Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 23


__ADS_3

Waktu terus berputar, matahari yang tadinya tepat di atas kepala, mylai condong ke arah barat. Semua peserta makrab sudah bersiap-siap untuk pulang. Ada yang sudah dijemput oleh keluarganya ada pula yang berkumpul untuk bersama-sama naik kendaraan umum.


Satu per satu peserta mulai meninggalkan vila. Pak Har masih menunggu mereka, berjaga-jaga jika ada yang menumpang mobilnya.


Setelah semua urusan dengan pihak vila Dina sudah berada di teras bersiap-siap untuk pulang. Dina termasuk rombongan terakhir yang pulang dari vila


"Din, kamu benar tidak mau aku antar?" tanya widi memastikan apakah Dina jadi pulang menumpang mobilnya pak Har


"Iya aku menumpang mobil pak Har saja, mobilnya masih muat kalau cuma aku yang ikut"


"ya sudah kalau begitu aku pulang dulu" Widi pamit ke Dina sambil mamakai jaketnya


"Kamu tidak ikut pacarmu pulang Din?" pak Har bertanya ke Dina


"pacar? siapa pak?" Dina mengernyitkan dahinya


"itu Widi" jawab pak Har sambil menatap ke arah widi yang sudah menyalakan motornya


"eh... siapa bilang kami pacaran pak?" protes Dina


"selama ini kalian tidak pacaran? kalau tidak pacaran kenapa kemana-mana berdua?" pak Har menggoda Dina


Pak Har tahu Dina tidak berpacaran dengan Widi mereka hanya dekat saja. Sebenarnya Pak Har kasihan dengan Widi, perasaannya tidak pernah terbalaskan. Kalau ditanya apakah Pak Har mendukung hubungan mereka, jawabannya 'Ya'


Dina dan Widi sama-sama murid kesayangannya, Pak Har ingin jika murid-murid kesayangannya bisa sukses, sukses dalam pelajaran dan juga dalam percintaan. Bahkan sewaktu kelas dua tidak jarang waktu di kelas Pak Har selalu menyindir dan menjodohkan mereka.


Di halaman vila, Gilang yang melihat semua sudah pulang tinggal rombongan Pak Har dan Dina masih berada di sana.


Gilang juga melihat sekeliling, mencari-cari Widi memastikan Dina tidak pulang dengan Widi.


Setelah mengamati sekeliling dan tidak mendapati motornya Widi, Gilang merasa lega, setidaknya Dina tidak pulang bersama Widi itu berarti Dendy punya kesempatam untuk mengantar Dina pulang


"Den, itu Dina sepertinya mau pulang kamu hampiri dia sana" Gilang menyuruh Dendy untyk menghampiri Dina


"kamu saja mas yang bilang ke Dina" Dendy merengek seperti anak kecil


"lhah tadi aku yang sudah bantu kamu buat bertemu Dina, masak sekarang aku juga yang menghampiri Dina" gerutu Gilang


"huh... temani aku mas, tidak berani ada gurumu itu?" Dendy merayu Gilang agar mau menemaninya menghampiri Dina


"seperti ini kok mau menarik perhatian Dina... mau menghampiri saja mengajak orang" gerutu Gilang sambil berjalan menuju tempat Dina berada "ya...ayo kok malah diam!"


"eh iya mas...." Dendy buru-buru berjalan mengikuti Gilang dari belakang

__ADS_1


"lhoh Lang kamu balik lagi ke sini?" Dina kaget Gilang datang menghampirinya


"dari tadi aku belum balik Din " Gilang nyengir


"lhoh...aku kira sudah balik dari tadi?"


"iya ini...nih..menemani Dendy" Gilang menyeret tangan Dendy agar berdiri di sebelahnya


"hah..."


