
Bel tanda pelajaran hari itu berakhir telah berbunyi. Dina tidak terburu-buru keluar kelas, ia masih membereskan buku-bukunya.
"kamu belum mau pulang Put?" tanya Dina kepada Putra sambil membereskan buku-bukunya. Tidak biasanya Putra tidak buru-buru keluar kelas
"aku masih menunggu kado dari kamu Din" ucap Putra menaikturunkan alisnya
"kado? Kado apa? Kamu ulang tahun?" Dina menatap Putra dengan penuh tanda tanya
"aduh Dina... Kamu ini lupa atau bagaimana? Ini 'kan hari valentine" ucap Putra gemas karena Dina tidak cepat tanggap akan ucapannya tadi
"kenapa aku yang kasih kado kamu? Pacar juga bukan" Dina mencebik
"kamu kan teman sebangku aku, masak iya tidak ada kado buat temanmu yang paling tampan, baik hati tidak sombong dan rajin menabung ini?" ucap Putra membanggakan dirinya
"kado dari aku doa saja ya Put" Dina tersenyum menampakkan gigi-giginya
"ah.....Dina pelit" Putra merajuk, Dina tergelak melihat Putra yang merajuk seperti anak kecil
"ya sudah... ini buat kamu Din..." ucap Putra sambil memberikan sebungkus coklat kepada Dina
"ini apa Put? Buat aku?" Dina meraih coklat yang diberikan oleh Putra
"bukan itu buat nenek kamu " ucap Putra kesal sudah jelas ia memberikan coklat untuk Dina malah balik bertanya
"iya...iya...terima kasih ya Put...kamu teman yang sangat menyenangkan " Dina tergelak
"aku pulang dulu kalau begitu...dah...Dina" Putra bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas
Dina juga bangkit berdiri, ia sudah memakai jaket dan menggendong tasnya kemudian berjalan keluar kelas. Dina kaget melihat Krisna yang menunggunya di depan kelas
"kamu menunggu siapa Na?" Dina menghampiri Krisna
"menunggu pak satpam... Ya menunggu kamu lah Din" Krisna mencebik
"memangnya ada apa Na?"
"kamu ditunggu Dendy di base camp" ucap Krisna
"kemarin dia bilang sibuk, kenapa kamu bilang menunggu aku?" Dina mengerutkan dahinya
"iya dia sibuk, cari dana mumpung ada event valentine bantu-bantu anak-anak jualan" terang Krisna
"oh..."
__ADS_1
"sudah cepat...kamu sudah ditunggu dari tadi malah sibuk selingkuh" Krisna mencebik
"siapa yang selingkuh? Jangan bicara yang tidak-tidak kamu" Dina sedikit tersinggung
"habisnya dari tadi aku berdiri di pintu kelasmu, kamu sama sekali tidak tahu" Krisna mencebik
"ya maaf... kamu tidak memanggilku ya...mana kutahu" ucap Dina
"ya sudah...cepat... kamu sudah ditunggu dari tadi"
"iya...iya... Kenapa kemarin tidak bilang waktu telepon aku" sungut Dina sambil berjalan ke tempat parkir
"mana kutahu Din, sepertinya dia mau kasih kejutan ke kamu" Krisna terkekeh sambil berjalan mensejajari langkah Dina
Dina menyalakan mesin motornya kemudian melajukannya dengan kecepatan agak tinggi. Krisna yang mengikutinya dari belakang hanya geleng-geleng kepala. Dina yang selalu dia lihat acuh dengan orang mendadak kalang kabut ketika dia bilang Dendy sudah menunggunya.
Dina telah sampai di base camp Dina melihat sudah tampak sepi hanya terlihat motor Dendy yang terparkir di sana. Dina memarkirkan motor miliknya di sebelah motor Dendy.
Dina bergegas masuk, yang terlihat hanya tinggal Dendy dan temannya Adi. Adi yang menyadari kedatangan Dina memilih keluar meninggalkan Dendy yang masih sibuk membereskan kardus-kardus entah kardus apa Dina tidak tahu
"Den...." ucap Dina
Dendy menoleh ke arah datangnya suara, dan melihat pemilik suara yang sudah beberapa hari tidak ia temui
"eh...Din kamu sudah datang " ucap Dendy menghampiri Dina
Dendy hanya tersenyum dengan tatapan teduh menarik tangan Dina untuk duduk di kursi yang terletak di dekat pintu.
