Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 36


__ADS_3

Dukung othor terus ya...


Tolong jempolnya digoyang ya bestie...


Pencet like, coment apa saja, kalau ada sisa vote boleh donk minta satu biar othor semangat nulisnya 😉😉


Kirim bunga atau kopi boleh banget ya....


Terima kasih sekebon Bestie....😘😘😘


Lanjutttt....


...----------------...


Bel tanda pelajaran telah usai telah berbunyi semua siswa berhamburan keluar tinggal Dendy dan satu temannya yang masih tersisa di kelasnya.


"Langsung pulang Den..." sapa temannya Dendy menepuk bahu Dendy sambil berjalan melewati Dendy yang masih membereskan barang-barangnya


"eh....iya...langsung pulang " jawab Dendy sambil menarik resleting tasnya


"aku duluan ya...." ucap temannya melambaikan tangan dan berjalan keluar kelas


Dendy pun segera keluar kelas, dia ingin segera pulang dan beristirahat karena merasa kurang enak badan mungkin kecapekan pikirnya. Sesampainya di tempat parkir Dendy melihat Nana yang sedang bersandar pada motornya Dendy.


Dendy merasa jengah kenapa juga cewek satu itu tidak ada kapok-kapoknya mendekati dia, padahal sudah beberapa kali Dendy menolaknya. Dengan langkah terpaksanya Dendy berjalan menuju motornya. Wajahnya pun sudah menampakkan tatapan tidak suka.


"Hai Den...." sapa Nana dengan memilin rambutnya yang panjang dengan tingkah menggoda


"hmmm...." jawab Dendy


"aku ikut kamu ya...hari ini aku tidak bawa motor " Nana merayu Dendy


Dendy hanya diam saja dan mengmbil helm yang dia gantung di gagang spion motornya dan memakainya.


"Sudah ku bilang... aku sedang sibuk sudah ada janji" jawab Dendy acuh sambil memasukkan anak kunci motornya dan menyalakan motornya


"aku menumpang sampai depan saja kalau begitu..." ucap Nana mulai kesal


"kalau cuma sampai depan kamu jalan saja hitung-hitung olahraga " jawab Dendy sambil memasukkan persneling motornya


"Dendy kok begitu sih...." Ucap Nana sambil menghentak-hentakkan kakinya


Dendy mengacuhkan perkataan Nana dan memilih untuk melajukan motornya pulang ke rumah. Di jalan yang dipikirkan hanya Dina dan tidur. Entah kenapa sejak jam istirahat pertama tadi badannya rasanya lelah dan rasanya hanya ingin tidur seharian. Tapi dia juga memikirkan Dina apa hari ini dia sudah sehat dan masuk sekolah.


Lima belas menit kemudian Dendy sampai rumah. Dia memarkirkan motornya di halaman rumahnya yang tidak terlalu lebar kira-kira hanya muat satu mobil dan tiga motor saja kalau parkir.

__ADS_1


Setelah mematikan mesin motornya Dendy turun dan berjalan ke arah pagar dan menutup pintu pagarnya. Dendy melepaskan sepatu yang dia pakai sekolah di teras rumahnya. Di ruang tamu Dendy melihat mamanya yang sedang menjaahit baju adiknya.


"Baru saja mas Gilang telepon, katanya nanti sore pulang sekolah tolong dijemput" ucap mama Tari tanpa melihat ke arah Dendy karena sibuk memasukkan benang ke lobang jarum


"iya ma..." ucap Dendy sambil berjalan ke arah tangga


"kalau mau makan di meja makan ada soto yang sudah mama panaskan lima belas menit yang lalu " ucap mama Tari setengah berteriak


"iya ma...." jawab Dendy dari atas tangga


Dendy masuk ke kamarnya dan mengganti seragam sekolahnya dengan baju rumahan kemudian berjalan turun tangga dan ke dapur. Dendy mencuci tangannya di wastafel kemudian membuka kulkas mengambil botol air minum dan menuangkannya ke dalam botol dan meminumnya hingga tandas.