Dendy tersenyum kikuk, gugup bingung mau bilang apa ke Dina


"Din...jadi bareng tidak ?!" ucap Pak Har setengah berteriak dari balik kemudi mobilnya


"eh..iya pak sebentar " jawab Dina dengaan setengah berteriak juga


"ini Dendy mau bicara" ucap Gilang berperan sebagai pembuka pembicaraan antara Dina dan Dendy. Gilang merasa jengah dari tadi adik sepupunya itu hanya diam


"mau bicara apa lagi Den? " tanya Dina kepada Dendy dengan wajah letihnya. Sebenarnya Dina males meladeni mereka karena Dina sudah merasa sangat capek dan ingin segera pulang


"itu Din, yang tadi aku anter kamu pulang ya?" ucal Dendy setengah memohon


"hmmm..... maaf Den bukannya aku tidak mau, tapi aku sudah bilang ke pak Har kalau aku menumpang mobilnya sampai sekolah" ucap Dina


"oh begitu ya sudah... aku mengikuti kalian saja dari belakang, nanti pulangnya aku antar" ucap Dendy dengn tatapan sendu nya


"iya ... hati-hati Din" Dendy dengan raut kecewa


Dendy hanya bisa menatap punggung Dina yang berjalan menajuh menuju mobil Pak Har. Begitu rombongan Dina dan Pak Har berangkat meninggalkan vila Dendy juga mengajak Gilang untuk pulang


"Mas, ayo balik sekarang saja, aku mau mengikuti mobil yang ditumpangi Dina dari belakang." Dendy sambil berjalan cepat ke arah motornya yang terparkir di dekat pintu masuk vila


"eh...tunggu...!!."teriak Gilang juga sambil berjalan cepat mengikuti Dendy


Dendy menyalakan motornya menunggu Gilang naik ke boncengannya. Setelah dirasa siap Dendy melajukan motornya ke rumah Gilang untuk mengambil barang-barangnya Gilang. Setelah itu mereka langsung berangkat tujuan pertama mereka adalah sekolahnya Dina.


Dendy melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena dia tidak mau tertinggal jauh dari mobil yanh ditumpangi Dina.


"Den...ini banyak tikungan jangan ngebuttt!" teriak Gilang protes dari belakang


"mobilnya sudah tidak terlihat mas..." jawab Dendy tidak kalah teriakannya


"iya...tidak usah ngebut daripada kita sampai di rumah sakit" omel Gilang

__ADS_1


Dendy tidak menggubris perkataan Gilang. Dia tetap melajukan motornya secepat yang dia inginkan. Meskipun sudah ngebut tapi mobil yang ditumpangi Dina juga masih belum terlihat.


***


Di dalam mobil...


Di dalam mobil yang ditumpangi Dina seperti biasa Pak Har selalu mengajak siswa-siswanya untuk mengobrol dan bercanda. Karena PaknHar adalah guru yang suka berinteraksi dengan muridnya dengan bahasa yang santai seperti berbicara dengan teman maka dari itu banyak siswa yang dekat dengan beliau.


"Dina ini ya...kebanyakan pacar sampai dari semalam banyak cowok-cowok yang mendatangi vila" ledek pak Har


Dina yang tadi disuruh Pak Har duduk di depan di kursi sebelah pengemudi pun terhenyak. Dina kaget karena dari tadi mencoba memejamkan mata karena matanya sudah sangat ngantuk.


"hhh...apa pak?"


"itu... kamu kalau punya pacar itu dibuat jadwal kalau mau bertemu, jangan bertemu sama-sama waktu acara makrab" ledek Pak Har sambil menahan tawanya


"pacar..??" Dina mengernyitkan dahinya


"semua sudah lapor sama saya kalau semalam itu kamu pacaran sama tiga cowok sekaligus"


Dina mendengus menoleh ke arah belakang, mengamati satu per satu siswa yang ikut menumpang mobil Pak Har tapi tidak mendapati kira-kira siapa yang sudah sengaja menyebarkan kabar burung


"tidak usah lihat ke belakang, di mobil ini cuma kamu anak kelas tiga" terang Pak Har "mereka mana tahu apa yang kamu lakukan semalam" lanjutnya


"Saya itu tidak punya pacar pak..." ucap Dina dengan nada kesalnya


"ooo..ya...." ledek pak Har


"terus itu Widi bagaimana? belum lagi semalam ada Gilang juga sama siapa... kayaknya bukan anak sekolah kita"


"semua hanya teman Pak..." Dina mencebikkan bibirnya


Dina benar-benar kesal. Siapa yang sudah menyebarkan gosip Dina semalam berpacaran dengan tiga orang


.


.


.


.


.

__ADS_1


*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2