dina punya rem yang sangat pakem kok " Dina terkekeh


"apa itu Din?" tanya mamanya Dendy


"rem cubit tante" Dina tergelak mamanya Dendy juga tergelak mendengar ucapan Dina sedangkan Dendy hanya mendengus


Setelah berpamitan Dina dan Dendy 'pun berjalan menuju ke tempat parkir. Seperti biasa Dendy selalu memakaikan helm Dina di kepalanya. Kemudian Dendy mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang seperti pesan mamanya.


Empat puluh menit kemudian mereka telah sampai di rumah Dendy. Dendy berhenti dan turun dari motor Dina.

__ADS_1


"Yang...aku langsung saja ya, keburu sore" ucap Dina sambil menaiki motornya


"iya hati-hati sayang..." ucap Dendy kemudian mengecup pipi Dina


Dina melajukan motornya dengan kecepatan agak tinggi karena hari sudah sore. Sesampainya di rumah Dina langsung mandi karena badannya terasa lengket.


.


.


Hari-hari berlalu, kesibukan Dina hanya bimbingan belajar dan berada di studio terkadang dia juga mampir ke rumah Dendy. Hubungan mereka berdua semakin membaik. Dendy menunjukkan keseriusannya untuk memperbaiki kesalahannya.


Tak terasa hari ini adalah pengumuman kelulusan. Dina dan teman-temannya bersorak gembira karena satu angkatannya tidak ada yang tidak lulus, semuanya lulus dengan nilai yang memuaskan.


Setelah acara kelulusan mereka berbagi tanda tangan di baju seragam mereka, bentuk luapan kegembiraan karena mereka telah lulus SMA. Sebagian teman-teman Dina merayakan kelulusannya dengan berkonvoi.


Dina tidak ikut, karena ia malas kalau harus berkonvoi keliling kota. Dina lebih memilih untuk merayakan dengan orang yang dia sayangi. Dina pergi ke rumah Dendy, dia ingin berbagi kegembiraan dengan Dendy.


Dina telah sampai di depan pintu pagar rumah Dendy, tampak papanya Dendy sedang mencuci mobil.


"eh...Din...bagaimana lulus?" tanya papanya Dendy sambil mengelap mobilnya


"berkat doa om, Dina lulus " ucap Dina dengan senyum terkembang


"kamu tidak ikut acara corat-coret?" papanya Dendy meledek Dina


"sudah om, mau menambahi tanda tangan di baju Dina om?" tanya Dina sambil membuka jaketnya menunjukkan bajunya yang sudah penuh tanda tangan dari teman-temannya.


"nanti saja, om selesaikan ini dulu" ucap papanya Dendy "masuk sana, semua ada di dalam" papanya Dendy menyurug Dina masuk ke rumah


"baik om...Dina ke dalam dulu ya.." Dina berjalan ke dalam rumah meninggalkan papanya Dendy yang masih mengelap mobilnya.


Di dalam rumah Dendy samar-samar mendengar suara Dina dan papanya. Dia berjalan keluar rumah, Dina sudah berjalan ke arahnya.


"aku...lulus..." ucap Dina sambil tersenyum lebar

__ADS_1


"wah...selamat ya sayang...sebentar...sebentar aku ke dalam dulu ambil spidol" ucap Dendy masuk lagi ke dalam rumah


Dina mencebik bukannya disuruh duduk atau diajak masuk rumah malah ditinggal. Dina 'pun duduk di teras dengan perasaan kesal, buat apa coba spidol lebih penting daripada dia.


"nah...ayo duduk...aku tambahin coretan-coretan di baju kamu " Dendy menarik Dina untuk duduk di lantai teras rumahnya.


Dina masih mencebik, merasa kesal "urusan corat-coret nomer satu, ambilkan minum dulu atau apalah malah spidol yang diambil" Dina menggerutu


"oh...kamu haus...sebentar...sebentar.." Dendy beranjak meninggalkan Dina yang masih duduk di teras


"ini...minum dulu, biar segar..." Dendy menyerahkan sebuah kaleng minuman bersoda untuk Dina


Dina membuka kaleng dan meminumnya, sedangkan Dendy sudah sibuk mencorat-coret baju Dina. Entah apa yang ia gambar Dina tidak peduli. Tiba-tiba dari dalam rumah Rio adiknya Dendy berlari dan menyaambar satu spidol yang terletak di kursi teras.


"sini aku juga mau gambar-gambar kak" ucap Rio


Dina hanya pasrah, biarkan saja kakak beradik itu mencorat-coret sesuka hatinya. Kalau tidak acara kelulusan tidak akan Dina membiarkan orang mencorat-coret bajunya


Saat mereka sedang asyik mencorat-coret baju datanglah dua orang yang kadang-kadang menyebalkan tingkah lakunya. Krisna dan Adi datang dan ikut menambahkan coretan-coretan di baju Dina. Tak lama kemudian Gilang juga telah sampai.


Dina dan Gilang saling menambahkam coretan-coretan di bajunya. Mereka larut dalam suasana kegembiraan karena berhasil lulus. Setelah dirasa baju Dina tidak ada lagi bagian yang kosong mereka 'pun menyudahi acara corat-coret mereka.


Mama dan papanya Dendy juga menyumbangkan coretan mereka di baju Dina. Ah..pesta kelulusan yang menyenangkan dikelilingi orang-orang yang menyayanginya. Dalam kegembiraan itu, terbesit rasa sedih di hati Dina, karena setelah ini perjuangannya akan dimulai. Dina harus berjuang mengejar cita-cita nya dan juga berjuang melewati ujian dalam hubungannya dengan Dendy yang mungkin akan terjadi ketika mereka berjauhan.


.


.


.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa ritualnya ya bestie...


Like komen dan vote ya terima kasih sekebon bestie 😘😘

__ADS_1


__ADS_2