
Tiga orang berbeda umur itu berjalan ke arah gerbang sekolah Dina. Setelah memastikan satpam sekolah tidak ada di tempatnya mereka masuk ke dalam sekolah dan menuju kelasnya Dina yang berada tidak jauh dari pos satpam.
Kebetulan area sekolah kelas IPA sepi para siswa masih beristirahat dan ada yang masih di mushola. Setelah sampai di depan kelas Dina, nyali Dendy yang tadinya tinggi kini menciut. Ada rasa ragu, takut kedatangannya ditolak sama Dina. Dendy menyerahkan kantong kresek yang berisi roti dan air mineral tadi ke Gilang.
"mas...tolong kasih ke Dina, aku malu " ucap Gilang lirih
"haduh....Den...Den.... begini saja malu" Gilang menggeleng-gelengkan kepalanya "sini aku yang kasih tapi kamu ikut masuk"
"tidak apa-apa aku masuk kelas?" tanya Dendy merasa tidak yakin
"itu kelasnya masih sepi cuma ada beberapa cewek pendiam kutu buku " ucap Dendy melangkah masuk ke kelas Dina
Dendy melihat Dina yang sedang menelungkupkan wajahnya di atas kedua tangannya yang dilipat di atas meja. Ada rasa iba melihat pujaan hatinya seperti itu.
"Din..." panggil gilang pelan tidak ingin mengganggu yang lain
Dina mengangkat kepalanya dan menatap ke arah tiga cowok beda umur masuk ke kelasnya. Dendy bisa melihat wajah yang biasanya selalu terlihat ceria sekarang terlihat pucat.
"lhoh Gilang kok cepat...katanya pulang?" ucap Dina
"aku tidak jadi pulang Din, aku telpon rumah minta Dendy mengantar buku ku yang ketinggalan" ucap Gilang beralasan
Dendy menatap Gilang dengan raut wajah meminta penjelasan. Gilang hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"terus kalian bertiga ada apa masuk ke sini?" Dina menatap ketiga cowok berbeda umur itu
"Kata Gilang kamu sakit Din" ucap Krisna tanpa basa-basi
"eh...tidak kok ...cuma kemarin saja badanku demam, sekarang sudah jauh lebih baik" jawab Dina
"ini...tadi dibelikan Dendy makanan" Gilang menyodorkan tas kresek berisi roti dan air mineral yang dibawanya
Dina menerima kantong kresek itu sambil menatap Dendy
"ini isinya apa?" tanya Dina
"cuma roti sama air mineral, aku tidak tahu apa yang kamu suka Din" Dendy meemberanikan diri menjawab pertanyaan Dina
"ehmm..terima kasih ya jadi merepotkan " ucap Dina tulus
"Dimakan Din..." ucap Dendy
__ADS_1
"eh..iya..." Dina membuka kantong kresek yang tadi dieberikan oleh Gilang "Masak iya aku makan sendiri, makan bareng-bareng ya" Dina membuka bungkusan yang berisi roti yang berisi 6 potong roti
"eh...tidak usah Din...kita tadi sudah makan " jawab Gilang
"ya sudah aku tidak jadi makan kalau begitu" ucap Dina sambil menutup kembali bungkusan roti itu
"jangan Din...!aku temani...tapi kamu harus makan" ucap Dendy sambil meraih bungkusan roti yang dipegang Dina dan membukanya.
Dendy mengambil satu potong roti dan memberikannya ke Dina, kemudian dia mengambil satu lagi untuk dia makan. Sedangkan Gilang dan Krisna hanya saling tatap. Tidak berani menggoda takut Dina tersinggung.
"eh...Lang....Na...ini ambil..." Dina menyodorkan bungkus roti kepada Gilang dan Krisna
"eh...tidak usah..." ucap Gilang dan Krisna serempak
Dina menghabiskan satu potong roti dan kemudian membuka tutup botol air mineral dan meminumnya. Dendy hanya memperhatikan Dina yang wajahnya tampak pucat.
