Pacarku Adik Kelasku

Pacarku Adik Kelasku
Part 39


__ADS_3

Bulan berganti bulan menjadi bulan Desember, selama beberapa bulan Dendy dan Dina tidak pernah bertemu. Terakhir bertemu waktu mengantarkan Dina pulang waktu sakit. Selama itu pula Dendy sering uring-uringan berbeda dengan Dina yang selalu sibuk dengan belajar dan tugas sekolah.


Meski mereka tidak pernah bertemu secara langsung, tetapi Dendy selalu tahu kabar Dina dari Krisna. Dan terkadang Dendy menyempatkan diri untuk datang ke sekolah Dina. Dendy hanya bisa melihat dari jauh karena ketika ingin menyapa Dina sudah buru-buru pulang . Jadi seolah-olah Tuhan tidak mengijinkan mereka untuk bertemu.


Untuk menghilangkan rasa rindu karena tidak bisa bertemu Dendy menyibukkan diri, menyiapkan event camping antar sekolah yang diadakan hampir setiap tahun. Dendy mulai menyiapkan kepanitiaan dan juga mencari dana untuk pembiayaan acara tersebut.


Dalam kepanitiaan itu semua terlibat dalam pencarian dana. Mereka mulai mencari sponsor yang mau memberikan dukungan dana. Selain itu mengadakan bazar. Berjualan perlengkapan sekolah seperti buku tulis pensil dan lain-lain. Mereka berjualan di tempat-tempat bimbingan belajar yang tentunya mereka sudah meminta ijin terlebih dahulu.


Mereka juga mencetak kalender dan menjualnya. Ataupun berjualan kaos-kaos yang disablon dengan gambar-gambar unik. Semua diusahakan agar nantinya biaya yang dikeluarkan tidak memberatkan peserta.


Dendy juga meminta dukungan dan bantuan dari kakak-kakak kelas yang dulu sudah pernah tergabung dengan acara tersebut. Tidak terkecuali dengan Dina. Sebenarnya ada motif lain dalam meminta bantuan Dina yaitu ingin mendekatkan lagi hubungan mereka yang lama tidak ada kemajuan.


Beberapa kali mendatangi sekolah Dina dan ingin mengutarakan maksudnya untuk meminta bantuan agar mau terlibat dalam bazar yang akan diadakan dua minggu lagi, tapi hasilnya nihil. Jangankan berbicara ingin menyapa saja susah sekali.


Akhirnya Dendy meminta tolong kepada Krisna untuk memberitahu Dina tentang rencana bazar tersebut. Dendy berharap Dina bisa ikut karena ingin bertemu dan bisa mengutarakan perasaannya yang selama ini belum sempat dia utarakan. Meskipun dia tahu kalau Dina sedang sibuk-sibuknya belajar.


"Na....kamu sudah bilang ke Dina belum soal bazar?" tanya Dendy waktu Krisna main ke rumahnya


"kalau cerita soal bazar belum..." Krisna terkekeh


"haish....kamu ini...".ucap Dendy sebal


"tapi kalau soal kamu sering menanyakan dia, sering menunggu dia di depan sekolah....sudah" Krisna tergelak


"terus Dina jawab apa?" tanya Dendy antusias


"Dia tidak jawab apa-apa cuma senyum saja "


Bahu Dendy langsung merosot lemas, yang tadinya semangat tiba-tiba semangat itu hilang entah kemana.


"Dina sudah punya pacar?" tanya Dendy dengan nada tak bersemangat


"setahu aku belum Den...." ucap Krisna seolah-olah memberikan angin segar ke Dendy "tapi tidak tahau kalau di luar sekolah "lanjutnya sambil terkekeh


"terus...bagaimana aku bisa dekat sama dia?" ucap Dendy sendu

__ADS_1


"tenang....nanti aku bantu... tapi tidak bisa buru-buru ya..." ucap Krisna menepuk-nepuk bahu Dendy


"caranya....?" ucap Dendy menatap teman yang umurnya lebih muda dari dia tapi badannya lebih besar dari Dendy


"menggoda Dina lah..." Krisna tergelak


"awas ya...kalau kamu macam-macam" ucap Dendy jengkel


"cup...cup...tenang saja....meskipun aku juga suka sama Dina tapi aku sadar diri kok...umurku sama dia terpaut jauh tidak mungkin dia mau sama aku "


Mereka berdua sebenarnya sama-sama menyukai Dina tetapi Krisna lebih memilih mundur karena tahu, teman baiknya juga suka sama Dina. Jadi Krisna lebih memilih mengangap Dina sebagai kakaknya.


