Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 121 Mencari kampus baru


__ADS_3

Dendy memperhatikan Dina yang makan dengan lahap, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ia baru memakan sedikit baksonya, tapi Dina sudah hampir menghabiskan dua porsi baksonya. Dina benar-benar seperti orang yang sedang kelaparan.


"kenapa kamu tidak makan?" tanya Dina menatap Dendy yang sedang memperhatikannya


"iya...ini juga sedang makan" Dendy menggigit baksonya


"hmm....setelah aku pikir-pikir...sepertinya aku akan mendaftar kuliah di universitas A" ucap Dina


"hah?...serius kamu Din? Kampus itu terkenal kampus lumayan mahal, tapi kualitasnya bagus sih..." ucap Dendy


"iya...sabtu mau kah kamu menemani aku mengambil formulir?" ucap Dina


"memangnya masih membuka pendaftaran Din?" tanya Dendy


"masih...tempo hari aku sudah melihat pengumumannya ditempel di sekolahku, dan sekarang masuk gelombang kedua" terang Dina sambil mengunyah baksonya


"eh...aku ingat.. Dodi kan juga sudah keterima di sana" ucap Dendy mengingat salah satu temannya yang kebetulan satu angkatan dengan Dina


"Dodi juga kuliah di sana? Ambil jurusan apa dia?" tanya Dina sambil meneguk es tehnya


"kemarin katanya akuntasi" ucap Dendy sambil mengunyah baksonya


"oh...sepertinya aku ambil jurusan teknik industri saja" ucap Dina menghabiskan es tehnya


"terus ambil formulirnya dimana Din?" tanya Dendy


"di sekolahku, ambil formulir saja....nanti mengembalikannya di kampus sana, sekalian ambil nomor tes" Dina bangkit berdiri berjalan membayar makanan mereka


Setelah membayar makanan, mereka memutuskan untuk pulang saja. Dendy merasa lega suasana hati Dina sudah mulai kembali baik. Ia sempat kawatir Dina akan berlarut-larut dalam kesedihannya.


Sesampainya di depan rumah Dendy, Dendy turun dari motor Dina. Kemudian Dina pamit untuk pulang karena hari sudah sore. Sesampainya di rumah papanya sudah di rumah.


Mama dan papa Dina menanyakan tentanp pengumuman tes, dan mereka juga sedikit kecewa dengan hasilnya. Dina 'pun mengutarakan maksudnya untuk mendaftar di Universitas A di kota J. Dengan berat hati papanya menyetujuinya.


Sebenarnya Dina juga berat hati, karena kuliah di kampus itu biayanya cukup mahal untuk keluarga Dina yang papanya hanya seorang ASN biasa.


.


.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian Dina dijemput Dendy, mereka pergi ke sekolah Dina mengambil formulir pendaftaran universitas A. Dan bagian tata usahan mengatakan jika pengembalian formulir tinggal lima hari lagi. Dina dengan mantap mengisi formulir dan membawanya pulang ke rumah diantar oleh Dendy.


Sesampainya di rumah Dina mengatakan kepada papanya kalau ia harus ke kota J untuk mengembalikan formulir sesegera mungkin. Dan papanya menyanggupi untuk mengantarkan Dina ke kota J hari selasa.


Setelah melengkapai syarat-syarat yang harus ia lampirkan dalam pengembalian formulir, Dina merapikan semua dan memasukkannya ke dalam map.


.


.


Sesuai janji papanya, hari ini papanya mengantar Dina untuk mengembalikan formulir pendaftaran. Mereka berangkat pagi-pagi sekali agar tidak terburu-buru.


Sesampainya di kampus yang dituju, Dina ditemani papanya ke bagian pendaftaran mahasiswa baru. Dina mengembalikan formulir beserta syarat-syarat yang lain. Dan Dina mendapatkan nomor tes yang akan diselenggarakan minggu depan.


Tes yang diselenggarakan minggu depan sebenarnya bertepatan dengan hari ulang tahun Dina. Tapi Dina melupakannya karena ia terlalu fokus dengan urusan mencari kampus baru.


