Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 52


__ADS_3

Hari sabtu adalah hari yang dinanti-nanti banyak orang, hari di penghujung minggu dimana orang-orang bisa beristirahat setelah seminggu penuh beraktivitas.


Tapi itu semua tidak berlaku untuk Dina, dia sengaja mengambil les tambahan untuk mempersiapkan ujian akhir dan tes masuk perguruan tinggi. Hari sabtu Dina malah pulang lebih sore dari biasanya karena guru lesnya bisanya di atas jam tiga sore.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas lebih empat puluh lima menit waktunya bel pulang sekolah. Semua siswa sudah bersiap-siap di jam terakhir pelajaran di hari itu. Saat bel berbunyi semua siswa berhamburan keluar dari kelasnya untuk pulang ke rumah masing-masing.


Karena masih ada les tambahan Dina tidak tergesa-gesa untuk pulang. Setial sebelum les di hari sabtu Dina menyempatkan diri untuk ke studio kadang hanya mengobrol dengan teman-temannya kadang juga ikut siaran ketika teman-temannya memaksa.


Dina berjalan menyusuri lorong kelas IPA kemudian kelas IPS. Studio radio sekolah terletak di sebelah kelasnya Toni. mau tidak mau Dina harus melewati kelasnya Toni.


Saat Dina sampai di depan kelas Toni tidak sengaja Dina bertabrakan dengan Toni yang baru keluar dari kelasnya.


"maaf Din... " ucap Toni dengan raut penyesalan Dina hanya membalasnya dengan senyuman


"mau kemana? kok enggak pulang Din?" tanya Toni


"aku ada les fisika jam tiga Ton, ini mau ke studio " jawab Dina


"ya sudah aku pulang dulu kalau begitu, kalau butuh apa-apa mampir saja ke rumah "ucap Toni dengan senyum mengembang " ini buat kamu" Toni menyodorkan sebuah bungkusan yang terbungkus rapi dengan kertas berwarna kuning yang di atasnya tertulis I Love You Dina .


"terima kasih Ton "Dina mengambil bungkusan yang diberikan oleh Toni dan kembali berjalan ke arah studio. Toni hanya menatap punggung Dina yang berjalan menjauh darinya dengan tatapan penyesalan.


Dina masuk ke studio, di sana hanya ada Anto dan Alex yang sedang melakukan siaran. Dina tidak mau mengganggu mereka, dia Duduk di kursi kecil tempat favoritnya ketika dia menyambangi studio.


Dina meletakkan tasnya di lantai dan membuka bungkusan yang tadi di berikan oleh Toni. Setelah dibuka ternyata isinya sebungkus coklat kesukaannya. Dina merasa terharu Toni masih mengingat apa yang dia suka, warna yang dia suka, tapi rasa sakit dan kecewa yang telanjur ditorehkan oleh Toni begitu dalam dia buang jauh-jauh rasa terharunya.


Dan kini dia menyibukkan dirinya untuk mengulang pelajaran sambil menunggu jam les tiba. Dina melupakan bahwa hari ini dia ada janji dengan Dendy. Dina terlalu asyik dan larut dalam belajarnya sambil memakan coklat pemberian Toni.


Alex dan Anto beristirahat sejenak dan menghampiri Dina yang masih asyik membaca buku.


"Din, kemarin Toni ke sini mencari kamu" ucap Alex


"iya sudah ketemu " jawab Dina datar


"oh..ya sudah...kamu nanti pulang jam berapa?" tanya Anto


"mungkin jam lima, tergantung pak Har " ucap Dina menutup buku yang dia baca


"Pak Har tadi bilang ada janji jam setengah lima katanya" ucap Alex


"oh..berarti aku bisa pulang cepet" ucap Dina sumringah karena bisa pulang lebih awal


Di depan sekolah tepatnya di depan gerbang sekolah Dendy menunggu Dina, sudah setengah jam dia menunggunya tapi Dina tak kunjung terlihat, bahkan dia melihat ke dalam parkiran motor Dina sudah berpindah tempat, karena tadi Dina sempat memindahkan motornya ke depan studio agar lebih mudah kalau mau pulang.


