Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 81


__ADS_3

Dendy memperhatikan Dina yang sedang sibuk membolak-balik nota. Dia baru tahu kalau Dina ternyata juga bagian penting di radio sekolahnya.


"sayang...bisa minta tolong ambilkan kacamataku di tas?" ucap Dina tidak menoleh ke arah Dendy yang duduk di sebelahnya


"hah...?" Dendy yang duduk di sebelah Dina terkejut akan ucapan Dina


"kenapa?" Dina menoleh ke arah Dendy


"kamu minta tolong ke siapa?" tanya Dendy masih ragu, tapi dia juga mengambil tas Dina yang ditaruh di kursi sebelah Dendy duduk


"ya kamu....memangnya siapa lagi yang ada di sini?" ucap Dina tersenyum


"aku kira minta tolong ke siapa, soalnya kamu panggil sayang" Dendy masih belum begitu yakin kalau Dina memanggilnya dengan paggilan sayang


Dina tersenyum "memangnya kamu tidak mau aku panggil begitu?" Dina tersenyum melihat ekspresi Dendy yang entah sangat membingungkan


"iya mau...mau banget" Dendy mengembangkan senyumnya


"terus kacamataku mana?"


"memangnya sejak kapan kamu pakai kacamata, aku tidak pernah melihatmu pakai kacamata?" ucap Dendy sambil membuka tas Dina dan mencari kacamata Dina


"sudah lama, sejak ulang tahunku yang ke tujuh belas"


"ini...." Dendy menyerahkan kotak kacamata milik Dina


"terima kasih sayang... " ucap Dina bersemangat


"iya...sayang..." ucap Dendy dengan hati berbunga-bunga


Dendy menatap Dina yang sedang serius mencatat entah apa Dendy tidak tahu tanpa berkedip. Dia terkesima menurutnya Dina semakin terlihat cantik dan menarik jika sedang serius apalagi memakai kacamatanya.


Dendy beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Alex, ia hanya ingin mengamati bagian meja siar yang sebenarnya peralatannya sederhana tidak seperti radio-radio komersial yang sudah terkenal.


"eh...ada apa?" tanya Alex ketika melihat Dendy sedang berdiri di dekat meja siar


"eh...maaf aku ganggu ya? Cuma mau melihat-lihat" ucap Dendy merasa tak enak hati


"oh...kamu adiknya Gilang ya?" tanya Alex


"iya, kok kamu tahu?"


"tadi Dina yang cerita" jawab Alex


"oh...begitu....koleksi lagunya apa saja?" tanya Dendy


"kamu mau request lagu apa? Sambil menunggu Dina, biasanya kalau sudah pakai kacamata begitu Dina enggak bisa diganggu" ucap Alex sambil terkekeh


"oh...begitu ya...aku malah tidak tahu" satu hal baru lagi yang Dendy tahu tentang Dina


"memangnya kalian dekat sudah berapa lama?" Alex mengerutkan dahinya


"belum lama..."


"oh...pantas tidak tahu"


Dendy berjalan mendekat ke meja siar, melihat-lihat daftar lagu yang akan diputar oleh Alex. Dendy mengamati satu-persatu lagu-lagu, ingin memilih lagu yang pas buat Dina yang sedang sibuk mecatat laporan pengeluaran.


"bisa request lagu A.N.G naff ?" tanya Dendy ketika selesai melihat daftar lagu yang akan diputar

__ADS_1


"sebentar... Aku cari dulu ya...kalau tidak ketemu ada alternatif lain?" tanya Alex sambil membaca satu per satu daftar lagu yang ada di studio


"cari saja dulu..."..ucap Dendy dengan senyum mengembang


"oh...ada...ada...habis ini ya... aku putar" Alex mengacungkan jempolnya ke Dendy


"khusus buat Dina ya " Dendy tersenyum ke Alex "terima kasih" ucapnya kemudian meninggalkan Alex dan berjalan ke arah tempat Dina berada


"masih lama Din?" tanya Dendy lembut


"tinggal cek ulang takutnya ada yang terlewat" ucap Dina tanpa melihat ke arah Dendy.


Dendy duduk di sebelah Dina, menunggu Dina dengan sabar.