Setelah selesai semuanya, Dina dan papanya pulang ke kota mereka. Mereka sudah merencanakan minggu depan sebelum tes, mereka menginap di rumah saudara dari papanya Dina.


Kali ini Dina tidak mempersiapkan dirinya untuk tes yang akan ia hadapi, karena menurut Dina paling soal-soal tes tersebut tidak akan sesulit tes masuk perguruan tinggi negeri kemarin.


.


.


Sesampainya di rumah pakdenya, mereka disambut dengan ramah oleh istri pakdenya. Berbagai masakan andalan telah dimasak oleh budenya itu. Karena pakdenya Dina itu sangat dekat dengan papanya, jadi mereka benar-benar diperlakukan istimewa.


Keesokan paginya Dina sudah bersiap-siap berangkat tes, Dina diantar oleh kakak sepupunya yang kebetulan juga kuliah di universitas tersebut. Dina di antar sampai depan lobi kampus dan ditinggal oleh kakak sepupunya itu.


Sewaktu masuk ke dalam kampus dan mencari-cari ruangan tesnya, tidak sengaja ia bertemu teman-temannya sejak masih SMP. Sungguh tak terduga mereka bertemu di kampus itu, dan mendaftar di fakultas yang sama hanya beda jurusan saja. Dina bertemu denga tiga orang temannya yang memang sudah sangat menegenal mereka. Mereka adalah Rina, Ary dan Fery.


Bel tanda ujian dimulai, mereka masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing. Setelah pengawas membagikan soal dan membacakan tata tertib ujian. Mereka mulai mengerjakan lembar soal masing-masing.


Ada yang unik dalam tes tersebut. Mernurut Dina soal-soal tidak terlalu sulit, hanya saja setiap bab soal dibatasi waktu. Jika waktu yang ditentukan sudah habis peserta ujian wajib mengerjakan bab berikutnya dan tidak boleh membuka bab sebelumnya.


Bagi Dina tidak ada yang sulit dalam tes itu, bahkan ia bisa menyelesaikan hampir semua soal-soal tes itu dalam waktu yang ditentukan. Setelah selesai mengerjakan soal-soal tes tersebut Dina keliar ruangan. Ternyata teman-temannya sudah menunggunya di depan ruangan tesnya.


"bagaimana? Kalian bisa mengerjakan soalnya tidak?" tanya Dina pada teman-temannya


"bisa sih bisa...tapi tidak semua aku jawab, waktunya tidak cukup" jawab Rina dan diangguki kedua temannya.

__ADS_1


"eh...kalian ke sini bersama-sama?" tanya Dina


"tidak" jawab mereka serempak


"oh...ayo kita keluar, aku takut sudah dijemput" ucap dina mengajak teman-temannya.


Dan benar saja saat keluar dari dalam kampus, kakak sepupunya sudah menunggunya di area tunggu depan kampus. Kakak sepupunya itu sedang berbincang-bincang dengan seorang cewek. Dina tidak tahu itu siapa karena memang ia juga sudah lama tidak berjumpa dengan kakaknya itu.


"sudah lama menunggu kak?" tanya Dina menghampiri kakak sepupunya


"belum...paling baru sepuluh menit" ucap Wilson kakak sepupu Dina


"oh..." Dina duduk di sebelah kakaknya yang masih mengobrol dengan cewek yang ada di sebelahnya


"ayo Din...kita pulang...Om Joni sudah menunggu" ucap Wilson


"motor kakak dimana?" tanya Dina mengedarkan pandangan


"aku bawa mobil, tadi sekalian jemput Mirna" ucap Wilson sambil menatap cewek yang tadi mengobrol dengannya "oh iya...kalian belum kenalan" lanjutnya


Kemudian Wilson mengenalkan Mirna kepada Dina. Mirna adalah mahasiswa menejemen angakatan satu tahun di atas Dina. Setelah sedikit mengobrol mereka 'pun pulang ke rumah Wilson.


Papanya sudah menunggu Dina, karena mereka harus segera pulang, takut kesorean dan jalan akan semakin ramai. Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih Dina dan papanya pulang ke rumah.


.


.


.


B E R S A M B U N G


.


Jangan lupa ritualnya ya bestie...


Please like, komen dan votenya ya...


Terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2