Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 61


__ADS_3

Beberapa hari berlalu hubungan Dina dan Dendy semakin dekat. Tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka ketika bertemu. Dendy juga selalu menyempatkan untuk bertemu Dina walau cuma sebentar meski hanya saat istirahat pergantian jam sore atau waktu pulang sekolah.


Hari ini adalah hari dimana Dina sudah berjanji untuk menemani Ani ke restoran 'S' untuk merayakan ulang tahunnya. Dina lupa belum memberitahu Dendy jika dia sudah ada janji dengan teman dekatnya.


Dendy sudah menunggu di depan pintu gerbang sekolah Dina, karena yang dia tahu hari Sabtu Dina juga ada les tambahan.


"Den..." Dina memanggil Dendy yang sedang duduk di atas motornya di seberang gerbang sekolahnya.


Dendy 'pun langsung berjalan menghampiri Dina.


"ayo, aku ajak kamu berkeliling mumpung masih ada waktu" ucap Dendy lembut


"maaf Den aku lupa memberitahu, hari ini aku enggak les, aku ada janji sama temanku" ucap Dina dengan raut penyesalan


"kemana? Teman yang mana Din?"


"mau ke restoran 'S' mau merayakan ulang tahun temanku"


"memangnya sudah lama kamu janji sama dia?"


"sudah...sudah...sejak beberapa hari yang lalu waktu aku lupa kalau kamu sudah menunggu aku"


"oh...ya sudah nanti saja aku telepon" ucap Dendy dengan raut kecewa


"besok aku kenalkan sama dia, namanya Ani, teman Gilang juga" ucap Dina tak enak hati


"iya enggak apa-apa sayang, kamu hati-hati ya, pulangnya jangan ngebut" ucap Dendy mengusap kepala Dina


"sejak kapa aku ngebut, yang ada juga kamu yang ngebut" Dina mencebik


"aku ngebut kalau kepepet Din" Dendy terkekeh


"iya sudah aku ke dalam lagi mau ambil tas sama motor, kamu pulangnya hati-hati" Dina berbalik berjalan kembali ke kelasnya.


Dendy tidak benar-benar pulang dia menunggu Dina di warung dekat sekolah Dina hanya ingin memastikan apakah Dina benar pergi dengan Ani atau tidak seperti yang Dina ucapkan tadi.


Bukannya Dendy tidak percaya dengan Dina, tapi dia hanya merasa masih belum bisa yakin kalau Dina benar-benar menerimanya apa adanya.


Dina keluar gerbang sekolahnya bersama dengan Ani. Kemudian dia berhenti tidak jauh dari gerbang sekolahnya untuk menunggu teman-teman yang diajak Ani. Saat teman-teman Ani sudah berkumpul di situ ada Toni yang berboncengan dengan Roy.


"Roy, kamu sama Ani ya pakai motorku, aku mau sama Dina" ucap Toni agar Roy turun dari boncengannya "tapi jangan bilang kalau aku yang menyuruh kamu"


"tapi Ton..." Roy sedikit keberatan karena dia tahu Dina akhir-akhir ini sengaja menghindar dari Toni. Padahal itu hanya akal-akalan Roy saja, dirinya tak mengira jika Toni yang meminta dirinya berboncengan dengan Ani agar dia bisa berboncengan denga Dina.


Roy sangat mengenal Dina, karena mereka berteman dari kelas satu SMP dan satu kelas selama tiga tahun kemudian satu kelas lagi waktu kelas dua SMA. Roy bisa membaca raut wajah Dina saat bertemu dengan Toni ada rasa tidak suka dan tidak nyaman.


"sudah...sana bilang sama Ani" ucap Toni

__ADS_1


"iya...iya..." ucap Roy pura-pura kesal


"An, boncengan sama aku ya" Roy mendekati Ani


"eh.... Terus Dina sama siapa?" ucap Ani merasa tidak enak kalau harus meninggalkan Dina naik motor sendiri padahal dia yang mengajak


"sudah....sana, sekali-sekali boncengan sama idola" Dina berbisik


"terus kamu gimana Din?" tanya Ani juga berbisik


"aku bisa sendiri An, tenang saja"


"tapi jalan ke sana itu ramai banget lho Din, mana jauh pula" ucap Ani sedikit bimbang


"ehemmm.... Din kamu sama Toni saja ya... Biar aku sama Ani" ucap Roy yang dari tadi sedikit mendengar pembicaraan Ani dengan Dina


"aku naik motor sendirian saja Roy" ucap Dina keberatan


Roy sudah menduganya, Dina pasti tidak akan setuju dengan ide Toni. Tapi dia juga kasihan ,Toni selama ini benar-benar merasa bersalah kepada Dina dan ingin memperbaiki kesalahannya. Dia berpikir apa salahnya jika membantu Toni dan Dina berbaikan


"Dina... Restoran 'S' itu jauh mana jalannya ramai, kamu lebih aman kalau diboncengin sama Toni, lagipula motor Toni hari ini aku bawa karena tadi ban motorku kempes" ucap Roy beralasan


"ya sudah kalau begitu" ucap Dina untuk menyenangkan hati Ani meskipun dia keberatan dengan ide Roy.