"kamu duduk dulu" Dendy berjalan mengambil tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya
Dina melihat benda-benda yang dikeluarkan dari tas milik Dendy.
"Happy valentine sayang " Dendy memberikan tiga buah benda yang ternyata itu adalah sebuah kaset soundtrack film yang sedang tayang dan menjadi tontonan wajib anak-anak muda kemudian ada sebuah amplop berwarna pink yang tertera nama Dina dengan tulisan seperti kaligrafi serta sekotak coklat berbentuk hati.
"terima kasih sayang" ucap Dina dengan senyum merekah menerima pemberian Dendy.
"Din...aku boleh menciummu?" tanya Dendy lembut, dan dijawab anggukan oleh Dina
Dendy memegang kedua bahu Dina kemudian mencium pipi kiri kemudian beralih pipi kanan dan terakhir mengecup bibir Diina sekilas. Dendy menarik wajahnya dan menatap Dina dalam-dalam memperhatikan ekspresi Dina. Ternyata wajah Dina tidak terlihat marah malah tersenyum
"terima kasih sayang.... Sudah bersedia menjadi pacarku" ucap Dendy lembut sambil membelai pipi kiri Dina. Dina hanya tersenyum, ia bahagia mendapat perlakuan lembut dari Dendy yang notabene berumur satu tahun di bawahnya.
"kenapa kemarin tidak bilang di telepon saja sih... Kenapa juga menyuruh Krisna" Dina mencebik
__ADS_1
"kalau aku bilang kemarin, bukan kejutan namanya" ucal Dendy gemas dan mencubit hidung Dina
"ehem.....ehem...." suara seseorang berdehem dari pintu "yang sedang jatuh cinta....dunia serasa milik berdua...yang lain ngontrak " ucap seseorang itu dengan nada mengejek
"iri ya... " ucap Dendy tak mau kalah mengejek, sedangkan orang itu mencebik
Dina merasa malu karena ternyata saat Dendy menciumnya tadi ada yang menyaksikannya. Dina hanya membuang muka ke arah lain. Ingin rasanya menyembunyikan wajahnya tapi tidak tahu dimana.
"masukkan dulu ke tasmu, takut diambil Krisna" ucap Dendy lembut sambil melirik Krisna yang masih berdiri di pintu
Yang memergoki mereka sedang bermesraan di dalam tadi adalah Krisna. Ada beberpa teman-teman yang hendak mengambil barang di dalam basecamp tapi tidak berani karena ada Dendy yang sedang berduaan dengan Dina
"anak-anak mau ambil barang, tapi tidak ada yang berani masuk" ucap Krisna sambil berjalan masuk dan mengambil beberapa tumpukan kardus salah satu merk coklat. Yang Dina yakini itu berisi paket bingkisan untuk dijual Dendy dan teman-temannya.
"aku mengganggu ya... Kalau begitu aku kembali ke sekolah saja, ada les nanti jam satu" ucap Dina bangkit berdiri
"eh...sebentar...aku antar kamu Din..." ucap Dendy bangkit meraih jaketnya
"bukannya kamu masih harus mengurusi penjualan bingkisan?" Dina bangkit berdiri
"aku antar kamu naik motor kamu, nanti habis antar kamu aku kembali lagi ke sini bawa motor kamu" ucap Dendy sambil memakai jaketnya
"kamu belum makan juga 'kan?" tanya Dendy
"belum" ucap Dina
"mau makan apa? jam segini di kantin paling tinggal es teh" ucap Dendy.
Basecamp yeng mereka tempati terletak di salah satu ruangan yan masih di dalam area gedung sekolah Dendy. Hanya saja terletak di bagian belakang sekolah dan untuk masuk ke sana bisa melewati pintu belakang yang hanya cukup dilewati satu motor saja.
Pintu itu biasanya dipakai penjaga kantin untuk keluar masuk ke area gedung. Ketika jam sekolah pintu itu dikunci oleh penjaga kantin, tapi ketika jam pelajaran telah selesai pintu itu dibuka.
.
.
.
.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa jempolnya digoyang ya bestie
__ADS_1
Like komen dan votenya ya ....
terima kasih sekebon bestie