Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 80


__ADS_3

Dina sudah sampai di studio. Studio tampak sepi hanya ada Alex di sana. Dina melepas jaket serta meletakkan tasnya di kursi dekat meja siaran.


"kok sepi Lex?" tanya Dina


"entah...mau malam mingguan mungkin" Alex memgedikkan bahunya


"eh...tadi ada yang mencari aku tidak?" tanya Dina sambil menggeser kursi di meja siar


"tidak ada Din..." jawab Alex


"kamu yang siaran saja ya Din..." Alex menggeser michropone ke arah Dina


"oke...kalau ada yang mencari aku suruh masuk saja ya Lex" Dina mulai menyusun lagu mana saja yang akan diputar


'hai....hai....pendengar setia SMAX fm kembali lagi dengan Dina di sini.... sudah lama ya...tidak mendengar suara Dina yang merdu ini...pastinya sudah pada kangen ya..kan... Dina di sini sementara menggantikan Alex dan Anto yang mungkin masih sibuk persiapan untuk nanti malam, kalau ada yang mau titip salam bisa telepon ke 234675 sementara menunggu penelpon Dina putarkan sebuah lagu. Lagu ini khusus buat seseorang yang mungkin sedang dalam perjalanan ke studio buat menjemput Dina... hati-hati di jalan sayangku '


Dina dengan begitu luwesnya berbicara di depan michropone. Padahal dia sudah menahan rasa gugupnya. Dina tidak begitu percaya diri jika harus berbicara di depan orang banyak meskipun mereka tidak bisa melihat secara langsung wajah Dina tapi tetap saja Dina tidak percaya diri. Dina memutar lagu yang menjadi favoritnya .


Kuingin selalu denganmu


Ke mana saja kita berdua


Seakan tiada terpisahkan


Tapi tak mungkin saat ini, saat ini


Sekarang masih banyak mimpi


Dan keinginan yang belum tercapai


Biarlah rasa rindu ini


Kita tunda 'tuk sementara


Tak pernah kuragu padamu


Atau curiga kau khianati aku


Kusangat percaya padamu


Seperti juga kau percaya aku


Pulanglah dulu ke rumahmu


Bagi waktumu untuk yang lain


Kuingin kau hanya untukku


Tapi tak mungkin saat ini


Tak pernah kuragu padamu


Atau curiga kau khianati aku


Kusangat percaya padamu


Seperti juga kau percaya aku


Tam-tari-ram


Tam-tari-ram-tam


Tam-tari-ram


Sampai nanti


Sampai bertemu lagi


Sampai nanti


Sampai bertemu lagi, oh yeah

__ADS_1


Tak pernah kuragu padamu


Atau curiga kau khianati aku


Kusangat percaya padamu


Seperti juga kau percaya aku


Tak pernah kuragu padamu


Atau curiga kau khianati aku


Kusangat percaya padamu


Seperti juga kau percaya aku


Aa-aa-aa-hoo


Sampai nanti


Sampai bertemu lagi


(Sampai Nanti ~ BIP)


Di pintu studio tepatnya saat Dina menyapa pendengar SMAX fm Dendy telah sampai dan masuk ke studio. Dendy melihat Dina yang sedang berbicara di depan michropone tapi Dina tidak melihatnya karena posisi Dina tidak mengahadap pintu masuk.


"cari Dina?" tanya Alex menghampiri Dendy yang masih di ambang pintu.


"iya, aku mengganggu tidak?" tanya Dendy tidak enak hati


"asal tidak berisik tidak apa-apa, kamu duduk di kursi sebelah lemari itu saja, tadi Dina pesan kamu disuruh menunggunya sebentar" ucap Alex sambil menunjuk sebuah kursi panjang yang terletak di sebelah lemari


"iya terima kasih, Dina sudah dari tadi di sini?" Dendy duduk.di kursi yang dimaksud oleh Alex


"belum...sudah ya aku tinggal dulu" Alex meninggalkan Dendy yang terpana memperhatikan Dina yangs sedang berbicara di depan michropone


Dendy terkejut mendengar Dina memutar lagu khusus untuknya, meski tidak menyebutkan namanya tapi ia tahu kalau yang dimaksud Dina itu adalah dirinya. Dendy senyum-senyum sendiri merasa bahagia, meski Dina tidak menyebutkan namanya tapi secara tidak langsung mendeklarasikan kalau Dina sekarang sudah memiliki pacar.


