Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 79


__ADS_3

Pagi harinya, Dina sudah selesai sarapan, tapi ia tidak bergegas untuk mengambil kunci motornya dan berangkat ke sekolah. Dina malah asyik mendengarkan radio sambil membaca majalah di meja makan.


"kamu tidak berangkat sekolah Din?" tanya mama Vera


"iya ma, sebentar lagi" ucap Dina masih sambil membolak-balik majalahnya


"tumben....mau berangkat siang-siang lagi?" mama Vera mengerutkan dahinya


"dijemput teman ma... "


"siapa?" tanya Mama Vera sedikit bingung


"Dendy" jawab Dina santai


"bukannya kalian tidak satu sekolah ?" mama Vera makin dibuat bingung kenapa Dina dijemput oleh Dendy yang tidak satu sekolah dengannya


"iya memang..." jawab Dina. Dina mendengar suara motor masuk ke halaman rumahnya, tapi dia merasa tidak mengenal suara motor itu. Dina melihat siapa yang datang dari pintu samping rumahnya, ternyata Dendy yang datang.


"ma...aku berangkat dulu ya" Dina pamit seraya mencium punggung tangan mamanya.


"memangnya sudah dijemput" tanya mama Vera setengah berteriak karena Dina sudah berlari keluar rumah sambil menyambar helm yang dia taruh di kursi dekat pintu.


"motor siapa Den?" Dina menghampiri Dendy yang masih duduk di atas motor barunya


"motorku lah..." jawab Dendy dengan bangga memamerkan motor barunya


"motor baru nih ye...." ledek Dina


"iya... Papa bilang biar kamu tidak capek kalau bonceng aku" ucap Dendy menaik turunkan alisnya


"masak iya...papamu bilang begitu" Dina mencebik sambil memakai helmnya


"ya sudah kalau tidak percaya, kamu tanya papa saja, sudah ayo naik nanti kamu telat" ucap Dendy sambil menyalakan motor barunya


Dendy sekilas melihat mama Dina yang memperhatikan mereka dari pintu samping rumah. Dendy melayangkan senyum sambil mengangguk menunjukkan rasa hormatnya pada mamanya Dina.


"oh... Jadi karena mau pamer motor baru, kamu antar jemput aku sekolah?" ucap Dina sambil naik ke boncengan motor baru milik Dendy


"bukan begitu Dina.... Aku cuma mau mengganti waktu beberapa hari kemarin tidak bisa menemui kamu" ucap Dendy mulai melajukan motor miliknya


Dendy melajukan motornya dengan kecepatan sedang, jalanan pagi dari arah rumah Dina ke sekolahnya begitu padat, lebih padat jika dibandingkan dari rumahnya. Dendy sangat berhati-hati melajukan motornya, selain takut terjadi apa-apa juga ingat pesan papanya.


Pak Doni berpesan motornya dijaga baik-baik jangan sampai lecet atau dibongkar-bongkar tidak jelas kalau sampai rusak pak Doni akan mengurangi uang jajan Dendy selama setahun. Tidak tanggung-tanggung papanya Dendy akan mengurangi setengah dari uang jajannya.


Dendy yang mendengar pesan papanya hanya bisa diam, dan menelan ludahnya jika sampai uang jajannyaa dikurangi berarti dia harus berpuasa karena hanya cukup untuk beli bensin atau naik kendaraan umum.


.

__ADS_1


.


Dalam perjalanan, Dendy dan Dina sama-sama diam, tidak ada yang mereka bicarakan karena Dina menyadari jika jalanan sangat ramai pastilah Dendy fokus dengan jalanan.


Dendy telah sampai di gerbang belakang sekolah Dina. Dina turun dari boncengannya dan melepas helmnya.


"nanti jemput aku jam satu ya...kamu tunggu di studio saja, bilang Dina yang menyuruh kamu" ucap Dina memberikan helmnya kepada Dendy.


"kalau aku tunggu di depan bagaimana Din?" tanya Dendy tidak enak kalau masuk-masuk sekolahnya Dina meskipun di luar jam sekolah.


"tugas rutin aku Den setiap sabtu, tidak apa-apa ya... kalau kamu menunggu di studio?"


