
Sebelum lanjut, tolong dukung terus karya ini dengan like komen kirim bunga atau kopi, vote juga diharapkan ya. Terima kasih sekebon bestie 😘😘
Lanjutt...
Â
..........
Bel tanda jam pelajaran dimulai telah berbunyi semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing. Yuni sudah menunggu Dina duduk. Tumben sekali Yuni menunggu Dina, biasa juga dia acuh Dina mau masuk apa tidak, tidak pernah menunggunya.
"Din... Din... Beneran kamu balikan sama Toni" tanya Yuni antusias seperti ibu-ibu komplek yang sedang mencari berita yang tajam dan terpercaya.
"Tahu dari mana kamu Yun?" tanya Dina sambil mengeluarkan buku pelajaran jam pertama
"Semua sudah tahu kalau kamu balikan sama dia, kemarin waktu jam olahraga kelihatan kamu sama dia mesra begitu" ucap Yuni dengan nada menggebu-gebu
"Hah... Semua pada mikir begitu ya?" ucap Dina sambil mengedarkan pandangan melihag sekeliling
"aku dukung kalau kamu balikan lagi sama Toni" ucap Yuni memberi semangat
"aku pikir-pikir dulu ya Yun" ucap Dina mulai membuka bukunya
"jangan lama-lama mikirnya ya...ya...ya..." ucap Yuni menaikturunkan alisnya
Dina merasa bingung kenapa tiba-tiba Yuni jadi perhatian dengan masalahnya dengan Toni. Setelah dipikir-pikir lagi teman-teman dekat Yuni banyak yang ada di kelasnya Toni paling juga dia diminta bantuan sama teman-temannya.
Jam istirahat telah tiba, Dina membereskan buku dan alat tulisnya.
"Din kamu mau ke kantin mana?" tanya Yuni
"kantin belakang IPS Yun" jawab Dina
"ayo...aku juga mau ke sana" ucap Yuni semangat
Dina masih heran tiba-tiba Yuni bersikap baik bahkan ikut dia ke kantin biasanya dia selalu ke kantin dengan teman-temannya. Dina tidak mau ambil pusing dengan sikap Yuni biarlah hanya menemaninya ke kantin ini pikirnya.
.
.
Istirahat jam sore telah tiba, Dina malas ke kantin karena tadi istirahat kedua dia telah makan di kantin. Dina memutuskan ke studio saja kebetulan di studio hanya ada Alex.
"yang lain kemana Lex" tanya Dina
"entah mungkin masih pada makan di kantin, kamu sendiri kenapa enggak ke kantin juga?" tanya Alex sambil memilah-milah lagu yang akan dia putar
"masih kenyang Lex, eh...lihat mana daftar lagu yang mau kamu putar"ucap Dina mendekat ke arah Alex yang berada di meja siaran
"kamu saja yang atur daftar lagunya, aku yang mixing suaranya" ucap Alex menggeser tempat duduknya
"oke..." ucap Dina mengacungkan jempolnya memakai headset yang ada di atas meja
Dina mengatur daftar lagu mana saja yang mau diputar dan mengurutkannya. Dina memutar lagu-lagu sesuai aba-aba Alex. Saat memutar lagu tidak sengaja Dina salah memilih lagu.
*Kuingin selalu denganmu
Ke mana saja kita berdua
Seakan tiada terpisahkan
Tapi tak mungkin saat ini, saat ini
Sekarang masih banyak mimpi
Dan keinginan yang belum tercapai
Biarlah rasa rindu ini
__ADS_1
Kita tunda 'tuk sementara
Tak pernah kuragu padamu
Atau curiga kau khianati aku
Seperti juga kau percaya aku
Pulanglah dulu ke rumahmu
Bagi waktumu untuk yang lain
Kuingin kau hanya untukku
Tapi tak mungkin saat ini
Tak pernah kuragu padamu
Atau curiga kau khianati aku
Seperti juga kau percaya aku
Tam-tari-ram
Tam-tari-ram-tam
Tam-tari-ram
Sampai nanti
Sampai bertemu lagi
Sampai nanti
Sampai bertemu lagi, oh yeah
Tak pernah kuragu padamu
Atau curiga kau khianati aku
Seperti juga kau percaya aku
Tak pernah kuragu padamu
Atau curiga kau khianati aku
Seperti juga kau percaya aku
Aa-aa-aa-hoo
Sampai nanti
Sampai bertemu lagi
(BIP - Sampai Nanti)
'Lagunya bagus, entah kenapa lagu ini cocok banget buat yang sedang pacaran yang tidak bisa setiap hari ketemu, sepertinya ini jadi lagu favoritku di sini' batin Dina
"Din...kamu salah lagu ya..." protes Alex
"maaf Lex, aku tidak sengaja" Dina hanya tersenyum menampilkan dua baris giginya
"ya sudah...lagu ini spesial buat kamu karena jarang-jarang kamu siang-siang begini ada di sini" ucap Alex tergelak
Di warung depan sekolah, sejak tadi Dendy menunggu Dina. Dia tidak sabar bertemu dengan pacar barunya, tapi yang ditunggu tidak terlihat keluar gerbang. Salah dia juga padahal janjinya pulang sekolah pasti pikir Dina jam pulang sekolahnya bukan jam Dendy pulang sekolah.
