Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 126 Melihat kampus baru


__ADS_3

Di jalan, tiba-tiba mereka berdua merasa lapar. Dendy yang bangun terlalu pagi, dan terlalu bersemangat untuk pergi dengan Dina melupakan sarapannya.


Dendy membelokkan motor yang ia kendarai ke sebuah warung kecil yang dari luar terlihat cukup bersih. Di papan nama yang tertera di depan warung tertulis menjual nasi soto serta nasi pecel.


Dendy memarkirkan motornya di pinggir jalan, karena meskipun warung itu kecil tapi terlihat agak ramai. Mereka masuk ke dalam warung dan duduk di dekat pintu masuk.


"meskipun kecil ternyata ramai juga ya..." ucap Dina


"iya...aku tidak menyangka akan seramai ini" ucap Dendy "kamu mau makan apa Din?" tanya Dendy


"soto saja Den.." ucap Dina


Dendy memesan dua porsi nasi soto serta dua gelas teh hangat untuk mereka berdua. Setelah pesanan mereka datang, mereka pun mulai memakan makanan mereka. Setelah selesai makan, Dendy pun membayar makanan mereka.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Satu jam berlalu mereka telah sampai di depan kampus Dina. Dendy yang baru pertama kali datang ke kampus itu kebingungan mencari tempat parkir.


Setelah mendapatkan tempat parkir, Dendy menemani Dina untuk melakukan pendaftaran ulang. Dendy mengamati sekitar, kampus swasta terbaik di kota itu dan menurut cerita teman-teman dan kakak-kakak kelasnya untuk masuk ke kampus itu cukup sulit.


Tidak butuh waktu lama, Dina sudah selesai melakukan daftar ulang. Dina berjalan menghampiri Dendy yang duduk tak jauh dari tempatnya melakukan daftar ulang.


"sudah?" tanya Dendy


"sudah..." jawab Dina sambil merapikan map yang tadi ia bawa


"sekarang mau kemana lagi?" tanya Dendy


"aku ingin melihat kampusku dulu..." ucap Dina


"oh...memangnya dimana?" tanya Dendy


"di seberang jalan, kita jalan kaki saja, hitung-hitung latihan jadi anak kos" ucap Dina sambil terkekeh


Dendy menggandeng tangan Dina, ia mendadak menjadi posesif setelah melihat mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di kampus Dina. Rata-rata yang ia lihat kebanyakan 'good looking'.


Mereka berdua berjalan ke seberang jalan dan menyusuri trotoar, tidak terlalu jauh hanya berjarak lima puluh meter dari gedung tempat daftar ulang tadi.


Mereka masuk area parkir depan kampus, kemudian berjalan masuk ke dalam.


"di sebelah mana Din?" tanya Dendy


"katanya sih.. gedung yang paling belakang" ucap Dina sambil memperhatikan sekelilingnya


"berarti tahun depan, aku harus mendaftar di fakultas ini, agar bisa sekampus dengan Dina, meskipun berbeda gedung setidaknya masih satu area dengan gedung fakultas Dina" ucap Dendy dalam hati ketika melewati lorong kampus yang tertulis fakultas ekonomi

__ADS_1


Setelah sampai di gedung yang Dina maksud, Dendy melepaskan genggaman tangannya. Ia membiarkan Dina berjalan melihat-lihat kampus yang akan ia tempati untuk belajar beberapa tahun ke depan.


Dina tidak begitu antusias, karena ini bukan tujuan utamanya untuk kuliah di fakultas teknik. Ia hanya mengikuti kehendak orang tuanya.


"sudah... Ayo kita pulang" ucap Dina


"hah...? Sudah begitu saja? Aku kira kamu mau keliling ke dalam" ucap Dendy membulatkan matanya, ia kira Dina akan masuk ke dalam dan berkeliling melihat-lihat semua ruangan yang ada di kampus itu.


"iya sudah, toh bulan depan aku sudah mulai kuliah, buat apa aku berkeliling" ucap Dina


"setelah ini kita kemana?" tanya Dendy


"kita cari makan saja ya, aku sudah lapar..." ucap Dina


Mereka berdua berjalan meninggalkan area gedung kampus Dina menuju ke tempat parkir motor dimana tadi Dendy memarkirkan motornya.


