Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 131 Pengakuan Bimo


__ADS_3

Mereka bertiga asyik mengobrol tidak mempedulikan teman-teman yang lain. Bahkan mereka belum sempat berkenalan dengan teman-teman satu kelompok mereka yang lain.


"kita ini dari tadi bercanda terus sampai belum sempat berkenalan dengan teman-teman yang lain" ucap Dina berbisik kepada kedua temannya


"oh iya...ya..." ucap Caca


"eh...tadi yang membacakan anggota kelompok kita itu pendamping kelompok kita kan ya?" tanya Berta


"entah....memangnya ada apa?" tanya Caca


"semoga dia jadi pendamping kita, orangnya cakep bener....bening pula" jawab Berta dengan polosnya


Dina hanya diam tidak menanggapi ucapan teman-temannya. Ia menyembunyikan semuanya sendiri, ia tidak ingin teman-temannya tahu kalau ia mengenal cowok tadi.


"eh...ayo kita kenalan dengan yang lain..." Dina mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak berlaru-larut membicarakan mantan pacarnya itu.


Mereka bertiga berkenalan dengan teman-teman yang lain. Saling bercerita, bertukar alamat ada yang asli kota J ada juga yang tinggal di tempat saudara dan ada juga yang kos sama seperti Dina dan kedua temannya.


Saat mereka asyik bercanda tiba-tiba datang dua orang kakak tingkat mereka satu cewek.dan satu cowok. Dina hanya diam dan sengaja tidak menatap ke arah cowok yang baru datang.


"sudah saling berkenalan rupanya" ucap cowok itu


"iya sudah kak..." jawab salah satu teman Dina


"oh...iya kenalkan namaku Arselino Bimo Mahendra kalian bisa memanggilku Arsel atau Bimo" ucap Bimo seraya melirik ke arah Dina yang dari tadi tidak mau menatapnya


"ini temanku namanya Jovanka Putri kalian bisa memanggilnya dengan Riri" Bimo melanjutkan memperkenalkan temannya "kami ini yang akan mendampingi kalian selama masa pengenalan kampus"


"sekarang perkenalkan nama kalian satu per satu" ucap Bimo sambil melirik ke arah Dina lagi


Satu per satu memeprkenalkan nama mereka, Dina hanya diam saja ia memilih memperkenalkan yang terakhir toh semua anggota kelompoknya sudah mengenalnya.


Teman-teman Dina terutama yang cewek-cewek mereka antusias memperkenalkan diri mereka terutama Berta. Berta dari awal terlihat menyukai Bimo. Cowok bertubuh tinggi, tegap kulit kuning langsat, dengan wajah yang tampan.


"sekarang kakak akan jelaskan yang boleh dan tidak boleh selama pengenalan kampus ini" ucap Bimo


"kak....! Dina belum memperkenalkan dirinya" protes Caca


"oh....saya sudah mengenalnya" ucap Bimo tersenyum lebar


Semua melihat ke arah Dina dengan tatapan penuh tanda tanya yang dari tadi hanya diam saja. "sejak kapan kamu mengenalnya?" bisik Berta sambil menyenggol lengan Dina

__ADS_1


Dina hanya diam saja tidak mau menjawab pertanyanyaan temannya itu, karena menurutnya tidak penting ia menceritakan siapa Bimo sebenarnya.


"kenapa kalian bisik?" tanya Bimo "kalau ada yang perlu dipertanyakan silakan tanya ke saya atau kak Riri"


"kakak sudah punya pacar belum?" teriakan salah satu teman Dina


Bimo hanya tersenyum dan menatap ke arah Dina "sudah..."jawab Bimo


"Yah...sudah laku ternyata...." gerutu teman Dina


"pacarku ada di antara kalian..." ucap Bimo masih tetap memandang Dina


Dina kaget, mendengar apa yang diucapkan oleh Bimo. Siapa yang Bimo maksud salah satu di antara kelompoknya. Setahu dia di kelompoknya hanya dia yang mengenal Bimo.


"siapa...?"


"siapa?" riuh suara teman-teman sekelompok Dina semua bertanya demikian.


"siapa....?" tanya Bimo dengan senyum bahagianya. Meskipun sebagian besar cewek -cewek patah hati, tapi mereka penasaran, ingin mengetahui siapa yang menjadi pacar pendamping kelompok mereka.


