Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 199 Terkejut


__ADS_3

Hari-hari berlalu, Bimo menjadi orang yang lebih misterius lagi. Bimo hanya terlihat di kampus ketika ada jadwal kuliah atau janji dengan dosen. Selebihnya ia menghilang seperti orang yang sedang menghindari sesuatu.


Dina tidak merasa aneh, ia merasa biasa-biasa saja. Bimo ada atau tidak, tidak terlalu berpengaruh baginya. Kini Dina sudah terbiasa dengan rutinitasnya tanpa kehadiran Bimo.


Ada kabar baik yang Dina terima dari ibu kosnya. Kamar yang pernah menjadi incaran Dina telah kosong. Kamar yang menjadi perbincangan dengan teman-teman kosnya tempo hari. Si penghuni kos memutuskan untuk mengambil barang-barang yang ia taruh di kamar tersebut.


Karena kamar itu telah kosong, dengan semangat empat lima, Dina mulai membersihkan kamar tersebut dibantu Reni. Setelah semua bersih, Dina mulai memindahkan satu persatu barangnya ke kamar tersebut.


Tia dan Tere telah pulang dari kuliah, mereka berdua pun membantu Dina memindahkan barang-barangya yang tidak terlalu banyak. Akhirnya mereka bisa mewujudkan keinginan mereka, yaitu Dina pindah ke kamar atas.


Pertimbangan Dina pindah ke kamar atas adalah ia merasa di kamar bawah terlalu bising. Kamarnya terletak di pinggir jalan, bersebelahan dengan ruang tamu.


Ia selalu merasa tidak enak keluar masuk kamar jika ada teman kosnya sedang berpacaran di ruang tamu. Dan juga di kamar bawah, penghuni kosnya tidak terlalu friendly. Kadang ia merasa kesepian di kamar bawah, tidak memiliki teman.


Di penghujung minggu, Dina merasa bosan di kosnya, ia bingung dari pagi teman-temannya pergi entah kemana. Ia tak pulang karena malam minggu, Tere akan merayakan ulang tahunnya. Biasanya di hari sabtu ia menyibukkan diri dengan pergi ke studio atau menemui Dendy, tapi kali ini ia merasa terjebak di kos.


Kosnya begitu sepi, padahal ia sengaja pindah ke kamar atas karena ia ingin ada teman mengobrol di kala ia tidak kuliah atau di malam hari. Tapi nyatanya, semua sibuk dengan acaranya sendiri-sendiri.


Sebenarnya impas, Dina jarang menghabiskan waktu akhir pekannya di kos, sekarang Dina merasakan bagaimana sepinya kosnya di kala akhir pekan.


Tapi untungnya, Tere menitipkan kamarnya padanya, jika Dina ingin menonton televisi. Karena di kamar atas yang memiliki televisi hanya Tere.


Karena merasa bosan, Dina mengirim pesan singkat pada Dendy, tapi tak ada balasan juga dari Dendy. Dina semakin merasa kesepian, menonton tv pun percuma tak ada acara yang bisa ditonton di siang hari.


Dua jam Dina bingung, pesan singkatnya belum juga dibalas oleh Dendy. Biasanya Dendy selalu membalas pesan singkatnya secepat yang ia bisa. Akhirnya Dina memutuskan kembali ke kamarnya, ia menyalakan radio mengusir kebosanannya.


Jam sepuluh lebih lima belas menit, ponsel Dina berbunyi, Dina mengambil ponselnya dan melihat ada satu pesan singkat, Dina membukanya dan membacanya


📨ada apa sayang?


✉ enggak ada apa-apa, hanya kesepian


📨memangnya kamu dimana sekarang


✉ di kos


Setelah mengirim pesan singkatnya, tak ada balasan lagi dari Dendy. Dina semakin kesal, merasa diabaikan oleh Dendy. Dina memutuskan memejamkan matanya berharap bisa tidur dan terbangun hari sudah sore.

__ADS_1


.


Di kampusnya Dina, Dendy telah selesai mengerjakan soal tesnya. Setelah membalas pesan Dina dan mengetahui keberadaan Dina, Dendy bergegas ke tempat parkir motor.