"Itu katanya yang sedang jatuh cinta" ucap Krisna ke Gilang menunjuk Dendy dengandagunya
__ADS_1
"coba kamu tanya, jam segini ada di sini mau apa?" ucap Gilang
"kamu saja, kamu kan kakaknya " Krisna mencebik
"Kamu jam segini ada di sini mau apa Den?" tanya Krisna menepuk bahu Krisna
"menunggu Dina" ucap Dendy dengan senyum merekah
"aku enggak lihat Dina lagi sejak tadi pagi" ucap Gilang duduk di bangku depan Dendy
"Dina sudah pulang?" tanya Dendy dengan raut kecewa
"motornya masih ada di parkiran" ucap Gilang "kamu ada janji sama dia?"
"aku bilang pulang sekolah mau jemput dia" ucap Dendy
"jam pulang sekolah kamu atau dia Den?" tanya Krisna dengan tatapan ingin tahunya
"nah...itu dia yang tidak kuperjelas" ucap Dendy menepuk keningnya dia lupa mengatakan pulang sekolah jam berapa
Mereka bertiga asyik bercanda sambil makan jajanan yang ada di meja depannya. Krisna dan Gilang saling melirik dan saling menyenggol tangan menyuruh siapa yang bertanya apa yang terjadi di antara Dendy dan Dina.
"Kalian sebenarnya ada apa dari tadi kenapa seperti orang berantem saling senggol begitu?" ucap Dendy menautkan kedua alisnya heran memperhatikan tingkah laku kakak sepupunya dan temannya itu.
"ini Krisna mau tanya sesuatu" ucap Gilang
"bukan..bukan aku....Gilang yang mau tanya" ucap Krisna menunjuk ke arah Gilang
"mau tanya apa?" Dendy menengahi perdebatan antara Gilang dan Krisna
"hmmm... Itu soal semalam... Om Doni tanya kamu ada apa kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Gilang
"kapan papa tanya begitu mas?" tanya Dendy mengerutkan dahinya
"waktu makan malam, semua heran sama sikapmu, melamun tapi senyum-seyum sendiri" ucap Gilang
Sontak pipi Dendy merah merona, mengingat kejadian yang membuatnya bahagia. Ternyata papa mama adik dan kakak sepupunya memperhatikan keanehan sikapnya.
"Dih...malah senyum-senyum, ditanya bukannya dijawab malah senyum-senyum sendiri" ucap Krisna heran dengan tingkah laku temannya itu
"ooo...masalah itu... Hmmmmm" Dendy mengangguk-anggukan kepalanya
"tadi pagi aku sudah tanya Dina kenapa kamu jadi seperti itu, soalnya kata tante Tari sejak kamu dapat telepon dari Dina jadi senyum-senyum sendiri memangnya ada apa Den?" Gilang makin bingung dengan sikap aneh adik sepupunya itu
"terus Dina bilang apa mas?" tanya Dendy antusias dengan mata berbinar seperti bintang di langit waktu malam hari
"dia bilang tanya saja sama Dendy begitu" ucap Gilang datar
"oh...dia bilang begitu" Dendy mendadak lemas karena Dina tidak memberitahukan kalau dia dan Dina sudah resmi berpacaran
"atau...jangan...jangan... Kalian sudah resmi pacaran?" tanya Gilang memicingkan matanya
"benar begitu Den?" Krisna ikut menimpali dengan memicingkan matanya
"hmmm....anu...anu..." Dendy menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal "nanti sore saja aku jawab aku pulang dulu, kalau ketemu Dina bilang aku menunggunya" Dendy berlari keluar dari warung dan menuju motornya yang terparkir di depan warung.
Dendy masih belum yakin akan jawaban Dina. Dendy ingin memastikan dulu sebelum ditanya macam-macam oleh Gilang dan Krisna. Sama seperti Dina daripada jadi bahan olok-olokan mereka lebih baik diam dulu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
B E R S A M B U N G