Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 33


__ADS_3

Senja telah datang, matahari mulai turun dan hampir masuk ke peraduannya di ufuk barat. Orang-orang mulai menyelesaikan kegiatannya dan mulai menikmati waktu santai bersama keluarga mereka.


Tetapi Dina belum bisa menikmati waktu santainya. Dina sudah biasa biasa sampai di rumah waktu matahari mulai tenggelam. Dina yang diantar Dendy pulang akhirnya tiba di rumahnya.


Dendy masuk ke halaman rumah Dina yang begitu luas. Dendy bingung harus memarkirkan motornya Dina dimana. Dina menyadari kebingungan Dendy.


"SUdah berhenti di sebelah tangga teras itu saja Den " ucap Dina sambil menepuk bahu Dendy dari belakang


"eh..iya" Dendy segera memarkirkan motornya di pinggir dekat tangga teras rumah Dina "motornya diparkir di sini saja Din?" tanya Dendy ragu sambil mematikan motornya Dina


"iya..nanti aku masukkan sendiri ke dalam" ucap Dina sambil melepas helm nya


"oh oke..." ucap Dendy sambil melepas helm dan turun dari motor Dina


"kok sepi Din?" Dendy mengedarkan pandangan ke segala penjuru halaman rumah Dina yang begitu luas "aku boleh menunggu dijemput Krisna di sini sebentar tidak?" tanya Dendy


"iya boleh..." ucap Dina dengan kedua sudut bibir terangkat


"duduk di sini saja " lanjut Dina menunjuk tangga teras yanh ada di belakangnya


Mama Vera yang baru selesai mandi mendengar ada suara di halaman rumah berjalan keluar menuju tempat Dina dan Dendy yang sedang duduk di tangga teras. Dengan raut wajah cemas mama Vera berjalan menghampiri Dina.


"Din, kamu tidak apa-apa 'kan?" tanya mama Vera dengan nada cemas


"iya ma aku baik-baik saja?" jawab Dina


"kok pulangnya sampai diantar temanmu?" Mama Vera menatap Dendy dengan raut wajah penuh tanda tanya


"oh...ini ma...kenalkan Dendy" ucap Dina


"Dendy tante..." Dendy berdiri mengulurkan tangan hendak menjabat tangan ke mama Vera


"mamanya Dina" ucap mama Vera mengulurkan tangan membalas jabatan tangan Dendy dengan raut wajah masih penuh tanda tanya


Dina tahu arti raut wajah mamanya meminta penjelasana ada apa koq sampai Dina dianterin pulang


"tadi aku masih pusing ma, terus agak lemas waktu mau pulang, kebetulan ini tadi Dendy mau jemput kakaknya di sekolah melihat wajahku pucat dia menawarkan mau mengantar pulang, ini sedang menunggy temanku menyusul jemput Dendy" terang Dina


"oh...ya sudah terima kasih ya Den...." ucap Mama Dina sedikit lega mendengar penjelasan Dina

__ADS_1


"mama ke dalam dulu kamu nanti mandinya jangan malam-malam mama mau arisan PKK " ucap mama Vera mengingatkan Dina dan berjalan masuk ke dalam rumah


"iya ma..." Dina menjawab dengan anggukan


Dendy hanya menaikkan kedua sudut bibirnya dan menganggukan wajahnya sopan menatap mama Vera tidak berani banyak berbicara takut salah, tidak diomeli mamanya Dina karena sudah mengantarkan anak gadisnya pulang sore-sore saja sudah sangat bersyukur.


"duh...tidak enak aku sama mamamu Din " ucap Dendy


"tidak enak kenapa Den, orang..kamu sudah menolong aku kok "


"ya tidak enak saja mengantar kamu jam segini, takut mamamu berpikir macam-macam" ucap Dendy sambil menundukkan kepalanya menatap kakinya sendiri


"aku setiap hari ya jam segini sampai rumah Den..." Dina terkekeh


"Krisna kok belum datang-datang ya...?" ucap Dendy sambil melihat ke arah pintu pagar rumah Dina. Dalam hatinya sebenarnya Dendy senang karena semakin lama Krisna datangnya maka semakin lama juga dia bisa berduaan dengan Dina. Tapi dia ingat Dina yang masih sakit dan sudah sore belum mandi juga takut Dina sakit lagi.


