Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 143 Kejutan


__ADS_3

Dina membantu mamanya Dendy memasak. Yang tidak tahu pasti banyak yang mengira mereka ibu dan anak. Padahal bukan, mereka hanya sekedar kenal karena Dendy.


Dina yang bisa membawa diri dan menempatkan dirinya berada dimana membuat mamanya Dendy semakin menyukai Dina. Karena lama Dina tidak berkunjung membuat mamanya Dendy bahagia karena akhirnya Dina datang dan menemaninya memasak seperti biasa.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua belas lebih tiga puluh menit. Semua makanan yang mereka masak telah terhidang di meja makan.


"Din...tante mau mencari Rio dulu, kamu kalau mau makan, makan dulu ya..." mamanya Dendy mencuci tangannya.


"Dina tunggu tante saja..." ucap Dina dengan senyum manisnya


Mamanya Dendy pergi keluar mencari Rio yang tadi pamit pergi bermain bersama teman-temanya. Tak berapa lama Rio sudah masuk ke rumah dengan berlari.


"eh...ada kak Dina..." ucap Rio dengan senyum mengembang


"Rio...! Mandi dulu!" ucap mamanya Dendy dari belakang Rio


Rio pun pergi ke kamar mandi. Sedangkan mamanya Dendy membereskan baju-baju Rio yang dilempar begitu saja. Dina mendengar suara motor Dendy masuk ke dalam rumah. Dia tetap berada di tempat duduknya di depan televisi.


Kebetulan kursi yang ia duduki memiliki sandaran agak tinggi jadi dia bersmebunyi di balik kursi tersebut.


"ma....mama....!" teriak Dendy dari luar rumah


mamanya Dendy tidak menyahuti, karena masih sibuk mengurusi adiknya Dendy.


"ma....!" teriak Dendy berjalan masuk ke dalam rumah


"iya Den...! mama dengar! tidak usah teriak-teriak seperti di hutan saja" omel mamanya Dendy


"di depan ada motornya Dina, Dina dimana ma?" tanya Dendy memgedarkan pandangan ke seluruh ruangan


"hah...?! Kamu salah lihat mungkin!" kilah mamanya Dendy


"tidak ma...aku tidak mungkin salah!" ucap Dendy kesal


"sana ganti baju, setelah itu makan, kamu belum makan kan?" ucap mamanya Dendy


"iya...tapi Dina ada dimana ma?" Dendy masih penasaran akan keberadaan Dina


"entah...mama tidak tahu, dari tadi mama mengurusi adikmu itu" jawab mamanya Dendy sambil berlalu


Karena tidak mendapati Dina di sekelilingnya, Dendy pun naik ke kamarnya berharap menemukan Dina di lantai dua. Tetapi nihil, Dina juga tidak ada di sana.


Dendy meletakkan tasnya, dan segera berganti baju. Setelah berganti baju, ia pun turun ke bawah untuk memastikan Dina ada di rumahnya atau tidak.

__ADS_1


Saat turun ke bawah ia tidak mendapati siapa-siapa, rumah sepi tapu terdengar suara Rio dari arah dapur. Dendy berjalan ke dapur dan mendapati Din sedang duduk di meja makan.


"katanya tadi tidak ada...mama ini bagaimana?" Dendy mencibir


"tadi mama memang benar-benar tidak melihat Den..." ucap mamanya Dendy sambil mengambilkan makanan untuk adiknya Dendy


Dina hanya tersenyum, ia tidak meminta mamanya Dendy untuk tidak bilang kalau dia ada di rumahnya, malah mamanya yang mengerjai anaknya sendiri.


