
Bestie...mohon dukungannya ya, like dan komen ga usah banyaak-banyak satu aja 😀😀
jangan lupa pencet tombol favorit ya...
kirim bunga atau kopi juga boleh banget , kalau masih ada sisa vote tolong vote nya ya.... yuk...jempolnya digoyang 👍🏻👍🏻👍🏻
terima kasih sekebon bestie...
Lanjutttt....
...----------------...
Keesokan harinya seperti biasa Dina bangun jam lima pagi. Pagi itu Dina merasa badannya sudah sehat. Dina bangun dan membereskan tempat tidurnya kemudian membuka jendelanya agar sinar matahari masuk dan udara bisa berganti dengan udara bersih di pagi hari.
Dina keluar kamar rumah masih sepi papa dan adik-adiknya belum bangun hanya mamanya yang sudah bangun. Dina menghampiri mamanya yang ada di dapur yang sedang mencuci piring
"mama masak apa buat sarapan?" tanya Din
"mama belum masak, mama belikan sarapan di warung nasinya bu RT saja ya?"
"terserah mama, adanya apa aku makan " ucap Dina saambil membantu meletakkan piring-piring yang habis dicuci mamanya di rak piring
"kamu sudah sehat?" tanya mama Dina "yang kemarin siapa Din, pacar kamu?" lanjut mama nya Dina dengan nada meledek anak sulungnya
"sudah ma...sudah sehat "
"yang kemarin itu adik temenku ma terus yang menyusul itu adik kelasku" terang Dina
"satu sekolah?" tanya mama Vera ingin tahu dengan siapa saja anaknya bergaul
"yang Dendy kemarin sekolah di SMA X ma, kelas dua, kalau yang satunya adik kelasku kelas satu"
"kok kamu bisa kenal? " tanya mama Vera sambil mencuci tangannya
"itu sama-sama panitia camping waktu itu " jawab Dina sambil mengambil gelas dan mingisinya dengan air minum
"kamu mandi dulu, mama mau beli sarapan buat kamu "
Mamanya Dina bergegas keluar rumah lewat pintu belakang untuk membeli sarapan. Sedang Dina mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Selang dua puluh menit kemudian Dina sudah siap dengan seragam sekolahnya berjalan ke arah meja makan. Tidak terlihat dimana mamanya tapi bungkusan yang tadi dibeli mamanya sudah ada di meja makan beserta segelas teh hangat.
Dina makan sambil membaca buku pelajarannya. Setelah selesai sarapan Dina bergegas memakai sepatunya dan jaketnya. Dina membereskan buku yang tadi dia buka di meja makan dan mengambil kunci motornya. Dan berangkat sekolah dengan mengendarai motornya.
Dina sampai di sekolah berbarengan dengan Krisna yag juga baru sampai. Mereka memarkirkan motor mereka di tempat favorit mereka masing-masing.
"Din...Dina....!" Krisna memanggil Dina setengah berteriak karena Dina sudah berjalan mendahului Krisna yang barus selesai memarkirkan motornya.
__ADS_1
Dina menoleh ke arah datangnya suara, dengan kedua sudut bibirnya yang terangkat ke atas Dina menunggu Krisna yang berlari ke arahnya.
"Dhuh....gempa bumi...." Dina tergelak karena Krisna yang berlari ke arahnya
"gitu ya...." Krisna mencebik
"tumben baru datang biasa juga pagi datangnya"
"kamu sendiri tumben sudah datang" jawab Dina
"yang habis diantar pacar pulang langsung sembuh " Krisna menggoda Dina
"pacar?.... apa sih...tidak jelas" ucapn Dina dengan wajah datar dan kembali berjalan ke arah kelasnya.
