
Mereka berdua pun tertidur dengan posisi berpelukan. Dina terbangun karena ada yang mengetuk pintunya. Perlahan-lahan Dina memindahkan tangan Dendy yang masih memeluknya.
Dina membuka pintuk kamarnya perlahan dan melongokkan kepalanya.
"ada apa kak?" tanya Dina dengan suara serak
"kamu baru bangun?" tanya Tere
"iya..." jawab Dina masih berusaha mengerjapkan matanya.
"memangnya semalam kamu pulang jam berapa?" tanya Tere
"jam sebelasan kak..." Dina mengucek-ucek matanya
"ya sudah kamu mandi dulu, aku tadi beli jajanan di pasar minggu pagi kita makan di atas sambil nonton drama lagi" ucap Tere sambil berlalu
Dina menutup pintu kamarnya, kemudian ia merebahkan dirinya di kasur
"siapa Yang...?" tanya Dendy dengan suara seraknya
"oh...teman kosku..." Dina memeluk Dendy lagi
"jam berapa sekarang?" tanya Dendy lembut membelai rambut Dina
"jam setengah satu" Dina memejamkan matanya dan mengeratkan pelukannya. Dendy hanya tersenyum, Dina benar-benar terlihat manja. Dendy pun juga memeluknya erat.
"kamu tidak makan? Ini sudah jamnya makan siang" ucap Dendy lembut
"aku masih kenyang" ucap Dina lirih.
Terdengar pintu kamarnya diketuk lagi, Dina enggan beranjak. Dendy menepuk bahu Dina pelan "itu ada yang mencari kamu" ucap Dendy lembut
"malas ah..." rengek Dina
"aku saja yang buka pintunya ya" ucap Dendy dengan nada menggoda
"iya...iya..." Dina beranjak dari tidurnya
Dengan perasaan malas, Dina membuka pintu kamarnya. "ada apa lagi kak?" tanya Dina
"masih belum mandi?" tanya Tere
Dina diam tak menjawab, ia ingin menikmati hari liburnya apa lagi ada Dendy di kamar kosnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Tere masuk ke kamar Dina begitu saja "eh...maaf...aku tidak tahu kalau ada cowok" ucap Tere membalikkan badannya
"kakak ini..." kesal Dina
"maaf aku tidak tahu Din" Tere terkekeh "itu pacar kamu?" bisik Tere dan dijawab anggukan oleh Dina
"ya sudah aku naik lagi kalau begitu, kamu lanjutkan saja...kutunggu Dina junior ya..." Tere tergelak berlari ke lantai dua
Dina semakin kesal karena merasa diledek oleh Tere. Akhirnya Dina masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar kosnya. Dina mencuci wajahnya agar terlihat lebih segar.
Saat keluar dari kamar mandi tiba-tiba ada tangan melingkar di pinggangnya. Dendy memeluknya dari belakang meletakkan dagunya di bahu Dina.
"aku juga mau kalau di sini ada DD junior" Dendy membelai perut Dina dengan lembut
"haish....kamu sama seperti kak Tere" Dina mengerucutkan bibirnya
Dendy tergelak melihat tanggapan Dina "jangan dianggap serius...aku juga belum siap...aku masih sekolah Dina sayang" Dina terkekeh
"bercandamu tidak lucu" Dina kesal "sebentar aku ke atas dulu, daripada nanti semua ke sini" Dina membuka pintu kamarnya dan berjalan ke lantai dua
Dendy menunggu Dina, sambil menunggu ia membersihkan dirinya. Setelah tampak lebih segar, ia keluar dari kamar mandi dan melihat-lihat buku-buku yang ada di meja belajar Dina.
Dia melihat ada beberapa catatan-catatan kecil, buku-buku kuliah, serta tugas-tugas yang belum Dina kumpulkan. Dendy melihat ada satu buku yang menarik perhatiannya.
