Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 32


__ADS_3

Selamat Malam bestie...maaf baru sempet up, hari minggu family time .


Lanjuttt....


 


Bel tanda jam pelajaran telah usai berbunyi. Semua siswa mulai berhamburan keluar kelas mereka untuk pulang ke rumah masing-masing. Krisna bergegas keluar kelasnya takut Dina sudah pulang duluan.


Waktu Krisna sampai di depan kelas Dina ternyata semua sudah pulang. Krisna berjalan setengah berlari ke parkiran motor. Untungnya Gilang berhasil menahan Dina di parkiran motor, entah apa alasannya atau apa yang Gilang katakan tapi itu berhasil membuat Dina masih berada di parkiran motor.


Gilang melihat Krisna yang berjalan tergesa-gesa ke arah Gilang dan Dina berada. Namun Gilang membeli isyarat agar Krisna keluar dan menghampiri Dendy. Krisna 'pun menuruti isyarat yang diberikan oleh Gilang.


Krisna berjalan keluar gerbang sekolah, dari kejauhan tampak Dendy sedang menunggunya. Krisna memanggil Dendy dengan berteriak bukan karena jarak mereka yang jauh melainkan karena banyak siswa yang lalu lalang di jalan.


Dendy berlari menyeberang jalan menghampiri Krisna. Kemudian Krisna mengajak Dendy masuk ke area parkiran motor.


"Ayo...cepat mumpung Gilang masih menahan Dina" ajak Krisna sambil berjalan cepat


Dendy pun mengikuti Krisna dengan langkah lebarnya. Dari kejauhan dia bisa melihat Dina yang sedang mengobrol dengan Gilang.


"itu mereka sudah datang" ucap Gilang ke Dina sambil menunjuk ke arah Krisna dan dendy yang berjalan ke arah mereka dengan dagunya


"aku merepotkan kalian ya..." ucap Dina lirih menoleh ke arah yang ditunjukkan Gilang


"kamu sedang sakit Din, tidak apa-apa, aku pernah bicara ke kamu kalau butuh apa-apa katakan saja "ucap Gilang


Ternyata Gilang tadi sudah mengutarakan maksud adik sepupunya yang mau mengantarkan Dina pulang karena melihat Dina masih lemas dan wajahnya terlihat pucat.


"Din...aku jadi antar kamu ya....boleh 'kan? " Tanya Dendy mendekat ke arah Dina


"merepotkan tidak Den?" tanya Dina tidak enak hati


"tidak Din..tidak...kamu kamu sedang sakit " Dendy meyakinkan Dina


"maaf ya...gara-gara aku kalian jadi repot " ucap Dina tidak enak hati


"eh...tidak Din... teman 'kan harus saling bantu "ucap Krisna sambil menaik turunkan alisnya


"Ya sudah Din..sini kunci motor kamu aku bonceng" Dendy mengulurkan tangan kanannya meminta kunci motor Dina


"ini Den..." Dina menyerahkan kunci motornya

__ADS_1


"kamu pakai helmu dulu" ucap Dendy menyodorkan helm Dina yang tergantung di motornya


"eh...iya..." Dina mengambil helm yang disodorkan Dendy dan memakainya


Dendy menaiki dan menyalakan motornya Dina sambil memakai helm yang tadi dia bawa.


"ayo naik... keburu gelap " ajak Dendy ke Dina karena hari sudah semakin sore


"iya...ayo...nanti kamu pulangnya kemalaman "ucap Dina sambil naik ke boncengannya Dendy


"Na...aku duluan ya..kamu mengikuti dari belakang" ucap Dendy


"iya kamu duluan saja nanti aku menyusul"ucap Krisna setengah berteriak


"Lang aku pulang dulu ya" pamit Dina


"iya Din...hati-hati di jalan moga lekas sehat lagi " Gilang menyahuti "Den...bawa motornya pelan-pelan saja... nanti Dina makin sakit kalau kamu bawa motornya seperti kemarin" ledek Gilang


"iya...iya...beres...bawel amat..." ucap Dendy ketus


"Din kamu pegangan ya...aku takut kamu jatuh " lanjutnya sambil memasukkan persneling dan melajukan motor pelan-pelan


Dendy melajukan motornya pelan-pelan, dia ingin berlama-lama berboncengan dengan Dina. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan di antara mereka. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


Di tempat lain di parkiran motor sekolah. Gilang dan Krisna masih terlibat pembicaraan bisa dibilang serius bisa dibilang biasa saja.