"itu yang kemarin...." Krisna menaik turunkan alisnya sambil tersenyum
"jangan fitnah deh.... "ucap Dina berbelok menuju kelasnya
"lhoh...kalian tidak jadian ?" tanya Krisna dengan wajah penuh tanda tanya
"tidak....." jawab Dina ketus sambil masuk ke kelasnya
"Diihh...marah.... nanti cepat tua lho... " ucap Krisna sambil berlalu berjalan menuju kelasnya
****
Di tempat lain di rumahnya Dendh, pagi-pagi sudah terjadi keributan antara Dendy dan adiknya
"tidak mau ah...kamu berangkat sama papa saja, sekolahmu arahnya beda sama sekolahku " ucap Dendy sambil memakai sepatunya
"aduh....apalagi sama papa.... malah papa lebih jauh lagi kantornya"
"ayolah.... kak....ya...ya...." Rio merayu kakaknya yang sudah rapi siap berangkat sekolah sedang dirinya masih baru selesai mandi
"tidak...kamu saja belum ganti baju nanti kakak telat Dek...." ucap Dendy sambil berjalan ke arah motornya
"yah kakak....ma....mama...... kak Dendy tidak mau mengantar aku " Rio berteriak mengadu ke mamanya yang sedang memaasak. Sontak mama Tari kaget dan mematikan kompornya berjalan ke depan menghampiri kedua anaknya yang dari tadi ribut terus
"kalian apa-apaan sih pagi-pagi sudah bertengkar " mama Tari menghampiri anak bungsunya
"itu ma...kakak tidak mau mengantar aku ke sekolah " adu Rio kepada mama Tari
"bukannya tidak mau mengantar ma...mama lihat sendiri, baju saja belum dipakai....nanti aku telat " kilah Dendy
"kakakmu benar Rio, kamu belum pakai baju.....besok saja berangkat sama kakak" ucap mama Tari mengakhiri perdebatan kedua anaknya
"tapi..ma...!" Rio menatap kakaknya yang sengaja menjulurkan lidahnya ke arahnya
__ADS_1
"sudah....sudah...ayo pakai baju dulu..."mama Tari menarik lengan Rio agar segera masuk ke dalam rumahnya
Dendy menyalakan motornya, mulai memanasi mesinnya. Waktu Dendy hendak melajukan motornya terdengar teriakan dari dalam rumah. Dendy menoleh dan melihat kakak sepupunya sedang berlarinke arahnya.
"Den...tunggu...aku numpang sampai sekolah ya...." ucap Gilang sambil mengatur nafasnya
"itu motormu kenapa mas? " tanya Dendy
"itu bannya bocor "ucap Gilang sambil menunjuk ke arah ban motornya yang kempes
"ayo cepat...aku keburu telat " ucap Dendy mematikan motornya
"iya sebentar aku pakai sepatu dulu" ucap Gilang berlari ke arah teras memakai sepatunya
Gilang berangkat bersama Dendy karena sekolah Gilang searah dengan sekolahnya. Dendy membelokkan motornya ke arah sekolah Gilang dan menurunkannya tepat di depan gerbang sekolahnya.
"eh...tunggu Den...." cegah Gilang waktu Dendy hendak melajukan motornya
"apalagi sih mas...." ucap Dendy jengkel
"nanti jemput aku pulang sekolah ya..."
"naik angkutan umum saja mas...." ucap Dendy ketus karena dari pagi mau berangkat ke sekolah ada aja halangannya
"pokoknya jemput aku ya....titik!" ucap Gilang dengan nada penekanan dan berlalu meninggalkan Dendy yang sedang kesal
Dendy nelajukan motornya dengan kencang ke arah sekolahnya. Dari sekolah Gilang ke sekolahnya jaraknya lumayan jauh sekitar empat kilometer, biasa ditempuh dalam waktu sepuluh hingga lima belas menit kali ini tidak sampai sepuluh menit sudah tiba di sekolah bertepatan dengan bel masuk berbunyi.
Dendy buru-buru memarkirkan sepeda motornya dan berjalan dengan cepat ke arah kelasnya. Sesampainya di kelas Dendy disambut oleh seorang cewek yang sudah lama suka dengannya.
"Den..." sapa cewek berambut lurus panjang sebahu saat Dendy melewati mejanya
Dendy hanya membalas dengan senyuman dan duduk di bangkunya yang berseberangan dengan tempat duduk cewek tersebut.
"Den...nanti pulang sekolah aku bonceng kamu ya..." ucap cewek itu
"Aduhh...aku tidak bisa Na... ada janji sama mamaku " Dendy menolak secara halus permintaan temannya karena dia tidak terlalu suka dengan cewek yang bernama Nana itu.
Dendy tahu sebenarnya Nana menaruh hati padanya karena sudah beberapa kali Nana mengutarakan perasaannya kepada Dendy. Dia tidak begitu suka dengan cewek itu yang suka sok cantik dan terkenal sombong di sekolahnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
*Bersambung....