Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 41


__ADS_3

Hari Minggu telah tiba, hari di mana Dendy dan teman-temannya akan menggelar bazar. Sejak pagi semua telah sibuk dengan tugasnya masing-masing. Mereka berharap semoga pada bazar ini mereka memdapatkan keuntungan yang besar.


Agar sedikit-demi sedikit dana yang dibutuhkan untuk mengadakan event camping tahunan terkumpul. Dan esok ketika event itu di adakan para peserta tidak terbebani dengan biaya-biaya. Syukur-syukur para peserta tidak perlu mengeluarkan uang untuk ikut event tersebut.


Dendy dari pagi sudah sibuk mengatur meja-meja untuk keperluan bazar mereka. Dia sampai lupa kalau dia sudah meminta tolong kepada Dina untuk datang membantunya.


*


Karena hari minggu Dina sedikit bermalas-malasan. Memanfaatkan waktu liburnya untuk bangun agak siang. Pukul enam lebih lima belas menit Dina baru bangun. Karena hari libur tidak ada yang membangunkannya pagi-pagi.


Hanya suara adik-adiknya yang dari pagi-pagi sekali sudah ribut ingin pergi berenang. Dina keluar dari kamarnya dan mendapati adik-adiknya sudah siap dengan baju renangnya, sementara mamanya masih sibuk di dapur, sedang papanya belum bangun.


"Kalian pagi-pagi sudah pakai pakaian renang, memangnya mau berenang di mana? "tanya Dina kepada kedua adiknya


"Berenang di kolam renang lah kak, masak berenang di ember " celetuk Aldo adik pertamanya


"oo.... memangnya mau berangkat jam berapa?"


"jam delapan kak..."jawab Aldi adik bungsunya


"kenapa jam segini sudah ribut kalau masih nanti siang berangkatnya" ucap Dina sambil berljalan menuju dapur


Dina masuk ke dapur, mama Vera masih sibuk memasak untuk sarapan dan untuk bekal nanti waktu membawa adik-adik Dina berenang.


"ma... berangkat ke kolam renang jam berapa?" tanya Dina sambil mengambil pisang goreng yang baru selesai digoreng oleh mama Vera


"setelah mama selsai masak, kenapa? kamu mau ikut?" tanya mama Vera sambil meletakkan pisang goreng di piring


"aku tidak mau ikut, mau ke alun-alun pagi ini " jawab Dina sambil melanjutkan pekerjaan mama Vera menggoreng pisang


"ke alun-alun acara apa Din?"


"mau ketemu teman-teman, katanya mereka mengadakan bazar untuk mencari dana "


"pulangnya siang 'kan?" tanya mama Vera mengambil alih menggoreng pisang


"iya, paling cuma sebentar, tidak sampai jam dua belas aku sudah pulang" ucap Dina sambil mencuci peralatan masak serta piring-piring kotor


"hati-hati...hari minggu begini alun-alun ramai banget, banyak copet berkeliaran"


"beres ma...." Dina tersenyum sumringah


Setelah selesai mencuci peralatan memasak Dina segera sarapan dan mandi. Sedangkan mama Vera sudah mandi dan bersiap-siap mengantarkan kedua anak laki-lakinya berenang.


Pukul tujuh lebih empat puluh menit Dina berangkat ke alun-alun mengendarai motor kesayangannya. Dina melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sebenarnya Dina enggan keluar rumah saat hari libur, tapi karena sudah berjanji dengan Krisna akan datang mau tidak mau Dina pergi ke alun-alun.


Dina berencana hanya sebentar saja di bazar tersebut. Suasana hari minggu yang sudah pasti akan sangat ramai di pusat-pusat keramaian karena semua orang menikmati hari libur mereka.

__ADS_1


Lima belas menit berkendara Dina telah sampai di alun-alun. Dina bingung di mana harus memarkirkan motor karena suasana yang begitu ramai. Dendy melihat Dina dari kejauhan. Senyumnya terkembang melihat Dina menepati janjinya.


Dendy yang melihat Dina bingung mencari tempat parkir untuk motornya, menghampiri Dina dengan berjalan kaki.


"Din..." sapa Dendy berjalan menuju ke arah Dina


Dina menoleh ke arah sumber suara


"eh...Dendy... " Dina menaikkan kedua sudut bibirnya melihat orang yang dia kenal menghampirinya.