"Lang...tadi kamu katakan ke Dina kalau pulangnya diantar sama Dendy?" tanya Krisna


"ya..iyalah... kalau tidak aku katakan begitu mana mau Dina aku tahan biar tidak buru-buru pulang"


"tadi itu Dina sudah menyalakan motornya waktu aku sampai parkiran"


"Dia juga mengeluh sebenarnya masih pusing dan lemas, tidak yakin kuat naik motor sendirian "


"makanya aku bilang Dendy mau mengantar pulang" terang Gilang


"Oo...begitu.." Krisna manggut-manggut "eh...bukannya kamu mau latihan taekwondo"


"itu...hmmm...." Gilang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"atau jangan...jangan..." Krisna memicingkan matanya curiga akan alasan Gilang yang tidak masuk akal karena setahu Krisna latihan taekwondo itu di hari sabtu

__ADS_1


"hehehehe...." cengir Gilang menampakkan deretan giginya yang tidak terlalu putih


"berarti kamu saja yang susulin Dendy" ucap Krisna jengkel


"ehh...kamu saja Na...aku sudah janji sama tante Tari mau mengantar arisan ke batas kota"


"ini alasan kamu lagi apa beneran?" Krisna memicingkan matanya


"suwerrr..... ini beneran kalau tidak percaya tanya saja tante Tari " ucap Krisna sambil mengangkat tangan dan melipat jari-jarinya membentuk huru 'V'


"yakin...benar mengantar mamanya Dendy? kenapa tidak menyuruh anaknya yang mengantar kenapa kamu?"


"mana ku tahu Na..." Gilang mengedikkan bahunya


"Sana...susul Dendy... nanti kamu dimarahi kalau tidak cepat-cepat menyusul dia" usir Gilang


"Biarkan saja... biar dia berlama-lama boncengan sama Dina, biar kangennya terobati " ucap Krisna acuh


"kangen...? oarang baru sabtu kemarin ketemu waktu di puncak" ucap Gilang sambil naik ke motornya


"kok bisa ?" ucap Krisna kaget


Gilang mulai menceritakan kejadian sabtu malam kemarin. Dari Dendy yang datang lebih awal ke rumahnya. Terus mengajak jalan-jalan keliling vila, bahkan waktu Dina merangkul lengan Dendy 'pun tak luput diceritakan oleh Gilang.


Gilang juga menceritakan kejadian di teras vila di malam minggu. Dendy dan Dina bernyanyi bersama. Kejadian pagi hari di mana Dina menolak diantar pulang oleh Dendy 'pun juga diceritakan oleh Gilang. Tidak ada satupuny yang terlewat diceritakan oelh Gilang.


Krisna hanya menanggapi cerita Gilang dengan terkekeh. Ternyata Dendy cuma ditolak gara-gara Dina ga mau diantar pulang udah bikin Dendy patah semangat. Krisna merasa bukan seperti Dendy yang dia kenal. Yang tegas yang pandai berorganisasi dan yang selalu bisa menghibur orang-orang di sekitarnya yang sedang sedih.


Cinta benar- benar merubah seseorang. Yang biasanya terlihat kuat acuh santai jadi orang yang mudah patah semangat. Krisna sunggyh tak habis pikir apa yang membuat Dendy benar-benar jatuh dengan pesona seorang Dina. Seorang cewek yag tidak terlalu cantik dan tidak populer.


.


.


.


.


.


*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.

__ADS_1


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2