
Ngetik part ini dari semalam kepotong terus maklum sebagai warga negara yang baik harus menghormati jasa para pahlawan dengan ikut malam tirakatan
...DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 77 Tahun...
...Jayalah Selalu Negeriku...
...MERDEKA !!!...
Lanjutt.....
................
Keesokan harinya, semua siswa berjalan ke arah lapangan sekolah yang berada di depan ruang kelas satu. Mereka akan mengadakan upacara bendera, kegiatan rutin setiap hari senin pagi. Dina datang paling akhir di saat semua siswa sudah mulai berbaris.
Dina merasa tidak terlalu bersemangat, dia berbaris di barisan paling belakang yang kebetulan dekat dengan pohon jadi lebih teduh tempatnya. Selama upacara berlangsung Dina hanya melamun, tetingat kejadian kemarin sewaktu dia bertemu dengan Nana.
Ada rasa tidak terima dengan nada bicara Nana tapi Dina tidak mau menanggapinya karena dia malas ribut dengan orang. Dina merasa tidak bersalah dan tidak merebut orang yang sudah disukai Nana. Tetapi kenapa dia yang malah kena amarah dari Nana.
Ingin rasanya bertanya ke Dendy, tapi dia juga merasa malas karena memang tidak ada hubungan apapun di antara mereka. Benar-benar baru kali ini dia kena amarah orang tapi tidak tahu apa masalahnya.
Upacara bendera telah selesai, satu per satu siswa kembali ke kelasnya masing-masing. Akhir-akhir ini Dina merasa sendirian, Yuni yang biasanya selalu bersamanya entah kemana. Semakin hari keadaan di kelasnya Dina semakin tidak bersahabat buat Dina yang tipenya serius tapi santai.
Dina berjalan sendirian kembali ke kelasnya, menyusuri lorong kelas satu dan kelas IPS. Dari arah belakang ada yang memanggilnya Dina menoleh ke belakang dan yang memanggil menghampirinya.
"Hei... Din..." ucap cowok yang memanggil Dina
"iya Ton.." ucap Dina, yang memanggilnya adalah Toni mantan pacarnya
"Sendirian saja?" tanya Toni
"seperti yang kamu lihat" Dina mengangkat kedua tangannya
"Istirahat jam sore makan di luar yuk..." ajak Toni
"hmmm...." Dina berpikir antara menolak dan mengiyakan ajakan Toni
"makan bakso tempat biasa... mau tidak?"
"iya deh... kalau aku lupa hampiri aku di kelas ya... " ucap Dina menyunggingkan senyumnya
"oke...siap princess..." ucap Toni dengam senyum mengembang
__ADS_1
Dina selalu tersipu ketika Toni memanggilnya dengan sebutan princess sebutan kesayangan Toni untuk Dina waktu mereka pacaran dulu. Keduanya berpisah waktu sampai di depan kelasnya Toni. Dina berjalan menuju kelasnya. Rasanya berat untuk masuk ke kelasnya. Semakin mendekati ujian akhir suasana kelasnya semakin tidak menyenangkan.
Bel Istirahat pertama telah berbunyi, seperti biasa Dina ke kantin Pak Jo. Dia melewati lorong ruang-ruang kelas satu. Ketika sampai di depan kelas Krisna bertepatan Krisna keluar dari kelasnya.
"Mau ke Pak Jo Din?" tanya Krisna
"iya...mau ikut?" Dina menghentikan langkahnya
"mau...asal ditraktir " Krisna terkekeh
"ayo...tapi bayar sendiri-sendiri " Dina tergelak
"ya sudah ayo...ada yang mau aku bicarakan sama kamu " ucap Krisna melangkah menuju kantin Pak Jo
Dina dan Krisna memesan makanan dan minuman mereka masing-masing, kemudian mencari tempat duduk. Krisna sengaja mencari tempat duduk di dekat jendela yang jauh dari pintu, karena ingin berbicara dengan Dina.
"Din....ada yang mau aku bicarakan sama kamu " ucap Krisna
"tentang....?" Dina menautkan kedua alisnya menatap krisna penuh dengan tanda tanya
"tentang Kamu, Dendy, dan Nana..." ucap Krisna menegakkan tubuhnya
"memangnyaa ada apa? aku tidak merasa ada hubungan dengan mereka " Dina semakin bertanya-tanya ada apa sebenarnya
"iya bu...terima kasih.."ucap Dina tersenyum ramah
Dina menggeser makanan dan minuman yang di pesan Krisna ke arah Krisna
"Begini Din...soal yang kemarin, tentang Nana..."
"Nana...? memangnya ada apa?"
"Kemarin Nana bicara apa Din ?" tanya Krisna dengan tatapan serius
"tidak bicara apa-apa?" Dina mengernyit heran
Krisna mulai menceritakan semua yang telah dia dengar kemarin tentang Dendy dan Nana dari Dendy. Ia menceritakan tanpa ada satupun yang terlewat.
"Terus hubungannya dengan aku apa?" tanya Dina
"ya adalah...sebentar aku makan dulu...ternyata cerita butuh tenaga ekstra" Krisna tergelak
"ya sudah makan dulu, punyaku tinggal sedikit " Dina terkekeh
__ADS_1
Krisna melanjutkan makannya sampai habis tak bersisa dan meminum minumannya hingga tandas.
"Begini Din... Dendy itu sebenarnya suka sama kamu.." ucap Krisna
"sejak..?" alis Dina kerkerut
"Sejak lama... sejak acara camping tempo hari itu " ucap Krisna
"terus ?"
"ya... Dendy sebenarnya ingin menjelaskan masalah kemarin ke kamu tapi dia bingung di antara kalian tidak ada hubungan apa-apa" terang Krisna
"ya...itu tahu.." Dina tergelak
"kamu ini Din...diajak bicara serius malah dianggap bercanda " ucap Krisna kesal
"sudahlah...aku mau balik ke kelas" ucap Dina beranjak dari tempat duduknya
"terus Dendy bagaimana?" tanya Krisna juga beranjak dari tempat duduknya
"bagaimana maksudnya...ya tidak ada yang perlu dipikirkan Na" ucap Dina sambil berjalan ke Bu Jo dan membayar makanannya
Mereka berdua berjalan keluar kantin kembali ke kelasnya masing-masing
"aku harus bilang apa ke Dendy Din? "ucap Krisna berhenti di depan kelasnya
"terserah kamu...!" ucap Dina setengah berteriak sambil melambaikan tangan berlalu tanpa melihat ke arah Krisna
Dina kembali memikirkan apa yang tadi pagi menjadi beban pikirannya. Dalam hatinya mulai merasakan sesuatu terhadap Dendy tetapi Dina menepisnya karena sementara waktu dia ingin fokus belajar, lagipula Dendy tidak pernah mengatakan apapun kepadanya. Selama dia tidak mendengar sendiri dari mulut Dendy dia anggap semua itu hanya karangan temannya saja.
Dina kembali masuk ke kelasnya, rasa malas berada di ruang kelas kembali muncul. Kalau boleh pindah kelas, pasti akan Dina lakukan, sayangnyaa dia harus bertahan beberapa bulan lagi.
.
.
.
.
B E S A M B U N G
*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.
__ADS_1
Terima kasih sekebon bestie