Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 57


__ADS_3

Sebelum dilanjut,


othor sedih viewernya banyak tapi likenya cuma sedikit hiks...hiks...


Yuk tolong dukung terus karya receh ini ya... Please like, comment dan vote


Kirim bunga kopi juga boleh. Terima kasih sekebon bestie 😘😘


Lanjuttt....


................


Waktu menunjukkan pukul satu lebih lima puluh menit. Gilang dan Krisna masuk ke area sekolah mencari-cari keberadaan Dina karena penasaran apa sebenarnya yang terjadi di antara Dina dan Dendy. Mereka ke kelas Dina tapi tidak menemukan keberadaan Dina.


Melewati kelas Ani, mereka melihat Ani duduk-duduk di depan kelasnya berarti Dina tidak ada di situ pikir mereka. Akhirnya mereka berjalan menyusuri lorong kelas IPS bertepatan dengn Dina keluar dari ruang studio.


"Dicari kemana-mana ternyata di studio" Gerutu Krisna tapi masih didengar oleh Dina


"Kalian mencari aku?" tanya Dina menghampiri Gilang dan Krisna


"enggak.... sedang mencari pacarnya Dendy" ucap Gilang asal


Sontak pipi Dina merah merona merasa malu dan senang bercampur jadi satu.


"memang siapa yang sedang kalian cari?" tanya Dina berpura-pura tidak mengerti apa yang mereka bicarakan


"ya.... Kamulah Din, siapa lagi?" ucap Krisna kesal


"ada perlu apa?"


"tadi Dendy bilang kamu ditunggu di depan" ucap Gilang memicingkan matanya melihat reaksi Dina


"hah... Aku lupa" Dina menepuk dahinya "sekarang dia masih di depan?" tanya Dina panik


"sudah pulang... Yang ditunggu enggak keluar-keluar" ucap Gilang menahan tawanya melihat Dina yang tiba-tiba panik


"oh...terus Dendy bilang apa lagi?" tanya Dina antusias


"enggak ada... Enggak ngomong apa-apa lagi" ucap Krisna yang juga menahan tawa melihat ekspresi Dina saat panik


"oh...." Dina berjalan menyusuri kelas IPS meninggalkan Krisna dan Gilang dengan seribu macam pertanyaannya


Ketika melewati pintu yang mengarah ke kantin belakang kelas IPS Dina tidak sengaja bertemu dengan Toni. Dina bingung antara menghindar atau bersikap biasa saja.


"Din... Besok istirahat pergantian jam sore kita keluar makan bakso di tempat biasa ya?" ucap Toni dengan tatapan sendu, merasa sedih karena sudah beberapa hari sejak kejadian di toilet itu Dina menghindarinya


"Maaf Ton, aku sudah ada janji" ucap Dina berlalu meninggalkan Toni yang masih mematung menatap ke arah Dina.


Dina berjalan ke kelas Ani, berharap bisa bercanda dengan Ani dan teman-temannya.


"Din, sabtu aku ajak ke resto 'S' bisa enggak?" tanya Ani


"jam berapa?"


"pulang sekolah" ucap Ani


"acara apa An? Kok tumben ke resto terkenal?" tanya Dina memicingkan matanya

__ADS_1


"makan-makan lah...masak di sana cuma cuci piring " Ani mencebik


"oh...syukuran ulang tahun ya " ucap Dina dengan nada menggoda


"iya itu sudah tahu kenapa tanya?" Ani mencebik


"bisa...bisa...aku bolos les saja demi kamu" ucap Dina merangkul bahu Ani "terus yang ikut siapa saja?"


" Toni dan kawan-kawan" ucap Ani antusias


"terus ceweknya cuma kita berdua?" tanya Dina dengan nada sedikit malas


"iya, nanti kita berdua boncengan" ucap Ani antusias


"oke....demi kamu aku rela bolos, dan pergi dengan Toni dan kawan-kawan" ucap Dina menepuk-nepuk bahu Ani


Sebenarnya Dina sedang menghindari Toni, tapi demi menyenangkan teman dekatnya yang sedang berulang tahun Dina rela mengesampingkan egonya. Karena Dina tahu Ani menyukai teman dekat Toni jadi sekali-sekali membuat teman dekatnya bahagia tidak masalah.


Dina kembali ke kelasnya, di sana Yuni sudah menunggunya dengan senyum mengembang. Belum jadi memulai percakapan mereka guru mereka sudah masuk kelas, Yuni mengurungkan niatnya untuk berbicara dengn Dina.


.


.


Jam sekolah sudah selesai bel tanda pelajaran telah selesai sudah berbunyi. Dina bergegas mengemasi barang-barangnya dan keluar kelasnya. Dari sebelah kelasnya dia bisa melihat Dendy yang sedang berdiri bersandar pintu gerbang sekolah Dina dengan senyum mengembang.