"tuh.....kan senyum-senyum sendiri..." ledek mamanya Dendy "kamu tidak ada setiap hari uring-uringan terus"


"begitu ya...tante?" Dina terkekeh


"sudah..sudah...kalian makan dulu.." ucap mamanya Dendy sambil mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"ini yang masak mama sendiri?" tanya Dendy sambil mengambil piringnya


"memangnya siapa lagi?" mamanya Dendy kesal


"biasanya kalau mama masak sendiri, macamnya tidak banyak, ini sampai meja makan penuh" ledek Dendy


Mereka pun makan bersama di meja makan. Dendy sesekali mencuri-curi pandang kepada Dina, yang sedang asyik makan.


"makan Den...cepat dihabiskan" ucap Dina sambil terkekeh


Dian tahu ia dari tadi diperhatikan oleh Dendy. Dina merasa senang kejutannya kali ini membuat Dendy senang, terlihat dari sorot matanya yang berbinar.


Dendy membantu Dina mencuci piring, meskipun hanya melihatnya dari samping.


"ini...yang kamu maksud kejutan?" tanya Dendy berdiri di samping Dina sambil memperhatikan Dina


"tidak suka?" tanya Dina tanpa menoleh ke arah Dendy


"bukan...bukan begitu maksudku Din..." Dendy mendadak panik, takut kalau Dina marah


"cuma kaget saja Din...tadi di depan ada motormu, tapu waktu masuk kamu tidak ada..." ucap Dendy mwngerucutkan bibirnya


"padahal aku duduk di depanmu dari tadi..." ucap Dina terkekeh


"hah....? Dimana? Kenapa aku tidak melihatnya?" Dendy bingung


"aku duduk di kursi depan tv Den..." Dina terkekeh sambil membereskan piring-piring yang ia cuci


Setelah selesai mencuci piring, Dendy mengajak ke teras depan. Mereka duduk di teras depan rumah Dendy.

__ADS_1


"kamu ngapain saja? Kenapa susah dihubungi?" tanya Dendy sudah seperti reporter berita


"kuliah lah...memamngnya ngapain?" Dina tergelak


"haishh....kamu itu ya....tidak tahu orang kawatir" Dendy mencebik


Mereka berdua bercanda, melepas rasa rindu mereka. Beberapa hari tidak bertemu membuat mereka saling merindukan. Tak terasa waktu sudah menjelang sore. Dina berpamitan pulang.


"kok cepat Din...? Aku kan masih kangen..." Dendy cemberut


"ini sudah sore ya Den...aku harus pulang" ucap Dina lembut


"besok kamu balik ke kos jam berapa?" tanya Dendy


"sore...mungkin di atas jam tiga sore" ucap Dina


"besok pagi, aku ke rumah ya..." ucap Dendy denga sorot mata penuh harap


"iya..." ucap Dina melegakan perasaan Dendy


"sebentar lagi ya Din..." ucap Dendy dengan tatapan memohon


"iya...iya..." Dina tersenyum, ia tahu Dendy tidak pernah bisa membohongi perasaannya sendiri.


Ia selalu bisa melihat, Dendy sedang marah, sedih atau bahagia hanya dari tatapan mata Dendy. Dina sering merasa tidak tega saat melihat tatapan Dendy begitu sedih, meskipun Dendy tidak menceritakan apa yang ia rasakan, tapi iya menegetahuinya.


Mereka melanjutkan obrolan dan candaan mereka. Dendy begitu bahagia Dina menepati janjinya. Awalnya ia tidak terlalu berharap Dina akan menepati janjinya untuk sering pulang.


Tapi sekarang ia lega, Dina tidak pernah lupa dengannya. Dina masih menomor satukan dia. Meskipun mereka terpisah jarak. Tapi ia tetap kawatir, Dina akan berpaling darinya.


Banyak yang tertarik dengan Dina. Dina yang ramah dan mudah bergaul, cowok mana yang tidak tertarik dengannya. Semua yang dekat dengan Dina selalu merasa nyaman.


.


.


.


B e r s a m b u n g


.


Jangan lupa ritualnya ya bestie...

__ADS_1


Please like, vote dan komennya ya


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2