
Bel tanda pelajaran hari itu telah usai sudah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing-masing. Dina bergegas pulang, dia ingin cepat sampai di rumah dan bisa istirahat karena setiap malam dia harus belajar dan menyelsaikan tugas-tugasnya yang semakin banyak.
Selain karena ingin istirahat Dina bergegas pulang karena ingin menghindari orang-orang yang sering mengajaknya mengobrol dulu sebelum pulang. Tapi keberuntungan sedang tidak berpihak kepadanya, saat keluar kelas ternyata Krisna sudah menunggunya di depan pintu ruang kelas Dina.
Dina sudah berhasil menghindar dari Gilang, tapi kali ini dia benar-benar tidak bisa menghindar lagi dari Krisna.
"Kok buru-buru Din?" tanya Krisna yang melihat Dina buru-buru keluar kelas
"iya banyak tugas yang harus aku kerjakan " kilah Dina sambil berjalan tergesa-gesa ke arah tempat parkir motor
"oh... " ucap Krisna sambil mensejajari langkah Dina
"jangan lupa ya Din besok Minggu bantu-bantu di bazar ya " lanjutnya
"iya...iya...aku usahakan...tapi tidak berani janji ya...." ucap Dina berhenti di sebelah motornya
"aku minta tolong dengan sangat Din.....tolong usahakan " ucap Krisna dengan tatapan memohon
"Kan masih banyak yang lain Na.... kenapa mesti aku ?" ucap Dina sambil memakai helmnya
"iya...semua juga sudah dihubungi...." kilah Krisna padahal dia sengaja ingin mendekatkan Dina dengan Dendy
"lihat besok ya Na...." ucap Dina sambil naik ke atas motornya dan menyalakan mesin motornya
"atau aku jemput kamu...bagaimana?"
"tidak usah....kalau kamu jemput nanti aku pulangnya bingung "
"pulangnya aku antar..."
"lihat besok....aku pulang dulu "ucap Dina sambil melajukan motornya keluar gerbang sekolah.
Di depan gerbang sekolah ada sepasang mata yang sedang mengamati interaksi Dina dan Krisna. Ingin memanggil Dina tapi dia urungkan takut Dina malah terganggu. Akhirnya dia lebih memilih untuk pergi melajukan motornya pulang. Besok saja dia akan tanya ada hubungan apa Dina dengan Krisna pikirnya.
Krisna juga memutuskan untuk pulang, sebelum pulang dia akan ke rumah Dendy dulu. Krisna mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Dendy. Sesampainya di rumah Dendy Krisna disambut oleh tante Tari mamanya Dendy
"Sore tante...." ucap Krisna sopan
"sore... " ucap tante Tari sambil menyiram tanaman
"Dendy ada Tan?" tanya Krisna seraya membuka pintu pagar
"ada...sepertinyaa sedang di atas, kamu langsung naik saja " ucap tante Tari
"baik tan... terima kasih, aku ke atas dulu " ucap Krisna sambil menganggukkan kepala
Krisna berjalan masuk ke rumah dan naik tangga menuju kamar Dendy. Sesampainya di depan kamar Dendy, Krisna langsung membuka pintu kamar Dendy tanpa mengetuk pintu dulu. Dan pemandangan yang dia lihat adalah Dendy sedang tidur nyenyak sambil memeluk bantal bercorak tokoh kartun mickey mouse.
Krisna menahan tawanya berjalan mendekat ke arah tempat tidur. Dia ingin mengagetkan Dendy, tapi sebelum dia berhasil mengagetkan pemilik kamar, Dendy sudah bangun terlebih dahulu
__ADS_1
"eh...Na " ucap Dendy dengan suara serak khas bangun tidur
Krisna pun langsung tertawa terbahak-bahak tapi Dendy malah bingung, kenapa baru datang malah tertawa begitu kencang
"sehat Na.... " Dendy bangun dan beranjak dari tempat tidurnya mendekati Krisna dan memegang keningnya
Krisna masih tertawa, membuat Dendy menautkan kedua alisnya. Sadar akan raut wajah Dendy Krisna 'pun menghentikan tawanya.
"itu...muka saja yang seram....tapi tidur memeluk bantal mickey " Krisna tergelak
"haish...." Dendy mengambil bantal dan melemparkannya ke muka Krisna
"mau apa jam segini ke sini?"
"pesanmu sudah aku sampaikan " ucap Krisna sambil menjatuhkan dirinya di atas kasur milik Dendy
"pesan apa ?"