"Ton, kamu sama Dina ya..." ucap Roy sedikit berteriak.


"iya Roy ada apa?" Toni berpura-pura tidak mengerti maksud Roy "gimana An, jadi pergi sekarang? Teman-teman sudah kumpul semua kan?" Toni sengaja bertanya ke Ani agar Dina tidak curiga


"iya sudah semua kumpul, ayo kita berangkat" ucap Ani "eh...Ton nitip Dina ya, jangan diapa-apain temanku yang satu ini"


"maksudnya An?" Toni pura-pura tidak mengerti maksud Ani


"kamu bonceng Dina Ton, biar aku sama Ani" ucap Roy


"oh...oke...oke... Tenang An, aku akan jaga Dina dengan segenap jiwa dan ragaku" ucap Toni bersemangat dengan senyum mengembang


"ya sudah ayo berangkat keburu sore nanti" ucap Ani mengikuti Roy yang berjalan ke arah motor milik Toni


"Ayo Din naik, udah lama enggak bawa motor kamu" ucap Toni dengan senyum mengembang


"iya" jawab Dina singkat


Total ada delapan orang yang ikut ke restoran 'S' mereka berangkat berbonceng-boncengan. Semua itu tak lepas dari pandangan Dendy yaang dari tadi memperhatikan semua yang terjadi di depan pintu gerbang sekolah Dina.


Dendy merasakan sesak di dadanya melihat Dina berboncengan dengan Toni. Dia kecewa dengan Dina karena tadi dia hanya bilang kalau pergi dengan Ani. Kenapa Dina tidak jujur kalau ada Toni juga di sana.


Dina yang membonceng Toni hanya diam, padahal Toni sudah mencoba untuk membuka obrolan diantara mereka tapi tidak ditanggapi oleh Dina.

__ADS_1


Rombongan Ani telah tiba di restoran yang mereka tuju. Semua sudah memarkirkan motor mereka masing-masing. Mereka masuk beriringan ke dalam restoran. Ani memilih meja yang panjang agar semua bisa duduk dalam satu meja.


Dina sengaja duduk di sudut meja dan menarik Ani agar duduk di sampingnya bermaksud menghindari Toni, tapi kalah cepat dengan Toni. Ketika Ani akan duduk di sebelah Dina Toni lebih dulu menyerobot tempat duduk Ani.


"tidak sopan!" ucap Ani kesal


"yang ulang tahun itu tempat duduknya spesial" Toni menarik kursi diletakkan di ujung meja layaknya seorang kepala keluarga yang sedang makan dengan keluarganya


"kamu ada-ada saja Ton" Ani mencebik


Sedangkan Toni hanya terkekeh. Dina hanya diam saja malas berdebat karena yang punya acara Ani.


"Ayo kalian pilih menu apa?" ucap Ani menyodorkan beberapa buku menu kepada teman-temannya


Toni meraih buku menu yang diberikan oleh Ani kemudian membukanya dan menunjukkan ke Dina yang duduk diam di sebelahnya.


"ayo Din, kamu pesan apa?"


"sebentar aku baca dulu" ucap Dina tanpa melihat ke arah Toni


"ini enak lho Din, yang ini juga, ini menu favorit di sini" ucap Toni menunjukkan beberapa menu kepada Dina sudah seperti pelayan yang menerangkan menu-menu terbaik di restoran itu


Dina menggeser buku menu ke arah Toni dia tidak bilang apa-apa ke Toni.


"An, aku pesankan apa yang kamu pesan saja deh, aku bingung milih menunya" ucap Dina ke Ani


"oke Din aku...." ucapan Ani menggantung di udara


"pesankan Dina blackpeper beef steak An, aku juga" ucap Toni ke Ani


Dina hanya memutar bola matanya malas.


"yang aku pesan itu menu favorit di sini Din, aku yakin kamu pasti suka" ucap Toni yang melihat raut Dina yang agak kecewa karena Toni yang memilihkan menu untuknya.


.


.


.


.


.


B E R S A M B U N G


Yuk... Jempolnya digoyang, tolong like, komen dan vote nya ya bestie

__ADS_1


Terima kasih sekebon 😘😘😘


__ADS_2