Ia ingin memberi kejutan untuk Dina, yang ia tangkap dari pesan singkatnya tadi, Dina merasa kesal dan butuh ditemani. Dendy melajukan motornya ke kos Dina, lima menit perjalanan ia telah sampai di kos Dina.


Dari luar ia melihat kos Dina tampak sepi, jendela kamar Dina juga tertutup rapat. Ia tidak yakin jika Dina ada di kosnya. Dendy tidak tahu jika Dina sudah pindah kamar ke kamar atas.


Dendy memencet bel kos Dina, ia menunggu seseorang menyahut suara bel. Namun tak ada suara yang menyahutnya, Dendy mulai gusar, ia mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat untuk Dina.


📨 kamu sedang tidur? Bisa aku telepon?


Tak berselang lama Dina membalas pesan singkatnya


✉ hanya tiduran, tumben telepon siang-siang ada apa?


Mendapat balasan dari Dina, Dendy menekan tombol hijau di ponselnya.


^^^📲halo^^^


"tolong buka pintu depan"


"sudah buka saja"


Tak lama terdengar pintu dibuka, dan tampaklah wajah Dina yang tampak tak bersemangat. Begitu melihat dirinya, Dina terpaku terlihat terkejut dengan siapa yang ada di hadapannya.


"kejutannn...." ucap Dendy dengan senyum mengembang


"kenapa ada di sini?"


"tidak boleh aku datang ke sini?" Dendy tersenyum jahil


"bukan....bukan begitu maksudku....setahuku kamu hari ini enggak libur, kenapa di sini?" Dina heran


"hanya ingin bertemu denganmu, dan memastikan kamu baik-baik saja" ucap Dendy lembut


"tapi bolos sekolah lagi" Dina mengerucutkan bibirnya

__ADS_1


"jangan dipikirkan....aku baik-baik saja..." ucap Dendy lembut


"ayo masuk, di luar udaranya sangat panas" Dina menarik tangan Dendy kemudian mengunci pintu kosnya


"sepi..." Dendy melihat sekeliling "kenapa kita naik ke atas?" ucap Dendy ketika berada di depan tangga


"aku pindah kamar atas..." ucap Dina berjalan menaiki anak tangga


"kenapa?" tanya Dendy dengan nada heran


"di bawah bising, enggak enak suasananya, kadang malam-malam ada orang iseng mengetuk jendela kamarku" Dina berjalan ke arah kamarnya yang terletak di paling ujung belakang


"hmmm....di sini rasanya lebih nyaman dibanding di bawah" Dendy memperhatikan sekeliling


"memang, makanya aku pindah ke sini" ucap Dina duduk di atas kasurny


"kamu sudah makan?" tanya Dendy lembut


"belum...dari pagi aku sendirian di kos, enggak ada teman yang bisa aku ajak keluar" Dina menarik sudut bibirnya ke bawah.


"kita makan di luar atau mau bagaimana?" tanya Dendy lembut


"ku rasa sebentar lagi ada pedagang mie ayam lewat, kita tunggu sebentar kalau tidak ada barulah kita keluar" ucap Dina


Mereka berdua mengobrol sambil bernyanyi ketika ada lagu yang diperdengarkan di radio. Dan benar apa kata Dina tak sampai lima belas menit, ada pedagang mie lewat depan kosnya.


Dina mengambil dua mangkok miliknya kemudian turun ke bawah membeli mie untuk dirinya dan Dendy. Dina benar-benar tak menduga Dendy akan datang menemui dirinya.


Setiap Dendy datang menemuinya di kos, Dina selalu takut dan kawatir. Ia takut mama atau papanya Dendy marah dan berakibat menentang hubungan mereka.


Dina membawa dua mangkok mie ke kamarnya dan mulai makan bersama Dendy. Terlihat sederhana, tapi itu begitu mewah. Dendy mendatanginya di kota J, rela mengikis jarak seratus kilometer lebih untuk menemuinya di hari libur kuliahnya.


Bagi Dina itu pengorbanan yang begitu besar, yang mungkin tak bisa setiap hari ia dapatkan, kunjungan dari orang yang sangat ia sayangi tanpa memberi kabar lebih dulu, sungguh kejutan yang luar biasa.


.


.

__ADS_1


.


B e r s a m b u n g


__ADS_2