Setiap hari ketika Dina ke kantin pak Jo, Krisna mencoba untuk mendekatkan Dina dengan Dendy dengan memberitahu jika Dendy mencarinya, menitip salam untuknya, atau cerita-cerita yang menyelipkan nama Dendy di dalamnya.


Dina hanya menanggapinya dengan senyuman, Dina merasa belum siap membuka hati untuk siapapun. Dina masih merasa trauma dengan pacar-pacar sebelumnya. Dina berusah menghindar dengan membuat diri nya seolah-olah sangat sibuk belajar ketika ada cowok yang sepertinya ingin dekat dengannya.


Tinggal delapan hari lagi Kegiatan bazar untuk mencari dana akan diadakan. Krisna berusaha mencari Dina ke kelasnya karena beberapa hari tidak melihat Dina ke kantin Pak Jo. Dan kebetulan Dina sedang duduk-duduk di taman depan kelasnya.


"Dina...." ucap Krisna setengah berteriak menghampiri Dina


"kamu sudah beberapa hari tidak terlihat " ucap Krisna duduk sebelah Dina


"oh...sedang banyak ulangan makanya aku tidak ke kantin Pak Jo " ucap Dina


"itu...seminggu lagi mau ada bazar buat cari dana untuk acara camping tahun depan" ucap Krisna


"Di mana?"


"itu di alun-alun "


"kenapa di alun-alun Na?" Dina mengernyit


"itu... panitia mau jualan minuman dan makanan ringan begitu, kan setiap hari minggu di alun-alun itu ramai jadi ya... prospek dapat untung besar Din " Krisna terkekeh


Dina hanya manggut-manggut mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Krisna

__ADS_1


"oh...ya bagus kalau begitu, biar dananya terkumpul banyak lagipula acaranya masih lama kan?"


"iya besok waktu libur kenaikan kelas " jawab Krisna "eh...iya dapat pesan dari Dendy katanya minta tolong, besok waktu bazar datang ya bantu-bantu jualan gitu" lanjutnya


"kok...aku...kan masih banyak yang lain " protes Dina


"aku cuma menyampaikan pesan Din..." ucap Krisna dengan nada menjelaskan


"oh...coba besok deh...kalau tidak sedang banyak PR aku bantu "


"oke terima kasih ya Din " ucap Krisna sumringah " aku balik kelas dulu ya Din" pamit Krisna dan hanya dijawab dengan anggukan


Bel tanda istirahat selesai telah berbunyi, Dina bergegas masuk ke kelasnya. Pemandangan yang sama dari hari ke hari yang membuat Dina jenuh dan bosan sudah nampak. Siswa-siswa kelasnya sudah duduk dengan rapi di mejanya masing-masing semua membuka bukunya, yang masih santai hanya beberapa siswa termasuk Dina.


Dina merasa kelasnya yang sekarang itu lebih tepat seperti perpustakaan, yang hening hampir tidak terdengar suara-suara teman-temannya berbicara satu sama lain dan sebagian besar sedang membaca buku.


Dina masuk di urutan terakhir para siswa yang belum masuk kelas. Dina masuk bersama Anto yang seperti biasa datamg dari studio radio. Bahkan Yuni yang biasanya banyak bicara dan datang sering terlambat bisa duduk diam dan membaca. Mereka itu seperti terkena virus mendadak pendiam dan rajin. Satu kelas berperilaku hampir sama semua


' sungguh pemandangan yang membosankan ' batin Dina


.


.


.


.


.


.


.


**Terima kasih bestie... yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini dukung othor terus ya...tolong like comment vote kirim bunga, kopi atau yang lainnya Dan pencet tombol favorit tentunya.

__ADS_1


Terima kasih sekebon bestie


__ADS_2