"dia adalah....." Bimo sengaja menjeda bicaranya melihat reaksi Dina. Yang ia lihat tadi, Dina nampak bingung tapi berusaha bersikap tenang.


"ayo mas...katakan siapa?!" ucap Caca yang sudah hampir mati penasaran


"warna kesukaan pacarku itu adalah warna kuning" ucap Bimo dengan mantap dan dengan rasa bahagianya.


'itu bukan aku kan...di kelompokku hanya aku yang memakai kemeja warna kuning, ada satu lagi pakai kaos kuning tapi cowok, tidak mungkin mas Bimo menyukai sesama jenis' gumam Dina dalam hati


Semua teman-temannya menatap ke arahnya lalu ke arah temannya yang cowok yang juga memakain baju warna kuning. Mereka bertanya-tanya kira-kira apakah benar Dina pacar kakak pendamping kelompoknya.


"sudah...sudah...sudah jelaskan siapa pacar saya? Ada pertanyaan lagi?" tanya Bimo


"yang berbaju kuning yang cewek apa yang cowok kak?!" tanya salah satu temannya Dina


"saya bukan bukan penyuka sesama jenis ya...." ucap Bimo sambil tersenyum lebar. Sedangkan dari tadi Riri sudah menahan kesalnya, ia mengepalkan tangannya mendengar apa yang diucapkan Bimo


"berarti Dina dong kak..." celetuk teman Dina, Bimo hanya tersenyum menanggapi ucapan teman Dina. Sedangkan Dina wajahnya sudah merah padam mendengar pengakuan Bimo.


Dina menahan kesalnya. Sudah berani memutuskan dirinya secara tiba-tiba tanpa alasan kin Bimo mengaku sebagai pacarnya.


"sudah...sudah...mari kembali ke topik" ucap Riri yang sudah telanjur kesal. Ia harus segera mengalihkan pembicaraan yang tidak berguna itu.

__ADS_1


Riri menjelaskan semua peraturan dalam masa pengenalan lingkungan kampus tersebut. Serta menjelaskan rundown acaranya. Di akhir masa pengenalan kampus akan diadakan pentas seni. Masing-masing kelompok harus menampilkan satu penampilan.


Riri juga menjelaskan tugas-tugas di hari pertama pada hari senin yang akan datang. Apa saja atribut yang harus dipakai, apa saja yang harus dibawa hari senin besok.


"semua sudah mengerti?!" tanya Riri


"sudah kak...!!" jawab anggota kelompok Dina serempak


"kalau sudah...sekarang kalian boleh rapat membicarakan semua tugas-tugas yang harus kalian kerjakan" ucap Riri


Riri dan Bimo meninggalkan Dina dan teman-temannya. Bimo terlihat enggan meninggalkan kelompok Dina, tapi apa boleh buat ia tidak boleh membantu apalagi memberi bocoran tentang tugas-tugas mereka.


"Din...Din...kamu pacarnya kak Bimo?" tanya Berta


"siapa yang bilang?" tanya Dina dengan wajah yang dibuat sepolos mungkin


"kak Bimo tadi yang mengatakannya" ucap Caca


"lantas kalian percaya?" tanya Dina


"aku tidak tahu Din...tapi ciri-ciri yang diucapkan Kak Bimo mengarah padamu" ucap Berta lesu


"sudah...sudah...tidak perlu dibahas, aku sudah punya pacar tapi bukan mas Bimo " ucap Dina datar


Mereka pun akhirnya melupakan pembahasan tentang siapa pacar Bimo yang sesungguhnya. Kini mereka fokus membicarakan tugas-tugas mereka.


Mereka menunjuk salah satu dari mereka menjadi ketua kelompok. Ardi namanya, ia orang kota J asli yang tahu dimana saja mendapatkan barang-barang untuk keperluan tugas-tugas mereka esok.


Ardi membagi tugas kepada setiap anggota kelompok agar mereka lebih ringan dan lebih cepat menyelesaikan tugas-tugas mereka. Dina mulai aktif dalam mengusulkan semua ide-idenya demi kekompakan kelompok mereka.


Itu semua tidak luput dari perhatian Bimo. 'Kamu masih belum berubah Din, setahun lebih aku menghindar dari kamu ternyata kamu masih seperti yang dulu' gumam Bimo dalam hati.


.


.


.


B E R S A M B U N G


Dukung terus karya ini ya bestie

__ADS_1


Please like, komen dan votenya ya...terima kasih sekebon bestie


__ADS_2