Buku catatan kuliah, tapi bukan tulisan Dina. Dan di sampulnya tertulis 'milik Bimo' Dendy membuka-buka bukunya sampai belakang, dan hanya sebatas catatan kuliah.
Nama itu cukup mengusik hati dan pikiran Dendy. Tapi melihat foto-foto yang dipajang di kamar Dina, Dendy sedikit lega karena hanya ada foto Dina dan teman-teman cewek dan foto Dina dengan dirinya.
Dendy masih merasa penasaran, ia kemudian membuka tas kuliah Dina. Tidak menemukan apapun tentang siapa itu Bimo. Dendy beralih ke dompet Dina, membukanya dan hanya ada foto mereka berdua.
Dendy bisa bernafas lega, karena kecurigaannya tidak terbukti. Tapi masih ada rasa penasaran tentang sosok Bimo yang bukunya ada di meja belajar Dina itu siapa.
Tak lama Dina pun kembali, Dina masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya kembali.
"kamu mau pulang jam berapa?" tanya Dina lembut
"nanti agak sorean...kenapa? Kamu ada acara?" tanya Dendy lembut
"hmmm...." Dina menggaruk kepalanya yang tidak gatal "ada tapi tidak begitu penting..." Dina nyengir kuda
"oh...memangnya mau kemana?" tanya Dendy penasaran, tiba-tiba teringat nama Bimo
"tidak kemana-mana, hanya ke atas" Dina terkekeh "anak-anak mengajak menonton serial drama episode terbaru" kedua sudut bibirnya terangkat
__ADS_1
"oh...aku kira ada janji dengan teman" ucap Dendy datar
"mau makan tidak?" tanya Dina mendekat ke arah Dendy
"justru aku barus saja mau mengajak kamu makan" ucap Dendy sambil mencubit hidung Dina
"tapi kalau hari minggu begini tidak banyak pilihan, warung-warung banyak yang tutup" ucap Dina
"kita makan di mal sebelah saja, di sana pasti banyak pilihan" Dendy kembeli mencubit hidung Dina
"awhh...sakit tahu..." Dina mengerucutkan bibirnya, Dendy refleks mengecup bibir Dina kemudian tertawa
"Dina.....ada telepon...!" suara Tere dari atas
"itu...ada telepon, angkat dulu sana..." ucap Dendy lembut
Dina keluar kamar tanpa menutup kembali pintu kamarnya. Sayup-sayup Dendy mendengar Dina berbicara "tidak bisa mas......! aku mau pergi....tidak bisa...!minggu depan aku banyak tugas.... sabtu aku pulang...!"
Dendy berpikir siapakah yang menelepon Dina, kenapa nada bicara Dina sedikit ketus. Apakah ada sangkut pautnya dengan orang yang bernama Bimo.
Dina pun kembali ke kamar dengan wajah kesal. Jarang sekali ia melihat Dina dengan wajah seperti itu.
"siapa yang menelepon?" tanya Dendy lembut
"teman...." jawab Dina sedikit kesal
"kenapa kamu sampai begitu kesal hmm?" tanya Dendy lembut. Dina kaget, ia lupa jika ada Dendy di kosnya.
"oh...itu...dia tidak mau ikut mengerjakan tugas kelompok, maunya titip nama dan nomor mahasiswa saja, ya aku kesal lah....capek-capek mengerjakan sampai kurang tidur dia enak-enak cuma titip nama" kilah Dina
"oh...begitu...ya sudah ayo kita keluar..." ucap Dendy yang sebenarnya masih belum puas dengan jawaban Dina. Ia merasa ada yang disembunyikan Dina.
Dendy tahu, Dina itu pandai menutupi perasaannya. Ia akan sulit untuk mengetahui jawabannya dari Dina.
.
.
.
B e r s a m b u n g
Dukung terus karya ini ya bestie...
__ADS_1
Jangan lupa mampir di 'JADIKAN AKU PACARMU'
terima kasih bestie