Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 127 Hari pertama sekolah


__ADS_3

Beberapa hari berlalu libur kenaikan kelas telah usai, Dendy sudah masuk sekolah lagi. Dendy sedang bersiap-siap hendak berangkat sekolah.


Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Dendy tidak terlalu bersemangat karena waktunya untuk bersama Dina akan semakin singkat.


Dendy duduk di meja makan sedang sarapan bersama adiknya. Seperti biasa selalu saja terjadi pertengkaran di antara kakak beradik itu.


"kalian berdua bisa tidak sehari saja tidak bertengkar?!" mama Tari sedikit membentak


"kakak ma...." Rio merengek


"kamu yang salah...!" Dendy tidak mau kalah


"sudah....sudah...! Kalau bertengkar terus kalian bisa terlambat!" bentak mama Tari


"iya ma..."


"iya ma..."


"Den...Dina bagaimana, sudah lama tidak ke sini?" tanya mama Tari sambil merapikan meja makan


"Dina sedang sibuk ma..." ucap Dendy sambil mengunyah makanannya


"kapan dia masuk kuliah?" tanya mama Tari


"mungkin sebulan lagi ma...aku tidak tahu" ucal Dendy sambil meminum susunya


"sudah ma...aku berangkat dulu, sudah siang" ucap Dendy beranjak dari duduknya dan keluar rumah memakai sepatunya


"kakak....! aku ikut...!" teriak Rio


"kamu berangkat sama papa, aku sudah hampir terlambat" jawab Dendy juga berteriak


Dendy menyalakan motornya dan berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah Dendy memarkirkan motornya di tempat parkir. Saat hendak keluar dari tempat parkir Dendy bertemu dengan Nana.


"hai Den...kita satu kelas lagi lho..." ucap Nana dengan senyum terbaiknya


"iya kah?" ucap Dendy singkat


"iya benar..." teman Nana membenarkan ucapan Nana


Dendy tidak menanggapi ucapan Nana, ia berjalan menuju papan pengumuman yang terletak di dekat ruang guru. Ia melihat pengumuman pembagian kelas. Dan sialnya apa yang diucapkan Nana benar, mereka satu kelas lagi.


"benar kan...? Kamu tidak percaya sih?" ucap Nana yang tiba-tiba berada di sebelah Dendy


Dendy tidak menanggapi ucapan Nana, ia berjalan menuju ruang kelasnya yang baru.

__ADS_1


"Den....tunggu....!" Nana berteriak membuat seisi sekolah memperhatikan mereka berdua. Dendy hanya diam dan terus melanjutkan langkahnya.


Dendy telah masuk dalam ruang kelasnya yang baru, ia melihat tidak ada lagi bangku yang tersisa, hanya tinggal satu berada di sudut ruangan itu.


"kamu duduk dengan aku, jumlah siswa di kelas kita laki-laki dan perempuan ganjil semua." ucap Nana menghampiri Dendy yang sedang meletakkan tasnya. Ia hanya menatap Nana dengan tatapan datar.


Untuk hari ini ia mengalah, ia akan duduk dengan Nana hanya untuk hari ini saja. Karena ia malas berdebat pagi-pagi di hari pertama masuk sekolah.


Bel tanda masuk sudah berbunyi, semua siswa masuk ke dalam kelas. Nana terlihat sangat bahagia, senyumnya tidak pudar dari tadi. Ia merasa di atas angin karena berhasil membujuk teman-teman sekelasnya agar tidak duduk dengan Dendy.


Nana duduk di sebelah Dendy yang dari tadi ia datang tidak meninggalkan ruang kelasnya.


"liburan kamu kemana saja Den? Aku telepon rumah kamu tapi kamu tidak pernah ada di rumah" ucap Nana dibuat sedih


"pacaran..." jawab Dendy singkat


"kamu masih pacaran dengan Dina?" tanya Nana dengan nada yang tidak suka


"masih" jawab Dendy singkat


Tiba-tiba seorang guru masuk ke dalam kelas dan memperkenalkan dirinya sebagai wali kelas Dendy. Setelah sedikit memberikan arahan-arahan kepada anak didiknya, guru tersebut melakukan pemilihan ketua kelas.


