
Dendy keluar rumah dengan membawa lima kaleng minuman bersoda. Ia taruh di meja kecil yang terdapat di bawah jendela terasnya. Dia mengambil satu dan ia berikan ke Dina.
"cuma Dina saja yang dikasih?" Krisna mencebik
"itu.... tinggal ambil sendiri " ucap Deny sambil menunjuk ke arah meja kecil di bawah jendela
"aku mengajak Ani tidak apa-apa ya Den?" ucap Dina sambil mengambil minuman yang diberikan Dendy
"iya...tidak apa-apa, tapi jam putar filmnya masih lumayan lama, mau di sini dulu atau langsung ke bioskop?" tanya Dendy
"di sini dulu saja, atau ada yang berbaik hati beli tiket dulu" ucap Dina menarik satu sudut bibirnya
"begitu juga bisa" ucap Dendy
"eh...kenalkan ini Ani, sampai lupa " Dina terkekeh
"sudah sering lihat tapi tidak pernah ngobrol" Ani terkekeh
"iya mbak Ani" ucap Dendy juga terkekeh
Mereka berlima berbincang-bincang sambil diselingi gelak tawa.
"Na...kamu sama Adi beli tiket dulu sana" Dendy menyuruh Krisna dan Adi membeli tiket agar hemat waktu. Film yang akan mereka tonton termasuk film yang sangat disukai anak-anak remaja. Tiket untuk menonton selalu habis terjual dalam hitungan menit setelah loket tiket dibuka.
"oke... Kita berangkat mau nonton jam berapa? " tanya Adi
"jam berapa Din?" Dendy menanyakan ke Dina
"hmmm...yang jam satu saja...takut pulang kesorean, soalnya mama papa mau pergi aku disuruh jaga adik-adikku" ucap Dina
"jadi kalian pesan tiket yang jam satu untuk tiga orang ya" ucap Dendy
"kok cuma tiga? Kan yang mau menonton kita berlima?" tanya Adi
"sudah....kita itu tidak dianggap" bisik Krisna
"maksudku terserah kalian mau yang jam berapa? Aku pesan yang jam satu tiga tiket" ucap Dendy
"oke...oke...kami berangkat dulu " ucap Krisna
Krisna dan Adi berangkat dengan mengendarai motor milik Adi. Jarak dari rumah Dendy ke bioskop lumayan jauh, kira-kira tiga puluh lima menit kalau jalanan lancar.
Dendy dan Dina serta Ani melanjutkan perbincangan mereka. Mereka membahas hal-hal yang lucu dan tidak jelas, yang penting hati senang. Saat mereka sedang asyik bercanda telepon rumah Dendy berbunyi. Namun diabaikan oleh Dendy karena merasa di dalam rumah masih ada mama dan adiknya.
"kak...ada telepon" adik Dendy berteriak dari dalam rumah
Dendy bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengangkat telepon.
"Halo"
^^^☎️ Halo^^^
"Kenapa Di?"
^^^☎️ *ini tiketnya yang jam satu sudah habis^^^
^^^tinggal yang jam tiga bagaiamana*?^^^
"kamu tutup dulu aku tanya Dina jadi apa tidak,
nanti kamu telepon lagi "
^^^☎️oke^^^
Dendy menutup teleponnya, kemudian ia keluar untuk menemui Dina yang masih asyik mengobrol dengan Ani
__ADS_1
"Din... Tiket yang jam satu habis, adanya yang jam tiga atau lima bagaimana?" Dendy menghampiri Dina
"habis? Kalau jam tiga paling tidak dari bioskop jam lima, hmmm...batal saja Den... Aku pulangnya kesorean" ucap Dina
"oke, nanti aku bilang ke Adi" Dendy duduk di kursi seberang Dina duduk
Mereka melanjutkan obrolan mereka yang terputus tadi. Tidak lama terdengar teriakan lagi dari dalam rumah. Adiknya Dendy berteriak memanggil Dendy
"sebentar, itu pasti Adi lagi yang telepon" Dendy bergegas masuk ke dalam rumah
"ya..."
^^^☎️ *aku sudah beli tiket untuk jam tiga,^^^
^^^lima tiket soalnya ini tadi Krisna yang mengantri^^^
^^^sudah sampai depan*^^^
"yang tiga batalkan saja Di, Dina takut pulang kesorean"
^^^☎️mana bisa dibatalkan, memangnya tiket kereta?^^^
"kamu jual ke siapa gitu... Pasti ada yang butuh"
^^^☎️ya sudah jadi ini aku berdua saja dengan Krisna?^^^
"iya"
Setelah menutup telepon Dendy kembali keluar untuk menemui Dina dan Ani.
