
Selama pelajaran Dina tidak bisa berkonsentrasi, dia benar-benar lelah dan ngantuk. Dina memutuskan untuk ijin ke UKS untuk beristirahat sejenak. Dina pamit ke Yuni untuk istirahat di UKS, Dina berpesan untuk mencatat semua yang guru terangkan dan berniat meminjam catatan itu nanti sepulang sekolah.
Dina berjalan menyusuri lorong kelas dua karena UKS berada dekat dengan kelas dua. Setelah berbicara denga petugas UKS Dina pun merebahkan badannya di ranjang pasien yang ada di bilik UKS tersebut. Di UKS terdapat dua ruangan terpisah dengan sekat dari papan yang di depan untuk pemeriksaan sedangkan ruangan satunya adalah bilik tanpa pintu tempat siswa yang sakit bisa beristirahat. Di dalam bilik tersebut terdapat dua ranjang pasien.
Petugas UKS sudah menawarkan jika nanti dokter sudah datang mau dimintakan obat, tetapi Dina menolaknya karena yang dia butuhkan saat ini hanyalah tidur.
Di UKS Dina berusaha memejamkan matanya, tapi tidak bisa tidur. Sudah berulang kali pindah posisi tapi tetap sulit untuk tidur. Sampai tiba-tiba ada suara gaduh di luar. Dina mencoba menguping apa yang sebenarnya terjadi di luar. Ternyata hanya segerombolan siswa-siswa IPS yang ingin membolos dengan alasan sakit.
Petugas UKS mengusir mereka beralasan UKS bukan tempat untuk membolos. Jika ketahuan kepala sekolah yang ditegur dan kena sanksi adalah petugas UKSnya. Seketika ruangan UKS menjadi hening suara ribut-ribut tadi sudah tidak terdengar lagi.
Dina merasa lega karena niatnya ingin mencari ketenangan untuk istirahat sejenak agar bisa segera pulih dan bisa mengikuti pelajaran lagi.
Tiba-tiba saat Dina hendak memejamkan matanya lagi terdengar suara yang sangat dia kenal masuk ke dalam bilik tempat dia beristirahat.
"Kamu kenapa ada di sini Din?" tanya cowok yang masuk ke dalam bilik tersebut
Dina pun membuka matanya karena merasa namanya disebut dan menoleh ke arah datangnya suara. Dina melihat kalau ternyata yang datang adalah Gilang.
"aku cuma ingin istirahat Lang " Dina kembali menutup matanya tidak ingin menanggapi Gilang
"oh...kamu sakit?" tanya gilang sambil memposisikan dirinya duduk di ranjang pasien yang ada di seberang ranjang yang ditempati Dina
"aku tidak sakit, cuma lelah ngantuk capek mungkin karena kurang tidur kemarin malam" jawab Dina masih dengaan mata terpejam
"oh...aku kira la......"
"Ssttt.... dibilang jangan berisik, jangan ganggu Dina yang mau istirahat atau nanti aku laporkan ke wali kelasmu" Bu Patmi petugas UKS mendatangi Dina dan Gilang di bilik tempat istirahat dan menyuruh Gilang untuk tidak berisik. Gilang satu-satunya siswa dari segerombolan siswa IPS yang tadi sedang ribut-ribut di UKS.
Dengan beralasan kepalanya pusing dengan akting yang meyakinkan Gilang berhasil merayu Bu Patmi petugas UKS untuk membiarkan dirinya istirahat di UKS. Saat masuk ke dalam bilik istirahat malah bertemu dengan Dina yang juga sedang beristirahat di sana.
Gilang merebahkan dirinya dan berpura-pura tidur agar Bu Patmi kembali ke tempat duduknya lagi. Setelah menyuruh Gilang diam Bu Patmi meninggalkan Dina dan Gilang untuk beristirahat. Bu Patmi mengawasi mereka dari tempat duduknya.
Setelah memastikan Bu Patmi kembali ke tempat duduknya, Gilang beranjak bangun dari tempat tidurnya dan mengambil kursi agar bisa duduk di sebelah Dina.