Dari kesepakatan teman-teman Dendy satu kelas, Dendy terpilih menjadi ketua kelas. Sebenarnya ia enggan menjadi ketua kelas pasti ia akan sangat repot apalagi Nana terpilih menjadi sekertarisnya membuat ia semakin malas.


Setelah pengurus kelas terbentuk, wali kelas Dendy memulangkan mereka karena hari pertama masuk sekolah belum ada jadwal pelajaran, hanya perkenalan dan pembentukan pengurus kelas.


Yang dari tadi ada dalam pikirannya adalah ia harus segera ke rumah Dina dan bertemu Dina. Dendy melajukan motornya ke rumah Dina.


Sesampainya di rumah Dina, Dendy memarkirkan motornya di tempat biasa. Ia menghampiri mamanya Dina yang kebetulan sedang menyapu halaman.


"pagi tante..." sapa Dendy sopan "Dina ada di rumah?" lanjutnya


"Dina sedang keluar...." ucap Mama Vera sambil tersenyum ramah


"kalau boleh tahu, Dina pergi kemana tante?" tanya Dendy sopan


"Dina ke studio, ada yang harus ia kerjakan katanya" jawab mama Vera


"kalau begitu saya permisi tante, pagi..."ucap Dendy sopan sambil menganggukkan kepalanya.


Dendy mengendarai motornya ke arah sekolah Dina. Untung saja ia tadi memakai jaket, jadi ia bisa masuk ke area sekolah tanpa ditanya-tanya oleh satpam sekolahnya Dina.


Sesampainya di depan gerbang belakang sekolah Dina, Dendy memarkirkan motornya di warung sebelah sekolah Dina. Kemudian ia masuk ke area sekolah dan menuju ke studio.


Saat ia masuk ke studio, yang terlihat hanya ada Dina dan Widi dengan posisi membelakangi pintu masuk. Dari kejauhan posisi Dina dan Widi seperti sedang berciuman.

__ADS_1


Dendy dengan langkah lebar dan nafas yang memburu berjalan mendekati Dina yang duduk di meja siar bersama Widi. Dia sudah berpikir yang tidak-tidak. Ia takut Dina menduakannya.


Setelah dekat dengan tempat Dina duduk barulah ia bernafas lega karena apa yang ia pikirkan ternyata salah. Dina sedang menulis sesuatu dan Widi duduk menghadap Dina.


"sayang...." ucap Dendy pelan


Dina dan Widi kompak menoleh ke arah sumber suara. Dina terkejut karena Dendy yang memangilnya.


"kamu sudah pulang?" tanya Dina sambil membereskan kertas-kertas yang ada di hadapannya


"iya..." ucap Dendy dengan senyum yang dipaksakan karena menahan rasa cemburu di dalam hatinya


"sebentar ya...aku selesaikan dulu" ucap Dina sambil membolak-balik buku yang ia pegang


"iya...aku tunggu di depan ya..." ucap Dendy kemudian ia berjalan ke arah kursi yang terletak dekat pintu masuk studio kemudian ia duduk di situ.


Sekitar setengah jam ia menunggu Dina, akhirnya Dina menghampirinya.


"maaf ya kamu menunggu, soalnya sedang ada masalah di studio " ucap Dina tak enak hati


"iya tidak apa-apa..." ucap Dendy masih dengan senyum yang dipaksakan "tadi pagi mama menanyakan kamu" lanjutnya


"memangnya ada apa?"tanya Dina sambil memasukkan buku dan kertas-kertas ke dalam tasnya


"entah..." Dendy mengedikkan bahunya


"aku memang berencana mampir ke rumah nanti" ucap Dina sambil memakai jaletnya "ya sudah ayo..." ucap Dina menarik tangan Dendy


"kemana?" tanya Dendy dengan tatapan bingung


"katanya mamamu menanyakan aku?" ucap Dina sedikit kesal


Dengan senyum yang merekah, Dendy menggandeng tangan Dina keluar dari studio. Kebetulan suasana di luar studio sepi, jadi Dendy tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Dina.


.


.


.


Lanjut besok ya bestie....


B E R S A M B U N G


ditunggu kiriman kopi dan bunganya ya bestie...

__ADS_1


jangan lupa like, vote dan komennya ya terima kasih sekebon bestie...


__ADS_2