Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 8


__ADS_3

"Ya sudah ayo kita jalan-jalan di sekitar sini" ajak Gilang


"Eh... kalian semua mau ikut tidak?" Ajak Dina ke teman-teman yang lain


"Aku ikut Din".....


Ternyata Widi yang mau ikut untuk jalan-jalan malam.


"Iya sudah, ayo siapa lagi yang mau ikut?" tanya Dina sambil menatap teman-temannya yang lain


"Tidak Din, kita di sini saja" jawab salah satu teman yang juga ada di teras itu


"Lhah, ini aku cewek sendirian?" Dina mengernyit


"Tidak apa-apa Din, tenang saja kita akan menjaga kamu betul tidak Den?" ucap Gilang sambil menyenggol bahu Dendy


"Eh...i-iya" Dendy tergagap karena kaget


"Ya sudah ayo kita jalan, tapi jangan jauh-jauh ya.. takut kesasar" ucap Dina


Mereka berempat Gilang, Dina, Dendy, dan Widi berangkat untuk jalan-jalan melihat pemandangan malam di puncak.


Mereka hanya berkeliling di sekitar vila yang masih banyak pohon-pohon pinus dan cemara yang tinggi-tinggi. Jalan yang mereka lewati juga naik turun ciri khas jalan di daerah pegunungan.


"Den, ini kesempatan kamu buat dekat dengan Dina" bisik Gilang

__ADS_1


"Eh... aku bingung mas harus bicara apa sama Dina" ucap Dendy sambil berbisik takut didengar Dina


"Ya ampun, begitu saja pakai bingung Dina itu mau kamu ajak bicara apa saja juga nyambung Den"


"Hmmmm......" Dendy menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Din, kamu jalan di depan saja dengan Dendy, biar aku dan widi di belakang mengikuti sambil menjaga kamu" ucap Gilang sambil menaik turunkan alisnya


"Lhah..... kan kamu tadi yang mengajak kenapa aku yang disuruh jalan di depan Lang?" protes Dina


"Bagaimana aku menjaga kamu kalau kamu ada di belakangku, sudah... kamu di depan saja"ucap Gilang sedikit memaksa agar Dina mau jalan di depan sama Dendy "atau kamu takut sama Dendy? tenang saja Din, Dendy tidak menggigit kok" sambung Gilang cengengesan


"Iya sudah aku jalan di depan dengan Dendy" ucap Dina pasrah


Tidak ada obrolan di antara Dina dan Dendy, sampai tiba-tiba Dina hampir terpleset. Dina reflek memegang lengan Dendy karena takut jatuh.


"Eh...Din....." Dendy kaget tiba-tiba Dina memegang lengannya Dendy pun reflek menarik tangan Dina agar tidak jatuh. Hatinya berbunga-bunga pertama kalinya Dendy bisa dekat dengan Dina tapi sayangnya karena Dina terpeleset.


"Sorry Den... "Ucap Dina merasa tidak enak hati karena tidak sengaja memegang lengan Dendy


"Kenapa minta maaf Din?" tanya Dendy heran "Kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya lagi


"Iya aku tidak apa-apa Den" ucap Dina "sorry lenganmu jadi sakit karena tiba-tiba aku pegang agak kenceng"


"tidak sakit kok" ucap Dendy

__ADS_1


"Yakin Den?"


"Yakin Din, justru aku yang harusnya tanya ke kamu, kok bisa tiba-tiba terpleset" tanya Dendy


"mungkin tadi karena aku jalan sambil melihat pemandangan jadi tidak tahu kalau ada lobang di depanku"


"Hati-hati Din, jalannya memang beraspal tapi juga ada lobangnya meskipun tidak besar bisa bikin kita kesandung atau terpleset" terang Dendy


"hehehe saking asyiknya melihat pemandangan Den, maklumlah jarang-jarang aku bisa menikmati pemandangan malam hari, di gunung pula " ucap Dina cengengesan


.


.


.


.


.


.


*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.


Terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2