Dendy melambaikan tangan ke arah Dina. Dina berjalan agak cepat ke arah Dendy sebelum Gilang atau Krisna memergoki mereka sedang berbicara berdua.


"Den... Sudah lama?" tanya Dina berjalan mendekati Dendy


"maaf tadi siang aku tidak tahu kalau kamu menunggu di depan" ucap Dina dengan nadaa penyesalan


"eh...aku yang salah enggak bilang jam berapa aku ke sini"


"ya sudah, aku pulang dulu ya Den takut kesorean" ucap Dina membalikkan badannya


"Din, tunggu sebentar..." Dendy menarik pergelangan tangan Dina


Dina menoleh ke arah Dendy dan sesekali melirik ke arah siswa yang lalu lalang di gerbang sekolah.


"apa Den?" Dina mengerutkan dahinya


"yang kemarin...." ucapan Dendy mengambang di udara


"iya..iya Den " Dina memotong ucapan Dendy dengan senyum malu-malunya


"oh...baik terima kasih Dina sayang " ucap Dendy dengan senyum mengembang masih belum melepaskan tangannya "kamu ambil motor, aku antar kamu pulang" Dendy antusias setelah mendengar kepastian Dina


Dina berjalan ke arah motornya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri. Sejak tadi ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Tapi mereka tidak mau mengganggu kesenangan temannya karena itu yang mereka harapkan, melihat Dendy bahagia.


Saat Dina menyalakan motornya, hujan turum tapi tidak terlalu lebat namun kalau menembus hujan tanpa memakai jas hujan pasti basah. Dina sengaja menunggu sejenak melihat hujannya apakah semakin deras atau berhenti.


Dendy yang kawatir, masuk ke parkiran motor, takut terjadi apa-apa dengan Dina sudah hampir sepuluh menit Dina belum keluar dari parkiran apalagi tiba-tiba turun hujan.


"Din..." Dendy menghampiri Dina yang sedang duduk di atas motornya


Dina menoleh ke arah Dendy dan terkejut bukan karena Dendy yang menghampirinya tapi melihat siapa yang mengikuti Dendy tanpa sepengetahuan Dendy

__ADS_1


"kenapa Din?" tanya Dendy lembut, tapi Dina hanya diam sambil memperhatikan dua orang yang berjalan ke arah mereka


"memangnya di belakangku ada apa Din?"


"coba kamu tengok ke belakang" ucap Dina menunjuk dengaan dagunya


Dendy memutar tubuhnya menghadap ke belakang, dia 'pun juga terkejut melihat siapa yang berjalan ke arah mereka


"hmm.... Enggak bilang-bilang ya.... Dari tadi enggak sadar dilihatin" ucap Gilang dengan senyum smirknya


"hehehe..." Dendy menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Dina hanya tersenyum tersipu malu


"jadi benar kalian.....?" ucap Krisna


Dendy dan Dina kompak menjawab pertanyaan mereka dengan senyuman.


"kenapa harus rahasia-rahasia sih kalian?" Gilang mencebik


"eng..enggak rahasia kok" ucap Dendy terbata-bata


"sudah...sudah...kalian ini sudah resmi tapi pura-pura engggak ada apa-apa, benar-benar kalian ini enggak menganggap kami heh?" Berang Gilang


"bukan begitu Lang...masalahnya malas kalau diolok-olok sama kalian" ucap Dina


"terus kalian mau apa kalau sudah tahu?" ucap Dendy bersedekap dan menyandarkan tubuhya pada Dina yang masih duduk di atas motornya


"ya...minta ditraktir lah... " ucap Gilang dan Krisna tergelak sedangkan Dendy dan Dina mencebik


"jadi pulang enggak Din?" tanya Dendy lembut


"hmm... Nadanya itu lho enggak usah dibuat selembut mungkin" protes Krisna yang merasa geli dengan sikap Dendy yang berubah seratus delapan puluh derajat


"suka-suka aku, Dina saja enggak masalah, iri bilang boss!" ucap Dendy dengan nada mengejek


"iya...iya...jadi pulang hujannya sudah mulai reda" ucap Dina menengahi


"ayo Din, aku antar sampai rumah" ucap Dendy mengambil helm Dina dan memakaikannya.


"terus motor kamu bagaimana Den?" tanya Gilang


"ya aku naikin lah.." ucap Dendy berjalan keluar gerbang


Gilang dan Krisna hanya saling pandang melihat reaksi Dendy yang jauh berbeda ketika berbicara dengan Dina dibanding dengan mereka. Dina tidak mau menanggapi Gilang dan Krisna, dia lebih memilih melajukan motornya menembus rintik-rintik gerimis agar segera sampai rumah.


.


.


.


.


.


.


B E R S A M B U N G

__ADS_1


__ADS_2