'hai...pendengar setia SMAX fm masih dengan Alex di sini... kebetulan di studio sedang kedatangan tamu yang ingin diputarkan sebuah lagu, lagu ini spesial buat Dina yang juga masih ada di studio. Aneh ya... Sama -sama ada di studio kirim-kirim lagu...tapi tidak apa-apa... Alex selalu mengabulkan semua request para pendengar setia... Mari kita dengarkan lagu yang di request khusus untuk Dina tersayang'


Alex mematikan michropone nya dan memutar lagu yang tadi di minta oleh Dendy


*Seluruh hati tlah kudatangi


Hanya hatimu yang kupilih


Seluruh cinta tlah kuselami


Hanya cintamu yang kucari


Jangan letih mencintaiku


Janganlah terhenti


Jangan lelah menyayangiku


Hingga bumi tak bermentari


Yang pernah aku miliki


Sungguh tak bisa aku berpaling


Menjauh darimu


Jangan letih mencintaiku


Janganlah terhenti


Jangan lelah menyayangiku


Hingga bumi tak bermentari


Jangan letih mencintaiku


Janganlah terhenti


Jangan lelah menyayangiku


Hingga bumi tak bermentari ho ho


Jangan letih mencintaiku


Janganlah terhenti

__ADS_1


Jangan lelah menyayangiku


Hingga bumi tak bermentari*


( Naff ~ A.N.G)


Dina menoleh ke arah Alex ketika mendengar namanya disebut-sebut. Berpikir sejenak, dan kemudian menoleh ke arah Dendy dan mengembangkan senyumnya, setelah paham yang diucapkan Alex.


"lagu ini spesial buat kamu sayang... I Love You " ucap Dendy membelai pipi Dina. Dina tersipu malu mendengar ucapan Dendy. Dia hanya tersenyum-senyum sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah pasti merah merona.


"ayo cepat lanjutkan, aku tunggu" ucap Dendy lembut


"iya sebentar lagi selesai" ucap Dina kemudian kembali menatap tumpukan kertas-kertas nota.


Tak berapa lama, akhirnya Dina sudah menyelesaikan laporan pengeluaran yang harus ia serahkan kepada pak Har.


"sudah selesai... Sebentar ya tunggu Widi datang dulu, biar dia yang menyerahkan laporannya" ucap Dina melepas kacamatanya dan mengemasi alat tulisnya.


"kenapa Widi?" Dendy mengerutkan keningnya


"kalau aku yang menyerahkan, bisa enggak pulang-pulang karena disidang pak Har" ucap Dina


"memangnya ada apa?" Dendy menautkan kedua alisnya


"karena kamu di sini" Dina tergelak, sedangkan Dendy membulatkan matanya terkejut dengan jawaban Dina, entah serius atau tidak.


"jangan melotot begitu, aku sedang malas kalau ditanya-tanya soal pertengkaran tempo hari" ucap Dina santai


"kamu bertengkar? Sama siapa? Kenapa tidak cerita sama aku?" tanya Dendy bertubi-tubi


"aku jawab dari belakang, pertama karena kemarin-kemarin kamu sibuk, sama siapa? Sama kru baru di sini" jawab Dina masih dengan nada santai


"memangnya ada apa Din?" tanya Dendy menjadi serius ingin tahu apa yang telah terjadi seminggu terakhir ketika dia tidak bisa menemui Dina


Dina mulai menceritakan semua, dari awal mulai dia terlibat dalam proyek pemancar radio. Bagaimana mereka bisa sampai tahap sekarang. Masalah kesepakatan tentang siapa saja yang bisa masuk ruang studio dan kesepakatan tentag penambahan kru.


Semua Dina ceritakan tanpa kecuali, juga tentang pertikaiannya tempo hari dengan Anto. Dendy menyimpulkan kalau Dina sebenarnya terlibat dalam sesuatu yang besar dan membanggakan sebenarnya. Tapi karena Dina selalu di balik layar jadi tidak ada yang mengetahui seberapa besar andil Dina dalam berdirinya studio tersebut.


Tidak sedikit yang memandang kalau Dina itu sengaja memanfaatkan kedekatannya dengan Widi agar bisa tampil dan dikenal sebagai kru radio sekolahnya. Padahal jauh sebelum studio itu jadi Dina sudah ikut ambil bagian meskipun dia hanya mengelola keuangan saja.


.


.


.


B E R S A M B U N G


.


.


Dukung terus karya nona ya bestie...


Like, vote dan komennya ya...


Jangan lupa kirim-mirim kopi dan bunga


Terima kasih bestie

__ADS_1


__ADS_2