"Din...kalau kamu sakit kenapa masuk sekolah?" tanya Dendy
"tidak enak terlalu lama meninggalkan pelajaran, takut ketinggalan banyak Den"
"Eh...kelas sudah mulai rame, kita keluar yuk....tidak enak berada di antara orang-orang pintar" ucap Gilang pelan mengajak Krisna dan Dendy untuk segera keluar kelasnya Dina karena teman sekelas Dina sudah mulai berdatangan
"eh...Din....aku pulang dulu ya...nanti pulangnya aku antar " ucap Dendy
"Ayo...cepat keluar sebentar lagi bel masuk " Gilang menarik paksa Dendy agar segera keluar dari kelas Dina.
"iya...iya... " ucap Dendy
Mereka bertiga 'pun keluar dari kelas Dina, bergegas kembali ke warung depan sekolah.
"mas...nanti bagaimana? aku mau antar Dina pulang, kasihan masih pucat begitu" ucap Dendy sambil naik ke atas motornya
"tadi Dina sudah bilang bawa motor sendiri" jawab Gilang
"menurutmu bagaimana enaknya?"
"kamu sama krisna sajalah, aku pulang mau ada latihan taekwondo " ucap Gilang
" terus motorku bagaimana dong ?" tanya Krisna
"sudah begini saja aku nanti pulang, kembali ke sini jam empat kurang nanti aku minta antar siapa begitu atau naik angkutan umum"
__ADS_1
"nanti aku bonceng Dina naik motornya Dina, kamu mengikuti dari belakang nanti pulangnya aku bareng kamu" terang Dendy
"lhah jadi obat nyamuk lagi " Krisna mencebik
"hahahaha....selamat ya Na..." Gilang tergelak
"haish.... sekali-sekali tidak apa-apalah Na...pleaseeee...."Ucap Dendy dengan tatapan memohon
"iya...iya... daripada nanti ada yang menangis guling-guling " ejek Krisna
"sudah...sudah... itu sudah bel...ayo masuk" Gilang mennengahi Dendy dan Krisna yang saling ejek
Gilang dan Krisna kembali masuk ke dalam sekolah, sedang dendy menyalakan motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Sesampainya di rumah mamanya Dendy mengatakan kalau ada yang mencarinya tapi sudah pulang karena terlalu lama menunggu Dendy yang tidak pulang-pulang.
Dendy masuk ke kamarnya dan berganti pakaian. Mama Tari memanggil Dendy mengatakan ada telepon dari temannya. Dendy pun bergegas turun dan mengangkat telepon. Ternyata yang telepon adalah Adi teman sekolahnya yag tadi menunggunya pulang. Dendy meminta tolong ke Adi untuk datang ke rumahnya lagi.
Rumah Dendy sudah seperti tempat tongkrongan hampir tiap hari teman-temannya datang untuk main, dan kadang sama-sama mengutak-atik memodifikasi motor-motor mereka.
Tak berapa lama Adi pun datang. Mama Tari menyuruh Adi langsung naik ke lantai dua untuk menemui Dendy. Dendy mengutarakan maksudnya untuk meminta tolong agar diantarkan ke sekolah kakak sepupunya.
Adi pun heran kenapa Dendy minta tolong kepadanya untuk mengantarkan ke sekolahan kakak sepupunya, biasanya juga kalau mau kemana-mana selalu naik motor sendiri. Dendy beralasan tadi Gilang menyuruhnya mengambil motornya karena Gilang mau pergi turnamen taekwondo.
Adi 'pun percaya dengan alasan yang dibuat Dendy. Mereka mengobrol dan Dendy juga sempat membantu memperbaiki motornya Adi yang agak sedikit bermasalah.
Waktu menunjukkan jam tiga lewat tiga puluh menit. Motor Adi sudah selesai diperbaiki, dan sesuai yang telah diutarakan oleh Dendy tadi, Adi mengantarkannya ke sekolah kakak sepupunya Dendy.
Sesampainya di sekolahnya Gilang, Dendy memutuskan untuk menunggu Dina pulang, dan menyuruh Adi meninggalkannya. Dendy memilih tempat yang mudah terlihat oleh Krisna agar Krisna mudah menemukan keberadaan Dendy.
.
.
.
.
.
.
*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.
__ADS_1
Terima kasih sekebon bestie