Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 118 Kejutan dari Dina


__ADS_3

Dendy mengusap wajahnya kasar, ia merasa Dina masih marah. Ia benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa sekarang. Dina lagi-lagi marah padanya setelah semua sudah mulai membaik. Padahal Dina tidak marah, ia meninggalkan Dendy karena ia merasa lapar dan ingin mencari makanan.


Dendy mengedarkan pandangam ke seluruh penjuru kantin tapi ia tidak melihat Dina. Ia berpikir pasti Dina sangat marah padanya sehingga Dina pergi meninggalkan Dendy sendiri di situ.


Dendy hendak bangkit berdiri untuk mencari Dina, tapi ia tertahan ada seorang perempuan mungkin umurnya sekitar dua puluh tahunan datang menghampirinya dengan membawa sebuah nampan. Perempuan itu meletakkan dua mangkok mie ayam bakso dan dua teh botol di meja Dendy.


"ini punya siapa mbak?" tanya Dendy kebingungan melihat perempuan itu meletakkan makanan yang ia tidak tahu siapa yang memesannya


"oh...ini tadi pesanan seseorang katanya duduk di sini" ucap perempuan itu tersenyum kemudian meninggalkan Dendy yang masih bingung


Dendy ingin mencari Dina, tapi ia juga bingung di mejanya ada dua mangkok mie dan dua botol teh botol. Ia berpikir apakah Dina yang sudah memesannya, tapi kalau Dina yang pesan lalu kemana Dia.


Saat Dendy dilanda kebingungan, Dina berjalan mendekati Dendy dari arah belakang.


"oh sudah diantar..." ucap Dina dari arah belakan Dendy


Dendy menoleh ke belakang, matanya berbinar Dina tidak pergi meninggalkannya


"kamu dari mana saja?" tanya Dendy dengan nada kawatir


"memangnya kenapa?" Dina mengerutkan Dahinya


"aku cari-cari kamu tapi kamu tidak ada, malah ada yang mengantar makanan" ucap Dendy cemberut


"aku tadi ke toilet sebentar....ayo cepat dimakan keburu dingin" ucap Dina mendudukkan dirinya di kursi depan Dendy


Seperti biasa Dina mulai meracik sambal dan saos, ketika Dina mengambil sambal tangannya ditahan oleh Dendy.


"ingat kamu baru keluar dari rumah sakit" ucap Dendy menahan tangan Dina


"hanya sedikit..." ucap Dina mengerucutkan bibirnya


Dendy mengambil sendok sambal dari tangan Dina, kemudian ia mengembalikan sambal yang tadi diambil oleh Dina


"Dina sayang...kamu itu baru saja keluar dari rumah sakit..." ucap Dendy lembut "besok kalau sudah jauh lebih baik boleh makan sambel lagi" lanjutnya

__ADS_1


"mana enak makan tidak pakai sambal" gerutu Dina sambil memutar-mutar garpunya


Dendy yang melihat Dina cemberut tidak tega, ia mengambilkan sambal tapi hanya seujung sendok kemudian menuangkannya ke mangkok Dina


"tadi katanya tidak boleh, sekarang malah dikasih sambal" gerutu Dina kemudian ia mengaduk mie miliknya kemudian memakannya. Dendy hanya tersenyum mendengar omelan Dina tapi setelah itu Dina makan dengan lahapnya.


"habis ini kamu mau jalan-jalan?" tanya Dendy


"bukankah besok kamu tes kenaikan kelas?" tanya Dina


"iya..." jawab Dendy


"lebih baik kamu belajar, biar nilaimu bagus, dan bisa naik kelas, syukur-syukur masuk kelas IPA" ucap Dina


Dendy sedih sekaligus senang. Ia sedih karena tidak bisa menikmati hari liburnya bersama Dina, senangnya Dina peduli padanya itu berarti Dina mulai memaafkannya. Dina kalau cerewetnya sudah muncul berarti dia sudah baik-baik saja, itu yang Dendy yakini selama ini.


Setelah menghabiskan makanan mereka, Dendy mengantarkan Dina pulang. Ia terpaksa menuruti kemauan Dina untuk pulang saja, dan dia disuruh untuk belajar mempersiapkan tesnya esok hari.


