Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 156 Malam Minggu


__ADS_3

Bimo mengerjapkan matanya, melihat ke sekeliling. Tidak mendapati Dina berada di kamar. Ia memperhatikan satu per satu yang ada di kamar Dina.


Bimo tersenyum, boneka yang ia berikan untuk Dina tempo hari berada di kasur Dina. Baru kali ini ia bisa masuk dan melihat tempat paling pribadi Dina.


Bimo bangkit, ia melihat ke arah meja belajarnya Dina. Tertata rapi buku-buku dan alat tulis milik Dina. Bimo berpindah melihat tempelan yang ada di atas meja belajar Dina.


Di sana terdapat foto-foto Dina dan teman-temannya. Ada satu foto yang menjadi perhatian Bimo. Foto Dina bersama seorang cowok. Mereka berdua terlihat masih memakai seragam putih abu-abu.


Seketika dada Bimo terasa sesak, melihat Dina di dalam foto itu terlihat sedang tertawa lepas, terlihat begitu bahagia. "apakah ini pacar Dina?" gumam Bimo


Dina masuk ke kamarnya dan mendapati Bimo yang sedang memperhatikan foto-foto Dina. Ia tahu, pasti Bimo juga sudah melihat fotonya bersama dengan Dendy.


"sudah bangun?" tanya Dina datar membuyarkan lamunan Bimo


"iya.....sudah..." jawab Bimo datar tidak seperti biasanya "kamu dari mana?"


"dari menelepon" jawab Dina


"kamu sudah makan?"


"tadi rencananya mau keluar makan, tapi malah ada yang datang langsung tidur" Dina mengerucutkan bibirnya.


"ayo makan..." ucap Bimo lembut dengan tatapan teduh. Dina tertegun dengan perubahan Bimo, tidak biasanya Bimo bersikap seperti sekarang.


"mas sehat?" tanya Dina


"sehat....memang kenapa?" Bimo mengerutkan dahinya


"sudah...abaikan saja..." Dina mengambil jaket serta dompetnya "ayo makan.... Aku sudah lapar"


Bimo pun mengambil jaketnya dan memakainya "aku titip tas di sini ya.."


Dina menjawab dengan anggukan kemudian keluar kamar.


Mereka berdua makan di sebuah warung kaki lima dekat dengan kos Dina. Tentunya dengan menu favorit mereka berdua.


"sabtu pulang lagi?" tanya Bimo


"minggu ini aku tidak pulang"


"tumben.." ucap Bimo menahan senyum bahagianya


"ada janji dengan teman" Dina beralasan


Bimo tersenyum penuh arti "apakah ini berarti Dina sedang ada masalah dengn pacarnya?" batin Bimo


.


Seminggu berlalu, Dina beraktivitas seperti biasa, hanya saja dia tidak pulang ke rumahnya. Ia sudah merencanakan akan menghabiskan malam minggunya bersama teman-teman satu kosnya.


"kak...nanti kalau ada yang mencari aku tolong bilang aku pergi dengan teman-temanku ya..." pesan Dina pada Ira sambil mematikan lampu kamarnya


"oke Din...memangnya kamu tidak pulang?" tanya Ira yang kamarnya bersebelahan dengannya


"tidak kak...sedang malas..." jawab Dina.

__ADS_1


Dina pun naik ke lantai dua, ke kamar Tere. Di sana mereka sudah menyiapkan serial drama yang akan mereka tonton untuk menghabiskan malam minggu mereka.


"nanti kalau ada yang mencari aku, bilang aku pergi ya..." ucap Dina pada teman-temannya yang berada di kamar Tere


"memangnya siapa yang akan mencari kamu Din?" tanya Tia yang jarang berada di kos


"ya...siapa saja...ini misalkan lho..." Dina terkekeh


"pasti Bimo ya Din..." tebak Tere yang sudah tahu cerita tentang Dina dan Bimo


"iya kak..."


"Bimo siapa Din?" tanya Reni


"tukang ojeknya Dina..." jawab Tere sambil tergelak


"tukang ojek? Sudah tua dong Din?" tanya Tia dengan wajah polosnya


"sudah...tak perlu dibahas...lebih baik kita mulai nonton drama Hujan Meteor" Dina tergelak


"mari kita begadang...cemilan aman kan?" ucap Tere yang paling semangat begadang.


