Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 134 Harapan Bimo


__ADS_3

Pengen ngebut update, tapi apalah daya, kesibukan di dunia nyata benar-benar padat. Jangan lupa vote nya ya bestie, kirim kopi dan bunga biar nona makin semangat up nya .


Lanjutt...


......................


Bimo menggandeng tangan Dina menuju ke parkiran Pusgiwa. Dina yang sudah terlalu lelah, membiarkan Bimo melakukan apa yang ingin ia lakukan asal itu tidak mencelakai dirinya.


Bimo melajukan motornya keluar dari kampus yang sudah sepi, hanya di Pusgiwa yang masih ada mahasiswa. Ia membelokkan ke sebuah kedai yang menjual aneka chinesse food


"mas aku bungkus saja, aku ingin segera pulang ke kos dan tidur" ucap Dina lesu. Mendengar perkataan Dina, Bimo tersenyum pertama kalinya Dina berbicara dengannya sejak pertemuan tak terduga mereka kemarin


"apa tidak lebih baik kamu makan di sini saja, biar sampai kos kamu tinggal mandi dan istirahat" ucap Bimo menggandeng tangan Dina mencari tempat duduk yang kosong.


"terserah mas saja..." ucap Dina pasrah karena ia sudah benar-benar tidak punya tenaga untuk berdebat.


Bimo memesan nasi capcay untuk Dina dan sepiring nasi goreng untuknya serta teh manis hangat. Ia masih ingat betul selain bakso Dina sangat menyukai capcay.


Tak menunggu lama pesanan mereka telah terhidang. Dina segera mengambil acar dan menuangkannya ke piringnya. Bimo hanya tersenyum kebiasaan Dina tidak berubah.


"pelan-pelan saja makannya" ucap Bimo lembut kemudian ia memakan nasi gorengnya dengan menatap Dina.


"kamu kelaparan?" Bimo terkekeh melihat Dina makan dengan cepat


"tidak, aku hanya ingin segera pulang" jawab Dina datar


"tunggu aku dulu, nasiku masih banyak" ucap Bimo sambil menunjuk piringnya


"siapa suruh makannya pelan-pelan" Dina mencebik "ayo aku sudah selesai" Dina meneguk minumnya


"sebentar Din, aku habiskan dulu, aku juga sangat lapar" ucap Bimo berusaha makan dengan cepat.


Dari dulu Bimo selalu kalah kalau lomba makan cepat dengan Dina. Dina menundukkan kepalanya meletakkannya diatas kedua lengannya. Ia benar-benar lelah dan ingin segera tidur.


"sudah ayo pulang...aku bayar dulu ya..." Bimo berjalan ke arah pemilik kedai


Dina memperhatikan Bimo sepertinya akrab dengan si pemilik kedai. Setelah selesai membayar Bimo menunggu Dina yang berjalan ke arahnya.


"kos kamu di mana?" tanya Bimo naik ke motornya


"di jalan Lili no 8" jawab Dina singkat sambil naik ke boncengannya.


Bimo melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Tidak sampai sepuluh menit mereka telah sampai di kos-kosan Dina.


"terima kasih mas sudah diantar dan ditraktir, aku masuk dulu" ucap Dina kemudian ia masuk ke dalam kosnya.

__ADS_1


"apakah aku benar-benar telah menyakiti hatimu Din? Sikapmu kepadaku dingin seperti ini Din?" gumam Bimo kemudian ia melajukan motornya meninggalkan kos Dina


Dina sudah selesai membersihkan diri, dan bersiap untuk tidur. Ia berpikir kenapa harus bertemu dengan Bimo lagi. Dan untuk beberapa tahun ke depan ia harus bertemu dengannya setiap hari di kampus.


tok..tok..tok...


"Din...ada telepon!" ucap seseorang dari balik pintu kamarnya


"iya..." Dina membuka pintu kamarnya dan berlari ke meja telepon


"terima kasih kak" ucap Dina sambil tersenyum kepada tadi yang memanggilnya


"halo"


^^^☎️halo, Dina^^^


"eh...iya Den..."


^^^☎️akhirnya bisa kutelepon juga^^^


"maaf...aku benar-benar sibuk, ini saja baru pulang dari kampus"


^^^☎️kamu sehat kan?^^^


^^^☎️iya, tidak apa-apa, sudah ya kamu istirahat, jaga kesehatan^^^


"iya Den..."


Dina menutup teleponnya, ia merasa bersalah beberapa hari ini telepon dari Dendy ia abaikan karena ia fokus dengan kegitannya. Dina kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya.