"Dina mana Na..." tanya Dendy

__ADS_1


"mana ku tahu Den" ucap Krisna mengedikkan bahunya


"tadi kulihat motornya masih ada, baru saja ku lihat motornya tidak ada" ucap dendy


"mungkin pulang lewat belakang Den" ucap Krisna asal "tinggal pulang saja Den, ini hari sabtu Dina pasti sudah pulang"


"tadi dia bilang ada les sampai jam lima" ucap dendy


"les apa Den?" ucap Krisna mengerutkan dahinya


"katanya sih fisika"


"oh.... sama pak har, tadi ku lihat sudah pulang, mungkin lesnya dibatalkan Den "


"mungkin...ya sudah nanti aku telepon saja " ucap dendy kemudian menyalakan motornya dan bergegas pulang.


Di dalam studio Dina diminta menggantikan Alex yang sedang sakit perut untuk siaran. Sebenarnya Dina tidak terlalu percaya diri tapi demi teman-temannya dia akhirnya mau menggantikan sebentar.


"Din...teman-temanmu sudah datang belum?" Pak Har masuk ke studio dan berjalan ke arah Dina di meja siaran


Dina mematikan mikropon yang dia pakai kemudian bangkit berjalan menghampiri Pak Har


"kurang tahu pak" ucap Dina


"Sekaran saja ya lesnya, yang ada saja tidak usah menunggu yang belum datang, saya ada perlu jam setengah lima" ucap Pak Har


"jangan lama-lama ya Din, minggu depan kalian sudah tes cawu ini buag persiapan kalian"


"beres pak...." ucap Dina mengacungkan jempolnya


Beberapa menit berlalu Alex sudah kembali, Dina buru-buru meninggalkan studio untuk les. Dina berjalan menghampiri teman-teman yang sama-sama les dengan pak Har. Les fisika berlangsung Dina baru ingat kalau dia ada janji dengan dendy. Tapi Dina mengacuhkan, paling kalau memang perlu pasti Dendy nanti menelponnya pikirnya.


Pukul empat lebih lima belas menit Dina sudah selesai les fisika. Dia berjalan kembali ke studio, hanya ingin sekedar bertemu dengan teman-teman kru studio, sudah lama dia tidak berada di sana. Tetapi waktu sampai, pintu studio dalam keadaan terkunci tapi Dina masih mendengar sayup-sayup suara musik sedang diputar. Paling mereka semua sedang istirahat pikirnya.


Daripada harus menunggu teman-temannya yang entah berapa lama mereka pergi, ia memutuskan untuk pulang karena badannya terasa sangat capek.


Sesampainya di rumah mama Vera memneritahu kalau tadi adaa telepon dari Dendy. Benar seperti dugaannya Dendy menelponnya, karena merasa tidak enak Dina pun memutuskan untuk menelpon balik ke rumah Dendy. Dina masih menyimpan nomor telepon rumah Dendy yang pernah diberikan oleh Gilang tempo hari.


^^^☎️ Halo..^^^


"Halo, Dendy nya ada?"


^^^☎️ iya ada, ada apa Din?^^^


"eh...ini Dendy ya?"

__ADS_1


^^^☎️iya...^^^


"kok tahu aku yang telepon?"


^^^☎️ ya tahu lah...aku hapal dengan suara kamu Din^^^


"oh...eh...maaf ya tadi aku kelupaan kalau ada janji sama kamu"


^^^☎️iya enggak apa-apa Din^^^


"ya sudah, aku mau beres-beres dulu, ini baru saja sampai rumah"


^^^☎️ iya..eh...besok bisa Din?^^^


"maaf Den, dua minggu ini aku harus belajar buat tes cawu minggu depan"


^^^☎️ya sudah, besok-besok saja kalau kamu sudah selesai tes^^^


"Den...tanya boleh enggak?"


^^^☎️tanya apa Din?^^^


"eh...besok saja aku telepon ini teleponnya mau dipakai papaku"


^^^☎️iya Din pertanyaanmu penting ga?^^^


"penting...penting banget ya sudah ya Den aku tutup teleponnya"


Dina menutup teleponnya sebelum mendengar ucapan Dendy berikutnya. Dina masuk ke kamarnya dan beristirahat sebentar. Karena ini malam minggu Dina tidak harus buru-buru mandi dan mengerjakan tugasnya.


.


.


.


.


.


B E R S A M B U N G


Tolong dukung othor terus ya...


tolong like comment dan vote ya...

__ADS_1


Kirimin kopi sama bunga biar othor semangat nulisnya


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2