Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 43


__ADS_3

Ketika mereka sedang asik menikmati bakso mereka ada sepasang mata yang dari tadi melihat ke arah mereka. Orang itu begitu kesal melihat Dendy dan Dina yang terlihat begitu akrab. Orang itu ingin sekali menghampiri dua sejoli yang sedang menikmati makanan dan minuman mereka tetapa dia teringat akan bakso yang dipesan oleh ibunya, akhirnya dia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Dia berencana setelah itu akan ke alun-alun kota saja, ingin melihat apakah dua sejoli itu akan ke sana atau pergi ke tempat lain. Karena dari yang dia dengar kemarin Dendy akan ke alun-alun dijemput pacarnya.


Setelah Dendy dan dina selesai memakan baksonya, mereka memutuskan untuk kembali ke alun-alun kota. Bagi yang tidak tahu tetang mereka, pasti menganggap mereka sedang berpacaran.


Sesampainya di alun-alun kota, Dendy kembali memarkirkan motor Dina di tempat yang sama seperti tadi ketika Dina datang. Mereka berjalan ke arah tempat Dendy dan teman-temannya berjualan.


"cie...cie..."


"yang sedang kasmaran...."


"kapan peresmiannya...?"


"traktir kita-kita..donk..."


Teman-teman Dendy saling bersahutan menggoda Dendy dan Dina. Dendy tidak menanggapi apa yang mereka ucapkan, dia hanya menatap mereka dengan wajah datar, berbeda dengan Dina yang merasa malu karena teman-teman Dendy salah paham terhadap mereka berdua.


"Kalian kenapa cepat-cepat kembali ke sini?" ucap Krisna dengan senyum jahilnya


"mau apa berlama-lama Na?" ucap Dina dibuat bingung dengan ucapan Krisna


"aku kira kalian jalan kemana dulu, nonton bioskop atau jalan-jalan kemana begitu?" ledek Krisna


"Sudah....sudah...tidak perlu membahas yang...." ucapan Dendy menggantung di udara ketika ada seseorang datang dan dengan rasa percaya dirinya yanng tinggi menepuk bahu Dendy


"Den... aku kira kamu tidak ke sini" ucap cewek yang baru datang


Dendy menoleh ke arah belakang dengan wajah datarnya, dia sudah tahu siapa yang menepuk bahunya karena dia hapal betul pemilik suara itu.


"aku tadi lihat kamu makan bakso di warung 'M' " ucap cewek itu lagi


"terus...?" ucap Dendy masih dengan wajah tanpa ekspresinya


"ingin gabung, tapi tadi buru-buru soalnya disuruh bungkus bawa pulang saja sama ibuku" ucap cewek tadi yang tak lain tak bukan adalah Nana yang selalu berusah mendekati Dendy dimanapun dan kapanpun.


"oh.." hanya kata itu yang terucap dari mulut Dendy


"Den...aku pulang dulu ya..." ucap Dina berjalan mendekati Dendy


"aku antar ya... sebentar" ucap Dendy dengan tatapan memujanya dan berjalan ke arah Krisna


"hai...kenalkan aku Nana... calon pacarnya Dendy" ucap Nana mengulurkan tangannya ke Dina dengan senyum smirk nya


"eh...iya aku Dina..." ucap Dina mengulurkan tangannya membalas jabat tangan Nana.


"aku belum tahu kamu siapa, sekolah di mana?" ucap Nana memandang Dina remeh

__ADS_1


"oh...aku sekolah SMA A" jawab Dina dengan senyum ramahnya


"oh... sekolahnya anak-anak pintar tapi sayangnya kurang pergaulan " cibir Nana, hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Dina karena dia tidak meraasa kenal dan punya masalah dengan lawan bicaranya


"ingat ya...jangan mendekati Dendy, dia itu sudah jadi milikku" ucap Nana


"aku cuma berteman dengaannya, yang aku lihat tadi dia tidak menanggapi kamu" ucapan Dina cukup membuat Nana tertohok


Nana mengepalkan kedua tangannya, rasanya emosinya sudah hampir meledak, tapi dia tahan takut Dendy semakin menjauhinya


"Den..itu siapa?" tanya Krisna memandang Nana


"teman sekelasku " ucap Dendy


"bakal ada perang dunia ke sepuluh nih..." ucap Krisna meledek Dendy


"kamu bisa saja... lihat Dina biasa-biasa saja tidak akan ada adegan yang kalian inginkan " Dendy tergelak


"aku titip lapak sebentar ya mau mengantar Dina dulu " ucap Dendy menepuk bahu Krisna


"lama juga tidak apa-apa" ucap Krisna tergelak


Dendy berjalan meninggalkan Krisna dan berjalan menghampiri Dina yang sedang terlibat pembicaraan tidak jelas dengan Nana. Dina merasa apa yang dibicarakan oleh Nana itu tidak penting baginya, karena dia tidak ada hubungan apapun dengan Dendy selain berteman baik.