Tere jarang menghabiskan waktu beramai-ramai di kos, karena dia yang paling jauh asalnya. Teman-teman satu kos setiap minggu pulang dia akan menginap di kos temannya.


"aman..kak..." ucap Reni semangat


Ketika mereka sedang asyik menonton serial drama, bel kos berbunyi. Reni keluar dari kamar Tere.


"cari siapa?!" teriak Reni dari balkom kosnya


"oh...Dina pergi dari tadi siang!" jawab Reni


"kira-kira pulang ke kos tidak?"


"kurang tahu ya..."


"baik terima kasih" ucap Bimo kemudian ia menaiki mobilnya.


Reni kembali ke kamar Tere "Din...yang tadi itu yang namanya Bimo?" dengan antusias Reni bertanya


"hah? Memangnya dia tidak bilang dia siapa?"


"aku lupa tanya" jawab Reni lesu


"yang namanya Bimo itu orangnya tinggi, badannya tegap, rambutnya cepak terus ganteng" ucap Tere sambil makan keripik


"dari atas hanya terlihat tinggi tegap dan rambut cepak saja Din..." ucap Reni ragu


"biasanya dia naik motor besar" sela Tere


"kak....kamu kok hafal ya...? Lagian tadi cowok itu naik mobil bukan motor cowok" ucap Reni


"hafal lah...tiap hari kesini" Tere tergelak "tapi kenapa naik mobil ya Din?"


"entah kak....lebih baik kita lanjutkan menonton drama" ucap Dina

__ADS_1


"lanjuuutttt....!" teriak Tia


Mereka berempat menonton serial drama sampai menjelang pagi. Mereka benar-benar menikmati malam minggu mereka. Mereka menyebutnya ladies saturday night.


.


Matahari mulai meninggi, tapi belum ada satupun yang terbangun. Mereka semua masih tertidur di kamar Tere. Telepon kos berdering berkali-kali tidak ada yang mengangkat.


Jam sebelas siang, Dina mulai mengerjapkan matanya. Ia melihat teman-temannya masih tidur semua. Dina turun ke kamarnya untuk mandi, setelah selesai mandi ia kembali ke kamar Tere.


Si pemilik kamar ternyata belum bangun, namun Tia dan Reni sudah bangun.


"aku lapar..." keluh Tia


"iya sama....hari minggu jarang ada warung yang buka" timpal Reni


"terus bagaimana ini?" keluh Tia


"tunggu kak Tere saja..."Dina menyahuti


Mereka bertiga memutuskan menunggu Tere sambil mengobrol di balkon kos mereka.


"Din...cowok yang semalam datang lagi..." ucap Reni antusias


Dina mengintip dari celah balkon. Memang benar yang mencari dia semalam adalah Bimo.


"bilang aku belum pulang...." pesan Dina kemudian ia masuk ke kamar Tere


"cari siapa?!" teriak Tia dari atas


"Dina ada?!"


"sebentar, aku cek ke bawah dulu ya kak..." ucap Tia menahan tawa


Tia turun ke bawah, ia pura-pura mengetuk pintu kamar Dina. Kemudian ia membuka pintu kosnya


"Dina tidak ada kak...ada pesan?" Tia terkesima menatap Bimo dengan mata berbinar


"nanti kalau sudah datang, bilang Bimo ke sini, sore aku ke sini lagi, terima kasih" Bimo membalik badannya dan kembali ke dalam mobilnya.


Tia buru-buru menutup pintu kosnya dan kembali ke atas. Dengan nafas yang tersengal-sengal ia menghampiri Dina


"Din...itu cowok tampan sekali..." mata Tia berbinar


"iya tampan Din....kenapa tidak kamu temui?" tanya Reni


"panjang ceritanya..." jawab Dina


Kedua temannya saling pandang. Bingung dengan Dina, cowok setampan itu kenapa diabaikan oleh Dina.


Mereka sepakat membangunkan Tere karena mereka sangat lapar. Dengan susah payah akhirnya Tere berhasil dibangunkan. Setelah mandi Tere mengajak mereka pergi ke pusat perbelanjaan dekat kos mereka. Menghabiskan waktu libur mereka dengan berjalan-jalan.


.


.

__ADS_1


B e r s a m b u n g


__ADS_2