"Sini aku parkirkan motormu " Dendy meraih kemudi motor Dina


"memangnya tempat kalian jualan di mana Den? "


"itu...di antara tempat parkir sepeda motor dan mobil " jawab Dendy


"oh..." Dina turun dari motornya dan pindah ke boncengan karena Dendy yang melajukan motornya Dina ke tempat parkir


"hmmm....pintar cari tempat..."Dina mengangguk-anggukkan kepalanya


Dendy menanggapi ucapan Dina dengan kekehan saja. Mereka 'pun sampai di tempat parkir. Dendy sengaja memarkirkan motornya Dina dekat dengan lapak mereka berjualan


"Kamu sendirian jaga lapak Den?" tanya Dina sambil turun dari boncengan


"tidak ....aku dibantu beberapa anak-anak SMA Y dari semua yang aku mintain tolong yang datang cuma empat termasuk Krisna" ucap Dendy sambil mengunci motor Dina


"Terus Krisna kemana?" Dina mengedarkan pandangan ke segala arah mengamati keramaian di hari Minggu pagi


Mereka berdua berjalan ke arah meja-meja yang tadi sudah ditata oleh Dendy


"Duduk di Sini Din..."Dendy menyodorkan bangku kecil untuk tempat duduk Dina


"iya terima kasih " Dina duduk di bangku yang diberikan oleh Dendy


"rencana mau berjualan sampai jam berapa Den?"


"sehabisnya barang dagangan Din "


"aku nanti tidak bisa lama-lama, kalau aku pulang duluan tidak apa-apa ya?"


"iya... terima kasih sudah menyempatkan datang" Dendy tersenyum lebar


Krisna dan teman-teman yang lain sudah datang dan mulai menata barang dagangan yang akan mereka jual. Satu per satu pelanggan berdatangan untuk membeli mainuman dingin, makanan ringan maupun jajanan anak-anak.


"Den... ini tidak apa-apa aku cuma duduk-duduk saja?" tanya Dina


"tidak apa-apa Din... itu mereka masih bisa mengurus pembeli belum ada yang kewalahan, lagipula sebentar lagi juga ada yang datang lagi "

__ADS_1


"ooh..ya..." ucap Dina menatap Dendy dengan tatapan meminta penjelasan


"iya...kemarin yang sudah aku hubungi bilangnya bisa datang di atas jam sepuluh. " terang Dendy


"eh...Din...aku ada barang yang ketinggalan di rumah, mau ikut aku sebentar pulang untuk mengambilnya?" Dendy mengajak Dina untuk ke rumahnya sebenarnya hanya alasan Dendy saja agar bisa pergi berdua dengan Dina


"mereka tidak apa-apa ditinggal?" ucap Dina sambil menunjuk ke arah teman-teman Dendy


"iya...aman... tenang saja, ada Krisna " Dendy terkekeh


"jauh tidak rumahmu dari sini?"


"cuma lima belas menit dari sini Din " jawab Dendy


"berarti sama dong jarak dari sini sampai ke rumahku" ucap Dina


"benarkah?" Dendy menatap Dina melihat apakah Dina berbohong atau tidak


"Iya Den...kamu sendiri sudah tahu rumahku di mana, masak kamu tidak bisa menghitung jarak nya?" Dina terkekeh


"iya...ya..." ucap Dendy "ayo sebentar saja, pakai motormu saja ya Din?"


"memang motor kamu di mana Den?"


"itu... "Dendy menunjuk motor tua antik warna merah yang terparkir di dekat mereka


"itu motor kamu?" Dina kaget melihat motor antik yang terparkir tidak jauh dari mereka


"iya...kalau boncengin kamu agak susah Din"


"memangnya kenapa? motormu itu bagus lho...antik..." ucap Dina sambil terrsenyum lebar


"jadi kamu tidak malu aku boncengin pakai motor tua itu Din? tanya Dendy dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Dina


"kapan-kapan aku bonceng ajak kamu jalan-jalan, tapi tidak sekarang, karena masih ada yang perlu diperbaiki. " ucap Dendy dengan mata berbinar "itu motor punya om ku, dititipkan ke papaku, beliaunya sedang kerja di luar jawa" lanjutnya


"oh... begitu..." Dina manggut-manggut


.


.


.


.


. *Bersambung....

__ADS_1


*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2