Mereka berdua berboncengan berkeliling di sekitar kampus Dina. Mencari tempat makan, karena memang sudah waktunya jam makan siang.


Dendy menghentikan motornya di depan sebuah tempat makan yang sepertinya menjual masakan rumahan.


"kita makan di sini saja ya..." ucap Dendy lembut


"terserah kamu saja..." ucap Dina sambil melepas helmnya


Ternyata di warung itu, pengunjung bebas mengambil sendiri makanan yang akan mereka makan setelah itu mereka ke kasir untuk membayar yang mereka ambil tadi.


Dina dan Dendy mengambil makanan yang ingin mereka makan. Setelah membayar makanan mereka, mereka berdua mencari tempat duduk dan memakan makanan yang telah mereka ambil.


"enak juga masakannya...tidak terlalu mahal juga" ucap Dina sambil mengunyah makanannya


"iya lumayan...cocok untuk kantong anak kos" Dendy terkekeh "bicara soal kos-kosan kamu sekalian cari tempat kos tidak Din?" tanya Dendy sambil mengunyah makanannya


"aku sebenarnya ingin...tapi kata mama biar Wilson yang mencarikan tempat kos untukku" ucap Dina dengan nada sendu "kita langsung pulang saja Den..." lanjutnya


"baiklah.." ucap Dendy


Setelah menghabiskan makanannya, mereka berdua pulang kembalu ke kota mereka. Dalam perjalanan Dina hanya diam saja, tidak terlalu bersemangat seperti waktu mereka berangkat tadi.


Dua jam perjalanan telah mereka lalui. Kini mereka telah sampai di rumah Dina. Dendy memarkirkan motornya di tempat dia biasa parkir.


"kamu mau mampir dulu atau langsung pulang?" tanya Dina sambil melepas helmnya


"mampir sebentar boleh? Masih siang juga kan?" tanya Dendy sambil melepas helmnya

__ADS_1


"iya boleh..boleh..." Dina terkekeh "aku ke dalam dulu sebentar" Dina berjalan masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian Dina sudah keluar lagi membawa sebotol besar air minum dingin dan dua buah gelas.


"ini minum dulu..." Dina menuangkan air putih dingin ke dalam gelas dan memberikannya kepada Dendy.


"iya makasih..." ucap Dendy tersenyum menerima gelas yang diberikan oleh Dina


Dendy meminumnya hingga tandas. Dan kembali memgambil botol dan menuangkannya ke dalam gelas.


"kamu haus?" tanya Dina dengan polosnya


"iya...cuaca panas sekali..mana tadi tidak mampir sama sekali" ucap Dendy mengerucutkan bibirnya


"ya ampun.... kalau haus kenapa tadi tidak mampir warung dulu?" Dina merasa bersalah karena dari tadi waktu di jalan dia hanya diam saja


"kamu diam saja ya...aku fokus ke jalan" ucap Dendy dengan senyum dipaksakan


"kamu tidak dicari mama kamu Den?" tanya Dina tidak enak hati


"aku tadi sudah pamit, mengantar kamu ke kota J" ucap Dendy sambil menenggak air putih sudah gelas yang ketiga


"tapi mama kamu tidak marah kan? Anaknya aku culik?" Dina terkekeh


"tenang...mama tidak marah, asal aku pamit kemana perginya dan dengan siapa mama tidak akan marah" ucap Dendy menenangkan Dina. Ia tahu Dina sedang bimbang dan gelisah memikirkan kuliah yang akan ia jalani


Meski Dina tidak bercerita Dendy tahu dari sorot mata Dina, ada rasa terpaksa menjalani kuliah di fakultas yang tidak ia inginkan. Hanya karena ia tidak diterima di fakultas kedokteran Dina akhirnya memilih jurusan teknik.


Ia tahu ibarat berpacaran, Dina sedang mencari pelarian karena ia patah hati. Dendy tidak bisa membantu apa-apa, ia hanya bisa mendukung apa yang Dina putuskan.


.


.


.


B E R S A M B U N G


.


Maaf ya bestie...beberapa hari tidak update karena ada kesibukan di dunia nyata


Dukung terus karya ini ya...please like komen dan votenya ya..


Terima kasih sekebon bestie

__ADS_1


__ADS_2