.


.


Sebagai gantinya besok ketika libur kenaikan kelas mereka bisa pergi jalan-jalan, terserah Dendy ingin mengajaknya kemana. Hari ini adalah hari terakhir tes kenaikan kelas. Dendy sudah tidak sabar ingin menemui Dina, tapi ia ingat pesan Dina, Dina tidak ingin ditemui sampai nilai-nilai Dendy keluar.


Dendy merasa frustasi, ia sudah sangat ingin bertemu dengan Dina, bahkan dari kemarin Dina tidak ada di rumah ketika ia menelpon rumah Dina. Ia juga merasa kawatir, kenapa tiba-tiba Dina menghindar dari dirinya.


Setelah ia menyelesaikan tesnya yang terakhir, ia menebak-nebak, Dia sedang berada di mana, sedang apa, dan bersama siapa. Karena terlalu lelah memikirkan tesnya dan Dina, Dendy memilih pulang saja. Ia ingin tidur mengistirahatkan pikirannya, mungkin setelah bangun tidur pikirannya bisa lebih jernih.


Dendy sudah sampai di rumahnya, dengan malas ia membuka pintu pagar rumahnya, betapa terkejutnya dia melihat motor yang sangat ia kenali terparkir di halaman rumahnya. Dengan tergesa-gesa ia memasukkan motornya dan berjala masuk ke dalam rumah. Tapi rumahnya begitu sepi, ia tidak mendapati siapa-siapa di dalam rumah.


Dendy langsung naik ke lantai dua, dan ternyata Dina sedang menemani adiknya menonton tv. Dendy meletakkan tasnya asal kemudian mendekati Dina.


"kamu kenapa ada di sini?" tanya Dendy menatap Dina dengan wajah penuh kebingungan


"memangnya kenapa, aku tidak boleh ke sini?" tanya Dina

__ADS_1


"udah ya kak...kak Dendy sudah datang, aku tidur dulu" ucap Rio adik Dendy


"oke terima kasih ya Rio..." ucap Dina tersenyum tulus. Dan Rio pun masuk ke dalam kamarnya kemudian menutup pintu kamarnya.


"kamu sudah lama di sini?" tanya Dendy


"sudah...sudah sejak mamamu masih di rumah" jawab Dina.


Dendy tahu hari ini mama papanya pergi ke rumah Gilang, karena ada acara di rumah Gilang sampai malam. Mama papanya meninggalkan Rio di rumah karena Rio senin ada tes kenaikan kelas.


"katanya tidak mau bertemu aku sampai nilai-nilaiku keluar hmm?" tanya Dendy tersenyum lembut


"aku memang sengaja, agar kamu lebih fokus belajarnya" jawab Dina


"aku ganti baju dulu ya..." ucap Dendy beranjak berdiri berjalan menuju kamarnya.


"selalu saja...." Dina mengambil tasnya Dendy yang ditinggal tergeletak begitu saja, kemudian ia berjalan ke kamar Dendy yang kebetulan pintunya tidak tertutup rapat


Dina masuk ke dalam kamar Dendy tanpa mengetuk pintunya.


"kamu membuatku kaget saja...untung aku sudah pakai baju" ucap Dendy melihat Dina meletakkan tasnya di meja belajarnya.


"siapa suruh meletakkan tas sembarangan" ucap Dina "kamar ini kenapa berantakan?" Dina mengedarkan pandangannya meneliti setiap sudut kamar Dendy.


Ia mengamati ada yang berubah tidak, sejak terakhir kalinya ia masuk ke kamar Dendy. Ternyata barang-barang yang pernah ia lihat tempo hari sudah tidak ada, kertas-kertas yang dulu pernah ia letakkan di bawah buku-buku sekolah Dendy juga sudah tidak ada.


Di meja belajar Dendy hanya terlihat buku-buku sekolah Dendy dan ada bingkai foto sewaktu Dendu berulang tahun tempo hari. Dina tersenyum melihat semua barang-barang dari masa lalu Dendy sudah tidak ada lagi.


.


.


.


B E R S A M B U N G

__ADS_1


Dukung terus karya ini ya bestie... Please like, komen dan votenya


Terima kasih sekebon bestie 😘😘


__ADS_2