"baiklah....kamu fokus belajarnya ya....jangan memikirkan aku terus" Dendy menggoda Dina


"iya...iya....ya sudah aku masuk dulu....dah...." Dina berjalan ke dalam sambil melambaikan tangannya pada Dendy.


Dina berjalan melewati lorong kelas IPS dan mampir ke kelasnya Ani terlebih dahulu


"An...besok kamu ada acara tidak?" tanya Dina menghampiri Ani yang berdiri di depan pintu kelasnya


"tidak....memangnya ada apa Din?"


"besok temani aku ya... Mau nonton film" ucap Dina dengan senyum terkembang


"sippp...." ucap Ani sambil mengacungkan dua jempol tangannya


"jam sepuluhan aku jemput kamu ya" ucap Dina sambil berjalan menuju kelasnya. Saat Dina masuk kelas tidak sengaja berpapasan dengan Yuni yang juga hendak keluar kelas. Yuni menatap Dina dengan tatapan tidak suka, sedangkan Dina menatap datar yuni.


"yang pagi-pagi diantar pacar, sampai enggak dengar dipanggil-panggil" ucap Putra sambil berjalan mendekati Dina


"kamu baru datang Put?" tanya Dina menoleh ke arah Putra yang berjalan ke arahnya


"tadi aku di belakang kamu, sedang berboncengan mesra, sampai-sampai aku panggil-panggil enggak denger" Putra mencebik


"lhoh...iya ya...maaf aku tidak dengar" Dina terkekeh


"yang sedang jatuh cinta, dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak" Putra menggoda Dina


"apaan sih kamu..." Dina tersipu


"sudah ngaku saja kamu pacaran sama cowok itu" goda Putra sambil duduk di kursinya


"memangnya dari tadi aku ada bilang kalau aku tidak pacaran sama dia?" Dina tergelak


"oh..iya...ya " Putra menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"sudah...sudah...tidak perlu dibahas, sudah bel...bentar lagi pelajaran sejarah, aku mau tidur saja" Dina mengeluarkan buku dari tasnya

__ADS_1


"kok tidur Din? Kan pak Maulana lucu mana bisa tidur waktu pelajarannya"


"lucu buat kalian yang otaknya kotor, kalau buat aku yang memang ga bisa menghapal pelajaran jadi pusing bawaannya ngantuk " Dina pura-pura menguap


"ya sudah...kamu tidur saja nanti aku ceritakan versi aku" ucap Putra tertawa


Jam pelajaran telah dimulai, sepanjang pelajaran jam pertama Dina hanya membolak-balik bukunya sambil menopang kepalanya dengan tangan kirinya, sementara teman-temannya tertawa karena sesekali guru sejarah mereka melontarkan candaan-candaan yang menurut Dina tidak lucu, lebih lucu Putra malah.


.


.


Bel tanda waktunya pulang sudah berbunyi . Dina bergegas mengemasi buku-bukunya.


"Din... Din...coklat dari aku sudah dimakan belum?" tanya Putra sambil mengemasi buku-bukunya


"belum sempat makan Put" ucap Dina nyengir kuda


"pasti kamu sibuk ya... Sampai makan coklat saja tidak sempat" Putra terkekeh


"hah...iya nanti aku makan, kemarin aku kan les sampai sore jadi belum sempat Put" Dina menjadi tidak enak hati mendengar perkataan Putra yang sepertinya pesimis, tidak seperti biasanya.


"sudah ya Put... Aku mau ke studio " Dina tergesa-gesa berjalan ke arah studio


"bisa request lagu tidak Din?" ucap Putra setengah berteriak


"lagu apa Put? Nanti aku bilang ke anak-anak" Dina berhenti di depan pintu kelasnya


"kasih tak sampai ya....Din" ucap Putra berjalan menghampiri Dina


"oke..." Dina berjalan meninggalkan Putra yang masih berdiri di depan pintu kelasnya.


'andai kamu tahu Din...' gumam Putra


Sebenarnya Putra menaruh hati kepada Dina, tapi karena sudah terbiasa mereka bercanda sebagai teman, Putra mengurungkan niatnya untuk mengutarakan perasaannya. Putra takut Dina malah menjauh darinya.


.


.


.


B E R S A M B U N G


.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya bestie

__ADS_1


Tolong like, vote dan komennya


Terima kasih 😘😘😘


__ADS_2