"Den...aku dan Ani pulang dulu ya... Baru ingat besok aku ada ulangan matematika" ucap Dina dengan wajah sendu
"iya sudah...kamu hati-hati di jalan ya" ucap Dendy dengan berat hati
.
.
"maaf ya An...tidak jadi nonton" ucap Dina dengan raut penyesalan
"iya tidak apa-apa Din" ucap Ani melepaskan helmnya
"ya sudah aku pulang dulu ya..."
"hati-hati.." ucap Ani melambaikan tangannya
Dina pulang dengan perasaan tak bersemangat. Rencananya hari ini gagal tapi sisi baiknya ia bisa belajar untuk ulangan besok pagi.
.
.
Keesokan harinya Dina telah sampai di sekolah, seperti biasa dia akan duduk-duduk di bangku taman depan kelasnya. Sambil menunggu bel masuk Dina belajar mempersiapkan untuk ulangannya nanti.
"Din.. Dina..." Gilang berjalan mendekat ke arah Dina
"iya..." Dina mengangkat kepalanya melihat ke arah datangnya suara
"ada titipan dari Dendy" ucap Gilang
"apa?" Dina menautkan kedua alisnya
"sebentar" Gilang membuka tasnya dan mengeluarkan setangkai bunga mawar palsu "ini..." Gilang memberikan bunga tersebut ke Dina
"terima kasih Lang" ucap Dina menerima bunga itu dengan senyum mengembang
__ADS_1
Gilang berpamitan, hendak masuk ke kelasnya karena sebentar lagi bel masuk berbunyi.
Bel tanda pelajaran dimulai 'pun telah berbunyi Dina masuk ke kelasnya dan duduk di mejanya seperti biasa.
Bel tanda istirahat pergantian jam sore telah berbunyi, semua siswa keluar dari kelasnya masing-masing. Dina masih membereskan buku-bukunya.
"Din...ayo istirahat..." Krisna masuk ke kelasnya Dina
"eh...Na...sebentar" Dina masih mengemasi barang-barangnya
"ke warung depan ya Din..." ucap Krisna
"iya...ayo..." Dina beranjak dari tempat duduknya dan keluar kelasnya diikuti oleh Krisna
Mereka berdua berjalan ke warung depan sekolah Dina. Biasanya hanya siswa laki-laki yang makan di situ sedang siswa perempuan malas karena ada siswa sekolah sebelah yang juga sering makan di situ.
"Den..." ucap Dina ketika melihat Dendy sudah duduk di kursi di depan warung
"sudah makan Yang...?" tanya Dendy
"sudah tadi istirahat ke dua " ucap Dina yang masih berdiri di depan Dendy "terima kasih ya titipannya" senyum Dina mengembang
"iya.."
Di tempat Dendy duduk di situ juga ada Adi yang asyik memakan nasi bungkus, acuh akan keberadaan Dina.
"kemarin filmnya bagaimana, bagus?" tanya Dina ke Krisna yang baru saja keluar dari dalam warung
"bagus...sangat bagus....sampai-sampai ada yang menangis" ucap Krisna dengan nada meledek sambil melirik ke arah Adi
"memangnya siapa yang menangis?" Dina bingung
"ini yang duduk di sebelahku" Dendy tergelak
"hah...?" Adi yang sedang makan tersentak
"kamu menangis Di?" tanya Dina menarik dua sudut bibirnya ke atas
"habisnya filmnya sedih " jawab Adi datar
"sedih dari mana coba?" Krisna tergelak
"itu yang waktu sahabatnya Dian mau bunuh diri, sangat menyedihkan" ucap Adi lirih
"ya ampun.... Ternyata Adi bisa melankolis juga" Dina tergelak
"puas....puas kalian menertawakan aku!" Adi mencebik
Mereka berempat asyik bercanda, membahas kekonyolan-kekonyolan Krisna dan Adi sewaktu menonton film. Sungguh tak terduga mereka yang bertubuh besar berwajah sedikit menyeramkan ternyata bisa menangis sewaktu menonton film.
.
.
.
B E R S A M B U N G
.
.
Dukung terus karya ini ya....
Tolong like komen dan votenya ya...
__ADS_1
Terima kasih sekebone bestie 😘😘