"Din...kamu yakin tidak apa-apa?" Gilang berbisik agar tidak didengar Bu Patmi
__ADS_1
"Hhh..." Dina membuka mata menoleh ke samping menatap Gilang yang cengar-cengir
"Aku cuma butuh tidur Lang... gara-gara kemarin malam jalan-jalam sama kalian aku semalaman tidak bisa tidur" jawab Dina agak ketus dengan suara pelan
"oh...ya sudah...eh....kemarin kamu bertemu Dendy lagi?" tanya Gilang serius
"Dendy..?" Dina mengernyit
"Iya...kemarin Dendy pulang-pulang wajahnya dilipat-lipat Din" jawab Gilang dengan suara pelan
"aku tidak bertemu Dendy lagi...bukannya kalian pulang berdua? "
"iya...kemarin aku diturunkan di lampu merah deket rumahnya terus dia langsung ke sini mau menyusul kamu katanya" ucap Gilang menceritakan kejadian kemarin
"tidak...aku tidak ada bertemu dia lagi, kemarin sampai sekolah aku ke tempat budheku nunggu dijemput papaku" terang Dina
"tapi...kemarin dia pulang sampai rumah cuma diam mukanya dilipat, sampai kemarin tante Tari tanya ke aku semalam pun om Doni juga heran sama sikap Dendy, benar kamu tidak bertemu dia?"
"benar Lang, buat apa aku bohong, aku juga tidak terlalu mengenal Dendy" jawab Dina jujur
"entah...." Dina mengedikkan bahunya
"ya sudah aku ke kantin sebelah dulu, kamu mau titip apa?" Gilang beranjak dari duduknya
"apa aja Lang...cemilan apa gitu...kalau ada biskuit TOGO ya..." ucap Dina tersenyum manis
"oke..." Gilang berjalan keluar bilik istirahat berpamitan ke Bu Patmi ke kantin dengan alasan Dina yang menyuruh dibelikan makanan karena perutnya sedikit sakit.
Sepeninggal Gilang, Dina mencoba tidur lagi. Dina tersentak kaget ada yang membangunkannya ternyata Gilang yang membangunkannya.
Gilang membawa es teh dan makanan ringan pesanan Dina.
"Kamu sudah lama di sini Lang?" tanya Dina sambil bangun dan duduk di tepian tempat tidur.
"Baru saja Din... aku kira kamu tidak tidur ternyata benar-benar tidur" Gilang terkekeh "ini pesanan kamu" Gilang menyodorkan biskuit pesanan Dina
__ADS_1
Dina membuka bungkus snack nya dan mulai memakannya. Bu Patmi masuk ke dalam biliknya mengatakan kalau dokter sekolah sudah datang.
Dina akhirnya diperiksa oleh dokter sekolah. Dokter sekolah mengatakan kalau Dina hanya kelelahan dan memberinya vitamin agar cepat pulih.
Dina kembali ke kelasnya dan ternyata jam pelajarannya kosong. Dina kembali ke tempat duduknya.
"sudah lebih baik Din?" tanya Yuni
"sudah Yun...cuma perlu istirahat sama minum vitamin " jawab Dina
"oh...syukurlah... eh...ini pelajaran Kimia gurunya katanya sedang ada perlu disuruh mengerjakan LKS nanti dikumpulkan. "ujar Yuni
"oh...kamu sudah mengerjakan Yun?" tanya Dina sambil mengeluarkan LKS kimia
"jelas belum lah.. masih menunggu para bintang kelas selesai mengerjakan aku tinggal mencontek " Yuni cengegesn
"halaman berapa Yun?" tanya Dina sambil membolak-balik halaman buku dan LKS kimia
"hal xx sampai xx " jawab Yuni.
"oke..." ucap Dina mulai menegrjakan tugas yang diberikan mereka.
Dina larut dalam tugasnya, dan Yuni hanya menempel melihat jawaba- jawaban Dina kemudian menconteknya. Bel Istirahat kedua pun telah berbunyi Yuni pamit ke Dina mau ke kantin sebentar mebeli cemilan dan langsung kembali ke kelas karena mereka belum selesai mengerjakan tugas dari guri kimia.
.
.
.
.
.
*Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.
__ADS_1
Terima kasih sekebon bestie