"Ma...aku mau tidur nanti tolong bangunkan aku jam setengah empat " pesan Dendy ke mama Tari setengah berteriak karena jarak dari dapur ke ruang tamu agak jauh.


"kamu tidak makan dulu?" tanya mama Tari juga setengah berteriak


"tidak ma masih kenyang" jawab Dendy berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di tempat tidurnya.


***


Di sekolah Dina....waktunya istirahat pelajaran jam sore. Dina ke kantin yang berada di belakang ruang kelas IPS seperti biasa dia selalu sendirian, entah kemana Yuni tapi setiap istirahat Yuni selalu menolak jika diajak ke kantin bareng dengan Dina.


Dina menyusuri lorong kelas IPS sendirian waktu sampai di depan kelas Widi berbarengan Widi yang kelur dari kelasnya.


"Din......" panggil Widi ketika Dina berjalan melewati kelasnya


"katanya kamu sakit?" tanya Widi ketika sudah bisa mensejajari langkah Dina


"sudah sembuh kok...." jawab Dina


"oo... sepertinya kamu lama tidak masuk ya?" tanya Widi menghentikan langkahnya ketika Dina berhenti hendak belok ke arah kantin


"aku tidak masuk cuma sehari kok..."


"tapi kok kama tidak terlihat di studio...."


"iya.... beberapa hari masih agak lemas jadi tidak keluar kelas " ucap Dina


"aku mau ke studio kamu mau bareng ke sana tidak?"


"aku ke kantin dulu, nanti aku susul " ucap Dina sambil menunjuk ke arah kantin


"oh...ya sudah...." ucap Widi kemudian melanjutkan jalannya ke arah studio yang terletak di pojokan antara ruang kelas IPS dan ruang guru.


Dina bergegas masuk ke kantin, tumben-tumbenan kantin di belakang kelas IPS sepi biasanya selalu antri panjang untuk mendapatkan nasi pecel dengan lauk ikan asin spesial dari ibu kantin.

__ADS_1


Dina mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk, dan menemukan bangku kosong di dekat meja tempat ibu kantin meracik makanannya. Dina pun berjalan ke arah bangku tersebut dan ternyata di situ ada Toni mantan pacarnya waktu kelas satu.


Sebenarnya Dina enggan duduk di situ tetapi karena perutnya sudah bernyanyi minta diisi apa boleh buat, toh dis dan Toni masih berteman baik sampai sekarang.


"Bu... nasi pecelnya seperti biasa ya... " ucap Dina kepada ibu kantin yang Dina tidak tahu namanya


"eh...non Dina...baik...baik... sama minumnya apa?" tanya ibu kantin


"itu es sirup saja...." jawab Dina mengangkat kedua sudut bibirnya


"baik....ditunggu ya non....." jawab ibu kantin


kemudian Dina duduk di bangku yang telah dia incar tadi.


"Ton...aku duduk di sini tidak apa-apa 'kan?" Dina meminta ijin ke Toni meskipun sebenarnya tidak masalah Dina duduk di situ tapi hanya untuk basa-basi saja Dina meminta ijin


"boleh...boleh...duduk saja...." ucap Toni dengan sumringah "kamu sama siapa? sendirian saja?" tanya Toni sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tapi tidak menemukan siapa yang dicarinya


"seperti yang kamu lihat" Dina mengedikkan bahunya


"ini non...nasi pecelnya..." ibu kantin mengantarkan pesanan Dina "minumnya sebentar baru dibuatkan bapak"


"eh...ini sudah datang juga....silakan non...makan yang banyak " ibu kantin menyodorkan es sirup yang tadi Dina pesan


"iya terima kasih bu...." ucap Dina dengan senyum terkembang


"Ton...makan...." ucap Dina menoleh ke arah Toni yang duduk di sebelahnya


"iya Din...aku sudah selesai " ucap Toni sambil meminum es teh nya


Dina menikmati nasi pecel ibu kantin yang sudah lama ga dia nikmati karena lebih sering ke kantin pak Jo.


Toni yang duduk di sebelahnya ingin mengajak ngobrol tapi melihat Dina sedang menikmati makannya, dia menunggu nya sampai selesai makan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


*Bersambung....


__ADS_2