"Ayo Din...aku antar..." ucap Dendy


"enggak usah Den...aku pulang sendiri saja, lebih baik kamu temani Nana"ucap Dina melangkah ke arah motornya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berbicara dengan Dendy


"Dendy...." ucap Nana setengah berteriak sambil menghentak-hentakkan kakinya.


"Din..tunggu sebentar..." ucap Dendy setengah berteriak karena Dina berjalan agak cepat


"iya Den..." Dina berhenti dan memutar tubuhnya menghadap Dendy


"Din...maaf... Nana itu bukan siapa-siapaku" ucap Dendy dengan tatapan penyesalan


"memangnya ada apa Den? tidak masalah kalau dia itu pacar kamu, kamu tidak perlu menjelaskannya padaku" Dina menarik kedua sudut bibirnya


"aku takut kamu salah paham " ucap Dendy mendekat ke arah Dina


"aku tidak merasa salah paham Den...sudah tidak perlu kamu pikirkan aku pulang dulu, sejak tadi Nana melihat ke arah kita, justru aku yang takut dia salah paham dengan kita" Dina menyunggingkan senyumnya


Dendy masih tidak puas dengan jawaban Dina, dia perlu menjelaskan seperti apa hubungannya dengan Nana, tetapi kembali lagi dia juga ingat kalau dia dan Dina tidak ada hubungan apa-apa. Sekuat apapun keinginan dia untuk menjelaskan akan sia-sia karena tidak ada ikatan di antara mereka.


Dendy dengan berat hati membiarkan Dina pulang, perlahan motor yang Dina lajukan mengjauh dan menghilang di tengah keramaian lalu lintas di hari minggu.


Dengan langkah tak bersemangat Dendy kembali melangkahkan kakinya menuju lapak teman-temannya berjualan. Di situ Dendy masih mendapati Nana yang sedang asyik menikmati cemilan dan es teh. Ada rasa malas ketika melihat Nana masih di situ, tapi demi teman-temannya Dendy memutuskan untuk menghampiri teman-temannya.

__ADS_1


"Den... mau es teh?" ucap Nana menyodorkan es teh yang dia pegang


"kamu tadi bicara apa sama Dina?" Dendy mendekati Nana dengan sorot mata tajam, menahan emosinya


"a..aku tidak bicara apa-apa.." Jawab Nana gugup


"kalau sampai aku tahu kamu bicara macam-macam ke Dina" "awas...aku bisa melaporkan kamu ke wali kelas karena kamu memakai uang kas kelas untuk mentraktir teman-temanmu"


"kamu akan mendapat malu karena itu!"


"ingat itu!!" ucap Dendy penuh penekanan kemudian meninggalkan Nana sendirian dan berjalan menghampiri Krisna


"apa lebihnya Dina dari aku ?" tanya Nana setengah berteriak dengan menahan amarahnya


Tidak ada jawaban dari Dendy, dia hanya menghentikan langkahnya dan memutar pandangannya ke arah Nana dengan tatapan datarnya dan melanjutkan langkahnya lagi.


"Den...Dina baik?" tanya Krisna


"entahlah..." ucap Dendy mengedikkan bahu


"Sebenarnya Nana itu siapa kamu ? dari tadi di sini menunggu kamu dan mencoba mencari tahu tentang Dina ke teman-teman" ucap Krisna


"terus kalian jawab apa?" ucap Dendy menautkan kedua alisnya


"mereka hanya jawab yang mereka tahu"


"bagus... biarkan saja tidak usah ditanggapi" jawab Dendy


"pertanyaanku tadi belum kamu jawab" ucap Krisna


"yang mana?"


"Nana..."


Dendy menarik kursi kecil dan duduk di sebelah Krisna. Dia mulai menceritakan siapa Nana dan mengapa dia tidak begitu suka dengan Nana. Padahal kalau dilihat dari segi fisik Nana lebih baik dari Dina. Tapi perasaan tidak pernah salah, tidak tahu dan kepada siapa dia akan berlabuh.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


...**Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya....


Terima kasih sekebon bestie*


__ADS_2