"Din, ada yang mencari kamu tuh" Alex menunjuk ke arah Dendy dengan dagunya


"oh...baiklah setelah ini kamu gantikan aku ya, oh...ya...tolong kumpulkan nota-nota pembelanjaan dua minggu terakhir ya" ucap Dina sambil memandang ke arah Dendy dan melambaikan tangannya


"baik Din..." Alex bergegas mengumpulkan semua daftar pengeluaran dua minggu terakhir.


Ketika lagu yang diputar sudah selesai, Dina menyalakan lagi michroponenya.


'hai....hai....masih bersama Dina di sini...ternyata Dina sudah dijemput nih...terpaksa Dina harus undur diri...nanti akan digantikan oleh Alex ya... Oh...ya...tadi ada request dari Putra teman sebangku Dina minta diputarkan lagu dari band Padi, tidak tahu buat siapa lagu ini...seprtinya lagu ini menggambarkan perasaan Putra saat ini, semoga kasihnya bisa sampai kepada pujaan hatinya ya Put... Aduh...Dina jadi ikut sedih nih...padahal Putra itu cowok paling tampan di kelasku loh... Menurut dia, dia itu tampan baik hati tidak sombong dan rajin menabung... Aduh..kok malah promosii Putra ya...setelah lagu ini Dina undur diri ya... Sampai jumpa di lain waktu...babai....'


Dina mematikan michropone dan memutar lagu sesuai pesanan Putra tadi.


*Indah


Terasa indah


Bila kita terbuai dalam alunan cinta


Sedapat mungkin terciptakan rasa


Keinginan saling memiliki


Namun bila


Itu semua dapat terwujud


Dalam satu ikatan cinta


Tak semudah seperti yang pernah terbayang


Menyatukan perasaan


Tetaplah menjadi bintang dilangit

__ADS_1


Agar cinta kita akan abadi


Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini


Agar menjadi saksi cinta kita


Berdua


Berdua


Sudah


Lambat sudah


Kini semua harus berakhir


Mungkin inilah jalan yang terbaik


Dan kita mesti relakan kenyataan ini


Tetaplah menjadi bintang dilangit


Agar cinta kita akan abadi


Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini


Agar menjadi saksi cinta kita


Berdua


Berdua


Menjadi saksi kita berdua*


(Kasih tak sampai ~ Padi)


Dina beranjak dari meja siar berjalan ke arah Dendy yang sedang menunggunya, menatapnya dengan tatapan penuh damba. Dina hanya tersenyum simpul melihat Dendy yang menatapnya seperti itu.


"sebentar ya Den..." Dina mengambil lembaran-lembaran nota pembelian serta catatan-catatan yang sudah dikumpulkan oleh Alex.


"kamu tidak apa-apa kan menunggu aku?" tanya Dina melirik Dendy


"justru aku yang tanya, apa aku mengganggumu?" tanya Dendy dengan tatapan teduh


"tidak, tadi aku yang minta dijemput kan?" Dina menatap ke arah Dendy


"kamu tidak les Din?" tanya Dendy


"hari ini aku tidak les Den, Pak Parto guru matematikaku sedang pergi" ucap Dina mulai membuka buku catatannya


"sebentar ya, aku kerjakan ini dulu, nanti dikiranya aku tidak peduli sama studio ini" ucap Dina sambil mencatat pengeluaran


"memangnya ada yang bilang begitu?" tanya Dendy heran


"ada, nanti aku ceritakan kalau mau request lagu bilang sama Alex ya" ucap Dina masih sambil menulis


Dendy hanya memperhatikan Dina yang sedang sibuk membolak-balik nota serta catatan-catatan kecil lainnya, kemudian mencatatnya dalam buku miliknya sendiri.


.


.


.


B E R S A M B U N G


.


.


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya bestie...

__ADS_1


Please like vote dan komennya...terima kasih bestie 😘😘


__ADS_2