
Nasi pecel yang Dina pesan tadi habis tak bersisa, mungkin karena Dina sangat lapar, tadi istirahat kedua Dina tidak keluar kelas. Dina meminum es sirupnya sedikit demi sedikit.
"Din... rencana besok mau ambil program unggulan tidak?" tanya Toni sambil memutar posisi duduknya menghadap Dina
"iya... pasti.... moga saja diterima " jawab Dina sambil mengaduk-aduk es sirupnya dengan sedotan
"mau ambil jurusan apa?" kampus mana?" tanya Toni serius
"mau ambil kedokteran kampus B " ucap Dina menoleh ke arah Toni
"mmm....kok tidak kampus C saja Din, kan lebih bagus" tanya Toni heran karena dia tahu betul Dina ingin masuk kedokteran kampus C
"kalau untuk program unggulan kampus C terlallu tinggi Ton.... nilai-nilai ku tidak mungkin bisa masuk ke sana "
"lagipula kampus B dekat dari rumah " Dina meminum es sirupnya kembali
"oo.... kalau misal tidak lolos bagaimana Din?"
"ya apes...." Dina tergelak
"ditanya serius jawabnya becanda...."
"ya kalau tidak lolos ya ikut jalur biasa, ujian masuk perguruan tinggi begitu saja kok bingung " jawab Dina cengengesan
" kamu sendiri bagaimana?" tanya Dina menatap mantan pacarnya itu
"bagaimana apanya Din?"
"maksudku ambil program unggulan tidak?"
"sepertiny sih tidak Din... nilai-nilaiku tidak sebagus kamu " jawab Toni
"optimis Ton.... coba saja dulu...." ucap Dina sambil merubah posisi duduknya menghadap Toni
"masalahnya nilai-nilai ku itu tidak bisa stabil....naik turunnya sangat jauh kemungkinan lolos kecil kalau seperti itu" ucap Toni berubah menjadi sendu
"memang rencana mau ambil jurusan apa?"
"mau ambil komputer tapi takut dihukum " jawab Toni tergelak
"haish...kamu itu...kalau ditanya serius jawabannya mesti becanda...." Dina memukul lengan Toni karena kesal
"auwhh.... Din....sakit..." Toni meringis
"habisnya kamu itu...menyebalkan...." Dina mencebik
"menyebalkan begini juga kita pernah pacaran " ucap Toni
"apa Ton...?" tanya Dina karena merasa kurang jelas apa yang Toni ucapkan
"ah...tidak ....itu... hmmm...."Toni menggaruk kepalanya yang tidak gatal Toni bingung mau bicara apa ke Dina
" ya sudah Ton.... aku mau ke studio dulu tadi sudah janji sama Widi " Dina beranjak dari duduknya
"tunggu dulu Din...."Toni menarik tangan Dina
Dina reflek memperhatikan tangannya yang dipegang oleh Toni.
Toni menyadari tatapan Dina dan melepaskan genggamannya dari tangan Dina dan meminta maaf. Dina melangkah ke arah ibu kantin untuk membayar yang tadi dia makan. Tetapi belum juga membuka mulutnya ada yang menyela nya dari belakang.
"Berapa bu, totalnya, punyaku sama punya Dina" Ucap Toni sambil membuka dompetnya
"eh...tidak perlu Ton...aku bayar sendiri" ucap Dina tidak enak hati
"sudah...tidak apa-apa...sekali-sekali aku traktir" Toni menyodorkan selembar uanng kertas yang dirasa cukup untuk membayar makanannya dan makanan Dina.
"aduh...mas Toni ini....so sweet sekali" ucap ibu kantin mengambil lembaran uang dari tangan Toni "ini masih ada kembaliannya kok mas...." ucap ibu kantin sambil memberikan uang kembaliannya
"terima kasih bu...." ucap Toni dengan senyumannya
"terima kasih bu..." ucap Dina
mereka berdua berjalan keluar dari kantin. Dina memilih berjalan di depan sedang Toni di belakang.
"terima kasih Ton..." Dina berhenti dan menatap Toni yang juga menghentikan langkahnya
__ADS_1
"sama-sama Din" ucap Toni tulus
"aku duluan ya....sudah lama tidak ke studio...sudah dicari-cari..
sepertinya pada kangen" Dina terkekeh
"tumben Din kamu lama tidak ke studio "
"iya minggu kemarin ada kegiatan habis itu sakit jadi ya lama tidak ke studio"
"kamu sakit? sekarang sudah sehat kan?"
"iya..." ucap Dina dan melanjutkan langkahnya menuju studio radio
'Dina....Dina...sebenarnya aku masih sayang kamu, tapi aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya ke kamu, betapa bodohnya aku yang lebih memilih pertemanan daripada perasaanku' ucap Toni dalam hati.
Sekilas flashback hubungan Dina dan Toni
Toni dan Dina sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama, karena mereka sama-sama bersekolah di SMP favorit di kota mereka. Mereka hanya kenal tapi tidak dekat karena kebetulan kelas mereka bersebelahan.
Sewaktu masuk SMA mereka masuk di sekolah yang sama dan dimasukkan satu kelas yang sama. Di masa orientasi siswa baru mereka sering satu kelompok, dan berawal dari situ Toni mulai jatuh cinta dengan Dina. Selang satu bulan dari masa orientasi siswa baru Toni memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya.