"kamu itu lupa apa amnesia ?" Ucap Krisna sambil beranjak dan berpindah duduk di atas kasur
"itu...Dina...." lanjutnya
"oo.... " dendy menarik kursi meja belajarnya dan duduk
"terus jawabannya apa?" tanya Dendy antusias
"aku usahakan...." ucap Krisna
"ya itu jawabannya Dina...kangmas.... " ucap Krisna jengkel
"oh...begitu..." ucap Dendy datar
"cuma begitu ?" ucap Krisna "tahu begitu aku tidak bantu ngomong ke Dina " lanjutnya sambil beranjak dari duduknya
"terus aku harus bagaimana donk.... "
"jemput dia atau bagaimana gitu.... " ucap Krisna keluar kamarnya Dendy
"kamu ada nomer telepon rumahnya Dina tidak? tanya Dendy sambil mengikuti Krisna dari belakang
"tidak punya..." jawab Krisna singkat
"tanyakan donk...."
"minta tolong ke Gilang saja, dia 'kan temannya " ucap Krisna berjalan menuruni anak tangga
"mas Gilang sudah seminggu pulang ke rumahnya jadi tidak bisa aku minta tolong "
"Besok saja aku tanyakan.... " ucap Krisna berjalan keluar rumah Dendy
__ADS_1
Di depan rumah masih ada tante Tari yang sedang merawat tanamannya. Mendengar suara orang berbicara tante Tari menoleh ke arah datangnya suara.
"lhoh....sudah mau pulang? kok cepat?" tanya tante Tari ramah
"iya Tan...baru pulang sekolah mampir sebentar ada perlu sama Dendy " jawab Krisna sopan
"oh...ya sudah...hati-hati di jalan " ucap tante Tari melanjutkan membersihkan pot-pot dari rumput-rumput liar
"Pulang dulu Den..." pamit Krisna yang sudah naik ke atas motornya sambil memakai helmnya
"jangan lupa...." ucap Dendy
"iya...iya...." ucap Krisna sambil menyalakan motornya kemudian melajukannya
Dendy 'pun masuk lagi ke dalam rumah dan kembali ke naik ke atas ke kamarnya. Dendy kemali merebahkan badannya di atas kasur dan akhirnya kembali terlelap ke alam mimpi.
................
Keesokan hari nya, tidak seperti biasanya Krisna datang lebih pagi. Krisna berjalan menuju ruang kelasnya Dina. Sesampainya di depan kelas Dina, Krisna mencari-cari keberadaan Dina tapi yang dicari ternyata belum datang. Krisna melanjutkan langkahnya menuju ruang kelasnya sendiri. Nanti saja waktu istirahat dia mencarinya lagi untuk menanyakan nomor telepon rumah Dina.
Di tempat lain di sekolahnya Dendy. Dendy yang baru sampai di parkiran motornya sudah merasa sebal. Di tempat parkir dia sudah ditunggu Nana teman sekelasnya yang selalu saja menggangunya.
"SUdah datang Den? " ucap Nana dengan wajah sumringah
"hmmmm...." hanya dijawab dengan deheman oleh Dendy. Setelah memastikan motornya terparkir dengan benar Dendy melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya.
Nana mengikuti dari belakang dengan langkah tergesa-gesa karena Dendy berjalan cepat. Setelah sampai di ruang kelasnya Dendy meletakkan tasnya di bangku nomor dua dari belakang dekat dengan jendela. Nana yang telah sampai di kelas menghampirinya.
"Den...besok minggu ada bazar ya di alun-alun ?" tanya Nana sambil duduk di bangku depan Dendy
"hmmm...." lagi-lagi hanya dijawab dengan deheman oleh Dendy
"jemput aku ya, aku juga mau datang ke bazar..." ucap Nana sumringah
"aku juga dijemput, jadi tidak bisa jemput kamu " ucap Dendy datar sambil duduk menyender di bangkunya
"dijemput siapa ?" Nana penasaran
"pacarku..." ucap Dendy ketus sambil beranjak dari tempat duduknya dan keluar kelas
"pacar? " gumam Nana
Nana tidak pernah tahu kalau Dendy sudah punya pacar. Setahu dia tidak ada yang sedang dekat dengan Dendy. Nana cewek yang juga punya teman di mana-mana. Dia sering meminta tolong kepada teman-temannya jika tidak sengaja ketemu atau melihat Dendy untuk memberi tahunya. Seperti sedang memata-mati Dendy.
.
.
.
__ADS_1
*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.
Terima kasih sekebon bestie