"Kok sepi Din? pada kemana?" tanya Dendy


"iya jam segini biasanya adik-adikku di depan tv nonton acara kesukaan mereka, kalau papaku paling juga sedang keluar soalnya motornya tidak ada" terang Dina...


"ooo...."Dendy mengangguk-angguk tanda mengerti "Kamu kalau mau mandi, mandi saja dulu Din, nanti kemalaman kalau harus menuunggu Krisna datang"


"iya...tidak apa-apa aku bisa menunggu Krisna sendiri di sini" ucap Dendy meyakinkan Dina jika tidak apa-apa meninggalkan dia di teras rumah Dina seorang diri


"ya... sudah aku masuk dulu mau mandi tunggu sebentar ya, aku mandi tidak pernah lama kok" Dina tergelak


Dina meninggalkan Dendy seorang diri di teras rumahnya. Dina bergegas masuk ke kamarnya dan meletakkan tas serta jaketnya di kamarnya.


Dina mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Dina merasa air begitu dingin, mungkin karena Dina masih sakit. Karena merasa kedinginan Dina keluar kamar mandi dan mengambil air panas yang sudah disiapkan mamanya di dapur.


Di teras rumah Dina, Dendy menunggu Dina mandi sendirian. Dia mengamati halaman rumah Dina yang begitu luas, ditumbuhi beberapa pohon mangga dan rambutan, serta tanaman-tanaman hias lainnya yang Dendy tidak tahu namanya. Mungkin kalau tidak ada pohon-pohon di halaman bisa untuk bermain bola pikirnya.


Rumah Dina pun tak luput dari pengamatan Dendy. Rumah yang besar dengan bentuk bangunan ciri khas rumah jawa kuno. Dengan ruang depan yang begitu luas bisa menampung ratusan orang mungkin. Dendy sibuk mengamati rumah Dina dia pun menengok ke belakang ternyata di sebelah kanan dan kiri rumah masih ada kebun entah tanaman apa saja Dendy tidak berani untuk berkeliling.


Dia hanya mengamati dan membayangkan rumah itu kalau malam hari pasti menyeramkan. Mungkin di kebun-kebunnya bisa dijadikan tempat uji nyali pikirnya. Dendy bergidik ketika memikirkan betapa gelap rumah itu kalau malam hari.


Tak lama kemudian Dina sudah berjalan keluar dengan membawa nampan yang berisi segelas teh hangat dan satu toples camilan. Dina tampak lebih segar tidak seperti waktu tadi Dendy melihatnya di sekolah.


"SUdah selesai Din? cepat sekali " tanya Dendy menatap Dina yang berjalan ke arahnya dengan dua sudut bibirnya terangkat ke atas

__ADS_1


"kan sudah kubilang aku kalau mandi itu cepat " Dina terkekeh sambil meletakkan nampan yang dia bawa ke atas kursi panjang yang ada di dekat tangga teras rumah Dina


"Krisna belum datang?" lanjutnya sambil duduk di sebelah Dina


"Belum..."


"Apa mungkin dia kesasar ?"


"tidak mungkin Din, dia kan sudah tahu rumahmu "


"Den...diminum dulu mumpung masih hangat " Dina menyodorkan nampan yang tadi dia bawa


"iya Din terima kasih " Dendy mengambil gelas yang Dina berikan lalu meminumnya sedikit


"ini dicicipi, buatan mamaku " Dina membuka toples kecil yang berisi kue kering yang dia bawa tadi dan menyodorkannya ke Dendy


"iya.. Din" Dendy mengambil satu buah kue kering buatan mama Vera


"enak Din.... mamamu pandai bikin kue ya" tanya Dendy setelah memakan kue buatan mama Vera


"tidak juga Den, aku sama mama kalau ada waktu senggang suka belajar mencoba-coba resep begitu "


"oohh... "Dendy hanya ber ohh...ria sambil kembali mengambil kue kering dalam toples tadi.


Mereka berbincang-bincang di teras ruma Dina menunggu Krisna yang tak kunjung datang. Padahal tadi katanya akan mengikuti mereka dari belakang.


.


.


.


.


.


*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.


Terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2