"Din...." panggil Toni ketika Dina mau keluar kelas untuk istirahat
"iya Ton....ada apa?"
"boleh bicara sebentar?" ucap Toni setelah semua teman-teman sekelasnya keluar untuk beristirahat
"iya ada apa?" Dina kembali ke tempat duduknya dan diikuti oleh Toni
"eemmm.... kamu tahu band Sheila on 7?" tanya Toni
"iya itu band favoritku...." ucap Dina mengernyit
"kamu ada kasetnya tidak?"
"ada... kenapa mau pinjam?" ucap Dina mengira jika Toni mau meminjam koleksi kasetnya
"eh...tidak...." Toni terkesiap
"hah....maksudnya? " Dina menautkan kedua alisnya
"ya.....maksudnya kamu dengarkan aku tunggu jawabannya ya?" ucap Toni sembari beranjak dari tempat duduk nya menahan dadanya yang berdegup kencang tak beraturan berjalan meninggalkan Dina dengan kebingungannya
Sepulang sekolah Dina masuk ke dalam kamarnya dan menyalakan radio seperti biasa. Dina berganti pakaian dan mulai membuka buku-buku pelajarannya dan mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya sambil mendengarkan radio.
Dina teringat akan perkataan Toni tadi siang, Dina 'pun mengambil kaset Sheila on 7 dari laci meja belajarnya dan memutarnya.
Tiba waktu lagu yang dimaksud Toni tadi, Dina menghentikan menulisnya dan mendengarkan lagu tersebut dengan serius.
Lelap haru di taman
Bias makna yang terpendam
Alas tonggak harapan
Belai indah matamu
Teman mimpi tanpa jemu
Biar terkadang semu
Untaian bunga canda
Tempat kau lepaskan tawa
Tenang hati terbaca
Kini tiba waktuku
Untuk puitiskan sayang
Untuk katakan cinta...
Reff:
__ADS_1
Jadikanlah aku pacarmu
'Kan kubingkai s'lalu indahmu
Jadikanlah aku pacarmu
Iringilah kisahku...
Kini... tiba waktuku...
Untuk puitiskan sayang
Untuk katakan cinta...
Jangan pernah lari dariku
Jangan engkau lupakan aku
Jangan pernah lari dariku
Jangan engkau lupakan aku...
(Jadikan Aku Pacarmu ~ Sheila on 7)
Dina mendengarkan dengan serius, padahal sudah sering dia mendengarkan lagu itu, tapi belum pernah ada cowok yang khusus menyuruh mendengarkan lagu itu dan menunggu jawabannya.
Dina akhirnya tahu maksud Toni. Dia menginginkan Dina menjadi pacarnya. Dina bingung, baru pertama kali ada cowok yang terang-terangan menytakan perasaannya kepadanya.
Hari-hari berlalu, Dina belum juga memberikan jawaban kepada Toni. Hal itu membuat Toni bingung, sebenarnya Dina menerimanya atau tidak, meskipun hubungan mereka jadi lebih dekat.
Sudah seminggu sejak Toni menyatakan perasaannya, akhirnya dia memberanikan diri untuk menanyakan jawabannya kepada Dina, apapun keputusan Dina dia akan terima.
"Din.... soal yang kemarin bagaimana jawabanmu?" tanya Toni yang sengaja mengajak Dina untuk duduk di sudut taman depan kelasnya
"apa... Ton?"
"soal seminggu yang lalu, jangan menggantungkan aku, apapun jawabanmu aku terima "ucap Toni dengan nada serius menatap Dina yang hanya menunduk tidak berani menatap wajah Toni.
"hmmm....iya...Ton" ucap Dina lirih hampir tidak terdengar
"apa Din?" perasaan Toni makin kacau
"iya Ton... "ucap Dina mengankat kepalanya menatap Toni
Toni langsung tersenyum lebar dan mencium kedua tangan Dina dengan perasaan bahagianya. Jawaban yang dinanti-nanti akhirnya terucap.
Hari berganti hari, satu bulan, dua bulan berlalu hubungan mereka baik-baik saja tidak pernah ada masalah yang berarti, semua teman-teman mereka iri dengan kemesraan mereka. Di bulan ke tiga masalah 'pun muncul. Toni bercerita jika selama ini teman-teman dekatnya tidak pernah suka dia pacaran dengan Dina.
Mereka mulai membuat cerita-cerita yang bisa menggoyahkan hubungan mereka. Karena Toni terus mengabaikan ucapan teman-temannya mereka mengancam jika Toni masih berpacaran dengan Dina maka mereka akan menjauhi Toni.
Toni bimbang dengan pilihan itu antara teman-teman yang sudah lama mereka dekat atau perasaannya. Dina yang mendengar cerita Toni sedikit geram, akhirnya dia memilih mengalah, dan memutuskan Toni.
Sejak saat itu hubungan mereka benar-benar berubah, seperti orang yang tidak saling kenal. Semua teman-temannya yang tidak tahu cerita mereka bertanya-tanya apa yang telah terjadi.
Flashback off
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Untuk kisah Toni dan Dina nanti akan othor buatkan novel terpisah setelah novel ini selesai ya.....
Tetap dukung othor ya bestie....
yuk....jempolnya digoyang like coment yang belum pencet tombol favorit tolong masukkan ke favorit ya bestie....
kirim bunga...kopi...atau vote juga othor nantikan 😚😚😚
__ADS_1
Terima kasih sekebon bestie....