Karena begitu lelahnya, tak sampai lima menit ia sudah tertidur. Bangun-bangun sudah pukul lima pagi. Dina tersentak kaget, ia lalu buru-buru ke kamar mandi, setelah selesai mandi ia membeli sarapan di warung depan kosnya.


Secepat kilat ia sudah menyelesaikan makannya. Kemudian ia bersiap untuk pergi ke kampus. Pukul enam lebih sepuluh menit ia sudah siap. Ia keluar dari kamarnya dan berkenalan sebentar dengan teman-teman satu kosnya.


Dina pamit ia kemudian keluar kosnya dan mengunci pintu rumah kosnya. Saat berbalik badan Dina dikejutkan oleh Bimo yang sudah duduk manis di atas motornya dan melambaikan tangannya.


Dina menghela nafasnya kasar sepagi itu Bimo sudah ada di depan kosnya. Dengan langkah lebar Bimo turun dan berjalan menghampiri Dina. Kemudian ia menggandeng tangan Dina.


"ayo bareng aku saja" ucap Bimo


"mas dari jam berapa di sini?" tanya Dina dengan tatapan heran


"waktu kamu beli sarapan aku sudah ada di sini" ucap Bimo dengan tatapan teduhnya


"aku jalan kaki saja mas, tidak enak dengan teman-teman yang lain" ucap Dina menolak ajakan Bimo secara halus

__ADS_1


"memangnya ada apa? Mereka juga sudah tahu kalau kamu pacar aku" ucap Bimo santai naik ke atas motornya


"mas...! Kita sudah tidak ada hubungan lagi, kita sudah lama putus dan mas sendiri yang memutuskan hubungan kita" ucap Dina berapi-api


Bimo tertegun, Dina yang biasa ceria dan berbicara lembut dengannya tiba-tiba berubah.


"aku sebenarnya malas mengungkit-ungkit masalah kita, tapi mas dari kemarin bersikap seolah-olah kita masih seperti dulu, sudah mas aku mau berangkat takut terlambat" ucap Dina kesal kemudian berjalan meninggalkan Bimo.


Baru dua langkah Dina berjalan tangannya sudah ditahan oleh Bimo.


"ayo berangkat sama aku daripada kamu terlambat, dan anggap sebagai permohonan maafku" ucap Bimo penuh permohonan


"aku sudah memaafkan mas Bimo, terima kasih karena sudah menjemput aku" ucap Dina kemudian ia naik ke boncengan Bimo


"akan aku usahakan setiap hari menjemput dan mengantar kamu, sebagai permohonan maafku" ucap Bimo kemudian menyalakan motornya


Sesampainya di kampus Dina langsung meninggalkan Bimo yang sedang memarkirkan motornya. Bimo hanya bisa menghela nafasnya kasar, melihat Dina yang seolah-olah membencinya.


"aku akan berusaha mendapatkan hatimu lagi Din" gumam Bimo kemudian ia turun dari motornya.


Bimo berjalan ke arah sekretariat panitia, di sana ia melihat Riri yang sudah berdiri menatap ke arahnya. Bimo membelokkan arahnya ia langsung naik ke auditorium.


Ia sebenarnya malas dengan Riri. Sejak perjodohannya dibatalkan, Riri selalu berusaha mendekatinya. Bimo sudah terlanjur sakit hati dengan keluarga Riri yang merendahkan keluarganya, dengan memaksakan perjodohan di antara mereka.


Bimo pikir setelah perjodohan dibatalkan ia akan bebas, dan bisa mengejar cintanya kembali. Itulah sebabnya ia masih sering mengirim surat untuk Dina, walaupun jarang sekali dibalas oleh Dina.


Memang sampai sekarang ia sama sekali belum menceritakan alasannya memutuskan Dina tanpa alasan. Ia bingung mulai dari mana harus menceritakan kisah perjodohannya. Apalagi Riri yang terus-terusan mengganggunya.


Tapi mendapati Dina ternyata kuliah di kampusnya, dan beruntungnya mengambil jurusan yang sama dengannya memberi angin segar untuknya. Ia ingin mengungkapkan kepada seluruh dunia kalau Dina adalah pacarnya. Cewek yang selama ini membuat dia menghindari cewek-cewek yang berusaha mendekatinya.


.


.


.


Pusgiwa : Pusat Kegiatan Mahasiswa. Tempat dimana menjadi sekretariat Unit kegiatan-kegiatan mahasiswa. Kegiatan mahasiswa apa saja tergantung kampus masing-masing


B E R S A M B U N G


jangan lupa ritualnya ya bestie...


Hari ini dua bab sudah meluncur, tolong like komen dan votenya ya


Terima kasih bestie

__ADS_1


__ADS_2