
Dendy dan Dina berjalan-jalan di pusat perbelanjaan dekat dengan kosnya Dina. Mereka berdua makan di tempat favorit Dina. Sebuah resto yang menyediakan menu bakso tentunya.
Hari ini Dina benar-benar terlihat sangat bahagia. Senyumnya tak pernah pudar, bahkan sesekali ia tertawa lepas. Saat makan pun mereka saling menyuapi benar-benar dunia serasa milik berdua.
Dina tak menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya sejak tadi ia memasuki resto tersebut. "Itukah pacarmu Din? Kamu terlihat sangat bahagia, berbeda jika bersamaku, jarang sekali kamu tertawa lepas seperti ini" gumam orang itu.
Dina dan Dendy telah selesai makan. Mereka bergandengan tangan keluar dari resto tersebut. Dendy benar-benar lega melihat Dina yang begitu bahagia bersamanya, sedikit demi sedikit kecurigaannya menghilang.
Ia cukup puas, hanya dengan hal yang sederhana Dina bisa begitu bahagia. Dendy benar-benar semakin yakin jika Dina adalah jodohnya. Ia hanya bisa berdoa memohon kepada Tuhan agar ia bisa bersama Dina selamanya.
Menghabiskan waktu berdua dengan orang yang disayangi membuat waktu berputar begitu cepat. Tak terasa sudah sore, walaupaun berat Dina memutuskan untuk mengajak Dendy pulang.
Sesampainya di kos, Dina turun dari boncengan Dendy "mau pulang jam berapa?" tanya Dina
"sekarang saja ya..." jawab Dendy
"yah....sendirian lagi " Dina mengerucutkan bibirnya
"ya memang kita harus begini dulu kan?" ucap Dendy lembut
"sebenarnya aku ingin kamu menginap saja" ucap Dina lirih
"memangnya boleh?"
"boleh....tapi kamu tidur di tempat Dodi" Dina tergelak
"dasar usil..." Dendy mencubit hidung Dina
"ya sudah cepat pulang, nanti kemalaman sampai di rumah, nanti mama papa marah kamu pergi tidak pulang-pulang"
"ceritanya mengusir aku...?" tanya Dendy
__ADS_1
"ya bukan begitu....hanya saja aku takut mama papa marah" ucap Dina lirih
"iya...iya...." ucap Dendy menarik kedua sudut bibirnya ke atas
"sayang....jaga hatimu hanya untukku..." ucap Dendy lembut
"iya....kamu juga jaga hatimu hanya untukku" Dina menarik kedua sudut bibirnya ke atas
"aku pulang...tapi...sebelum itu...."
"apa?" Dina mengerutkan dahinya
"tasku masih ada di kamarmu" Dendy terkekeh
"oh...iya...hampir lupa" Dina bergegas masuk ke dalam kamarnya mengambil tas ransel milik Dendy
Dina menyerahkan tas Dendy dengan sangat berat hati. Ia tak rela berpisah dengan Dendy. "Aku pulang dulu...hati-hati dalam bergaul, pandai-pandailah memilih teman" ucap Dendy mengusap puncak kepala Dina
"iya...hati-hati di jalan..." ucap Dina dengan tatapan send. Dendy mencium kening Dina lama. Dina merasa kecupan Dendy begitu hangat, penuh cinta. Air mata yang ia tahan sejak tadi akhirnya jatuh juga
"iya..." Dina menganggukkan kepalanya. Dendy menaiki motornya kembali dan memakai helmnya "daaahh....sayang hati-hati ya..." Dina melambaikan tangannya melepas kepergian Dendy.
Dendy pergi meninggalkan kos Dina, ia pun juga sama beratnya, bahkan ia pun juga menitikkan air matanya. Tapi ini harus ia jalani, dia bertekat akan segera mendaftar kuliah di kampus Dina.
Setelah kepergian Dendy, Dina masuk ke kosnya. Saat hendak mengunci pintu kosnya, pintunya ditahan oleh seseorang. Dina kaget, melihat orang yang menahan pintunya.
"mas..." ucap Dina dengan tatapan kaget
"itu tadi pacar kamu?" tanya Bimo
"iya " jawab Dina singkat
__ADS_1
"tumben kalian pergi berdua" ucap Bimo sinis
"itu bukan urusan mas..." ucap Dina ketus
Bimo menyadari jika ucapannya salah, seharusnya ia tidak menanyakan tentang pacar Dina. Bukan haknya mengetahui Dina pergi dengan siapa saja.
"besok kuliah pagi kan? Aku jemput ya..." ucap Bimo
"aku bisa berangkat sendiri mas..." protes Dina
"sekarang musim hujan, kamu lebih aman jika aku antar jemput" ucap Bimo santai
"hujan air ini...bukan hujan uang" Dina mencebik
"nanti malam aku ke sini lagi, kita makan bersama" ucap Bimo penuh penekanan
"maaf mas, aku sudah ada janji" ucap Dina datar
Bimo menghela nafasnya, karena cemburu, ia jadi sedikit memaksa Dina. "Baiklah...besok pagi saja aku jemput kamu" ucap Bimo kemudian ia membalikkan badannya meninggalkan kos Dina.
Dina menghembuskan nafasnya kasar, di saat hari bahagianya kenapa harus ada yang merusaknya. Ia tidak menyangka jika Bimo membuntuti dirinya.
.
.
.
B e r s a m b u n g
Dukung terus karya ini ya bestie...
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya 'JADIKAN AKU PACARMU'